Tiga Nama Satu Akar

Written by bullseye on March 19, 2010 – 3:44 am -

Melihat banyaknya terjadi argumen di sana sini mengenai berbagai disiplin dari seni bergerak asal Perancis yang kami yakini ini, maka saya mencoba untuk ambil bagian dalam argumen tersebut namun melalui pendekatan yang berbeda. Di sini saya akan mengungkapkan tentang tiga nama metode disiplin yang lahir dari hasil kreasi para pendahulu dari masing-masing disiplin tersebut. Apalagi setelah saya membaca beberapa pemikiran dari mereka yang merasa lebih bangga dengan masing-masing disiplin yang mereka pelajari.

Yang saya maksud dari tiga nama tersebut adalah Art Du Deplacement, Parkour dan Free Running. Masing-masing disiplin ini menuntut sebuah ketekunan kerja keras serta pemahaman yang baik dari masing-masing individu yang menjalaninya. Untuk itulah, saya menulis note ini untuk membuka sedikit tentang tiga disiplin yang “serupa namun tak sama” ini ke dalam sebuah wacana, sehingga semua praktisi mampu mengisi kepada orang lain dan mnyebarkannya kepada orang lain lagi. Okey kita mulai satu per satu.

Art Du Deplacement

Art Du Deplacement ini bisa dikatakan sebagai seni berpindah tempat atau seni bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan obstacles yang berada di lingkungan dengan memanfaatkan fisik dan teknik yang menerapkan semua kemungkinan menjadi suatu rangkaian, yang bertujuan untuk menciptakan gerakan keografi yang cantik dan spektakular di lingkungan urban maupun alami. Art Du Deplacement dikembangkan oleh original member dari Yamakasi yang terdiri dari sembilan orang pada awal permulaannya. Walaupun akhirnya grup ini terpecah, namun beberapa member yang tersisa seperti Laurent Pitermossi, Yann Hnautra, Chau Belle Dinh serta William Belle terus mengembangkan Art Du Placement dengan definisi dan prinsipnya tersendiri di bawah label Majestic Force. Beberapa team lain pun muncul dari seni yang berharga ini antara lain seperti Adrenaline, TCT, Dvinsk Clan, SW crew dan lain-lain.

Parkour

Parkour merupakan sebuah disiplin yang diterapkan oleh David Belle setelah meninggalkan Yamakasi. Ia menerapkan Parkour sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh ayahnya Raymon Belle mengenai pelatihan halang rintang militer untuk bergerak cepat melewati obstacles di semua lingkungan dengan gerakan yang efektif dan efisien. Parkour ditujukan untuk beradaptasi melewati rute dengan memanfaatkan kekuatan fisik dengan gerakan yang cepat tanpa kehilangan banyak energi untuk sampai tujuan. Semua gerakan parkour ditujukan agar seseorang dapat mencapai tujuan atau dapat digunakan dalam keadaan terjepit untuk melarikan diri dari kejadian tidak terduga. Parkour merupakan disiplin yang paling populer, karena prinsip moderasi atau kesederhanaan yang diterapkan oleh David Belle ke setiap sanubari praktisinya di seluruh dunia.

Free Running

Free Running adalah sebuah evolusi dari cara bergerak dan disiplin yang telah ada. Free Running merupakan kebebasan untuk seseorang bergerak dengan gerakan yang indah dan menarik sebagai bentuk kebebasan berekpresi dari setiap praktisinya. Disiplin ini dikembangkan oleh Sebastian Foucan, sahabat kecil dari David Belle sekaligus salah satu pendiri dari Yamakasi. Sebastian memasukkan unsur filosofi yang menarik dari Free Running ini yang bersifat lebih personal dibandingkan dua disiplin lainnya.

Awal Mula


Semuanya bermula dari sebuah konsep Methode Naturalle karya Georges Hebert. Methode Naturalle adalah cikal bakal dari ketiga disiplin tersebut yang diciptakan oleh Georges Hebert sebelum perang dunia pertama. Georges Hebert adalah seorang petugas angkatan laut yang suka berkelana ke seluruh bagian dunia. Saat kunjungannya ke benua Afrika, ia terkesan dengan sebuah suku primitif yang memiliki fisik serta skills yang tinggi. Mereka memiliki tubuh yang kuat, flexible, energik, dan memiliki daya tahan yang tinggi padahal mereka tidak memiliki tutor gymnastic. Akhirnya Hebert menyadari, bahwa yang membuat mereka kuat bukanlah karena mereka latihan gymnastic, melainkan karena lingkungan tempat tinggal mereka itu sendiri.

Terinspirasi dari suku tersebut, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama Methode Naturalle sebagai metode bergerak secara alami di lingkungan sekitar. Methode Naturalle dikenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘menjadi kuat dan berguna’ dengan tujuan mulia untuk membantu diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan kekuatan dari hasil latihannya.

Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, quadrupedal movement, climbing, balancing, throwing, lifting, self-defense, swimming. Konsep inilah yang akhirnya digunakan untuk pelatihan militer tentara Perancis di perang dunia kedua. Sampai saat ini, Methode Naturalle juga dipakai dalam pelatihan militer dan pemadam kebakaran di Perancis.

Salah satu yang mendalaminya adalah Raymond Belle, seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Raymond memperkenalkan pada anaknya (David Belle) tentang methode naturalle dan latihan halang rintang militer. Bersama sahabatnya Sebastian Foucan, mereka berlatih dan bermain bersama di usia 16 tahun. Pada waktu itu, mereka berdua bertemu dengan para remaja seusia mereka yang tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Bersama-sama, mereka berlatih dan mengembangkan fisik dan teknik latihan mereka sehingga menjadi sebuah disiplin yang saat itu dikenal dengan nama “Art Du Deplacement”. Mereka terdiri dari David Belle, Sébastien Foucan, Laurent Pitermossi, Yann Hnautra, Charles Perrière, Malik Diouf, Guylain N’Guba-Boyeke, Châu Belle-Dinh, dan Williams Belle.

Pada tahun 1997, mereka akhirnya melanjutkan Art Du Deplacement yang mereka latih dengan menamakan grup mereka dengan sebutan Yamakasi. Awalnya mereka mencari kata-kata yang baik untuk menamakan grup mereka. Mereka menginginkan kata-kata Strong Man atau Strong Body namun sangat susah dan tidak nyaman bila diucapkan, khususnya dalam bahasa Perancis. Disinilah Guylain (yang menjadi Rocket di film Yamakasi) menyebutkan kata “Yamakasi” yang berasal dari bahasa Lingala (salah satu bahasa Congo, Afrika) yang memiliki arti Strong Spirit, Strong Body, Strong Man. Akhirnya mereka memulai menamakan grup mereka dengan sebutan Yamakasi.

Tahun 1998, Yamakasi unjuk gigi dengan menampilkan aksi mereka di film pendek berjudul “Le Message” yang menampilkan seni dan olahraga yang mereka lakukan. Namun setelah penampilan mereka di acara musik “Notre Dame de Paris”, David dan Sebastian mengundurkan diri dari Yamakasi karena hak pendapatan dan perbedaan pendapat dan definisi dari Art Du Deplacement tersebut. Sehingga saat film “Yamakasi” yang muncul pada tahun 2001 terus berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.

David akhirnya menamakan seni disiplin yang dimilikinya dengan nama “Parkour”. Nama tersebut ditemukan oleh David Belle dengan temannya yang bernama Hubert Koundé. Kata Parkour itu sendiri dari kata “parcours du combattant” yang berarti pelatihan halang rintang militer yang sempat digagas Georges Hébert. Kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. “Parkour’s philosophy about efficiency” . Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata “tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).

David dan Sebastien terus mengembangkan parkour dengan memunculkan beberapa praktisi lain yang akhirnya menjadi team, seperti Stephane Virgoux, Johann Virgoux, Sebastien Goudot, Jerome Ben Roues, Kazuma, Michael Ramdan, Rudy Cuong dengan nama “La Releve”. Team inilah yang mengembangkan parkour yang semula di Lisses yang dikenal sebagai Original Crew atau Original Traceur. Aksi mereka bisa dilihat dalam beberapa video di youtube.

Untuk memudahkan Parkour dalam bahasa yang lebih umum atau bahasa Inggris, maka Parkour juga biasa diartikan dengan sebutan Free Running. Namun di tahun 2001, perbedaan pandangan antara David Belle dan Sebastian Foucan mengenai prinsip yang harus ditanam dari displin Parkour mulai terlihat. Sehingga akhirnya Sebastian dan beberapa Original Traceur memutuskan untuk memisahkan diri mereka dari dunia disiplin Parkour.

Sebastian Foucan akhirnya menamakan disiplin yang ia bawa dengan sebutan “Free Running”. Sebastian menciptakan kosep dan kepercayaan “Follow Your Way” yang mengedepankan kebebasan bergerak dan kebebasan berekspresi. Konsep Free Running kemudian mulai mewabah daerah Inggris dengan muncul video dokumenter “Jump London” yang menampilkan Sebastian Foucan, Johann Virgoux, serta Jerome Ben Roues. Free running mengedepankan “freedom of movement” yang menampilkan gerakan-gerakan yang indah dan menarik dengan konsep kesenangan pribadi.

Free Running mungkin terlihat lebih personal dibandingkan dua disiplin lainnya. Sebastian menanamkan filosofi yang luar biasa di dalam Free Running bagi mereka yang mencintai kebebasan bergerak untuk mengembangkan dan membebaskan intuisi serta kreatifitas mereka. Free Running berdiri tanpa ada team serta leader, berdiri sebagai satu komunitas Free Running. Dengan prinsip seperti itu, maka Sebastian Foucan didaulat menjadi duta dari komunitas Free Running di seluruh dunia.

Serupa Tapi Tak sama

Ketiga disiplin ini memang terlihat sama, namun memiliki nilai dan tujuan yang berbeda. Seperti yang dikatakan Laurent Pitermossi dari Majestic Force “parkour, l’art du deplacement, freerunning, the art of movement (seni bergerak)… semuanya merupakan hal yang sama. Semua itu merupakan gerakan dan berasal dari tempat yang sama, bersumber dari sembilan orang yang sama. Hal yang paling membedakan hanyalah bagaimana cara setiap orang bergerak.” Selain itu, ditambahkan oleh komentar Adit Roar yang sempat mendapatkan sumber dari Laurent yang telah menjelaskan pengembangan dari disiplin tersebut. “Waktu umur 16 tahun, lahirlah ADD ( L’art du deplacement). Setelah lebih matang dan mulai beda pemikiran antara art yg mereka kembangkan, barulah mereka memutuskan untuk mengembangkan apa yg mereka percaya dalam diri mereka. Dan untuk membedakannya satu sama lain, mereka berniat menamainya. Disinilah sebuah bagian dimana David memilih Parkour dan Foucan memilih free running. Mereka berdua mengerti satu sama lain, karena mereka mengetahui apa rasanya menjalankan apa yang mereka yakini. Dan itu tidak bisa dirubah”.

