Hi, Selamat datang di website Komunitas Parkour Indonesia ini. Jika ini kunjungan pertama kamu dan ingin selalu update tentang berita, Artikel dan lain-lain seputar Parkour di Indonesia silahkan isi kolom berlangganan disebelah kanan. Atau kamu pingin gabung dan bertanya-tanya apa syarat dan macem-macemnya silahkan kunjungi halaman F A Q.

Breaking The Jump

Written by emon on November 1, 2011 – 11:24 am -

pernah merasa ragu untuk melakukan suatu lompatan?

tidak bisa bergerak di ketinggian?

ragu untuk mendarat di besi bulat?

saya pernah berada di kesemuanya. bahkan sampai saat ini saya masih punya semua masalah tersebut. lalu apa yang menyebabkan semua itu? kenapa sangat sulit untuk melakukan hal-hal tersebut?

mungkin semua akan mempunyai satu jawaban; “TAKUT” ya takut akan ketinggian, takut akan jatuh, takut gagal, takut akan cedera, dan segala macam rasa takut lainnya. pada perjalanan RDV6 kemarin, saya berkesempatan mengikuti satu buah seminar singkat tentang bagaimana kita berteman dengan rasa takut. saya lebih senang menyebut berteman bukan menghilangkan rasa takut, karena untuk saya rasa takut itu yang menjaga saya.

Dan Edwardes, dan Stephane Vigroux menjadi pembicara di seminar singkat 90 menit ini. “Breaking the Jump” adalah temanya. Breaking the jump bukan berarti kita harus melakukan lompatan, tapi juga berarti kita melakukan sesuatu yang bisa menjadi tantangan untuk diri kita, menghadapi dan berteman dengan rasa takut kita. breaking the jump bisa berarti kita melompati sebuah jarak yang membuat kita takut, bisa berarti  berdiri di ketinggian, mendarat di besi bulat, melakukan keseimbangan di ketinggian, apapun yang membuat kita merasa takut. bagaimana kita menghadapi itu semua?

1. Datangi tempat tersebut

dengan mendatangi tempat yang membuat kita takut secara terus menerus secara tidak sadar kita melatih diri kita untuk bisa menghadapi rasa takut dan sedikit demi sedikit mengenal tempat tersebut. sampai tiba pada saatnya kita datang ke tempat tersebut dan bilang “ini saatnya saya untuk melakukannya”

2. Berlatih di tempat aman

cari tempat yang kira2 menurut teman2 mempunyai karakter yang sama dengan tempat yg menjadi tantangan tapi dengan situasi yang lebih aman. lakukan sebanyak mungkin repetisi sampai pada akhirnya kita merasa nyaman dan percaya diri bahwa saya bisa melakukan lompatan yang sama di tempat yang jadi tantangan tersebut.

3. punya partner berlatih

mempunyai teman yang tahu betul kemampuan kita itu amat sangat membantu, kadang dorongan teman yang tahu betul banyaknya kita latihan bisa memberikan kepercayaan diri ekstra dan juga rasa aman dan nyaman. partner berlatih yang baik akan mampu memberikan penilaian yang baik ketika kita siap atau tidak dalam melakukan suatu lompatan, walaupun pada akhirnya semua keputusan ada di tangan kita.

4. sometimes you have to let it go

ini merupakan saran terbaik menurut saya. kadang ketika kita sudah melakukan semua persiapan dan masih merasa takut, yang harus kita lakukan adalah melepaskan semua rasa takut tersebut dan “lompat”. (tapi tentunya dengan kesiapan yang matang)

ketika kita datang ke tempat tantangan dan tidak berhasil melakukan tantangan tersebut jangan merasa gagal. karena kadang inti dari breaking the jump atau latihan apapun bukan sekedar berhasil atau tidak, tapi seberapa besar kita melakukan usaha untuk bisa berteman dengan rasa takut kita.  at least we tried our best, there are always another time.

-Willy Irawan
 http://bukansekedarloncatloncat.tumblr.c…

Baca juga articlenya Dan Edwardes soal rasa takut disini

War (Perang)

Written by radd on April 28, 2011 – 6:45 am -


Akhir-akhir ini sepertinya keren untuk berbicara soal latihan atau memperbaiki diri selajur dengan konflik – kita sering dengar bagaimana kita harus berlatih dengan pintar, bukan keras; untuk menyatukan langkah kita, bekerja di dalam limitasi kita; untuk menekankan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan olahraga. Dan dari sudut pandang fisik dan raga, sering kali nasihat ini sangatlah baik untuk diikuti.

