<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Parkour Indonesia &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.parkourindonesia.web.id/category/artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.parkourindonesia.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 02:58:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Breaking The Jump</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/breaking-the-jump.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/breaking-the-jump.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 04:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[pernah merasa ragu untuk melakukan suatu lompatan? tidak bisa bergerak di ketinggian? ragu untuk mendarat di besi bulat? saya pernah berada di kesemuanya. bahkan sampai saat ini saya masih punya semua masalah tersebut. lalu apa yang menyebabkan semua itu? kenapa sangat sulit untuk melakukan hal-hal tersebut? mungkin semua akan mempunyai satu jawaban; “TAKUT” ya takut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fbreaking-the-jump.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fbreaking-the-jump.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://bukansekedarloncatloncat.tumblr.com/post/12185785057/breaking-the-jump"><img class="alignright" title="Breaking The Jump" src="http://distillery.s3.amazonaws.com/media/2011/10/16/cd7a105dd8474dc0b83b720232a47d17_6.jpg" alt="" width="306" height="306" /></a>pernah merasa ragu untuk melakukan suatu lompatan?</p>
<p>tidak bisa bergerak di ketinggian?</p>
<p>ragu untuk mendarat di besi bulat?</p>
<p>saya pernah berada di kesemuanya. bahkan sampai saat ini saya masih punya semua masalah tersebut. lalu apa yang menyebabkan semua itu? kenapa sangat sulit untuk melakukan hal-hal tersebut?</p>
<p>mungkin semua akan mempunyai satu jawaban; “TAKUT” ya takut akan ketinggian, takut akan jatuh, takut gagal, takut akan cedera, dan segala macam rasa takut lainnya. pada perjalanan RDV6 kemarin, saya berkesempatan mengikuti satu buah seminar singkat tentang bagaimana kita berteman dengan rasa takut. saya lebih senang menyebut berteman bukan menghilangkan rasa takut, karena untuk saya rasa takut itu yang menjaga saya.</p>
<p>Dan Edwardes, dan Stephane Vigroux menjadi pembicara di seminar singkat 90 menit ini. “Breaking the Jump” adalah temanya. Breaking the jump bukan berarti kita harus melakukan lompatan, tapi juga berarti kita melakukan sesuatu yang bisa menjadi tantangan untuk diri kita, menghadapi dan berteman dengan rasa takut kita. breaking the jump bisa berarti kita melompati sebuah jarak yang membuat kita takut, bisa berarti  berdiri di ketinggian, mendarat di besi bulat, melakukan keseimbangan di ketinggian, apapun yang membuat kita merasa takut. bagaimana kita menghadapi itu semua?</p>
<p>1. Datangi tempat tersebut</p>
<p>dengan mendatangi tempat yang membuat kita takut secara terus menerus secara tidak sadar kita melatih diri kita untuk bisa menghadapi rasa takut dan sedikit demi sedikit mengenal tempat tersebut. sampai tiba pada saatnya kita datang ke tempat tersebut dan bilang “ini saatnya saya untuk melakukannya”</p>
<p>2. Berlatih di tempat aman</p>
<p>cari tempat yang kira2 menurut teman2 mempunyai karakter yang sama dengan tempat yg menjadi tantangan tapi dengan situasi yang lebih aman. lakukan sebanyak mungkin repetisi sampai pada akhirnya kita merasa nyaman dan percaya diri bahwa saya bisa melakukan lompatan yang sama di tempat yang jadi tantangan tersebut.</p>
<p>3. punya partner berlatih</p>
