Hi, Selamat datang di website Komunitas Parkour Indonesia ini. Jika ini kunjungan pertama kamu dan ingin selalu update tentang berita, Artikel dan lain-lain seputar Parkour di Indonesia silahkan isi kolom berlangganan disebelah kanan. Atau kamu pingin gabung dan bertanya-tanya apa syarat dan macem-macemnya silahkan kunjungi halaman F A Q.



Road To Jamnas Parkour Indonesia 2014

Written by Adrianus Tirta on June 19, 2014 – 5:57 pm -

Jamnas merupakan singkatan dari Jamming Nasional, yaitu sebuah acara tahunan Parkour Indonesia yang diselenggarakan di salah satu kota di Indonesia. Ajang ini merupakan salah satu cara dari Parkour Indonesia untuk mempertemukan para praktisi parkour seluruh Indonesia yang selama ini hanya berinteraksi melalui sosial media saja. Selain itu, Jamnas Parkour Indonesia merupakan salah satu wadah untuk silahturohmi praktisi parkour secara fisik maupun batin, baik dalam bentuk latihan bersama, sharing metode, maupun komunikasi tatap muka antar sesama praktisi parkour Indonesia.

Jamming nasional Parkour Indonesia pertama kali diselenggarakan di kota Malang pada tahun 2009 lalu yang mengangkat tema “Respect With Environment”. Suksesnya jamnas pertama membuat event ini akhirnya rutin diselenggarakan, sehingga di tahun-tahun berikutnya beberapa kota lain ditunjuk menjadi tuan rumah Jamnas dengan tema yang berbeda. Seperti Bandung di tahun 2010 dengan tema “A Parkour Journey Closer To The Root”, Yogyakarta di tahun 2011 dengan tema “JOY (Jamming On Yogyakarta), Surabaya di tahun 2012 dengan tema “Jamnas Courage Useful Kinship (Jancuk)”, serta terakhir Bali yang dipercaya menjadi tuan rumah Jamnas 2013 dengan tema “Tri Hita Karana”. Sedangkan di tahun 2014 ini, giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah untuk Jamming Nasional ke-6 dengan tema “Enjoy Jejaka”.

“Di jamming nasional ini saya berkesempatan untuk langsung bertemu, berkenalan, dan belajar bersama berbagai praktisi parkour yang bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari mancanegara,” ujar Ais Syariif, salah satu founder Parkour Indonesia yang kini menjabat sebagai “presiden” dari Parkour Indonesia.

Asal Usul Jamnas Parkour Indonesia

Bila ditinjau secara etimologi (bahasa) dan terminologi (definisi), Jamming Nasional atau Jamnas memang memiliki arti tersendiri. Secara etimologi, Jamming Nasional terdiri dari dua kata yaitu “Jamming” dan “Nasional” yang memiliki arti berbeda, bahkan dari dua bahasa yang berbeda. Kata “Jamming” diambil dari istilah Inggris “Jam” yang berarti berdesak-desakan. Namun, istilah “Jam” ini diartikan sebagai sebuah acara berkumpul bersifat informal yang biasanya digunakan para musisi untuk sama-sama saling berimprovisasi dalam satu panggung. Bila dikaitkan dengan parkour, maka “Jam” atau “Jamming” disini berarti sebuah acara tempat berkumpulnya para praktisi parkour.

Sedangkan “Nasional” merupakan serapan bahasa asing yang telah diadikan bahasa Indonesia yang berarti “bersifat kebangsaan, berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa”. Sehingga bila diartikan secara terminologi, Jamming Nasional memiliki arti “suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk saling mengisi dan melengkapi antar sesama individu yang terlibat dalam lingkup nasional”.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Jamnas secara terorganisir pertama kali diselenggarakan di kota Malang di tahun 2009 lalu. Namun ide tentang Jamnas sendiri sebetulnya telah diserukan jauh sebelum Jamnas 2009 tersebut. Pembicaraan tentang Jamnas sebenarnya telah dimulai di pertengahan 2007 dari sebuah diskusi khusus dalam Forum Parkour Indonesia (www.parkourindonesia.web.id/forum) melalui thread yang berjudul “National Jamming”. Parkour Indonesia yang saat itu masih sedikit peminatnya, memulai thread jamnas tersebut dengan tujuan untuk para praktisi parkour saling bertatap muka dan berlatih bersama dalam lingkungan yang sama. Mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya, hanya berbincang di dunia maya tentang seluk beluk dan pernak pernik parkour.