Tapi di latihan parkour ada juga perang lain yang berjalan: perang Pisikiological (pikiran dan jiwa) yang datang dengan setiap loncatan atau gerakan yang kita belum kuasai. Setiap kali rasa takut akan kegagalan atau kejatuhan memberi pandangan gelapnya kepada kita menyuruh kita untuk menyerah, pulang, coba lagi di hari lain, memberi alasan untuk menerima kekalahan. Musuh ini, tentunya, adalah diri kita sendiri, memperlihatkan dirinya melalui tantangan dari rintangan yang kita temui di latihan kita. Dan musuh ini tidak bisa dikalahkan dengan sekedar bermain pintar, atau bekerja dalam limit kita. Dia harus ditantang muka ke muka, ditantang dengan insting binatang dan bertarung sampai dia, atau anda, yang kalah. Read more »

Early Stage

Written by willy on April 4, 2011 – 12:46 pm -

Suatu hari saya sedang mengantar teman ke stasiun, setelah semua naik kereta saya melihat besi rail panjang tidak berpenghuni dan saya memutuskan untuk mencoba berlatih balance sepanjang rail tersebut sampai seorang satpam datang menghampiri dan bertanya ;

Satpam : lagi apa de ?

Saya : lagi maen aja pa, latihan keseimbangan. (sambil tersenyum)

Satpam : mendingan turun de.

Saya : tanggung pak sedikit lagi sampai

Satpam : mendingan turun de. (masih mengulang kalimat yang sama).

Akhirnya saya turun sambil senyum padahal sedikit lagi sampai ke ujun dari rail panjang tersebut.

Cerita diatas saya yakin merupakan satu dari sekian banyak cerita dari teman-teman praktisi parkour ketika berlatih. Diusir satpam, dimarahi orang sekitar, dibilang aneh, itu menjadi hal yang lumrah terjadi. Parkour adalah sebuah hal yang masih baru dan asing di masyarakat, sehingga orang masih belum banyak tahu tentang apa yang kita lakukan ketika berlatih parkour. tembok yang tadinya tidak pernah ada yang sentuh tiba2 dipanjati, rail yang tadinya jadi pembatas tiba2 dipergunakan untuk bermain, sehingga nampak tidak “normal” untuk orang-orang sekitar.

Ketika Thomas dan Stephane berkunjung ke Indonesia saya sempat bertanya dan berbincang tentang hal ini. Menurut mereka itu wajar terjadi, karena kita sedang berada di tahap awal, dan paling sulit. Tahap ini adalah tahap dimana kita memperkenalkan parkour kepada orang sekitar, dimana kita harus lebih menjelaskan apa itu parkour dan kita datang ke tempat tersebut bukan untuk merusak, tapi untuk berlatih. Disinilah setiap praktisi harus tahu apa itu parkour, dan mengamalkan salah satu filosofi ketika berlatih yaitu “Leave no trace” (selalu tinggalkan tempat berlatih seperti sebelum kita datang, dengan kata lain tidak merusak).

Jadi ketika didatangi otoritas setempat jangan kabur, tapi diam disitu dan jelaskan. Ketika disuruh untuk pindah tempat, hargai permintaannya dan lakukan, datang lagi lain kali dengan meminta izin dan sedikit menjelaskan apa yang kita lakukan. Lakukan pendekatan-pendekatan personal, lebih banyak melakukan pengenalan tentang apa itu parkour. dengan usaha seperti ini seiring dengan berjalannya waktu orang akan tahu apa yang kita lakukan dan mulai mengerti.

Langkah awal itu selalu yang paling sulit, tapi dengan melakukan langkah pertama kita sudah melakukan hampir setengah dari keseluruhan.

Keep Practicing :)

FLOW: sebuah posisi Mental

Written by radd on June 3, 2010 – 10:17 am -

Catatan: FLOW yang dibicarakan disini bukanlah FLOW dalam arti MENGALIR, tapi FLOW dalam bahasa Psykologis, sebuah POSISI MENTAL

Arti Term:
.NET – forum parkour.net
UF – Urban Freeflow.tbk

Banyak orang di .NET kurang menyukai pengunaan kata “flow”, karna itu mengingatkan mereka kepada UF, atau pamer, atau terselahlah. Saya setuju, kayaknya agak lucu ya. Tapi setelah melakukan sedikit penelitian, saya menemukan bahwa “flow” itu adahal bahasa science, yang di buat oleh Mihaly Scikszntmihalyi (nama apa nama!), seorang professor psychology menurut Csikszentmihalyi, flow adalah sebuah proces mental dimana seseorang akan sepenuhnya terbenam di apapun yang ia lakukan, di karakterkan oleh perasaan focus yang penuh energy, keterlibatan penuh, dan sukses di dalam proses aktivitas tersebut. Tidak terdengar asing bukan?