<p>mempunyai teman yang tahu betul kemampuan kita itu amat sangat membantu, kadang dorongan teman yang tahu betul banyaknya kita latihan bisa memberikan kepercayaan diri ekstra dan juga rasa aman dan nyaman. partner berlatih yang baik akan mampu memberikan penilaian yang baik ketika kita siap atau tidak dalam melakukan suatu lompatan, walaupun pada akhirnya semua keputusan ada di tangan kita.</p>
<p>4. sometimes you have to let it go</p>
<p>ini merupakan saran terbaik menurut saya. kadang ketika kita sudah melakukan semua persiapan dan masih merasa takut, yang harus kita lakukan adalah melepaskan semua rasa takut tersebut dan “lompat”. (tapi tentunya dengan kesiapan yang matang)</p>
<p>ketika kita datang ke tempat tantangan dan tidak berhasil melakukan tantangan tersebut jangan merasa gagal. karena kadang inti dari breaking the jump atau latihan apapun bukan sekedar berhasil atau tidak, tapi seberapa besar kita melakukan usaha untuk bisa berteman dengan rasa takut kita.  at least we tried our best, there are always another time.</p>
<p>-Willy Irawan<br />
&nbsp;<a href="http://bukansekedarloncatloncat.tumblr.com" title="http://bukansekedarloncatloncat.tumblr.com" target="_blank">http://bukansekedarloncatloncat.tumblr.c&#8230;</a></p>
<p>Baca juga articlenya Dan Edwardes soal rasa takut <a title="Peperangan" href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/viewtopic.php?f=11&amp;t=1750">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/breaking-the-jump.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>War (Perang)</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/war-perang.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/war-perang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 23:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[latihan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini sepertinya keren untuk berbicara soal latihan atau memperbaiki diri selajur dengan konflik – kita sering dengar bagaimana kita harus berlatih dengan pintar, bukan keras; untuk menyatukan langkah kita, bekerja di dalam limitasi kita; untuk menekankan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan olahraga. Dan dari sudut pandang fisik dan raga, sering kali nasihat ini sangatlah baik untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fwar-perang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fwar-perang.html&amp;style=normal&amp;hashtags=latihan,psikologi&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img src="http://igambar.com/p/aqv6c" border="0" alt="" /><br />
Akhir-akhir ini  sepertinya keren untuk berbicara soal latihan atau memperbaiki diri  selajur dengan konflik – kita sering dengar bagaimana kita harus  berlatih dengan pintar, bukan keras; untuk menyatukan langkah kita,  bekerja di dalam limitasi kita; untuk menekankan prinsip-prinsip ilmu  pengetahuan olahraga. Dan dari sudut pandang fisik dan raga, sering kali  nasihat ini sangatlah baik untuk diikuti.</p>
<p>Tapi di latihan  parkour ada juga perang lain yang berjalan: perang Pisikiological  (pikiran dan jiwa) yang datang dengan setiap loncatan atau gerakan yang  kita belum kuasai. Setiap kali rasa takut akan kegagalan atau kejatuhan  memberi pandangan gelapnya kepada kita menyuruh kita untuk menyerah,  pulang, coba lagi di hari lain, memberi alasan untuk menerima kekalahan.  Musuh ini, tentunya, adalah diri kita sendiri, memperlihatkan dirinya  melalui tantangan dari rintangan yang kita temui di latihan kita. Dan  musuh ini tidak bisa dikalahkan dengan sekedar bermain pintar, atau  bekerja dalam limit kita. Dia harus ditantang muka ke muka, ditantang  dengan insting binatang dan bertarung sampai dia, atau anda, yang kalah. <span id="more-986"></span></p>