“Kalau nggak salah sih ajang silahturahmi, klik ketemuan deal. Pokoknya awalnya tujuan awal dari jamnas adalah silahturahmi, latihan bareng dan sharing. Soalnya ketemu fisik itu lebih greget daripada ketemu online atau sekedar chat,” tutur Agus Puwanto (Brex) salah satu pencetus Jamnas.

Ide tentang jamnas tersebut kembali mencuat di tahun 2008 saat Parkour Indonesia diundang di acara Urban Fest yang diseleggarakan di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta 2008 lalu. Kesempatan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Parkour Indonesia untuk mengajak beberapa praktisi parkour dari kota lain untuk saling bertatap muka. Saat itu, komunitas Parkour Indonesia masih sedikit dan baru tersebar di lima kota saja seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Yogyakarta. Namun hasil dari acara Urban Fest tersebut membuahkan hasil berupa ide-ide untuk pertemuan jamming berikutnya, baik secara nasional maupun regional.

Menurut Aditya Tirto (Roar), salah satu founder Parkour Indonesia yang ditulis dalam thread “National Jamming” di forum, tujuan dari jamnas tidak hanya bermanfaat untuk para peserta, tapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya sekaligus memperkenalkan parkour ke masyarakat luas.

“Tujuannya? Meng-Indonesiakan parkour. Dari situ bisa mengarah ke gerakan pemuda yg bertujuan untuk kesehatan badan. Waktu yang dipakai untuk parkour kan bisa menggantikan waktu yang dipakai buat dugem, drugs dan lain-lain. Intinya mengasosiasikan parkour sebagai kegiatan olah raga pemuda yang menyehatkan dan bermanfaat,” tulisnya dalam forum tersebut.

Banyak keseruan dan memori dari setiap jamnas yang telah diselenggarakan. Setiap kota dari yang menjadi tuan rumah memiliki metode yang berbeda untuk mengisi jamming Nasional. Tidak hanya sekedar latihan dan acara perkenalan saja, namun ada beberapa hal yang menjadi daya tarik di setiap jamnasnya. Salah satu contohnya ketika Jamnas 2010 di Bandung, Parkour Indonesia berkesempatan menimba ilmu dari Stephane Virgous dan Thomas Coetdic dari Parkour Generation yang bermarkas di Inggris. Keduanya dikenal sebagai praktisis parkour yang pernah belajar langsung dengan David Belle, founder dari parkour itu sendiri.

Menyambut Jamnas 2014 di Jakarta

Di tahun 2014 ini giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah Jamnas PKID yang ke-6 yang rencananya akan digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 26, 27, dan 28 September mendatang. Tentunya para praktisi Parkour Jakarta yang menjadi host jamnas tahun ini harus memutar otak dan duduk bersama demi terselenggaranya event tahunan ini. Pihak panitia sendiri menyadari bahwa akan menemui banyak obstacles di depan yang menjadi kendala bagi panitia. Namun dengan semangat untuk terus menjaga hubungan silahturahmi antara sesama praktisi parkour se-Indonesia, maka para panitia mencoba berusaha dan memberikan yang terbaik.

“Jamnas 2014 PKID merupakan kesempatan yang langka. Karena disana pasti bisa berbagi ilmu tentang parkour dengan para praktisis parkour dari daerah dan pastinya metode latihan akan berbeda setelah ikut Jamnas 2014. Nikmati metode latihan yang dibuat khusus yang hanya ada di Jamnas 2014. Penasaran? Ayo ikut,” kata Yunan Achmad, ketua panitia Jamnas 2014 Jakarta.