Bila memperhatikan dengan apa yang dimaksudkan oleh Laurent, bahwa “yang membedakan bagaimana cara setiap orang bergerak”, maka hal inilah yang akhirnya membedakan beberapa disiplin tersebut. Parkour lebih mengutamakan gerakan yang efisien yang berarti “tidak buang-buang tenaga”. Hal tersebut yang ingin dipertahankan oleh David Belle untuk prinsip Parkour. Seperti yang dikatakannya “parkour merupakan sebuah seni yang dapat menolong kamu melewati berbagai rintangan dari titik A ke titik B hanya dengan menggunakan kemungkinan (kekuatan) tubuh manusia. Pahami bahwa seni ini diciptakan oleh beberapa tentara di Vietnam untuk melarikan diri atau mencapai suatu tujuan: semangat inilah yang saya inginkan tetap berada pada parkour. Kamu harus dapat membedakan antara yang penting dan tidak penting dalam situasi darurat/bahaya. Kemudian kamu akan mengetahui apakah itu parkour atau bukan. Jika kamu melakukan gerakan akrobatik di jalanan tanpa ada tujuan jelas atau hanya sekedar untuk unjuk (pamer) kemampuan, mohon jangan anggap atau katakan bahwa itu adalah parkour. Akrobatik sudah ada jauh sebelum parkour”. Parkour memiliki filosofi untuk bergerak menuju tujuan dengan melewati rintangan dengan gerakan yang efektif dan efisien sehingga prinsip ini dapat digunakan untuk melewati rintangan di rute kehidupan yang dilalui. Setiap traceur bergerak secara nyaman dan mementingkan efisiensi untuk cepat sampai di tujuan.

Sedangkan Sebastian menerapkan sebuah konsep yang menarik untuk Free Running dan setiap praktisi yang menjalani. “Freerunning adalah sebuah evolusi. Bergerak seperti binatang. Bergerak mengalir bagaikan air atau menemukan keseimbanganmu sendiri dengan sebuah filosofi yang benar. Ini adalah bagian dari Free runner. Fokuslah dengan apa yang ada di dalam dirimu melebihi yang ada di luar sana”. Free running lebih bersikap individu yang bergerak untuk menujukkan yang namanya “Kebebasan Bergerak”. Sebastian memberikan filosofi yang berbeda dengan parkour. Bila di Parkour memiliki prinsip bergerak secara nyaman dan mementingkan efisiensi untuk cepat sampai di tujuan, maka Sebastian memiliki pemikiran yang berbeda. Baginya, bukan bagaimana cara cepat sampai di tempat tujuan, yang terpenting baginya adalah bagaimana proses mencapai tujuan tersebut. Maka disinilah Freerunning bergerak tanpa ada point a dan point b. Bergerak sesuka hati dengan gerakan yang enak untuk dilihat dan lebih spektakular. “Untuk apa hanya melompat ke depan kalau bisa melompat dengan cara yang lebih indah dan menarik”.

Disinilah terlihat apa yang membedakan dari setiap masing-masing nama disiplin tersebut. Semua tertuju pada satu sumber, namun dengan pengembangan pemikiran seiring dengan cara berpikir masing-masing founder.

Sebuah Keputusan dan Kesimpulan

Apa yang bisa saya ambil dari semua ini? Apa yang bisa diambil dan diserap oleh semua prkatisi yang membaca note ini? Argumen berkepanjangan antara masing-masing disiplin justru yang akan membuat otak, hati dan tubuh kita tertahan untuk tidak berlatih. Hal inilah yang dimaksudkan oleh Dan Edwardes dari Parkour Generation. Sibuk memperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah membuat kita tidak mau menghormati sistem latihan kita masing-masing dan menghormati sistem latihan disiplin lainnya. Yang penting adalah, kita semua harus bisa menempatkan diri sesuai yang kita pahami.

Bila anda tertarik dan merasa nyaman dengan Art Du Deplacement dan metodenya, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip dan metode yang diterapkan. Bila anda tertarik dan merasa nyaman dengan Parkour dan metodenya, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip dan metode yang diterapkan. Begitu pula dengan Free Running. Merasa lebih nyaman dengan Free Running, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip, filosofi dan metode yang diterapkan.

Disini saya berbicara sebagai praktisi yang memilih Parkour sebagai disiplin karena saya bergabung dengan “Forum Parkour Indonesia”. Maka metode serta filosofi yang saya ambil dan saya latih adalah parkour. Begitu pula dengan anda yang merasa membawa nama parkour di keseharian ada mulai dari bergabung dengan parkour Indonesia serta memakai pernak-pernik parkour, maka berlatihlah parkour dengan baik sesuai dengan metode yang diterapkan dalam sebuah komunitas di mana anda berada. Semua metode latihan di setiap daerah tentunya sangat berbeda, namun mempunyai disiplin yang sama yang sesuai dengan metode latihan yang sesungguhnya.

Namun bila ada yang tertarik dengan dua bentuk latihan lainnya seperti Art Du Deplacement dan Free Running, maka bentuklah kepribadian dirimu sesuai dengan disiplin yang kamu pilih dan terapkan filosofinya dalam kehidupan. Kita akan berlatih bersama dan saling mendukung dan menghormati satu sama lain tanpa melukai masing-masing disiplin. Karena tiga nama yang terlampir disini merupakan memiliki satu akar yang sama dari tempat dan sumber yang sama.

Fadly Bullseye

Sumber ;
Wikipedia
Art Du Depalcement http://www.majesticforce.com
Sebastian Foucan – Freerunning Ambassador http://www.foucan.com/?page_id=65
David Belle Parkour Official Blog http://www.sportmediaconcept.com/parkour/
David Belle and Parkour World Association http://web.archive.org/web/200505080214 … lcome.html
http://www.parkourgeneration.com
video-video dokumenter
dan berbagai sumber lainnya

Perspektif dan nasehat seorang wanita tentang parkour

Written by bullseye on February 17, 2010 – 2:35 pm -

Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.

The art of escape / Seni melarikan diri

Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.

Preparation / Persiapan

Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.

Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi

Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.

Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.

Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita

Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.

Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera

Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.

Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.

Fears / Ketakutan

Setiap orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour. Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya. Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi ketakutan-ketakutan anda.

Progression / Kemajuan

Bukanlah sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah mengaParkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.

The art of escape / Seni melarikan diri

Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.

Preparation / Persiapan

Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.

Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi

Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.

Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.

Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita

Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.

Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera

Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.

Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.

Fears / Ketakutan

Setiap orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour. Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya. Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi ketakutan-ketakutan anda.

Progression / Kemajuan

Bukanlah sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah mengatasi ketakutan-ketakutan anda, tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih cepat.

Artikel ditulis oleh Liv Rowlans aka Flame
Original Posted by Adit Riar at www.parkourindonesia.web.id/forum
Translated by : Ullie Mahardi (Parkour Bandung)
MFoto : Tracey Tiltman. Parkour Generationtasi ketakutan-ketakutan anda, tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih cepat.

The Spirit of Altruism (Semangat Dari Altruisme)

Written by bullseye on January 17, 2010 – 7:44 pm -

Altuarisme : sifat mementingkan kepentingan orang lain

Mengamati perkembangan dunia dan cerita-cerita yang kemudian mewarnai dan menginspirasi banyak orang, saya teringat pada tokoh-tokoh yang menjadi idola saya sewaktu kecil. kisah petualangan Huckleberry finn, keberanian Tom Sawyer, ketabahan Oliver Twist, Old Shaterhand yang enviromentalis, kebiajksanaan dan wibawa Winnetou, Tintin yang pemberani,bahkan serial kartun indonesia pertama yang dulu sempat menjadi tayangan paling ditunggu2 selepas mandi sore si Huma dan Windy. Kisah-kisah yang bernafas seperti itu yang mungkin tidak pernah didengar lagi oleh anak-anak jaman sekarang. Atau masih ingatkah kita pada film Zorro yang diperankan oleh Douglas Fairbank?

Pada zaman saya kecil, cerita-cerita seperti itu menjadi cerita masa kecil yang fantastis dan secara tanpa sadar masih terbawa sampai sekarang. Ingatan-ingatan petualangan Huckleberry Finn mengeksplorasi alam di sekitarnya, semangat pertemanan dan persahabatan yang diusung dalam cerita-cerita Old Shaterhand dan Winnetou ,kesabaran menghadapi ujian dan kebencian orang lain yang ditunjukan Oliver Twist, keberanian Tintin menantang ketidak adilan, serta semangat tolong-menolong yang dicontohkan si Huma dan sahabatnya si Windy. Saya sadari betapa pada zaman-zaman tersebut begitu banyak tulisan, cerita dan film yang sangat bermutu dan berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa seseorang. Beruntunglah saya termasuk orang yang diperkenalkan pada cerita-cerita itu sewaktu kecil lewat dongeng-dongeng malam sebelum tidur.

Semangat-semangat seperti itu pada dasarnya semangat instingtif sesorang sebagai salah satu bentuk aktualisasi dan eksistensi individu. Jujur saja beberapa dari kita pasti pernah bercita-cita menjadi seperti Robin Hood, Zorro, Spiderman, Batman, Superman, atau beberapa teman kemudian memilih untuk menjadi seorang wartawan seperti halnya Tintin, atau petualang yang hidup di pedalaman bersama suku terasing karena terinspirasi Old Shaterhand. Sebuah kesadaran ingin bermanfaat dan berguna karena adanya sebuah stimulan dari lingkungan yang secara tidak langsung memberikan format karakter seseorang karena bahan asupan yang kemudian menjadi behavior atau sikap.  Dan jujur secara statistik tidak dapat dibuktikan di atas kertas…bahwa sikap heroik dan kepahlawanan pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.

Altruisme. Sebuah sikap tidak mementingkan diri sendiri sebagai negasi dari sikap egoisme, sebenarnya sebuah nilai dasar yang diusung oleh banyak tradisi dan bahkan juga agama. Sikap altruis ini muncul biasanya karena keterpanggilan atas sebuah tanggung jawab moral, bisa karena sebuah habit ataupun kedudukan atau kemampuan seseorang. Teringat pada kalimat Ben Parker dalam Spiderman 1,” behind a great power there’s a great responsibility”… secara tidak langsung memberikan sebuah ketegasan tentang efisiensi dan efektifitas dari kapasitas seseorang… “apa yang anda miliki, lakukan dan berdampak, memiliki sebuah petanggung jawaban pada saatnya”

Georges He’bert (lahir 27 April 1875di Paris – wafat2 August 1957di Tourgéville, Calvados) seorang guru pendidikan jasmani dari Perancis menyadari hal tersebut, sehingga kemudian menjadikan ethos ini menjadi motto pribadi,”e’tre fort pour e’tre utile”…”being strong to be usefull”, menjadi lebih kuat (lebih baik) untuk dapat menjadi berguna. Motto yang kemudian sampai sekarang menjadi motto kolektif bagi para praktisi disiplin yang menerapkan pola He’rbetian dengan diperkenalkannya “Parkour” oleh David Belle..

Dari sekian cerita-cerita yang mengisi masa kecil saya, ada satu cerita lagi yang kemudian mengisi masa dewasa saya dengan fantasi yang lebih realistik dari pada masa kecil yang mengangankan menjadi Superman, Batman, Spiderman, Zoro, Robin Hood, Tintin, Old Shaterhand, atau pun lain sebagainya. Kita yang mulai dewasa sudah faham mana yang mungkin dan mana yang tidak mungkin dilakukan. Jika anda termasuk orang yang pernah mengalami benjol, patah tulang atau rontok gigi sewaktu kecil karena pernah mencoba terbang seperti superman atau batman pasti pada akhirnya faham bahwa impian menjadi pahlawan hanya ada dalam komik atau film saja, sehingga kompensasinya adalah minimal menjadi pahlawan buat orang-orang terdekat saja semisal, adik, kekasih, istri, anak, keluarga, teman dan orang2 yag masih bisa anda tolong dalam bentuk yang lain. Menjadi pahlawan sesungguhnya dalam bentuk yang konkkrit, kondisi dan situasi yang realistis adalah sebuah bentuk realisasi pemahaman dari semangat altruisme. Etos ini pada dasarnya dimiliki setiap orang, bahkan yang menurut orang bilang ,penjahat atau sekelas bajingan pun. Masalahnya adalah kesadaran dan pembiasaan. Cerita Samurai era Modern “Yamakasi” memberikan saya sebuah fantasi yang realistik tentang menjadi seorang pahlawan dan kebermanfaatan dari kemampuan yang dimiliki seseorang.