<p>Disinilah  dimana kita membutuhkan “Gertakan” ala kuno.  Disini jugalah dimana  bagian dari latihan kita tidak dapat diatur dengan mudah. Menjadi kuat,  atau fit, atau belajar untuk bergerak dengan baik, sebenarnya ini bukan  proses yang tidak sesulit itu: Lakukan latihan yang benar terus menerus  dan pasti anda akan melihat hasilnya. Sederhana.</p>
<p><strong>Mengatasi Pikiran itu, bagaimanapun, adalah apa saja kecuali.</strong></p>
<p>Sangatlah  tak mungkin untuk meramal apa yang seseorang akan perbuat di sebuah  tantangan yang diberikan dari dirinya sendiri di situasi ini – apakah  mereka akan diselimuti rasa takut, atau akankah mereka bangkit dan  mengalahkannya? Apakah mereka akan memperlihatkan kekuatan tekad  yang  dibutuhkan untuk melewati kesusahan tersebut, atau mencari jalan yang  lebih gampang? Tapi sebenarnya sampai kita benar-benar dihadapi dengan  pertarungan tersebut, kita tak akan tahu bagaimana kita akan bertingkah.  Juga tak akan ada orang lain yang tahu bagaimana seorang akan bergerak  di situasi yang sama: sering kali kita melihat para praktisi berprestasi  di tempat latihan yang aman, mungkin di latihan gym, tapi hanya bisa  berjalan pergi sewaktu diberi gerakan yang sama, tapi di tempat yang  kelihatan lebih tinggi resikonya.</p>
<p>Pikiran kita adalah musuh yang  terlicin, licik, dan tak kenal henti. Dia akan mengunakan segala macam  cara untuk mendorong kita untuk menyerah di dalam perang. “Kamu sudah  capek”, dia berbisik. Atau mungkin, “Masih basah sedikit bekas sisa  hujan, mendingan disisain untuk hari lain.” ”Jangan terlalu mendorong  diri, kamu nanti celaka”, Dia akan mengikatkan, dan akhirnya memastikan  anda,”Kamu masih bisa kembali besok. Cukuplah untuk hari ini.”  Dengarkanlah bisikan ini setiap kalinya, dan dengan cepat dia akan  memadamkan api di dalam diri anda sampai habis: dan suatu hari sewaktu  anda ingin melakukan loncatan tersebut, and menemukan diri anda tak bisa  memunculkan kekuatan yang dibutuhkan.</p>
<p>Jadi bagaimana cara kita  mencegah hal ini? Dengan tidak mendengarkan suaranya – paling tidak  sebisanya. Anda harus bergumul dengan peperangan di dalam diri ini dan  menang lebih sering dari pada anda kalah. Jadi dengarkanlah apa yang  suara itu harus bilang (siapa tahu, sekali dua kali suara itu memang  benar), dengarkan peringatan dan nasihatnya – lalu letakan di bagian  bawah lembar halaman, suruh dia untuk diam dan kembalilah untuk  mengalahkan rintangan yang ada di depan anda.</p>
<p>Ada berjuta cara  bertarung di peperangan ini – saya tak akan bilang ”untuk menang” karena  ini bukanlah sesuatu yang bisa dimenangkan secara mutlak – Saya sudah  melihat lain orang mengunakan strategi yang berbeda-beda: Membayangkan  teknik-teknik, menganggu diri sediri(untuk melupakan rasa takut),  mengunakan mantra, musik… tapi pada setiap cara, masing – masing mereka  pada suatu saat akan melangkah maju dengan tatapan penuh tekad, siaga, penuh kepastian: dan meloncat.  Itulah yang disebut “gertakan”; dimana kemauan, tekad mengambil alih –  waktu dimana kita menguasai jiwa-raga dengan sepenuhnya. Karena walaupun  segala sesuatu yang ada di dalam pikiran mereka berteriak untuk turun,  untuk mengunakan sense, untuk tetap bermain aman, tapi tetap mereka  dapat mengendalikan semua yang ada di pikiran mereka, menyingkirkannya,  dan menyelesaikan loncatan tersebut. Mereka memiliki kendali yang penuh atas diri mereka sendiri,  dan bukan rasa takut atau bagian dari “monyet gila” yang ada di pikiran  mereka. Sangatlah hebat untuk melihat seseorang yang dapat mencapai  posisi berpikir itu, dan lebih baik lagi bagi anda untuk merasakannya  sendiri.</p>