So, sukseskan Jamnas 2014 di Jakarta sebagai sarana untuk menimba ilmu dan berkumpul dengan praktisi parkour seluruh Indonesia.

By: Fadli Bullseye

Road To Jamnas Parkour Indonesia 2014

Written by bullseye on June 19, 2014 – 3:05 pm -

Jamnas merupakan singkatan dari Jamming Nasional, yaitu sebuah acara tahunan Parkour Indonesia yang diselenggarakan di salah satu kota di Indonesia. Ajang ini merupakan salah satu cara dari Parkour Indonesia untuk mempertemukan para praktisi parkour seluruh Indonesia yang selama ini hanya berinteraksi melalui sosial media saja. Selain itu, Jamnas Parkour Indonesia merupakan salah satu wadah untuk silahturohmi praktisi parkour secara fisik maupun batin, baik dalam bentuk latihan bersama, sharing metode, maupun komunikasi tatap muka antar sesama praktisi parkour Indonesia.
Jamming nasional Parkour Indonesia pertama kali diselenggarakan di kota Malang pada tahun 2009 lalu yang mengangkat tema “Respect With Environment”. Suksesnya jamnas pertama membuat event ini akhirnya rutin diselenggarakan, sehingga di tahun-tahun berikutnya beberapa kota lain ditunjuk menjadi tuan rumah Jamnas dengan tema yang berbeda. Seperti Bandung di tahun 2010 dengan tema “A Parkour Journey Closer To The Root”, Yogyakarta di tahun 2011 dengan tema “JOY (Jamming On Yogyakarta), Surabaya di tahun 2012 dengan tema “Jamnas Courage Useful Kinship (Jancuk)”, serta terakhir Bali yang dipercaya menjadi tuan rumah Jamnas 2013 dengan tema “Tri Hita Karana”. Sedangkan di tahun 2014 ini, giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah untuk Jamming Nasional ke-6 dengan tema “Enjoy Jejaka”.
“Di jamming nasional ini saya berkesempatan untuk langsung bertemu, berkenalan, dan belajar bersama berbagai praktisi parkour yang bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari mancanegara,” ujar Ais Syariif, salah satu founder Parkour Indonesia yang kini menjabat sebagai “presiden” dari Parkour Indonesia.
Asal Usul Jamnas Parkour Indonesia.
Bila ditinjau secara etimologi (bahasa) dan terminologi (definisi), Jamming Nasional atau Jamnas memang memiliki arti tersendiri. Secara etimologi, Jamming Nasional terdiri dari dua kata yaitu “Jamming” dan “Nasional” yang memiliki arti berbeda, bahkan dari dua bahasa yang berbeda. Kata “Jamming” diambil dari istilah Inggris “Jam” yang berarti berdesak-desakan. Namun, istilah “Jam” ini diartikan sebagai sebuah acara berkumpul bersifat informal yang biasanya digunakan para musisi untuk sama-sama saling berimprovisasi dalam satu panggung. Bila dikaitkan dengan parkour, maka “Jam” atau “Jamming” disini berarti sebuah acara tempat berkumpulnya para praktisi parkour.
Sedangkan “Nasional” merupakan serapan bahasa asing yang telah diadikan bahasa Indonesia yang berarti “bersifat kebangsaan, berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa”. Sehingga bila diartikan secara terminologi, Jamming Nasional memiliki arti “suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk saling mengisi dan melengkapi antar sesama individu yang terlibat dalam lingkup nasional”.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Jamnas secara terorganisir pertama kali diselenggarakan di kota Malang di tahun 2009 lalu. Namun ide tentang Jamnas sendiri sebetulnya telah diserukan jauh sebelum Jamnas 2009 tersebut. Pembicaraan tentang Jamnas sebenarnya telah dimulai di pertengahan 2007 dari sebuah diskusi khusus dalam Forum Parkour Indonesia (www.parkourindonesia.web.id/forum) melalui thread yang berjudul “National Jamming”. Parkour Indonesia yang saat itu masih sedikit peminatnya, memulai thread jamnas tersebut dengan tujuan untuk para praktisi parkour saling bertatap muka dan berlatih bersama dalam lingkungan yang sama. Mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya, hanya berbincang di dunia maya tentang seluk beluk dan pernak pernik parkour.