Cerita yang disutradai Ariel Zeiton ini memberika sebuah gambaran tentang tanggung jawab atas dampak dari apa yang setiap orang lakukan. Parkour yang diperkenalkan disini memberikan sebuah pemahaman bahwa menjadi pahlawan membutuhkan proses panjang. Bahkan tanggung jawab moralnya adalah apa yang kita lakukan pun memiliki dampak buat orang lain, tidak hanya positifnya saja tapi juga negatifnya. Tanpa kehati-hatian dan kebijaksanaan kemampuan sebesar apapun membahayakan, tidak hanya diri sendiri bahkan orang lain. Dalam cerita tersebut diceritakan seorang anak penggemar grup Yamakasi kemudian mencontoh apa yang dilakukan sehingga terjatuh dan mengalami kegagalan jantung. Hal ini menyadarkan semua anggota Yamakasi bahwa apa yang mereka lakukan sebagai sebuah sebuah kesenangan dan pencapaian pribadi tetap memiliki sebuah tanggung jawab moral bagi orang lain.  Memberikan sebuah penyadaran pada orang lain bahwa pencapaian sesorang tidak bisa diukur dari hasil tapi dari proses.

Sebuah fenomena yang kemudian berkembang ketika parkour menjadi sebuah urban trend, banyak orang cedera karena ingin mencoba menjadi seseorang yang dia lihat di video-video yang dia lihat tanpa melihat proses panjang untuk mencapai kesana…padahal apa yang diusung dan diajarkan oleh Parkour adalah menjadi diri sendiri, menjadi pahlawan dengan cara anda sendiri. David Belle tidak menjadikan orang2 yang berlatih bersamanya untuk menjadi seperti dirinya atau mengikuti gayanya, tapi memberikan sebuah gambaran tentang prosesnya. Pada setiap latihannya, Stephane Vigroux selalu mengatakan, “you may follow my route, but you don’t have to move exactly like i do, just move as your own way…”

Mampu meakukan gerakan2 vaulting atau lain sebagainya bukan sebuah ciri yang merepresentasikan anda seorang traceur/traceuse…karena mampu melakukan vaulting apalagi flip bukanlah parkour itu sendiri, tetapi sikap dan keseharian anda yang menunjukan apakah anda seorang traceur/traceuse atau bukan…

Altruisme adalah akar semangat munculnya motto “e’tre fort pour e’tre utile”, BEING STRONG TO BE USEFULL. Rosul Muhammad SAW mengatakan,”manusia selamat yang paling sejati kekuatannya setara 20 orang biasa dan muslim sejati adalah yang bermanfaat untuk seluruh alam”…

Menjadi Pahlawan adalah sebuah proses panjang, pahlawan sejati tak mengenal umur. Semangat mereka tak pernah mati,” pour e’tre durer…”. Wahai para calon Pahlawan….berlatihlah terus….
“PRACTICES FOR YOURSELF AND BE STRONG FOR OTHERS…”

(inspired by: The Great Inoman).

By : Alex Atmadikara. Parkour Sukabumi

Sebuah Metamorfosis

Written by bullseye on January 8, 2010 – 10:09 am -

Jump

Mengutip kalimat Sam Parham dalam videonya “Poetry in Motion”, saya diingatkan bahwa betapa hidup dibentangkan untuk kita seperti karpet merah sebagai sebuah penghormatan atas segala pilihan yang kita tetapkan. Ini yang kemudian menjadi motivasi besar untuk saya kembali membenahi dan menata kesiapan diri atas kesempatan-kesempatan besar yang mungkin akan muncul, penghormatan gelar karpet merah atas waktu dan karya terbaik kita.

Begitu banyak kesempatan dan hal terbaik dalam hidup saya yang kemudian teringatkan kembali: Tuhan, Kepercayaan, keluarga, sahabat, teman, pekerjaan, hobby, bahkan masalah dan kesulitan-kesulitan yang pernah dilewati pun baik yang besar dan yang kecil, kemudian menjadi hal terbaik dalam hidup saya sekarang. Itulah karpet merah yang kemudian terbentang setelah tuntas sekuen demi sekuen dalam kehidupan, suka duka, tangis tawa, sedih gembira…dan semuanya bermuara pada sebuah pencapaian diri yang hanya diri kita sendiri yang mampu memaknai dan menerjemahkannya sebagai sebuah bentuk karya terbaik dalam kehidupan.

Mengenal Parkour adalah salah satu kesempatan terbesar saya berikutnya yang kemudian semakin menguatkan kesadaran saya atas ikatan pada hal-hal terbaik dalam hidup. Seperti banyak pengalaman lain yang mengajarkan banyak hal pula dalam hidup saya. Banyak usaha yang dicoba, bermacam langkah untuk bermacam tujuan, banyak pula bermacam kegagalan, bermacam pengulangan, dan banyak juga keberhasilan yang memberikan rasa bangga yang individual dan mungkin tidak dapat dirasakan oleh orang lain.

Lima tahun bekerja sebagai seorang pendidik di sebuah Boarding School dan pengalaman bekerja sebagai instruktur untuk kegiatan outdoor training, mengajarkan saya untuk terus berkembang dan mengembangkan keterampilan pribadi secara soft skill, hard skill dan satu lagi keterampilan yang hanya dapat diperoleh dari jam terbang dan percepatan refleksi untuk berbagai macam situasi dan kondisi yang menuntut berpikir dan bertindak kritis, yaitu “metaskill”.

Sebagai agen perubahan, menyitir kalimat Mahatma Gandi,” you must be the changes you wish to see in the world…”, saya banyak merenungi kalimat tersebut dalam-dalam. Jika ingin memberi perubahan yang berarti pada dunia, bukan hanya dengan kata-kata dan kritik pedas pada dunia dengan cacian kekesalan pada sesuatu yang tidak tepat. Karena kemudian semuanya akan berpulang pada diri kita sendiri. Sejauh manakah kontribusi kita pada perubahan dunia?

Mulailah saya melakukan metamorfosis saya sendiri dengan merancang dan menata ulang semua mindsetting saya, ke arah yang lebih baik dan positif tentunya. Contoh kecil, saya memulai membuang sampah secara terpisah dan manjadikan saku celana saya sebagai tempat sampah sementara sejak duduk di bangku kuliah, minimal sekarang istri saya sudah mengikutinya, malah dia yang jadi cerewet soal urusan sampah, memulai merencakan segala sesuatu dengan diagram dan mapping (saya termasuk orang yang impulsif sehingga kadang-kadang cara berpikir saya random dan kurang sistematis, senior saya yang merupakan instruktur ahli di outdoor training selalu mengingatkan tentang hal tersebut).

Sebelum ini saya tak pernah benar-benar punya target dalam hidup… salah kaprah menerapkan istilah “mengalir seperti air”. Sampai kemudian saya diingatkan oleh prinsip konyol yang dicetuskan seorang teman yang kebetulan pernah menjadi murid saya di SMA tempat saya mengajar, “hidup itu mending mengalir sepertii e’e’ (maaf:tinja)”. Karena tinja yang mengalir yang mengikuti aliran air tidak akan hancur. Saya sempat terbahak mendengarnya. Tapi kemudian terhenyak, jika kemudian kesalahkaprahan saya menerjemahkan istilah “mengalir seperti air” dengan tidak punya target dalam hidup telah membuat saya terbelakang dan terbutakan dengan cara pikir yang santai dan cenderung mandeg. Karena kemudian air tidak pernah benar-benar mandeg ketika ia menemukan hambatan di depannya. Ia selalu mencari celah lain atau merembes hanya untuk meneruskan targetannya kembali ke bumi dan mengalir ke sungai terus…terus… dan terusss…ke muara.. ke laut.

Kemudian salah seorang murid saya mengenalkan saya pada ‘parkour’ lebih dalam pada tahun 2007 awal. Sebelumnya saya hanya tahu film yamakasi dan film itu pula yang pernah menginspirasi saya melakukan banyak kekonyolan,bersama beberapa alumni yang sudah lulus pernah berlatih bersama tanpa tahu apa itu namanya (2006) . Tugas makalah yang saya berikan padanya kemudian menguatkan ketertarikan saya pada disiplin ini. Mulailah saya meluncur ke dunia maya yang menjadi referensi makalah tersebut. Menenggelamkan saya pada rentetan artikel dan ratusan video-video spektakuler dari para praktisi profesional. Saya masih ingat tanggalnya ketika saya mencoba melakukan rangkaian gerakan tersebut pada beberapa spot terbatas, percobaan yang membuat saya merasa sangat-sangat greenhorn.Berbekal pengalaman serta disiplin olahraga yang dulu dilakukan saja tidak cukup karena ternyata ini berbeda, satu perkataan David Belle yang selalu terngiang sampai sekarang, “Kita melakukan lompatan sejauh itu tidak seperti atlit gymnastik yang hanya mengandalkan ototnya, tapi kita melompat menggunakan pikiran”.

Ternyata semuanya tidak instant, kita bukan manusia copycat seperti di film seri heroes yang hanya dengan melihat semua video itu kemudian langsung hebat. Dan saya kembali ke internet, menemukan makin banyak referensi dan kemudian menyadari kekonyolan-kekonyolan tersebut.

Kembali pada kuadrant kedua perkembangan manusia bahwa saya kemudian sadar ternyata saya tidak tahu apa-apa. Saya mulai belajar memberikan target pada tubuh saya, yang saya rasakan kemudian sangat nyambung dengan pernyataan David Belle di atas, saya juga mulai memberi target pada pikiran saya. Kadang-kadan saya latihan sendiri dan mencoba mengalahkan semua rasa malas, sering di tengah latihan pikiran saya berkata,” cukup jangan terlalu keras…buat kamu sudah oke,kamu tak perlu seperti latihan traceur pro..” tapi saya tahu bahwa tubuh saya masih mampu. Sering juga frustasi ketika mencoba beberpa teknik yang kelihatannya gampang dan bisa dilkukan ketika latihan dengan media yang biasa, ketika dicoba pada media yang lain ternyata gagal total. Pada saat itulah kemudian pengalaman-pengalaman lama muncul dan memberikan semacam kekuatan yang inspiratif. Bahwa inilah metamorfosis saya. Sebuah media pembelajaran tentang kehidupan dalam format yang lain.

Memulai latihan yang monoton, mendulang repetisi, set, variasi dan jenis pengayaan yang sifatnya pengulangan terus menerus mungkin akan menjadi sebuah dikotomi bagi orang2 yang punya banyak kesibukan dan pekerjaan yang pada akhirnya menjadi alasan untuk melepaskan diri dan tidak melakukan hal tersebut. Tapi itulah obstacle yang sesungguhnya, hambatan-hambatan waktu, kesempatan, pekerjaan, waktu luang dan sebagainya pada dasarnya saya rasakan sebagai obstacle yang muncul dalam pikir untuk kita lewati, saya menemukan bahwa selalu ada waktu untuk melakukannya jika kita mau dan meluangkannya.