<p>Dan sewaktu itu terjadi, pertarungan tersebut telah  dimenangkan. Tapi peperangan ini akan terus berlanjut. Perang ini tidak  mempunyai akhir. Karena musuhnya tak kenal lelah, tak punya belas  kasihan, dan tak pernah insyaf. Dia akan terus menunggu di medan perang  setiap kali kita melangkah, dengan tangan terlipat dan senyuman akrab.  Dia sudah melihat kita sebelumnya, dia sangat mengenal kita – mungkin  lebih baik dari siapapun di hidup kita – dan dia sangat tahu cara-cara  untuk mematahkan kita. Dan sebaliknya, kita juga mengenal dia, dan kita  tahu tantangan apa yang akan dia berikan di setiap panggilan perang.</p>
<p>Medan perang yang imbang: kita hanya butuh bermain di luar kulit kita sendiri.</p>
<p>Writer: <a rel="nofollow" href="http://www.parkourgenerations.com/users/dan">Dan Edwardes</a> Parkour Generations<br />
Source: <a rel="nofollow" href="http://www.parkourgenerations.com/blog/war">War</a> at Parkour Generations Blog<br />
Translated by: <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/memberlist.php?mode=viewprofile&amp;u=156&amp;sid=b8b83a4c5ceff9d814492494520e1af1" target="_blank">émon</a><br />
Discussion: <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/viewtopic.php?f=11&amp;t=1750&amp;sid=b8b83a4c5ceff9d814492494520e1af1">Peperangan (soal rasa takut,sugesti.dll)</a> di Forum PKID</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/war-perang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Early Stage</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/early-stage.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/early-stage.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 05:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>willy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[awal mula parkour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya sedang mengantar teman ke stasiun, setelah semua naik kereta saya melihat besi rail panjang tidak berpenghuni dan saya memutuskan untuk mencoba berlatih balance sepanjang rail tersebut sampai seorang satpam datang menghampiri dan bertanya ; Satpam : lagi apa de ? Saya : lagi maen aja pa, latihan keseimbangan. (sambil tersenyum) Satpam : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fearly-stage.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fearly-stage.html&amp;style=normal&amp;hashtags=awal+mula+parkour&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Suatu hari saya sedang mengantar teman ke stasiun, setelah semua naik kereta saya melihat besi rail panjang tidak berpenghuni dan saya memutuskan untuk mencoba berlatih balance sepanjang rail tersebut sampai seorang satpam datang menghampiri dan bertanya ;</p>
<p style="padding-left: 30px;">Satpam : lagi apa de ?</p>
<p style="padding-left: 30px;">Saya : lagi maen aja pa, latihan keseimbangan. (sambil tersenyum)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Satpam : mendingan turun de.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Saya : tanggung pak sedikit lagi sampai</p>
<p style="padding-left: 30px;">Satpam : mendingan turun de. (masih mengulang kalimat yang sama).</p>
<p>Akhirnya saya turun sambil senyum padahal sedikit lagi sampai ke ujun dari rail panjang tersebut.</p>
<p>Cerita diatas saya yakin merupakan satu dari sekian banyak cerita dari teman-teman praktisi parkour ketika berlatih. Diusir satpam, dimarahi orang sekitar, dibilang aneh, itu menjadi hal yang lumrah terjadi. Parkour adalah sebuah hal yang masih baru dan asing di masyarakat, sehingga orang masih belum banyak tahu tentang apa yang kita lakukan ketika berlatih parkour. tembok yang tadinya tidak pernah ada yang sentuh tiba2 dipanjati, rail yang tadinya jadi pembatas tiba2 dipergunakan untuk bermain, sehingga nampak tidak “normal” untuk orang-orang sekitar.</p>