“Kalau nggak salah sih ajang silahturahmi, klik ketemuan deal. Pokoknya awalnya tujuan awal dari jamnas adalah silahturahmi, latihan bareng dan sharing. Soalnya ketemu fisik itu lebih greget daripada ketemu online atau sekedar chat,” tutur Agus Puwanto (Brex) salah satu pencetus Jamnas.
Ide tentang jamnas tersebut kembali mencuat di tahun 2008 saat Parkour Indonesia diundang di acara Urban Fest yang diseleggarakan di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta 2008 lalu. Kesempatan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Parkour Indonesia untuk mengajak beberapa praktisi parkour dari kota lain untuk saling bertatap muka. Saat itu, komunitas Parkour Indonesia masih sedikit dan baru tersebar di lima kota saja seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Yogyakarta. Namun hasil dari acara Urban Fest tersebut membuahkan hasil berupa ide-ide untuk pertemuan jamming berikutnya, baik secara nasional maupun regional.
Menurut Aditya Tirto (Roar), salah satu founder Parkour Indonesia yang ditulis dalam thread “National Jamming” di forum, tujuan dari jamnas tidak hanya bermanfaat untuk para peserta, tapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya sekaligus memperkenalkan parkour ke masyarakat luas.
“Tujuannya? Meng-Indonesiakan parkour. Dari situ bisa mengarah ke gerakan pemuda yg bertujuan untuk kesehatan badan. Waktu yang dipakai untuk parkour kan bisa menggantikan waktu yang dipakai buat dugem, drugs dan lain-lain. Intinya mengasosiasikan parkour sebagai kegiatan olah raga pemuda yang menyehatkan dan bermanfaat,” tulisnya dalam forum tersebut.
Banyak keseruan dan memori dari setiap jamnas yang telah diselenggarakan. Setiap kota dari yang menjadi tuan rumah memiliki metode yang berbeda untuk mengisi jamming Nasional. Tidak hanya sekedar latihan dan acara perkenalan saja, namun ada beberapa hal yang menjadi daya tarik di setiap jamnasnya. Salah satu contohnya ketika Jamnas 2010 di Bandung, Parkour Indonesia berkesempatan menimba ilmu dari Stephane Virgous dan Thomas Coetdic dari Parkour Generation yang bermarkas di Inggris. Keduanya dikenal sebagai praktisis parkour yang pernah belajar langsung dengan David Belle, founder dari parkour itu sendiri.
Menyambut Jamnas 2014 di Jakarta 
Di tahun 2014 ini giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah Jamnas PKID yang ke-6 yang rencananya akan digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 26, 27, dan 28 September mendatang. Tentunya para praktisi Parkour Jakarta yang menjadi host jamnas tahun ini harus memutar otak dan duduk bersama demi terselenggaranya event tahunan ini. Pihak panitia sendiri menyadari bahwa akan menemui banyak obstacles di depan yang menjadi kendala bagi panitia. Namun dengan semangat untuk terus menjaga hubungan silahturahmi antara sesama praktisi parkour se-Indonesia, maka para panitia mencoba berusaha dan memberikan yang terbaik.
“Jamnas 2014 PKID merupakan kesempatan yang langka. Karena disana pasti bisa berbagi ilmu tentang parkour dengan para praktisis parkour dari daerah dan pastinya metode latihan akan berbeda setelah ikut Jamnas 2014. Nikmati metode latihan yang dibuat khusus yang hanya ada di Jamnas 2014. Penasaran? Ayo ikut,”  kata Yunan Achmad, ketua panitia Jamnas 2014 Jakarta.
So, sukseskan Jamnas 2014 di Jakarta sebagai sarana untuk menimba ilmu dan berkumpul dengan praktisi parkour seluruh Indonesia.
By: Fadli Bullseye