Hal ini kemudian memberikan sebuah pemahaman tentang mentalitas yang aplikatif dalam bentuk yang lain, kembali pada bahwa hidup dibentangkan bagi kita seperti karpet merah atas segala pilihan dan hal-hal terbaik yang bisa kita raih. Tidak ada istilah waktu yang terlalu singkat, ruang yang terlalu sempit, menikmati hidup adalah hak yang selayaknya kita raih dalam perjalanan yang pendek ini.saya menemukan betapa pentingnya memanfaatkan waktu berharga tersebut untuk diisi dengan hal-hal yang memberikan pengayaan secara fisik,pikir dan jiwa. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga teman, sahabat, istri, anak, keluarga serta orang-orang tercinta.

Mengalirlah, terus… menuju muara.. ke samudera. “Keep flow…keep fluid…”

“pour e’tre durer”

Sukabumi, 31 Desember 2009

Alex Atmadikara

Intelliparkour

Written by bullseye on December 1, 2009 – 9:58 am -

Teman-teman jangan bingung dengan judul diatas, karena tujuan saya selain buat nangkap perhatian teman sekalian adalah untuk melakukan sebuah test. Test apa yang kira-kira saya terapin? Akan saya bongkar nanti, janji. Sekarang yuk kita lanjutin aja dulu.

Apa yang pertama kali terciprat di pikirkan saat teman-teman mendengar kata… “Intelliparkour” Keren ya. Kalau salah satunya… Intelligence in parkour berarti saya dan teman-teman sudah sepaham. Kalau ada yang mikir lebih dari ini berarti teman-teman memang jauh lebih smart dari saya.  Yang pasti maksud saya bukan “mata-mata yang bisa parkour.”

Sekarang, tanpa mengabaikan aspek filosofi maupun teknis dari aktivitas luar biasa ini ayo kita liat proses yang terjadi di balik kesadaran kita waktu kita melakukan lompatan presisi itu. Kebetulan saya nggak bisa memasukkan intelligence ini ke salah satu kategori diatas (filosofi maupun teknik) dan memang saya nggak nyaranin, karena tujuan saya semata-mata hanya untuk menanamkan kesadaran berpikir atau yang disebut para ahli… AWARENESS. Hmm, mungkin psikologi kali ya… never mind!

Mulai merasa dipersulit? Stop!

Mulai dari batas ini saya akan membawa teman-teman sekalian ke tingkat pemikiran yang lebih tinggi. Saya belum menemukan konsep yang lebih sederhana dari ini. Kalau teman-teman merasa tergugah menyederhanakan, ditunggu note-nya. Tapi kalau teman-teman ingin berhenti disini, PIKIRKAN berapa banyak waktu yang udah diluangkan untuk membaca dari awal tadi? Alangkah baiknya teman sekalian lanjutkan baca, karena saya telah berpikir sekeras mungkin untuk membuat ini tetap menarik.

Seberapa Hebat Sih Anda Bisa Mikir?

Intelligence menyangkut kemampuan kita untuk mikir. Yup! Kecerdasan, yang bahasa gaulnya kehebatan mikir kita. Test istilah yang tadi di awal saya lakukan pun menyangkut kecerdasan teman-teman dalam: berbahasa/verbal/linguistik (ingat istilah ini). Susah atau gampangkah mencerna istilah intelligence in parkour? Jawab ke diri sendiri aja ya.

Sekarang, kehebatan mikir bukan hanya masalah logika: “jika-maka,” perhitungan, dan berargumen. Orang yang jenius bukan diukur dari kemampuan berlogika saja. Bahkan untuk berargumen pun butuh kecerdasan berbahasa, nggak cuma logika!
Terus, apa hubungannya dengan PARKOUR ?

Biarpun yang keliatan itu parkour adalah aktivitas yang dinamis dan penuh dengan pergerakan, tapi yang sebenarnya dilakukan oleh seorang TRACEUR atau PRAKTISI PARKOUR waktu latihan bukan hanya BERGERAK: lari, lompat, manjat, berguling tapi juga BERPIKIR dan BERSOSIAL! Dan orang yang punya pemahaman yang dalam saya yakin pasti paham, sedangkan yang baru mulai pasti SEKARANG tiba-tiba sadar.

Tahukah kamu, untuk melakukan parkour butuh paling nggak 5 kecerdasan?

Dan semua kecerdasan itu yang paling dilatih adalah bodily-kinesthetic intelligence (body smart) atau kecerdasan tubuh.

“Wow, apaan itu? memangnya ada ya?”

Teori multiple intelligence ini sengaja dicetuskan oleh sahabat jauh saya Bapak Howard E. Gardner supaya saya bisa membantu pemahaman teman-teman sekalian tentang proses berpikir. By the way, saya bukan guru psikologi jadi tanpa mengurangi niat saya untuk menggantikan posisi teman-teman saya yang di jurusan psikologi… saya lanjutkan. :P

Apa aja sih kecerdasan yang kepake kalau kita parkour?

  1. Kecerdasan Tubuh (Bodily-Kinesthetic Intelligence/Bodily Smart)
    Satu hal yang kita harus tau, bahwa tubuh kita atau lebih spesifiknya otot kita punya daya ingat! Itulah kenapa perlu melakukan gerakan berulang-ulang atau REPETISI. ( otot nggak benar-benar bisa mengingat, sebenarnya semua repetisi ini terekam di pikiran bawah sadar, yang sebenarnya kita lakukan adalah melatih pikiran bawah sadar ini. Okey, simpelnya sebut saja tubuh yang mengingat). Proses repetisi ini sama halnya dengan menghafal pelajaran sebelum ujian semakin sering kita melakukannya semakin kuat kemampuan kita. Bosan kata teman-teman? Ya, saya juga. Tapi saya dorong diri saya dengan mencari cara untuk menjadikannya menyenangkan. Telan bulat-bulat, proses ini mutlak! Semua proses belajar adalah seperti ini, di sekolah, kuliah, termasuk profesi selain atlet, yaitu ahli bedah, penari, pengrajin. Semua wajib memiliki ketajaman kecerdasan ini. Kelebihan yang diperoleh dari kecerdasan ini: presisi, gesit, refleks, kecepatan.
  2. Kecerdasan Membayangkan (Spatial Intelligence/Picture Smart)
    Perhatikan semua perkataan para “veteran” parkour (David Belle, Chau Belle Dinh, Daniel Ilabaca): semua menyangkut imajinasi, visualisasi, membayangkan. Termasuk saat teman-teman sedang berdiri di ujung sebuah spot akan melakukan lompatan presisi. Atau akan melakuan tic-tac langsung memanjat. Bahkan untuk menulis ini pun saya membuat gambaran di kepala saya. Kemampuan ini vital kalau teman-teman ingin menjadi orang yang kreatif. Dibantu dengan kecerdasan tubuh yang terasah dalam parkour, kita bisa merealisasikan gerakan yang tadi dibayangkan dalam sekejab!
  3. Kecerdasan Pemahaman Diri (Intrapersonal/Self Smart)
    Dengan nada bicara yang sangat filosofis saya ingin bilang… “Nggak ada kebahagiaan berlatih dengan pikiran yang kacau dan perasaan desperado.” Ini adalah kecerdasan kita dalam berfilosofi, yaitu pandangan dan kepercayaan kita terhadap parkour. Termasuk didalamnya pengenalan dan evaluasi diri. Dari mana teman-teman memahami kalau teman-teman seharusnya melatih fisik sebelum mental dan teknik, atau mental sebelum fisik dan teknik? Yup, melalui EVALUASI DIRI dan mencari PEMAHAMAN UNTUK DIRI SENDIRI. Orang yang memandang parkour sebagai olahraga lompat-lompat gedung kita bisa sebut kurang interpersonalnya spesifik untuk parkour. Jadi, milikilah pikiran yang kuat dengan mempelajari filosofi yang benar.
  4. Kecerdasan Bersosial (Interpersonal/People Smart)
    Terakhir kali, dengan nada bicara yang sangat filosofis lagi saya ingin bilang… “Saya pikir nggak ada manusia yang bahagia hidup dalam kesendirian..” Kecuali teman-teman adalah orang yang sangat tertutup, pemurung, dan mellow atau latihan di tempat sunyi tanpa manusia, kalau latihan kita pasti banyak berinteraksi. Latihan parkour bukan aktivitas yang dilakukan diam-diaman. Justru butuh sangat-sangat banyak komunikasi saat latihan. Paling nggak… pasti ada yang nanya, komentar, tertawa, teriak, mengekspresikan diri. “C’mon, we’re friends here! Let’s communicate and get motivated.”
  5. Kecerdasan Berbahasa (Verbal/Linguistic/Word Smart)
    Teman-teman tau, bagaimana menggambarkan suatu gerakan parkour hanya dengan kata-kata? Kalimat apa dan kata apa yang digunakan pelatih supaya teman-teman yang diajarin bisa paham cara melakukan gerakan sederhana seperti mendarat? Istilah atau kata apa yang teman-teman pakai kalau mengajari teman yang lain? Terakhir, apa yang teman-teman ucapkan ke diri sendiri untuk tetap termotivasi?
    Sederhana memang, tapi coba sadari pentingnya kemampuan ini: apa perkataanmu susah dimengerti? Atau mungkin sulit memahami ucapan orang lain? Harus diulang ngucapin sampai dua kali? Tiga kali?

Kelima kecerdasan inilah yang baiknya dimiliki oleh seorang traceur, dan INILAH PROSES YANG TERJADI DIBALIK LATIHAN ITU. Sesuai prioritas tentunya. Ini adalah kecerdasan ganda, bukan berarti teman-teman harus ahli dalam semua bidang… wow jenius! Itulah kenapa ada prioritas. Paling nggak, teman-teman melatih kemampuan ini untuk mencapai kesempurnaan diri. UNTUNGNYA, dalam parkour kita bisa melakukannya.

FYI, selain kelima kecerdasan diatas ada 3 kecerdasan lain yang mungkin relevan:

  1. Kecerdasan Alam (Naturalist Intelligence/Nature Smart)
  2. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence/Musical Smart)
  3. Kecerdasan Logika (Number/Reasoning Smart)

Latihlah kemampuan fisikmu dengan repetisi dan gunakan kreatifitas supaya nggak bosan. Gunakan imajinasimu dan latihlah ia untuk menjadikanmu kreatif. Pahami dirimu dan dengarkan apa kata tubuhmu. Pahami filosofi parkour, ini lebih besar dari yang kau pikirkan. Cari, belajarlah dari, dan ajarilah sebanyak-banyaknya teman.

Josua “Grenseal” Leonard
Surabaya; 02:28AM;
Saturday, 29 November 2009

Petunjuk Bagi Orang Tua Tentang Parkour (A Parent’s Guide To Parkour)

Written by bullseye on November 9, 2009 – 1:44 pm -

Kelihatannya berbahaya!. Ekstrem!.

