Hi, Selamat datang di website Komunitas Parkour Indonesia ini. Jika ini kunjungan pertama kamu dan ingin selalu update tentang berita, Artikel dan lain-lain seputar Parkour di Indonesia silahkan isi kolom berlangganan disebelah kanan. Atau kamu pingin gabung dan bertanya-tanya apa syarat dan macem-macemnya silahkan kunjungi halaman F A Q.



PARKOUR COACHING CLINIC 2014

Written by Adrianus Tirta on October 6, 2014 – 10:19 am -

 photo PCC2014.jpg

 

AGAINST OSTEOPOROSIS

 

Hallo Friends,

Parkour saat ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan perkembangan parkour di Indonesia semakin luas sekali.

Di Surabaya, sekarang ini banyak masyarakat dari kalangan muda hingga tua yang tertarik dengan parkour.

Apa yang kita latih di dalam Parkour ?

  • Melatih tubuh dan mental
  • Melatih kedisiplinan
  • Mengembangkan potensi tubuh
  • Beradaptasi di lingkungan sekitar kita
  • dan masih banyak lagi

 

Yang jelas kita dilatih supaya kuat, tidak hanya kuat tetapi bisa berguna bagi diri sendiri dan berguna buat orang lain.

Tahun ini, banyak masyarakat dan bahkan praktisi parkour yang ingin acara Parkour Coaching Clinic atau disingkat PCC bisa diadakan lagi.

Karena tahun 2013 kemarin Parkour Surabaya sudah pernah mengadakan event PCC yang didukung oleh DISPORA KOTA SURABAYA.

Banyak tanggapan-tanggapan positif dari acara PCC kemarin tahun 2013.

Kali ini acara PARKOUR COACHING CLINIC 2014 kembali lagi diadakan di Kota Surabaya yang bertemakan “Against Osteoporosis”.

Acara ini didukung oleh DISPORA KOTA SURABAYA dan MALL BG JUNCTION SURABAYA.

Tidak ketinggalan lagi oleh sponsor-sponsor ternama seperti GREEP dan Malingkondank Clothing.

Mengapa Anda harus ikut Parkour Coaching Clinic 2014 ?

  • Ini adalah pertama kalinya di Indonesia, Event terbesar yang biaya pendaftarannya GRATIS
  • Anda akan mendapatkan pengalaman seputar parkour dari 5 praktisi Parkour yang terus aktif mengembangkan ilmu parkournya hingga sekarang kepada Anda
  • Anda akan memiliki kesempatan bertemu dan saling sharing dengan praktisi parkour Surabaya dan luar Surabaya
  • Anda akan mendapatkan sertifikat dari DISPORA KOTA SURABAYA
  • Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan doorprize total senilai jutaan rupiah, akan ada banyak doorprize yang meliputi kaos parkour, celana training parkour, sepatu kalenji, sepatu kodachi dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini sudah ada 53 PESERTA yang mendaftar.

Pendaftaran dibuka untuk UMUM dan TERBATAS

Anda bisa segera mendaftarkan diri Anda sekarang juga agar Anda dapat menghindari kekecewaan karena pendaftaran DITUTUP sebelum waktunya (seperti biasanya terjadi dalam event PCC tahun lalu).

Berikut adalah detailnya.

PARKOUR COACHING CLINIC 2014

Tanggal : 18 – 19 OKTOBER 2014 ( Sabtu-Minggu )

Tempat :

Sabtu 18 Oktober, Gelanggang Remaja ( Samping Gelora 10 Nopember )

Waktu 17:00 – 22:00 ( Registrasi dimulai pukul 16:00 )

Minggu 19 Oktober, Mall BG JUNCTION Surabaya ( Lantai L2 Sunshine )

Waktu 13:00 – 21:00

Coach :

Andreas Lucio Ivanno ( Parkour Surabaya )
Langit Wira ( Parkour Surabaya )
Agus Purwanto ( Parkour Malang )
Hamy Pratama ( Parkour Sidoarjo )
Randy Dahlan ( Parkour Bandung )

Acara ini GRATIS dan disediakan tempat penginapan selama 3 Hari 2 Malam bagi kalian yang datang dari luar kota. Penginapannya TERBATAS untuk pendaftar tercepat, jadi segera daftarkan diri Anda :)

Info penginapan

Check in hari sabtu Tgl 18 Oktober, 15:00 WIB.

Check out hari senin Tgl 20 Oktober, 10:00 WIB.

 

Cara mendaftar:

Silahkan mengisi formulir pendaftaran DISINI

Atau mendaftar langsung di DISPORA KOTA SURABAYA bidang olahraga rekreasi

( Jl.Jimerto 25-27 Lt.3 )

Untuk sponsorhip bisa email ke surabayaparkour@gmail.com

Terima kasih.