 

Jamming Regional – Riau

Written by Adrianus Tirta on June 7, 2014 – 7:47 pm -

 photo logojamreg.jpg

Jamming regional(Jamreg) yg akan diadakan pertama kali di RIAU akan dilaksanakan di Pekanbaru pada tanggal 16-17 Agustus 2014

Pendaftaran akan dibuka tanggal 8 Juni – 9 Agustus 2014

Biaya pendaftaran Rp.150.000,- /individu
DP min Rp.100.000,-
Sudah termasuk biaya penginapan, makan, kaos, dan transportasi selama acara berlangsung.

Jamreg ini mengusung tema “FLOW YOUR MOVE” yang juga merupakan slogan dari Parkour Flow It Pekanbaru . Jamreg ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan praktisi parkour, juga menjadi sebuah ajang untuk saling berbagi ilmu yg kita dapat selama berlatih parkour.

Info lebih lanjut / pendaftaran hubungi : Dhani (0896 2064 7873)
Untuk pendaftaran diharapkan masing-masing kota memiliki 1 orang koordinator untuk mendaftar.
Jika sudah transfer biaya silahkan sms dengan format (nama kota/nama komunitas/nama perwakilan/nama anggota/ ukuran baju)

Transfer rekening BCA : BCA 8135121921 atas nama BAYU SATRIA MANDALA

Terimakasih
?#?parkourFlowitPekanbaru?
?#?jamregRiauFirst

JAMREG CELEBES 2014 “PALU, TALK LESS JUMP-REG”.

Written by Adrianus Tirta on April 3, 2014 – 9:02 pm -

jamrek 2014

Parkour Jamming Regional Sulawesi Ke-3, akan di adakan di Kota Palu- Sulawesi Tengah, tanggal 30 Mei 2014 – 01 Juni 2014.

Pendaftaran dibuka mulai 23 Maret – 23 Mei.

Biaya: Rp. 200.000,- DP: Rp. 100.000,-

Rincian pembiayan: Baju/ kaos Jamreg, Makan, penginapan, dan transportasi.

Info lebih lanjut hubungi: Yasin 085340418513/ Zul 082230548403.

Format Pendaftaran :
Silahkan daftarkan diri anda dengan memberi komentar pada postingan ini dengan rincian sebagai berikut :
1. Nama Lengkap
2. Usia
3. Asal Daerah
4. Nama Komunitas Parkour
*syarat dan ketentuan berlaku.

Terima Kasih

TTD

Parkour Sulawesi

JOKER Parkour Jombang – Peresemian Taman Parkour Jombang

Written by Adrianus Tirta on January 24, 2014 – 6:04 pm -

Gambar 1 : Parkour Park Keplaksari Jombang

Pada tanggal 31 Desember 2013 pukul 00.00 WIB Parkour Indonesia telah resmi mempunyai Parkour Park outdoor pertama yang terletak di kota Jombang Jawa Timur tepatnya di taman Keplaksari Jombang. Parkour park diresmikan dengan pembukaan taman baru Keplaksari di acara Car Free Night (CFN). Tidak hanya Parkour Park, Skate park juga diresmikan dalam peresmian taman Keplaksari. Dimeriahkan dengan hiburan rakyat dan pesta komunitas dalam CFN(Car Free Night) pada malam tahun baru. Pembukaan dan peresmian taman Keplaksari dihadiri teman – teman Parkour Indonesia diwakili oleh Parkour Jawa Timur serta Tovan Maulana dari Parkour Jakarta untuk peresmian Parkour Park outdoor pertama di Indonesia dengan Parkour Jombang sebagai tuan rumah.