Karakteristik Fundamental dari Flow adalah berikut:

  1. Sepenuhnya terlibat, fokus, berkosentrasi – hadir dikarnakan oleh rasa penasaran yang besar atau hasil latihan.
  2. Perasaan esctasi – serasa diluar realitas sehari-hari
  3. Jiwa terasa Jelas – mengetahui apa yang harus dilakukan dan berapa baik hal tiu sedang terjadi.
  4. mengetahui activitas tersebut bisa dilakukan – bahwa Kemampuan kita cukupm dan tidak gelisah atau bosan
  5. Rasa ketulusan – tidak takut tentang diri sendiri, perasaan bahwa kita berkembang melewati basas emosi – yang menghasilkan perasaan perubahan ego yang kita kira dulunya tidak mungkin
  6. Ketepatan waktu – sepenuhnya terfokus pada apa yang sedang terjadi sekarang, tidak sadar waktu berlalu
  7. Motivasi hakiki – siapapun yang menciptakan “flow” akan benjadi kabanggaan sendiri

Image

penjelasan tabel 1:
Ditabel pertama bisa dilihat bahwa flow bisa di dapatkan dengan ketingkatan kemampuan dan ketingakatan tantangan yang serasi, artinya kalau kemampuan tingi tapi tantangan ringan, orang akan menjadi bosan, atau kalau tantangan terlalu tinggi dan kemampuan rendah, orang akan merasa gelisah/cemas.

Image

Penjelasan :

  • Apathy(ketidak perdulian/peka):terjadi dengan kemampuan dan tantangan yang rendah
  • Boredom(bosan):terjadi sangat besar bila kemampuan menegah tapi tantangan mudah, tapi makin mengecil kalau tantangan mulai meningkat, dan hilang/berubah menjadi rangsangan(arousal) bila tantangannya tinggi. Yah kepanjangan kalau gua harus jelasin semuanya, tapi gua rasa 2 penjelasan diatas sudah cukup untuk membantu teman2 mengerti cara membaca tabel kedua. Kalau gak ngerti bahasa englishnya tinggal ke kamus.net

Moga ini bisa membantu kita untuk mendapatkan FLOW dalam PK training kita (flow dalam arti gerakan mengalir dan flow yang berupa posisi mental)

Judul Asli: Flow: A Psychological Term
Source: http://archive.parkour.net/index.php?sho…
Source: http://austega.com/education/articles/fl…

translation, fore & after words by émon

Semangat Kartini. Perempuan dan Parkour

Written by bullseye on April 21, 2010 – 8:17 am -

Perempuan dan parkour menurut saya ada kesamaan, yaitu keindahan. Dalam parkour saya menemukan sebuah keindahan gerakan untuk melewati sebuah rintangan, gerakan yang efisien dan terlihat dinamis. Sama seperti perempuan yang selalu terlihat indah, cantik dan anggun. Tapi banyak sekali yang mengatakan parkour itu ekstrem. Pemikiran seperti inilah yang akhirnya membatasi seorang perempuan yang ingin mengenal parkour. Tak kenal maka tak sayang, mungkin cocok banget untuk kita yang belum mengetahui parkour lebih jauh.

Pujiati Sharani (Samarinda) - BalanceYukino Almira (Jakarta) - RunningAlin Rosliana (Bandung) - Cat Pass

Parkour sendiri adalah aktifitas dengan tujuan berpindah tempat dari satu titik ke titik lainnya seefisien dan secepat mungkin. Beberapa gerakan yang sering kita jumpai seperti berlari, melompat, melewati beberapa celah bahkan jungkir balik, adalah gerakan-gerakan yang terlihat sederhana. Tentu aja kita bisa bergerak, dan kenapa tidak sebagai seorang perempuan kita bisa melakukan gerakan seperti itu. Jangan hanya berpikir tingkat kesulitan dari sebuah gerakan, tapi berfikirlah bagaimana cara tubuh kita terbiasa melakukan gerakan tersebut.

Nadia Al Zahro (Malang) - Lazy VaultIka Rahmawati (Jakarta) - DropPebri Maryanti (Bandung) - Cat Balance

Jika kita memiliki tekad untuk berlatih parkour, mulailah dengan niat, tentu saja apapun jenis kegiatannya kita harus mulai dengan niat. Lalu mencoba berlatih bersama. Mungkin hari pertama mengikuti parkour kita akan merasa deg-degan. Yah banyak hal baru yang kita temukan disana. Dan lama kelamaan kita akan menemukan kesenangan dalam berlatih seni disiplin ini. Selain mendapatkan teman baru, mental kita semakin terbentuk.