Sampai ketemu tanggal 18 – 19 Oktober ( Sabtu – Minggu ) !

Road To Jamnas Parkour Indonesia 2014

Written by Adrianus Tirta on June 19, 2014 – 5:57 pm -

Jamnas merupakan singkatan dari Jamming Nasional, yaitu sebuah acara tahunan Parkour Indonesia yang diselenggarakan di salah satu kota di Indonesia. Ajang ini merupakan salah satu cara dari Parkour Indonesia untuk mempertemukan para praktisi parkour seluruh Indonesia yang selama ini hanya berinteraksi melalui sosial media saja. Selain itu, Jamnas Parkour Indonesia merupakan salah satu wadah untuk silahturohmi praktisi parkour secara fisik maupun batin, baik dalam bentuk latihan bersama, sharing metode, maupun komunikasi tatap muka antar sesama praktisi parkour Indonesia.

Jamming nasional Parkour Indonesia pertama kali diselenggarakan di kota Malang pada tahun 2009 lalu yang mengangkat tema “Respect With Environment”. Suksesnya jamnas pertama membuat event ini akhirnya rutin diselenggarakan, sehingga di tahun-tahun berikutnya beberapa kota lain ditunjuk menjadi tuan rumah Jamnas dengan tema yang berbeda. Seperti Bandung di tahun 2010 dengan tema “A Parkour Journey Closer To The Root”, Yogyakarta di tahun 2011 dengan tema “JOY (Jamming On Yogyakarta), Surabaya di tahun 2012 dengan tema “Jamnas Courage Useful Kinship (Jancuk)”, serta terakhir Bali yang dipercaya menjadi tuan rumah Jamnas 2013 dengan tema “Tri Hita Karana”. Sedangkan di tahun 2014 ini, giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah untuk Jamming Nasional ke-6 dengan tema “Enjoy Jejaka”.

“Di jamming nasional ini saya berkesempatan untuk langsung bertemu, berkenalan, dan belajar bersama berbagai praktisi parkour yang bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari mancanegara,” ujar Ais Syariif, salah satu founder Parkour Indonesia yang kini menjabat sebagai “presiden” dari Parkour Indonesia.

Asal Usul Jamnas Parkour Indonesia

Bila ditinjau secara etimologi (bahasa) dan terminologi (definisi), Jamming Nasional atau Jamnas memang memiliki arti tersendiri. Secara etimologi, Jamming Nasional terdiri dari dua kata yaitu “Jamming” dan “Nasional” yang memiliki arti berbeda, bahkan dari dua bahasa yang berbeda. Kata “Jamming” diambil dari istilah Inggris “Jam” yang berarti berdesak-desakan. Namun, istilah “Jam” ini diartikan sebagai sebuah acara berkumpul bersifat informal yang biasanya digunakan para musisi untuk sama-sama saling berimprovisasi dalam satu panggung. Bila dikaitkan dengan parkour, maka “Jam” atau “Jamming” disini berarti sebuah acara tempat berkumpulnya para praktisi parkour.

Sedangkan “Nasional” merupakan serapan bahasa asing yang telah diadikan bahasa Indonesia yang berarti “bersifat kebangsaan, berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa”. Sehingga bila diartikan secara terminologi, Jamming Nasional memiliki arti “suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk saling mengisi dan melengkapi antar sesama individu yang terlibat dalam lingkup nasional”.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Jamnas secara terorganisir pertama kali diselenggarakan di kota Malang di tahun 2009 lalu. Namun ide tentang Jamnas sendiri sebetulnya telah diserukan jauh sebelum Jamnas 2009 tersebut. Pembicaraan tentang Jamnas sebenarnya telah dimulai di pertengahan 2007 dari sebuah diskusi khusus dalam Forum Parkour Indonesia (www.parkourindonesia.web.id/forum) melalui thread yang berjudul “National Jamming”. Parkour Indonesia yang saat itu masih sedikit peminatnya, memulai thread jamnas tersebut dengan tujuan untuk para praktisi parkour saling bertatap muka dan berlatih bersama dalam lingkungan yang sama. Mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya, hanya berbincang di dunia maya tentang seluk beluk dan pernak pernik parkour.

“Kalau nggak salah sih ajang silahturahmi, klik ketemuan deal. Pokoknya awalnya tujuan awal dari jamnas adalah silahturahmi, latihan bareng dan sharing. Soalnya ketemu fisik itu lebih greget daripada ketemu online atau sekedar chat,” tutur Agus Puwanto (Brex) salah satu pencetus Jamnas.