Kalau dilihat pertama kali, Parkour tampaknya berada dalam kategori yang sama seperti skateboarding, snowboarding, dan olahraga lain yang tampaknya dapat menarik perhatian remaja (khususnya anak laki-laki). Dengan masih lebih mudanya parkour dikenal dibandingkan dengan kegiatan fisik lainnya, dapat dimengerti bahwa para orang tua akan ragu-ragu untuk mendukung keinginan anak-anak mereka dalam parkour.” Kenapa bukan sesuatu yang lebih “aman” seperti sepak bola atau hoki?

Meskipun dinamis, kelihatan spektakuler, Parkour sebenarnya positif dan aktivitas yang aman bagi orang-orang dari berbagai usia jika dilakukan dengan tepat. Dengan dukungan yang tepat dari orangtua dan orang dewasa lainnya yang peduli, Parkour sangat aman bagi anak-anak muda. Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan melihat hal-hal yang tepat ketika anak Anda mengambil pelatihan parkour, sama seperti yang Anda lakukan jika anak Anda tertarik untuk mencoba hobi baru atau bergabung dengan komunitas baru.

Bagaimana untuk mendukung anak Anda.

Pertama, jangan biarkan video-video parkour menakuti Anda! Jangan menilai buku dari covernya. Ketahuilah bahwa Parkour bukanlah tentang trik semata. Parkour adalah tentang efisien, gerakan seluruh tubuh dan mengatasi rintangan. Lakukan penelitian dan mencari tahu apa parkour itu, dan pastikan anak Anda juga memahami. Jika anak Anda dipengaruhi oleh video-video yang spektakuler, maka dukunglah ketertarikannya itu, meskipun Anda mungkin tidak setuju dengan video-video tersebut. Gunakan sikap yang mendukung untuk membantu anak Anda menemukan bahwa parkour bukanlah tentang trik atau kecerobohan, tetapi adalah tentang kerja keras dan penemuan diri. Dorong anak Anda untuk belajar tentang kondisi fisik, olahraga, dan pelatihan yang aman. Bantulah mereka mencari alat untuk mengatur beberapa tujuan kebugaran dan latihan rutin. Meneliti dan belajar tentang parkour bersama-sama dapat menjadi cara yang bagus untuk memastikan bahwa anak Anda mendapatkan informasi yang benar untuk berlatih aman, dan Anda akan sepenuhnya memahami apa yang mereka geluti dengan pengejaran yang baru ditemukan ini.

Cara paling baik yang dapat membantu anak Anda berlatih parkour dengan pendekatan yang aman dan bijaksana adalah memahami perbedaan antara praktisi parkour yang serius dan orang-orang yang hanya tertarik untuk membuat video parkour di YouTube yang spektakuler. Para praktisi parkour yang serius akan selalu berpikir tentang manfaat pengondisian, menjadi “champion of safe”, perkembangan skills yang lambat, dan akan lebih tertarik dengan latihan di permukaan tanah daripada berlompat-lompatan di atas atap. Persis seperti yang Anda lakukan untuk setiap kelompok sosial baru anak Anda, periksalah di komunitas mana anak Anda mendapatkan informasi tentang parkour. Jika mereka tampak seperti pencari sensasi, jika mereka menjauhkan diri dari keselamatan, maka mereka tidak berlatih parkour. Namun jangan biarkan ini menghalangi ketertarikan anak Anda. Sebaliknya, membantu anak Anda (dan sangat mungkin rekan-rekan nya) menemukan sumber daya yang tepat untuk pendekatan pelatihan parkour yang aman dan sikap yang benar.

Seperti aktivitas fisik lainnya, Parkour mempunyai resiko yang terlibat. Sangatlah bodoh untuk balik berdebat. Namun risiko di Parkour itu tidak jauh berbeda dengan kegiatan fisik lainnya. Risiko ini dapat berkurang, dan bahkan dihilangkan, dengan pelatihan yang tepat dan program pengkondisian. Jika anak Anda tertarik untuk memulai latihan Parkour, doronglah dia untuk mulai dengan program pengkondisian. Pelatihan yang terlibat dalam pengondisian Parkour akan terlihat lebih akrab bagi Anda: squats, pushups, pullups, berlari, dan latihan yang serupa. Sulit untuk membantah terhadap manfaat dari latihan tersebut, terutama karena kebanyakan program kebugaran, dan tim olahraga sekolah terorganisir, menggunakan latihan-latihan yang serupa selama latihan dan sesi pelatihan. Sebenarnya, ini semacam pelatihan kebugaran, tidak sembrono melompat-lompat, yang biasanya dijadikan dasar dari suatu latihan para traceur.

Kedua, lihatlah apakah ada pelatihan komunitas parkour di daerah anda. Sebagian besar daerah perkotaan telah membentuk kelompok parkour yang berlatih bersama-sama. Ini biasanya kelompok informal yang berkumpul dan berlatih di lingkungan yang mendukung secara teratur. Kota-kota kecil mungkin juga memiliki komunitas parkour, atau setidaknya satu atau dua traceurs yang melatih bersama-sama. Ini adalah cara yang baik bagi anak Anda untuk belajar dari para traceur yang lebih berpengalaman dan dapat menambah teman baru, dan juga bagi Anda untuk memiliki kesempatan untuk memeriksa secara langsung cara latihan parkour. Jika tidak ada grup di daerah Anda, jangan biarkan hal ini mematahkan semangat Anda atau anak Anda. Banyak traceur yang berlatih sendiri, dan bahkan para pendiri disiplin ini melakukan banyak latihan sendiri. Ada banyak informasi yang benar di internet untuk membantu traceur berlatih sendiri, dan internet komunitas parkour terkenal mendukung dan membantu.

Berlatih parkour secara serius tidak hanya akan membantu anak Anda menjadi lebih sehat secara fisik dan aktif, tetapi juga akan memperkenalkan dia untuk seluruh komunitas dari orang-orang yang tertarik untuk hidup sehat. Traceur serius adalah mereka yang sangat tertarik dalam latihan, gizi, dan kesejahteraan. Anak Anda akan banyak mendapat pelajaran yang berguna, informasi bermanfaat melalui latihan Parkour yang akan memiliki manfaat kesehatan dan kesejahteraan sepanjang hidupnya.

Parkour adalah non-kompetitif dan tidak memerlukan kemampuan khusus atau peralatan, yang membuatnya menjadi jauh lebih mudah diakses untuk mengejar fisik daripada olahraga tim paling terorganisasi. Semua yang diperlukan untuk sukses dalam Parkour adalah sebuah keinginan untuk bekerja keras dan menjadi aman. Banyak traceurs telah mengamati bahwa pelatihan fisik mereka dalam mengatasi kendala telah diterjemahkan ke dalam peningkatan kemampuan untuk mengatasi hambatan mental atau emosional. Disiplin dan dedikasi yang diperlukan untuk pelatihan parkour para traceur dapat membantu dalam semua bidang kehidupan, bukan hanya di parkour. Ekspresi yang umum dari ini, di kalangan parkour, adalah, “Saya tidak lagi melihat hambatan, tapi kesempatan.” Melalui latihan Parkour, para traceur dapat belajar keterampilan hidup seperti penetapan tujuan, ketekunan, hidup sehat, bekerja sama dalam sebuah komunitas, membantu orang lain, disiplin diri dan motivasi, dan ketekunan. Ini dapat terbawa ke dalam kehidupan sekolah, hubungan pribadi, dan tanggung jawab pekerjaan dan karir.

Ketiga, mencoba mengikutkan anak anda ke sebuah “Jamming” atau lebih (contohnya Jamming Regional atau Nasional). Jamming adalah pertemuan besar dari para traceurs, biasanya dari lingkup daerah geografis yang lebih luas, lebih dari akhir pekan yang diperpanjang. Kegiatan ini adalah peluang yang bagus untuk belajar. Kegiatan ini adalah kesempatan bagi anak Anda untuk bekerja dengan kelompok yang lebih besar, dan seringkali dengan lebih para traceur yang berpengalaman. Orangtua akan selalu diterima di kegiatan jamming, baik sebagai pengamat atau sebagai peserta (Ya, Anda mungkin menemukan kalau Anda menyukainya juga!), dan akan mendapat manfaat saat menghadiri jamming. Anak Anda akan selalu tahu tentang kegiatan jamming yang akan datang dari pengumuman di internet. Jika anak Anda mengungkapkan minat untuk menghadiri sebuah jamming, coba lihatlah ke dalamnya dan mempertimbangkan kemungkinannya secara adil. Kegiatan ini fantastis, pengalaman belajar yang positif dan menciptakan peluang untuk sebuah persahabatan baru, karena dengan bersatu-padu, menyambut sifat alami masyarakat parkour. Lebih jauh lagi, pengalaman bepergian ke jamming, mengatur penginapan, penganggaran uang, berkomunikasi dengan kelompok besar, dan pengelolaan jadwal semua berharga memberikan keterampilan hidup dalam lingkungan yang mendukung, lingkungan yang terstruktur.

Terakhir, cara terbaik untuk memahami parkour adalah mencoba sendiri! Parkour adalah cara alami bergerak, telah terprogram dalam DNA kita dari jaman prasejarah. Parkour adalah semua tentang permainan. Permainan seperti tag, ikuti-sang-pemimpin, dan “lahar panas” semua adalah bagian dari latihan Parkour. Parkour tersedia untuk setiap orang, kapan saja, tanpa memperhatikan tingkat kebugaran atau pengalaman. Seperti disebutkan, semua yang diperlukan adalah keinginan untuk bekerja keras dan menjadi aman. Praktisi Parkour berasal dari segala usia dan semua lapisan kehidupan, sehingga Anda tidak akan terlihat sebagai ” orang aneh” untuk mencoba itu. Parkour menyambut semua kalangan, dan sebagian besar traceurs begitu bergairah tentang disiplin ilmu mereka dan mereka lebih senang lagi untuk menyambut siapa saja yang tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang parkour, tanpa memandang jenis kelamin atau usia. Ini bukan hanya untuk remaja laki-laki! Apa cara yang lebih baik untuk mendapatkan bentuk dan ikatan dengan anak Anda selain mencoba Parkour itu sendiri (bersama-sama dengan anak Anda)?

Translated : Fadly Bullseye
http://www.americanparkour.com/content/view/3499/378/

Wawancara David Belle – April 2009

Written by qronoz on May 17, 2009 – 10:40 pm -

Artikel berikut merupakan wawancara dengan penjelasan yang luas dan sangat mendalam yang pernah dilakukan bersama David Belle, sang pendiri parkour. Dalam wawancara tersebut David memberikan penjelasan mengenai berbagai macam topik mencakup peralihan profesi dari menjadi seorang pemadam kebakaran hingga menjadi seorang aktor, proses belajar dan latihan parkour yang didapatkan dari ayahnya, dan rencana di masa depan terkait dengan aktivitas parkour dan mengembangkan pengetahuan serta aktivitas lain dalam berbagai segi kehidupan.

Wawancara ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah peluncuran film B13 – Ultimatum, dan disebarluaskan kepada publik melalui Australian Parkour Association (Asosiasi Parkour Australia / APA). Ucapan terima kasih secara khusus diberikan kepada Raphael Koster yang telah melakukan wawancara secara langsung dan juga Benjamin Mossé yang telah menterjemahkan wawancara tersebut.
_________________________________________________________________________

Kenapa anda memilih untuk beralih profesi dari sebagai pemadam kebakaran menjadi seorang aktor/stuntman?