Keuntungan bagi seorang perempuan yang berlatih parkour banyak sekali. Tubuh kita makin lentur, bisa bergerak dengan luwes, dan semakin lincah. Dan tidak hanya itu, ternyata parkour juga mampu mengubah jalan pemikiran seseorang.

Nova Ardi Astanti (Jakarta) - VaultAyudhia (Jakarta) - VaultNiki Nadya (Depok) - Drop

Dalam parkour kita tidak hanya melatih tubuh kita untuk lebih lincah dan fleksibel, namun ternyata mampu mengubah jalan pemikiran kita juga lebih fleksibel dalam menghadapi beberapa masalah yang terlihat biasa dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kecil saja yang saya alami, saya merasa lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan baru, kebetulan pekerjaan yang saya tekuni saat ini menuntut saya juga untuk beradaptasi cepat dengan lingkungan baru. Dan hal lainnya adalah kita akan lebih mengalir dalam menghadapi masalah tentunya juga menggunakan pemikiran matang. Seperti seorang praktisi parkour yang pernah berpesan kepada saya, perempuan harus bisa fleksibel, dan memang benar apa yang dia katakan. Dengan berfikir lebih fleksibel kita akan mendapatkan beberapa jalan pemikiran untuk melewati rintangan di depan kita.

Rifna Nurrahmawati (Tangerang) - VaultSonya Konvaleswani (Jogjakarta) - Cat Balance

Hal lainnya, setiap orang pasti memiliki titik kemampuan berbeda-beda. Saya pun masih banyak kekurangannya. Hal itu wajar. Namun dengan begitu kita nantinya akan bisa mengatasi beberapa ketakutan yang dihadapi dengan cara beradaptasi dengan ketakutan itu dan semangat berlatih mungkin membuat tubuh kita akan menjadi terbiasa dengan hal tersebut. Memang dalam parkour pembentukan mental sangat berperan besar. Mungkin sebagian dari kita awalnya merasa minder karena tidak bisa melakukan sebuah gerakan. Namun lama-kelamaan hal itu akan menjadi terlupakan jika kita mengubah cara berfikir kita dan percaya dengan kemampuan diri kita. Percaya diri hal lainnya yang akan kita temukan dalam berlatih parkour. Berlatihlah dan penuhi panggilan jiwa. Dengan kekuatan diri kita dan pola pikir yang terbentuk, kita pasti bisa melewatinya, perjuangkan itu semua untuk orang yang kita cintai. Jadi ngga ada lagi kan kata ekstrem kalau kita mengetahui keindahan dari parkour.

Alin Rosliana (Bandung) - Speed VaultLetsu Vella Sundari (Jogjakarta) - Quadrupedal Movement

Apabila kita melihat perjuangan seorang Kartini, beliau adalah sosok perempuan tangguh. Beliau memperjuangkan agar perempuan Indonesia mendapatkan kesetaraan dengan laki-laki. Begitu pula dalam parkour, kita lihat perempuan dianggap memiliki kekuatan yang setara dengan laki-laki. Dengan mengenal parkour kita akan mempelajari kembali bagaimana cara membangkitkan semangat Raden Ayu Kartini. Momen kali ini juga akan menunjukan sebuah titik balik ketangguhan seorang perempuan.

Semoga kita bisa menjadi Kartini-Kartini modern yang tidak mudah menyerah, selalu berusaha dan berjuang dengan semangat baru, dan tidak gampang mengeluh. Semoga dengan berlatih parkour dapat membentuk perempuan-perempuan Indonesia yang tangguh dan siap dalam menghadapi rintangan dalam hidup yang dimana setiap orang memiliki track kehidupan yang berbeda. Dan dengan pemikiran yang matang serta mental yang terbentuk akan menjadikan kita perempuan Indonesia, perempuan yang super. Banyak sekali superhero yang kita idolakan dari luar sana, kenapa tidak kita menciptakan sosok hero itu dari diri kita? Mulailah dengan hal yang kecil, contohnya melindungi orang-orang yang kita cintai disekitar kita. Parkour adalah seni yang indah, cocok untuk perempuan, dan tentu aja Parkour bukan olahraga ekstrem.

Pujiati Sharani (Samarinda) - Cat Pass

Salam tangguh untuk perempuan Indonesia.

Pujiati Sharani