Ide tentang jamnas tersebut kembali mencuat di tahun 2008 saat Parkour Indonesia diundang di acara Urban Fest yang diseleggarakan di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta 2008 lalu. Kesempatan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Parkour Indonesia untuk mengajak beberapa praktisi parkour dari kota lain untuk saling bertatap muka. Saat itu, komunitas Parkour Indonesia masih sedikit dan baru tersebar di lima kota saja seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Yogyakarta. Namun hasil dari acara Urban Fest tersebut membuahkan hasil berupa ide-ide untuk pertemuan jamming berikutnya, baik secara nasional maupun regional.

Menurut Aditya Tirto (Roar), salah satu founder Parkour Indonesia yang ditulis dalam thread “National Jamming” di forum, tujuan dari jamnas tidak hanya bermanfaat untuk para peserta, tapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya sekaligus memperkenalkan parkour ke masyarakat luas.

“Tujuannya? Meng-Indonesiakan parkour. Dari situ bisa mengarah ke gerakan pemuda yg bertujuan untuk kesehatan badan. Waktu yang dipakai untuk parkour kan bisa menggantikan waktu yang dipakai buat dugem, drugs dan lain-lain. Intinya mengasosiasikan parkour sebagai kegiatan olah raga pemuda yang menyehatkan dan bermanfaat,” tulisnya dalam forum tersebut.

Banyak keseruan dan memori dari setiap jamnas yang telah diselenggarakan. Setiap kota dari yang menjadi tuan rumah memiliki metode yang berbeda untuk mengisi jamming Nasional. Tidak hanya sekedar latihan dan acara perkenalan saja, namun ada beberapa hal yang menjadi daya tarik di setiap jamnasnya. Salah satu contohnya ketika Jamnas 2010 di Bandung, Parkour Indonesia berkesempatan menimba ilmu dari Stephane Virgous dan Thomas Coetdic dari Parkour Generation yang bermarkas di Inggris. Keduanya dikenal sebagai praktisis parkour yang pernah belajar langsung dengan David Belle, founder dari parkour itu sendiri.

Menyambut Jamnas 2014 di Jakarta

Di tahun 2014 ini giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah Jamnas PKID yang ke-6 yang rencananya akan digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 26, 27, dan 28 September mendatang. Tentunya para praktisi Parkour Jakarta yang menjadi host jamnas tahun ini harus memutar otak dan duduk bersama demi terselenggaranya event tahunan ini. Pihak panitia sendiri menyadari bahwa akan menemui banyak obstacles di depan yang menjadi kendala bagi panitia. Namun dengan semangat untuk terus menjaga hubungan silahturahmi antara sesama praktisi parkour se-Indonesia, maka para panitia mencoba berusaha dan memberikan yang terbaik.

“Jamnas 2014 PKID merupakan kesempatan yang langka. Karena disana pasti bisa berbagi ilmu tentang parkour dengan para praktisis parkour dari daerah dan pastinya metode latihan akan berbeda setelah ikut Jamnas 2014. Nikmati metode latihan yang dibuat khusus yang hanya ada di Jamnas 2014. Penasaran? Ayo ikut,” kata Yunan Achmad, ketua panitia Jamnas 2014 Jakarta.

So, sukseskan Jamnas 2014 di Jakarta sebagai sarana untuk menimba ilmu dan berkumpul dengan praktisi parkour seluruh Indonesia.