Pertama-tama, setelah menjadi seorang pemadam kebakaran, saya bergabung dengan angkatan bersenjata. Saya tergabung dalam infantri militer. Merupakan suatu kebetulan bagi saya untuk tergabung dalam dunia perfilman. Itu bukanlah merupakan sebagai suatu pekerjaan. Bukan sesuatu yang saya ingin lakukan semenjak kecil. Apa yang saya inginkan hanyalah untuk membuat olahraga saya dikenal: yakni agar parkour dikenal dan diakui. Kakak saya pernah menunjukkan video singkat saya kepada media dan mereka pun tertarik, yang akhirnya menggiring saya ke dalam dunia perfilman. Akan tetapi, akting bukanlah sesuatu yang pada dasarnya ingin saya lakukan. Sekarang saya berada di bidang tersebut, saya mencoba untuk dapat menikmatinya dan tidak membuang kesempatan yang diberikan. Jika terdapat kesempatan dalam dunia perfilman, saya akan mengambil kesempatan tersebut. Bila memang tidak memungkinkan, saya akan mencari sesuatu yang lain. Walaupun demikian, saya tidak memikirkan untuk berkarir di bidang tersebut. Saya merasa lebih dari sekedar bahagia dengan “District B13“. Hal tersebut dirasa sudah lebih dari cukup bagi saya untuk dapat menceritakannya kepada anak-anak saya. Pada saat setelah menyelesaikan B13, saya katakan kepada diri saya sendiri: “Kalaupun hanya akan ada satu ini (District B13), saya sudah cukup bahagia karena parkour telah mendorong saya untuk melakukannya; untuk dapat mengenalkan parkour kepada masyarakat umum dan juga membuat saya dikenal.” Untuk kelanjutannya, lebih baik untuk tidak membuat suatu rencana apa yang harus ataupun tidak boleh terjadi.

Anda berbicara seolah-olah anda tidak membuat suatu keputusan pun berdasarkan keinginan anda sendiri, seolah-olah itu semua terjadi dengan sendirinya…

Memang semua terjadi seperti itu… saya tidak memiliki suatu strategi. Saya tak pernah mencoba “menjual” diri saya untuk beraksi dalam film. Saya tidak mengharapkan apa pun. Itu semua bermula dari sebuah film dokumenter yang pernah ditampilkan pada televeisi. Sejak itu, saya hanya mengambil apa yang ditawarkan oleh orang lain. Bahkan pada hal yang terakhir, Prince of Persia, saya tidak meminta pekerjaan itu, mereka yang menghubungi saya setelah saya menyelesaikan film B13 – Ultimatum. Mereka menghubungi saya sekitar empat kali, mendesak saya untuk bekerja sama dengan mereka. Saya sedang mengerjakan film lain saat itu sehingga akhirnya kami menyepakati bahwa saya akan bekerja sama dengan mereka pada waktu-waktu luang yang saya miliki. Parkour kini telah melebur dalam bebagai hal dalam film, setiap kali ada aksi kejar-kejaran ataupun lompatan mereka menggunakan parkour. Kami dengan jelas dapat memperhatikan hal-hal tersebut, lompatan yang mereka lakukan tampak berbeda.

Apakah perbedaan antara menyiapkan diri untuk aksi ketangkasan (stunt) dalam film dan untuk proses latihan?

Saya melakukannya dengan cara yang sama. Parkour… saya sudah selesai dengan hal tersebut. Orang-orang mulai tertarik terhadap seni tersebut, tapi saya telah cukup mendalaminya. Saya juga memiliki ketertarikan pada hal-hal lain. Ketika seseorang membahas tentang parkour, saya tidak akan mengatakan, “Itu sudah terlambat”; umumnya saya akan menjawab, “Seharusnya anda datang ketika saya berusia 20 tahun. Saya sangat termotivasi saat itu… setiap detik dalam hidup saya adalah untuk parkour ketika itu.” Sekarang saya dapat belajar untuk memainkan musik, seperti gitar atau apapun itu; yang terpenting adalah saya ingin belajar banyak hal lainnya. Parkour bukan satu-satunya hal dalam hidup. Beberapa orang mengatakan kepada saya, “Parkour keren! Saya harus bisa melakukannya.” Saya juga memiliki beberapa ketertarikan pada hal-hal yang lain. Parkour merupakan suatu metode latihan yang sebaiknya setiap orang melakukannya karena dapat membantu untuk memindahkan diri kita (bergerak) dalam lingkungan perkotaan (urban) ataupun alam bebas dan belajar untuk beradaptasi diri pada lingkungan tersebut. Bagaimanapun, bagi saya, belajar hal-hal lain seperti memasak merupakan hal yang penting seperti halnya dengan melakukan parkour. Mengetahui bagaimana cara untuk memperbaiki mobil, menolong orang lain yang mengalami serangan jantung, dsb., bagi saya hal-hal tersebut adalah hal yang paling mendasar dalam hidup. Saya tidak seperti penggiat suatu seni bela diri yang pada usia 80 tahun tetap melatih gerakan (pukulan) yang sama terus-menerus. Bahkan pada hal tersebut tampaknya orang tersebut belum bertarung untuk hidupnya dan saya ingin mengatakan kepadanya, “Berhentilah memukul, tenangkan diri, dan hiduplah secara normal; nikmati hidup anda,” karena akan menjadi terlalu kaku bagi seseorang apabila terlalu terfokus pada suatu hal saja… dan saya tidak ingin berakhir seperti itu. Ketika anda mendapatkan ijazah mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), anda tidak akan bergerak untuk menyelamatkan orang lain setiap hari tapi lebih seperti “jika sesuatu terjadi, saya akan tahu apa yang harus dilakukan.” Saya selalu berlatih parkour dengan mental seperti demikian. Persetan bagi saya apabila ada yang mengatakan kepada saya, “Hey, berikan suatu contoh demonstrasi! atau apa pun lah namanya…” Saya tidak pernah berlatih parkour untuk memberikan suatu pertunjukan atau sekedar pamer. Bagi saya, parkour adalah sesuatu yang bersifat personal. Hanya saja itu menjadi popular dengan sendirinya. Saya bukan orang yang menaruhnya di internet.

Apakah alasan ketidaksetujuan anda dengan Yamakasi adalah karena mereka memindahkan parkour ke dalam film dan pertunjukan?

Tidak. Ketika saya benar-benar memikirkan hal tersebut, tidak ada isu atau persoalan apapun dengan Yamakasi. Saya hanya melakukan latihan yang diajarkan oleh ayah saya. Ketika anda mendengarkan mereka (Yamakasi), mereka akan menjelaskan bahwa mereka melakukan sesuatu yang mereka ciptakan sendiri. Kami semua tinggal di daerah yang sama. Lagipula saat ini grup Yamakasi sudah tidak ada lagi, semuanya telah beranjak pergi; kini disebut sebagai sesuatu yang bernama “Majestic Force”. Ketika eranya Yamakasi, mereka lebih seperti “Kami Yamakasi, dan itu adalah sebuah olahraga”; sekarang mereka bergerak menuju Parkour Generation karena projek tersebut berjalan lancar. Kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri, kenapa hal tersebut terjadi? Kami memiliki olahraga yang sederhana, kenapa semua orang harus memberikan suatu nama yang baru? “Itu seperti parkour tetapi disebut sebagai Free Running…” Tetapi itu tetaplah parkour! Ketika anda pergi ke berbagai negara di dunia anda akan mengatakan “Saya bermain sepak bola ataupun bola voli.” Nama olahraga tersebut tidak berubah. Oleh karenanya kenapa kita harus merubah nama parkour kecuali anda ingin melakukan semacam bisnis dan berharap untuk berkata, “Saya adalah pencipta dari olahraga baru ini, persis seperti parkour hanya saja bedanya anda melompat hanya menggunakan satu kaki”? Mengganti satu hal hanya untuk mengatakan anda adalah penemu sesuatu dan dapat menghasilkan uang darinya. Tujuan dari parkour bukanlah untuk menghasilkan uang ataupun menciptakan bisnis. Tidak terdapat suatu tujuan keuangan (finansial) di dalamnya. Parkour seharusnya diajarkan kepada orang-orang yang ingin mempelajarinya. Jika mereka tidak memiliki uang maka itu bukanlah suatu masalah karena anda tidak membutuhkan uang untuk melakukan parkour, cukup sepasang sepatu yang bagus dan itu sudah sudah cukup. Sekarang orang-orang mulai berkata seperti “Perhatian! Akademi akan segera dibuka!” atau “Akan didirikan sebuah Pusat Parkour dan bla bla bla”. Bagi saya, mempelajari parkour adalah di luar (ruangan)! Latihan parkour yang sesungguhnya dilakukan di luar. Anda dapat saja melakukan apapun dengan pusat (pelatihan) tersebut, menambahkan beberapa matras, tetapi pada akhirnya orang-orang akan latihan di luar.

Kepentingan apa yang mendorong anda menciptakan parkour?

Ini merupakan sesuatu yang ayah saya telah ajarkan kepada saya. Saya telah melihat dan mendengar berbagai hal yang telah beliau lakukan sebagai seorang pemadam kebakaran – beliau benar-benar seorang legenda. Saya ingin mengetahui tentang sejarahnya. Terlepas apakah ayah saya memang diberkati maka dengan demikian saya tidak akan mampu seperti beliau, atau karena beliau telah berlatih keras untuk mendapatkan semua kemampuan itu dan dalam hal ini berarti ada suatu hal yang dapat diajarkan kepada saya. Kemudian saya mulai menyadari latihan-latihan yang telah dilakukan beliau. Beliau berlatih seperti latihan yang belum pernah saya lakukan selama hidup saya. Dibandingkan dengan beliau, saya hanyalah anak kecil yang sedang bermain-main. Ketika saya memikirkan semua latihan fisik yang telah dilakukannya, saya berkata kepada diri saya sendiri, “Apakah itu semua adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kemampuan seperti beliau? Semua itu terlalu berat!” Banyak orang membayar untuk mendapatkan pelatihan, tetapi dalam perkiraan saya jika ada yang berlatih satu hari saja dengan ayah saya, tidak ada yang akan datang kembali. Itu menunjukkan betapa beratnya latihan tersebut. Terlalu banyak orang berlatih dengan (pikiran) mudah “Ayo ikutan parkour! Keren lho!” Tetapi apabila saya mengajak anda untuk latihan yang sebenarnya, pada akhirnya anda akan menangis. Itu hal yang perlu anda pahami: anda akan menangis, anda akan berdarah-darah, dan anda akan berkeringat seperti yang belum pernah anda alami sebelumnya. Saya tidak berbohong mengenai hal ini. Kemudian anda akan datang kepada saya dan berkata, “Hey, saya ingin belajar parkour, tetapi santai saja, saya tidak ingin terlalu dipaksakan,” kalau begitu lakukan kegiatan lain saja! Ini adalah sesuatu untuk para prajurit. Sebuah metode latihan bagi para prajurit. Hal ini tidak seperti “Saya ingin belajar bertarung; tetapi jangan pukul aku terlalu keras karena aku tidak menyukainya.” Dengan demikian, lakukanlah sesuatu yang lain! Bila anda ingin menjadi prajurit yang sesungguhnya anda harus melewati masa-masa sulit.

Apa kegunaan parkour?

