JAMNAS2010: Mengenal Thomas Couetdic
Written by radd on August 26, 2010 – 12:26 pm -Setelah kemarin kita berkenalan dengan salah satu Traceur asal Perancis, Stephane Vigroux, kali ini saya akan memberikan gambaran tentang satu orang lagi yang akan datang ke Jamming Nasional Parkour Indonesia 2010. 2 ? ya 2 orang dari traceur terbaik di dunia akan datang ke Jamming Nasional 2010. Tanpa banyak berkata-kata, teman-teman inilah Thomas Couetdic :
Ingatkah anda dengan film Babylon A.D? Apakah anda menyadari bahwa ada beberapa praktisi parkour disana? #TCforParkour
Thomas Couetdic & David Belle ikut ambil bag.di film Babylon A.D (juga merupakan bagian dari Parkour World Tour w/David Belle) #TCforParkour
Jika kemarin saya sempat membahas Stephanne Vigroux, kali ini saya akan bahas praktisi penting lainnya, Thomas Couetdic (TC) #TCforParkour
Thomas Couetdic lahir pada 20 juli ‘84 dan mulai berlatih parkour pd tahun 2001. #TCforParkour
i’ve seen how it was created, the state of mind that triggered this whole discipline”. #TCforParkour Read more »
JAMNAS2010: Mengenal Stephane Vigroux
Written by radd on August 26, 2010 – 12:04 pm -Pepatah diatas emang paling bener kalo kita ngomongin tentang seseorang yang tidak dikenal. Oleh karena itu dalam rangka Jamming Nasional Parkour Indonesia yang ke-2, kami mengundang 2 orang *Traceur(nah kalo mereka ber-2 saya berani bilang kalo mereka Traceur) asal Perancis. Stephane Vigroux dan Thomas Couetdic. HAH…Siapa mereka?, tenang untuk lebih mengenal mereka saya akan posting twit-twit saya beberapa waktu lalu tentang siapa mereka. Kali ini kita mulai dengan siapa Stephane Vigroux :

“Parkour: something that can make urself a better person in ur life of everyday,to be at peace with urself,again this is something personal”
Quote td berasal dari Stephane Vigroux (SV) yg akan saya bahas kali ini dimana perannya cukup penting di dunia Parkour #SVforParkour
Lahir pd tgl 28 februari 1980, Stephane Vigroux merupakan anak didik langsung dari founder parkour, David Belle. #SVforParkour Read more »
Pesta Kostum Parkour Bandung
Written by bullseye on August 26, 2010 – 9:28 am -Bertepatan dengan ulang tahun Parkour bandung yang ke-3 dan HUT kemerdekaan RI yang ke-65, komunitas Parkour Bandung menggelar jamming bersama yang diberi nama “Costume Jamming Party” yang diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus lalu berlokasi di Parkir Utara, Institut Teknologi Bandung.
Di jamming bersama tersebut, para peserta yang hadir diharapkan memilih dan menggunakan kostumnya sendiri dengan berbagai macam tema. Adapun kostumnya sendiri terdiri dari berbagai tema. Mulai dari Robin Hood, Mummy, Obi-Wan Kenobi, Wolverine, bajak laut, tokoh-tokoh anime, Mario-Luigi, Zorro, Maryamah Karpov, Bolang, dan masih banyak yang lainnya.
Ini salah satu bukti bahwa parkour tidak hanya identik dengan sesuatu yang keras dan serius. Bisa juga diselingi dengan hal-hal yang menyenangkan. “Jadi latihan Parkour itu tidak harus kaku, menyenangkan akan lebih baik,” ungkap Willy Irawan yang dikutip dari salah satu blog pribadinya. Selain itu, di acara ini para panitia juga turut menyediakan makanan untuk berbuka puasa bersama. Intinya, acara kreatif inilah yang mewarnai suatu komunitas bisa tetap solid dan tidak monoton.
Words : Muhamad “Bullseye” Fadli
Photo : Parkour Bandung
Parkour Padang Kedatangan Praktisi Parkour dari Stuttgart, Jerman
Written by bullseye on August 19, 2010 – 8:29 am -Kamis, 12 Agustus lalu, kami (Parkour Padang) kedatangan tamu yang tak pernah kami duga sama sekali. Tak ada yang menyangka seorang praktisi dari luar negeri akan mengunjungi kota kami. John Edouward Ehlinger, begitu namanya yang tertulis di Facebook) adalah orang Prancis yang tinggal di Jerman. Ia sudah berlatih parkour selama hampir 2.5 tahun dan tergabung dalam komunitas Parkour Stuttgart. Ia berkunjung ke Padang ditemani dengan seorang wanita Jerman bernama Sara, yang merupakan seorang traceuse juga.
Pengalaman yang sangat menyenangkan bisa mengenal dan berinteraksi dengan praktisi mancanegara yang sudah menekuni disiplin ini cukup lama. Banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapatkan selama jamming bersama John and Sara dari Stuttgart. Sesi perkenalan tak terasa kaku walaupun kami harus berbahasa Inggris. Gaya John yang kocak dan cukup gila bisa meleburkan kekakuan suasana. Walau dalam suasana Ramadhan, kami tetap bersemangat dan sangat beruntung John sangat menghormati kami. Karena ia pun tak minum sampai waktunya kami berbuka puasa. Read more »