By: Fadli Bullseye

Road To Jamnas Parkour Indonesia 2014

Written by bullseye on June 19, 2014 – 3:05 pm -

Jamnas merupakan singkatan dari Jamming Nasional, yaitu sebuah acara tahunan Parkour Indonesia yang diselenggarakan di salah satu kota di Indonesia. Ajang ini merupakan salah satu cara dari Parkour Indonesia untuk mempertemukan para praktisi parkour seluruh Indonesia yang selama ini hanya berinteraksi melalui sosial media saja. Selain itu, Jamnas Parkour Indonesia merupakan salah satu wadah untuk silahturohmi praktisi parkour secara fisik maupun batin, baik dalam bentuk latihan bersama, sharing metode, maupun komunikasi tatap muka antar sesama praktisi parkour Indonesia.
Jamming nasional Parkour Indonesia pertama kali diselenggarakan di kota Malang pada tahun 2009 lalu yang mengangkat tema “Respect With Environment”. Suksesnya jamnas pertama membuat event ini akhirnya rutin diselenggarakan, sehingga di tahun-tahun berikutnya beberapa kota lain ditunjuk menjadi tuan rumah Jamnas dengan tema yang berbeda. Seperti Bandung di tahun 2010 dengan tema “A Parkour Journey Closer To The Root”, Yogyakarta di tahun 2011 dengan tema “JOY (Jamming On Yogyakarta), Surabaya di tahun 2012 dengan tema “Jamnas Courage Useful Kinship (Jancuk)”, serta terakhir Bali yang dipercaya menjadi tuan rumah Jamnas 2013 dengan tema “Tri Hita Karana”. Sedangkan di tahun 2014 ini, giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah untuk Jamming Nasional ke-6 dengan tema “Enjoy Jejaka”.
“Di jamming nasional ini saya berkesempatan untuk langsung bertemu, berkenalan, dan belajar bersama berbagai praktisi parkour yang bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari mancanegara,” ujar Ais Syariif, salah satu founder Parkour Indonesia yang kini menjabat sebagai “presiden” dari Parkour Indonesia.
Asal Usul Jamnas Parkour Indonesia.
Bila ditinjau secara etimologi (bahasa) dan terminologi (definisi), Jamming Nasional atau Jamnas memang memiliki arti tersendiri. Secara etimologi, Jamming Nasional terdiri dari dua kata yaitu “Jamming” dan “Nasional” yang memiliki arti berbeda, bahkan dari dua bahasa yang berbeda. Kata “Jamming” diambil dari istilah Inggris “Jam” yang berarti berdesak-desakan. Namun, istilah “Jam” ini diartikan sebagai sebuah acara berkumpul bersifat informal yang biasanya digunakan para musisi untuk sama-sama saling berimprovisasi dalam satu panggung. Bila dikaitkan dengan parkour, maka “Jam” atau “Jamming” disini berarti sebuah acara tempat berkumpulnya para praktisi parkour.
Sedangkan “Nasional” merupakan serapan bahasa asing yang telah diadikan bahasa Indonesia yang berarti “bersifat kebangsaan, berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa”. Sehingga bila diartikan secara terminologi, Jamming Nasional memiliki arti “suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk saling mengisi dan melengkapi antar sesama individu yang terlibat dalam lingkup nasional”.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Jamnas secara terorganisir pertama kali diselenggarakan di kota Malang di tahun 2009 lalu. Namun ide tentang Jamnas sendiri sebetulnya telah diserukan jauh sebelum Jamnas 2009 tersebut. Pembicaraan tentang Jamnas sebenarnya telah dimulai di pertengahan 2007 dari sebuah diskusi khusus dalam Forum Parkour Indonesia (www.parkourindonesia.web.id/forum) melalui thread yang berjudul “National Jamming”. Parkour Indonesia yang saat itu masih sedikit peminatnya, memulai thread jamnas tersebut dengan tujuan untuk para praktisi parkour saling bertatap muka dan berlatih bersama dalam lingkungan yang sama. Mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya, hanya berbincang di dunia maya tentang seluk beluk dan pernak pernik parkour.
“Kalau nggak salah sih ajang silahturahmi, klik ketemuan deal. Pokoknya awalnya tujuan awal dari jamnas adalah silahturahmi, latihan bareng dan sharing. Soalnya ketemu fisik itu lebih greget daripada ketemu online atau sekedar chat,” tutur Agus Puwanto (Brex) salah satu pencetus Jamnas.
Ide tentang jamnas tersebut kembali mencuat di tahun 2008 saat Parkour Indonesia diundang di acara Urban Fest yang diseleggarakan di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta 2008 lalu. Kesempatan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Parkour Indonesia untuk mengajak beberapa praktisi parkour dari kota lain untuk saling bertatap muka. Saat itu, komunitas Parkour Indonesia masih sedikit dan baru tersebar di lima kota saja seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Yogyakarta. Namun hasil dari acara Urban Fest tersebut membuahkan hasil berupa ide-ide untuk pertemuan jamming berikutnya, baik secara nasional maupun regional.
Menurut Aditya Tirto (Roar), salah satu founder Parkour Indonesia yang ditulis dalam thread “National Jamming” di forum, tujuan dari jamnas tidak hanya bermanfaat untuk para peserta, tapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya sekaligus memperkenalkan parkour ke masyarakat luas.
“Tujuannya? Meng-Indonesiakan parkour. Dari situ bisa mengarah ke gerakan pemuda yg bertujuan untuk kesehatan badan. Waktu yang dipakai untuk parkour kan bisa menggantikan waktu yang dipakai buat dugem, drugs dan lain-lain. Intinya mengasosiasikan parkour sebagai kegiatan olah raga pemuda yang menyehatkan dan bermanfaat,” tulisnya dalam forum tersebut.
Banyak keseruan dan memori dari setiap jamnas yang telah diselenggarakan. Setiap kota dari yang menjadi tuan rumah memiliki metode yang berbeda untuk mengisi jamming Nasional. Tidak hanya sekedar latihan dan acara perkenalan saja, namun ada beberapa hal yang menjadi daya tarik di setiap jamnasnya. Salah satu contohnya ketika Jamnas 2010 di Bandung, Parkour Indonesia berkesempatan menimba ilmu dari Stephane Virgous dan Thomas Coetdic dari Parkour Generation yang bermarkas di Inggris. Keduanya dikenal sebagai praktisis parkour yang pernah belajar langsung dengan David Belle, founder dari parkour itu sendiri.
Menyambut Jamnas 2014 di Jakarta 
Di tahun 2014 ini giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah Jamnas PKID yang ke-6 yang rencananya akan digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 26, 27, dan 28 September mendatang. Tentunya para praktisi Parkour Jakarta yang menjadi host jamnas tahun ini harus memutar otak dan duduk bersama demi terselenggaranya event tahunan ini. Pihak panitia sendiri menyadari bahwa akan menemui banyak obstacles di depan yang menjadi kendala bagi panitia. Namun dengan semangat untuk terus menjaga hubungan silahturahmi antara sesama praktisi parkour se-Indonesia, maka para panitia mencoba berusaha dan memberikan yang terbaik.
“Jamnas 2014 PKID merupakan kesempatan yang langka. Karena disana pasti bisa berbagi ilmu tentang parkour dengan para praktisis parkour dari daerah dan pastinya metode latihan akan berbeda setelah ikut Jamnas 2014. Nikmati metode latihan yang dibuat khusus yang hanya ada di Jamnas 2014. Penasaran? Ayo ikut,”  kata Yunan Achmad, ketua panitia Jamnas 2014 Jakarta.
So, sukseskan Jamnas 2014 di Jakarta sebagai sarana untuk menimba ilmu dan berkumpul dengan praktisi parkour seluruh Indonesia.
By: Fadli Bullseye