Mudah, kita memiliki dua tangan: digunakan untuk memegang sesuatu. Kita dapat memegang sesuatu untuk memindahkan diri kita sendiri. Kita dapat mengangkat diri kita sendiri. Kita dapat melompat dan lari dengan kaki kita. Kita dapat berenang. Secara insting, anda mengetahui bahwa anda dapat melakukan hal-hal tersebut. Ketika anda berenang anda mengetahui hal itu ada di dalam diri anda. Itu bukan untuk apa-apa. Anda tidak diharuskan untuk menjadi ahlinya, tidak seperti ahli panjat (tebing). Anda tetap dapat mengalami semuanya dan menurut saya itulah hidup. Jangan menutup diri anda sendiri terhadap sesuatu dan berpikir bahwa anda telah menemukan suatu kebenaran dan memahami hidup. Banyak orang membuka pikirannya melalui berbagai hal seperti musik dan melukis, begitu juga dengan parkour. Bagaimana tidaklah penting. Hal yang penting adalah membuka pikiran anda karena anda akan mendapatkan kebebasan melaluinya. Saya pikir ketika anda berlatih parkour, anda akan memahami arti kebebasan khususnya terkait dengan masyarakat. Hal tersebut benar-benar membuka pikiran saya. Tetapi bukan berarti akan memberikan efek yang sama kepada orang lain. Apa yang bagus bagi seseorang tidak selalu bagus bagi orang lain.

Apakah kebebasan dalam parkour?

Setelah sesi latihan yang baik, dan persiapan fisik yang bagus, kita dapat mengetahui kemampuan diri, dengan demikian kita dapat mengembangkan diri tanpa terganggu oleh orang lain. Tetap dengan menghormati yang lain, tapi tidak terganggu oleh yang lain. Sekarang saya harus membenarkan diri sendiri; khususnya kepada para polisi. Akan tetapi, saya juga memahami mereka, ketika mereka melihat saya sedang memanjat sesuatu, mereka akan berpikir bahwa saya telah mencuri. Terdapat banyak masa-masa sulit seperti itu sehingga saya berpikir untuk pindah ke negara lain seperti Thailand atau bahkan ke Inggris, atau di manapun tempat yang tidak menjadikan polisi sebagai suatu persoalan tersendiri.

Bahkan di Inggris?

Ya! Walaupun di sana terdapat banyak sekali kamera (keamanan), polisi mengetahui tentang parkour. Sedangkan di Perancis, ini menjadi suatu persoalan yang menyebalkan walaupun olahraga tersebut dikembangkan di sini (Perancis). Sudah sekitar 10 sampai 15 tahun sejak parkour pertama kali diliput oleh media di Perancis dan tidak ada yang mengetahui tentang hal itu. Saya seringkali ditanyakan hal yang sama berulang-ulang ketika kami berada di jalanan, persis seperti 15 tahun yang lalu ketika semua baru dimulai. Hal ini benar-benar membuat saya kecewa karena persepsi publik tidak dapat berkembang secepat perkembangan yang terjadi di dalam parkour itu sendiri. Seandainya saja kami memiliki sumber daya dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang bagus, sayangnya kami tidak memilikinya. Saat ini semua orang mencoba untuk membuat jalannya masing-masing, kita bergerak dalam suatu lingkaran; tetapi ini bisa saja dilakukan sudah sejak beberapa waktu yang lalu! Saya tidak akan terkejut apabila hal yang saya inginkan akan terjadi pada saat saya sudah berumur 60 tahun dan saya tidak mampu untuk bergerak seperti saat ini. Apa yang ingin saya capai adalah sesuatu yang lebih baik; sesuatu yang dekat dengan jalan. Mungkin suatu tempat berkumpul di luar. Saya ingin membuat suatu yayasan dan mendapatkan 500.000 euro atau bahkan 1.000.000; dengan itu saya dapat berkata, “OK! Mari kita investasikan uang tersebut untuk membuat tempat ini khusus untuk parkour.” Tidak seperti “OK.. bagus.. tetapi saya akan mengambil bagian saya karena saya yang menciptakan disiplin ini.” Tidak! Saya tidak akan mengambil satu sen pun. Jika kami mendapatkan uang tersebut, dikarenakan orang-orang memang menginginkan tempat seperti itu. Dengan demikian, kami akan menggunakan uang tersebut untuk membangun tempat yang diinginkan dan cukup seperti itu saja. Ketika saya sedang memikirkan hal tersebut, dengan uang yang saya miliki hasil dari film dan hal-hal lain, seperti halnya Yamakasi… seandainya saja semua terkumpul, semua (rencana) itu mungkin sudah selesai dilaksanakan. Tetapi sayangnya, semua orang melakukan keinginannya masing-masing, memperdebatkan kembali tentang asal mula semua ini, beberapa tidak mau mengakuinya bahwa berasal dari satu tempat; saat ini kami malah terpecah bukan menyatu.

Saat ini kami berada dalam suatu strategi “Divide and Conquer” (memecah dan menguasai, red.)

diterjemahkan oleh Roni Sambiangga a.k.a alniubi
sumber : http://www.misterparkour.com/interview-with-david-belle/

Terjemahan Interview Stephane Vigroux (Parkour Generations)

Written by qronoz on April 3, 2009 – 11:22 am -


*untuk subtitle Bahasa Indonesia, play video terlebih dahulu, kemudian klik panah di kanan bawah tampilan Youtube, pilih kotak yang kedua, kemudian pilih ‘Indonesian’*

  • Permulaan

Sejarah dari parkour dan art du dispacement dimulai dari sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Yamakasi. Grup Yamakasi beranggotakan David Belle, Sebastian Foucan, Yann Hnautra, Charles Perrière, Malik Diouf, Guylain N’Guba-Boyeke, Châu Belle Dinh, Williams Belle, Laurent Piemontesi. Mereka adalah sekelompok teman yang melakukan suatu seni yang sama.

Kemudian karena adanya perbedaan cara pandang, muncullah beberapa nama untuk seni ini. David memilih parkour, dan Sebastian memilih freerun. Namun pada dasarnya, saya rasa semua setuju, ini semua bermula dari satu disiplin yang sama, nama yang sama, bentuk latihan yang sama. Sekarang itu telah berubah dan muncul nama-nama berbeda, namun pada permulaannya ini adalah latihan yang sama.

Mengenai saya, saya berlatih bersama David, kemudian saya bertemu Yamakasi setelahnya. Ini merupakan sesuatu yang baru, sangat menarik, dan sangat ditekuni dalam banyak hal: secara fisik dan mental. Saya hanya kagum akan bagaimana seseorang dapat mendesak diri mereka masing-masing.

Menjadi kuat adalah awal dari semuanya, apa artinya? Mereka menaruh nilai di balik kata ini – to be strong. Jadi ini dimulai secara fisik, melakukan tantangan-tantangan. Dapatkah kamu mengangkat batu ini? Dapatkah kamu mengangkat mobil ini? Dapatkah kamu mendorong ini? Dapatkah kamu melompat dan meraih tembok ini?

Mereka mulai menaruh angka-angka yang cukup tinggi dalam jumlah repetisi yang mereka lakukan dan melibatkan banyak insting. Pada saat itu belum ada metode yang jelas mengenai latihan seperti saat ini. Ini butuh waktu, bahkan untuk mereka, untuk memahami mengapa mereka melakukannya. Read more »

Terjemahan Interview Dan Edwardes (Parkour Generations)

Written by qronoz on February 6, 2009 – 9:54 am -

Di 2 postingan blog sebelomnya, gw udah posting video interview Dan Edwardes, seorang anggota Parkour Generations. Nah, mumpung hari ini gw nganggur gak ada ujian, gw cobain terjemahin interviewnya, lumayan cape juga yak nerjemahinnya. Sebelomnya mohon maaf kalo terjemahannya gak begitu rapih, gw sebisa mungkin ambil semua interviewnya tapi yang gw gak bisa terjemahin gw ambil poin pentingnya. Semoga bermanfaat yah!

1. Bagaimana pendapatmu tentang perkembangan parkour/freerunning di dunia?

A: Kemana kami pergi banyak orang berlatih dan ini sangat bagus. Ini yang kami harapkan, begitu juga dengan teman2 pendiri Yamakasi di Perancis dan Lisses. Kami berharap parkour berkembang di jalur yang benar, menyampaikan pesan yang benar pula, memberikan semua orang akses untuk mempelajari parkour dengan benar.

Semua akan baik apabila parkour dikembangkan di jalur yang benar, bukan di jalur yang salah. Dengan perkembangan pesat ini banyak orang yang belajar di jalur yang salah. Kami tidak ingin ini terjadi. Tapi secara umum kami melihat komunitas2 mulai berlatih dengan benar, kami hanya berharap kami dapat terus melakukannya dan terus berada pada jalur yang benar.

2. Apa yang menginspirasi kamu untuk berjuang dalam menyebarkan true spirit dari Parkour?

A: Inspirasi kami adalah passion akan seni ini sendiri, kami telah tersentuh, berubah, dan berkembang melalui Parkour. Banyak hal yang telah kami mengerti dari disiplin ini. Kami ingin membagikan hal ini kepada orang lain, jika mereka mau, agar mereka juga dapat berkembang dan mendapat segala kelebihan seperti yang kami dapatkan di parkour.

Ini semua mengenai mengambil semangat dari original Parkour, menjaga, dan meneruskan api semangat ini ke orang lain seperti generasi muda. Hal ini penting bagi kami dan menjadi motivasi kami.

Banyak hal menyenangkan di dalamnya, kami bepergian, bertemu dengan orang2 dan komunitas2, berlatih dengan mereka. sungguh menyenangkan. Intinya, ini adalah disiplin yang sangat berguna bagi siapapun yang melakukannya, kami serius, dan kami ingin menjaga semangat ini tetap ada.

3. Sangat jelas bahwa ada waktunya kita memaksa tubuh kita melawan sakit dan lelah adalah suatu hal yang benar, tapi kadang ada waktunya kita harus beristirahat. Bagaimana cara saya tahu mana waktu yang tepat?

A: Cara kita tau kapan kita tetap bisa melanjutkan latihan atau harus berhenti adalah dengan cara sering berlatih. Semakin banyak kita berlatih, maka kita semakin dapat mendengarkan tubuh kita dan meresponnya.

Benar sekali, kita masih bisa mendorong tubuh kita secara mental untuk berlatih walaupun ada kelelahan fisik, namun ada waktunya juga saat kita sudah benar2 merasa lelah dan kesulitan, yang akan membuat efek negatif pada fisik kita.

Dan itu artinya kita harus beristirahat dan baru kembali berlatih saat bugar. Ini semua kembali pada pengalaman kita berlatih, ada waktunya dimana tubuh kita akan mengeluh kelelahan atau memberi tanda bahwa apa yang akan kita lakukan akan menimbulkan cedera.

Oleh karena itu, berlatihlah terus, jangan terburu2, dan kita akan mengetahui batas diri kita, mana yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. Semuanya kembali ke pengalaman.

4. Umur kamu membantu atau menghalangi dalam melakukan Parkour?

A: Itu semua relatif. Parkour bukan kemampuan untuk melakukan gerakan stunt atau sejenisnya. Parkour adalah bentuk latihan untuk diri sendiri, jiwa, dan pikiran melalui tubuh kita sendiri. Beberapa pemula merasa sangat kesulitan untuk melakukan precision jump sederhana. Bagi kita sederhana, namun bagi mereka sangat sulit. Jadi ini semua relatif bergantung kepada masing2 individu. Saat kamu berumur 20an kamu dapat melakukan gerakan2 yang lebih dinamis dibanding saat kamu berumur 50an. Tapi keuntungan yang didapat dari latihan parkour akan sama untuk semua umur.