Pada tanggal 30 Desember, presiden Parkour Jawa Timur Andreas, Tovan Maulana serta teman – teman dari Parkour Mojokerto sudah sampai di Jombang, dan beristirahat di rumah ketua Parkour Jombang Ulinuha. Pada tanggal 31 Desember pagi sebelum berangkat ke Parkour Park kami menyempatkan diri untuk mengunjungi makam Gus Dur di pesantren Tebuireng.

Gambar 2 : Pintu Masuk Makam Gus Dur

Gambar 3 : Pintu Utama Makam Gus Dur

Setelah mengunjungi makam Gus Dur, kami langsung berangkat ke Parkour Park untuk menjemput teman – teman Parkour Jawa timur yang sudah berkumpul. Sambil menunggu acara inti pada pukul 18.00 kami melakukan latihan – latihan kecil sembari Test Drive atau jamming kecil – kecilan di Parkour Park walau saat itu Parkour Park sedang basah karena guyuran sedang dari hujan. Tapi, genangan kecil air tidak mematahkan semangat teman – teman semua untuk mencoba semua sudut dari Parkour Park.

Gambar 4 : Jamming di Parkour Park, Demas Parkour Malang (Run Presisi)

Gambar 5 : Jamming di Parkour Park, Ulin Parkour Jombang

Gambar 6 : Jamming di Parkour Park, Aan Parkour Jombang (Climb Up)

Gambar 7 : Jamming Di Parkour Park, Parkour Mojokerto

Setelah puas bermain – main dengan Parkour Park, kami berangkat ke Grahamedia PWI untuk bersiap – siap menghadiri acara peresmian taman Keplaksari. Bukan hanya teman – teman parkour yang meramaiakan acara CFN dan peresmian, ada juga teman – teman Cosplay, BMX, Barongsai, Modern Dance, dll. Acara peresmian dibuka dengan bersepeda dari taman Keplaksari menuju Grahamedia. Setelah itu dimulai dengan acara hiburan sampai menjelang tahun baru. Setelah teman – teman dari komunitas Jombang bergantian perform untuk menghibur warga, akhirnya tibalah saatnya teman – teman Parkour untuk perform. Saat perform sesekali teman – teman berinteraksi dengan penonton untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kalau “parkour itu bukan olahraga Extreme”. Diakhir perform Parkour Indonesia memberikan piagam kepada Pemerintah Kabupaten Jombang dan ketua Forum Komunitas Hijau Bpk. Jalaludin Hambali yang diwakilkan oleh presiden Parkour Jawa Timur Andreas ditemani Founder Parkour Jombang Galih Arizza. Piagam diberikan sebagai apresiasi dan pengakuan atas dukungan yang diberikan kepada Parkour Indonesia khususnya Parkour Jombang dengan didirikannya Parkour Park pertama di Indonesia.

Gambar 8 : Perform di peresmian

Gambar 9 : Pemberian Piagam, Galih Arizza (kiri) salah satu founder parkour Jombang, Andreas (tengah) Presiden Parkour Jawa Timur, Bpk. Jalaludin Hambali (Kanan) Ketua Forum Komunitas Hijau

Terimakasih sebesar – besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Jombang dan Ketua Forum Komunitas Hijau yang mendukung Parkour Indonesia, tidak lupa Radio Suara Jombang yang telah memberikan tempat istrahat dan bermalam. Dan tak lupa juga semua warga Jombang yang antusias saat kami perform. Jika ada dari teman – teman parkour yang ingin trip ke Parkour Park bisa langsung hubungi CP Parkour Jombang di tab jadwal latihan di website Parkour Indonesia. Atau bisa tanya di fanspage dan twitter resmi parkour Jombang. Kami Parkour Jombang dengan senang hati menyambut kedatangan teman – teman semuanya.

Ditulis oleh Galih Arizza
Editor : Ais