 

Jamming Regional – Riau

Written by Adrianus Tirta on June 7, 2014 – 7:47 pm -

 photo logojamreg.jpg

Jamming regional(Jamreg) yg akan diadakan pertama kali di RIAU akan dilaksanakan di Pekanbaru pada tanggal 16-17 Agustus 2014

Pendaftaran akan dibuka tanggal 8 Juni – 9 Agustus 2014

Biaya pendaftaran Rp.150.000,- /individu
DP min Rp.100.000,-
Sudah termasuk biaya penginapan, makan, kaos, dan transportasi selama acara berlangsung.

Jamreg ini mengusung tema “FLOW YOUR MOVE” yang juga merupakan slogan dari Parkour Flow It Pekanbaru . Jamreg ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan praktisi parkour, juga menjadi sebuah ajang untuk saling berbagi ilmu yg kita dapat selama berlatih parkour.

Info lebih lanjut / pendaftaran hubungi : Dhani (0896 2064 7873)
Untuk pendaftaran diharapkan masing-masing kota memiliki 1 orang koordinator untuk mendaftar.
Jika sudah transfer biaya silahkan sms dengan format (nama kota/nama komunitas/nama perwakilan/nama anggota/ ukuran baju)

Transfer rekening BCA : BCA 8135121921 atas nama BAYU SATRIA MANDALA

Terimakasih
?#?parkourFlowitPekanbaru?
?#?jamregRiauFirst

JAMREG CELEBES 2014 “PALU, TALK LESS JUMP-REG”.

Written by Adrianus Tirta on April 3, 2014 – 9:02 pm -

jamrek 2014

Parkour Jamming Regional Sulawesi Ke-3, akan di adakan di Kota Palu- Sulawesi Tengah, tanggal 30 Mei 2014 – 01 Juni 2014.

Pendaftaran dibuka mulai 23 Maret – 23 Mei.

Biaya: Rp. 200.000,- DP: Rp. 100.000,-

Rincian pembiayan: Baju/ kaos Jamreg, Makan, penginapan, dan transportasi.

Info lebih lanjut hubungi: Yasin 085340418513/ Zul 082230548403.

Format Pendaftaran :
Silahkan daftarkan diri anda dengan memberi komentar pada postingan ini dengan rincian sebagai berikut :
1. Nama Lengkap
2. Usia
3. Asal Daerah
4. Nama Komunitas Parkour
*syarat dan ketentuan berlaku.

Terima Kasih

TTD

Parkour Sulawesi