Untuk saya, keuntungan yang saya dapat adalah saya merasa lebih baik. Selama kita berlatih tiap hari, kita akan menjaga tubuh kita tetap fit, selain itu, kita akan dilatih juga untuk bijaksana dalam berlatih, sehingga keduanya akan menjadikan kita lebih baik. Saya merasa lebih baik sekarang dibanding saat saya berumur 20.

5. Apakah menurut kamu generasi baru Parkour saat ini cenderung ingin mencapai progress lebih cepat dari yang seharusnya?

A: Ya, saya rasa ini cukup berbahaya. Saat kami bepergian, kami melihat banyak orang yang tidak memiliki bimbingan dari praktisi yang lebih berpengalaman seperti dari Perancis. Ada kecenderungan mereka mencontoh segala hal dari internet untuk melakukan suatu loncatan besar, trik2 atau stunt yang dianggap keren, tanpa mengetahui latihan2 berat di belakangnya yang merupakan dasar dari semua itu.

Ini alami, dan ini juga terjadi pada kami saat awal kami berlatih. Ini yang harus diluruskan dan ini yang membuat kami sekarang mengajar berdasarkan knowledge yang kami miliki untuk memberitahu mereka ini bukan cara yang benar karena kami pernah melaluinya juga.

Saya rasa cukup bijak bila komunitas di seluruh dunia tidak terburu2 dalam latihannya. Seni ini dibuat untuk dipraktekkan seumur hidup, bukan 5 tahun lalu badan kita berantakan. Untuk itu, kita harus berlatih dengan sabar, progress, dan memiliki fondasi yang kuat. Orang2 yang melakukan itu akan mendapatkan hasil yang terbaik.

6. Kemana pikiranmu diarahkan saat berlatih?

A: Saya rasa itu tergantung masing2 orang. Untuk saya ini bergantung pada tipe latihannya. Untuk latihan movement, saya memusatkan pikiran saya pada movement itu sendiri. Sebenarnya antara 2 hal: movement atau tidak memikirkannya sama sekali.

Saat saya sudah sangat merasa sangat nyaman dengan movement/terrain yang saya hadapi, saya berusaha tidak terlalu memikirkannya. Jika movement itu sulit dan saya sedang mempelajarinya, maka saya akan fokus untuk melakukan yang benar, detail2nya, dan aman.

Jadi ini semua kembali ke pertanyaan mengenai kapan saya harus fokus. Dan kemudian saya menguasainya, lalu saya dapat menyebarkan fokus saya dan bergerak dengan insting, yang untuk saya itulah tujuannya.

7. Apakah hal yang terpenting menurutmu untuk diketahui dan diingat oleh seorang traceur dalam Parkour?

A: Hal2 paling penting bagi seorang traceur dalam melakukan Parkour adalah mengapa mereka melakukannya dan apa yang diberikan Parkour pada diri mereka. Ini adalah disiplin pribadi, bukan untuk alasan2 lain seperti pamer, mendapat hadiah, atau menghasilkan uang. Ini adalah latihan untuk diri kita sendiri dan mengembangkan pikiran, tubuh, dan semangat kita. Meningkatkan kemampuan diri sendiri serta membuat kita sendiri ahli. Hal inilah menurut saya yang paling penting.

8. Menurutmu apakah perjuangan untuk menjaga image parkour terpisah dari freerunning itu berguna?

A: Tidak, mungkin ini yang selalu dijadikan pertanyaan oleh banyak orang di banyak tempat. Tapi kenyataannya Parkour dan Freerunning adalah sama, disiplin ini pertama kali bernama Art Du Deplacement, nama ini yang pertama digunakan oleh praktisi2 yang pertama kali melakukannya.

Kemudian ada seseorang yang kemudian menamakannya Parkour, atau menyatakan apa yang ia lakukan adalah Parkour, jadi pada dasarnya sama. Dan selanjutnya lagi diterjemahkan menjadi Freerunning untuk film dokumenter Jump London yang menggunakan istilah tersebut untuk audiens berbahasa Inggris.

Jadi Art Du Deplacement/Parkour/Freerunning adalah satu disiplin yang sama. Saya rasa ini penting untuk tidak memunculkan perbedaan karena ada individu/kelompok tertentu yang ingin memisahkan ini bukan untuk alasan menjaga disiplin ini tetap ada, namun mereka melakukannya untuk pengembangan komersial atau self-publicity. Tentu ini tidak benar.

Semangat dari Art Du Deplacement sebagai disiplin mula2 sangat penting untuk memisahkan disiplin ini dari disiplin lain. Ini yang membuatnya unik dan harus dijaga keasliannya melalui tidak membeda2kan melalui pernyataan “ini freerunning” dan “itu parkour”, itu semua omong kosong. Ini semua bukan tentang daftar gerakan, namun mengenai semangat berlatih, semangat meningkatkan diri sendiri melalui gerakan, fisik, dan menghadapi rasa takut dalam diri kita.

Jadi jangan mengatakan dengan melakukan gerakan tertentu maka kita melakukan freerunning. Ini ketidakakuratan yang disebarkan melalui media yang sayangnya ingin memunculkan banyak perbedaan dari keadaan sebenarnya dan akhirnya memunculkan misinterpretasi. Ini semua adalah seni yang sama, seni individu.

9. Saya baca kamu berlatih bela diri juga, boleh saya tau apa saja itu dan bagaimana mereka mempengaruhi parkour dan latihanmu?

A: Saya sempat berlatih beberapa bela diri sejak berumur 9 tahun seperti Karate, Aikido, Boxing, Muaythai dan yang paling terakhir selama 10 tahun ke belakang ini adalah satu bela diri kuno dari Jepang. Yang terpenting adalah apakah semua itu memiliki fungsi atau berguna pada latihan saya. Saya sempat mempelajari beberapa teknik bertarung yang digunakan militer, yang saya rasa ini yang paling berguna.

Apa yang membuat saya tertarik parkour adalah fungsinya dan lingkungannya, saya melihat salah seorang founder menggunakan lingkungannya dengan efektif. Ada beberapa kesamaan dalam mentality dari bela diri dan parkour. Parkour bukanlah suatu bela diri, dua hal yang saya bahas ini memiliki tujuan yang berbeda.

Jadi tidak ada pertukaran secara langsung antar dua hal ini, mungkin terdapat beberapa kesamaan pada konsepnya, namun tidak pada motivasinya. Bela diri mengajarkan untuk melindungi diri anda dan melukai, sedangkan parkour tidak seperti itu, jadi dapat kita lihat perbedaan yang mendasar pada fundamentalnya. Ini pendapat saya setelah 23 tahun berlatih… bela diri, bukan Parkour. :)

10. Suatu hari tanpa Parkour bagi kehidupan Dan Edwardes berarti…

A: Sedikit dan sudah lama sekali, karena kita sibuk berlatih, melatih, membuat proyek, dll. Parkour mempengaruhi banyak kehidupan anda, cara anda bergerak, cara anda berpikir, jadi rasanya tidak ada satu hari tanpa parkour.

Tapi masih ada kadang2 masih ada hari dimana saya tidak benar2 berlatih dan tidak mengerjakan proyek. Berarti masih ada hari bebas Parkour untuk saya dan pada hari2 itu saya melakukan latihan bela diri atau menulis buku baik untuk project ataupun yang lain, atau untuk bersantai. Bertemu teman, nonton bioskop, ke restoran, dan hal2 lain yang orang lain juga lakukan.

Kalau anda sudah benar2 menyatu dengan parkour dan banyak berlatih maka sulit untuk membedakan mana hari anda yang tanpa parkour karena saat anda berjalan2 di kota, anda melihat segala hal dalam sudut pandang parkour, itu selalu akan muncul di kepala anda.

Tapi itu bagus untuk memiliki hari dimana anda tidak berlatih dan beristirahat, bahkan untuk beberapa waktu misalnya seminggu, ini memberikan tubuh anda kesempatan untuk mensimulasikan apa yang telah dipelajari di parkour.

Translated by Daniel Giovanni aka Qronoz
*video source: Youtube

David Belle “Melawan Arus”

Written by bullseye on January 3, 2009 – 9:30 pm -

Popularitas Parkour yang kini mulai mendunia, tidak lepas dari peran sebuah judul film berjudul “YAMAKASI” (2001) yang di sutradarai Ariel Zeiton. Film itu menggambarkan tujuh pemuda geng anggota yamakasi dalam mengatasi berbagai kesulitan kehidupan mereka dengan parkour. Di dunia nyata, mereka tak lain generasi pelopor parkour di Perancis binaan David bele.

Kini aksi-aksi parkour sering di temukan terselip di berbagai tayangan televisi serta film. Beberapa aksi terkenal seperti di pertontonkan dalam film James Bond Casino Royale atau klip video madonna berjudul Jump. Di Indonesia, beberapa tayangan komersial juga menampilkannya. Namun situasi itu tidak lantas membahagiakan David Belle. Pria kelahiran Fecamp, 29 April 1973, ini amat memprihatinkan pihak-pihak yang hanya mengkomersialkan Parkour. David yang di kenal sangat rendah hati itu berpendapat, sebuah aksi parkour sangat jauh dari keinginan pamer atau gagah-gagahan. Semangat kebersamaan dan membantu orang lain yang lebih di utamakan. Berbeda dengan beberapa traceur lain yang lebih memilih untuk terjun ke dunia entertainment dengan memanfaatkan parkour sebagai daya tarik untuk mengeruk keuntungan tanpa memikirkan sebab-akibat yang akan ditimbulkan.

David lebih memilih untuk berkeliling dunia dan membimbing para traceur-traceur baru tanpa memungut biaya dan mau membagikan ilmunya kepada mereka yang membutuhkan. David Belle bukanlah orang yang anti media, namun dia tidak mau Parkour dimanfaatkan oleh media untuk tujuan tertentu yang nantinya keluar dari konsep parkour yang original saat  diciptakan pertama kali.

Saat video Jump dari Madonna dikeluarkan, David Belle sempat berkomentar di sebuah media. “Madonna hanaya menggunakan parkour untuk menjual video dan musiknya. Bukan mempromosikan parkour”. Padahal, parkour seharusnya menjadi sesuatu kegiatan untuk berlatih menjadi kuat untuk dirinya sendiri yang dapat digunakan untuk menolong orang lain.

Terhadap olahraga yang di ciptakannya, David memang menanamkan nilai-nilai moral yang seperti “melawan arus”. Misal, baginya parkour adalah sebuah sarana pertahanan diri untuk keadaan tidak terduga. berbeda dengan ilmu bela diri yang berlatih untuk bertarung (fight), parkour adalah suatu latihan untuk kabur (flight). Argumentasinya, pada situasi tertentu, setiap orang berhak menentukan tindakan terbaik bagi dirinya. Sedangkan filosofi sesungguhnya, solusi kita harus terus bergerak.

Salah satu nilai moral warisan David yang paling di kenal yakni anti kompetisi. Jangan harap ada kejuaraan atau eksibisi untuk parkour. Alasannya, para traceur bekerja keras untuk kemajuan bersama, bukan untuk saling mengalahkan. Solidaritas dan rasa saling menghormati terus di kembangkan sebagai individu dan komunitas. Karena itu dalam filosofi parkour, kemenangan dan kekalahan tidaklah berarti apa-apa.

Artikel di ambil dari : Intisari. Mind, Body & Soul volume 2