<p>Ketika <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/berita/jamnas2010-mengenal-thomas-couetdic.html">Thomas </a>dan <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/berita/jamnas2010mengenalstephanevigroux.html">Stephane </a>berkunjung ke Indonesia saya sempat bertanya dan berbincang tentang hal ini. Menurut mereka itu wajar terjadi, karena kita sedang berada di tahap awal, dan paling sulit. Tahap ini adalah tahap dimana kita memperkenalkan parkour kepada orang sekitar, dimana kita harus lebih menjelaskan apa itu parkour dan kita datang ke tempat tersebut bukan untuk merusak, tapi untuk berlatih. Disinilah setiap praktisi harus tahu apa itu parkour, dan mengamalkan salah satu filosofi ketika berlatih yaitu “Leave no trace” (selalu tinggalkan tempat berlatih seperti sebelum kita datang, dengan kata lain tidak merusak).</p>
<p>Jadi ketika didatangi otoritas setempat jangan kabur, tapi diam disitu dan jelaskan. Ketika disuruh untuk pindah tempat, hargai permintaannya dan lakukan, datang lagi lain kali dengan meminta izin dan sedikit menjelaskan apa yang kita lakukan. Lakukan pendekatan-pendekatan personal, lebih banyak melakukan pengenalan tentang apa itu parkour. dengan usaha seperti ini seiring dengan berjalannya waktu orang akan tahu apa yang kita lakukan dan mulai mengerti.</p>
<p>Langkah awal itu selalu yang paling sulit, tapi dengan melakukan langkah pertama kita sudah melakukan hampir setengah dari keseluruhan.</p>
<p>Keep Practicing <img src='http://www.parkourindonesia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/early-stage.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FLOW: sebuah posisi Mental</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/flow-sebuah-posisi-mental.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/flow-sebuah-posisi-mental.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: FLOW yang dibicarakan disini bukanlah FLOW dalam arti MENGALIR, tapi FLOW dalam bahasa Psykologis, sebuah POSISI MENTAL Arti Term: .NET &#8211; forum&#160;parkour.net UF &#8211; Urban Freeflow.tbk Banyak orang di .NET kurang menyukai pengunaan kata &#8220;flow&#8221;, karna itu mengingatkan mereka kepada UF, atau pamer, atau terselahlah. Saya setuju, kayaknya agak lucu ya. Tapi setelah melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fflow-sebuah-posisi-mental.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fflow-sebuah-posisi-mental.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p>Catatan: FLOW  yang dibicarakan disini bukanlah FLOW dalam arti MENGALIR, tapi FLOW  dalam bahasa Psykologis, sebuah POSISI MENTAL</p>
<p>Arti Term:<br />
.NET  &#8211; forum&nbsp;<a href="http://parkour.net" title="http://parkour. " target="_blank">parkour.net</a><br />
UF &#8211; Urban Freeflow.tbk</p></blockquote>
<p>Banyak  orang di .NET kurang menyukai pengunaan kata &#8220;flow&#8221;, karna itu  mengingatkan mereka kepada UF, atau pamer, atau terselahlah. Saya  setuju, kayaknya agak lucu ya. Tapi setelah melakukan sedikit  penelitian, saya menemukan bahwa &#8220;flow&#8221; itu adahal bahasa science, yang  di buat oleh Mihaly Scikszntmihalyi (nama apa nama!), seorang professor psychology menurut Csikszentmihalyi, flow adalah sebuah  proces mental dimana seseorang akan sepenuhnya terbenam di apapun yang  ia lakukan, di karakterkan oleh perasaan focus yang penuh energy,  keterlibatan penuh, dan sukses di dalam proses aktivitas tersebut. Tidak  terdengar asing bukan?</p>
<p>Karakteristik Fundamental dari Flow  adalah berikut:</p>
<ol>
<li> Sepenuhnya terlibat, fokus, berkosentrasi &#8211; hadir  dikarnakan oleh rasa penasaran yang besar atau hasil latihan.</li>
<li>Perasaan esctasi &#8211; serasa diluar realitas sehari-hari</li>
<li> Jiwa terasa  Jelas &#8211; mengetahui apa yang harus dilakukan dan berapa baik hal tiu  sedang terjadi.</li>
<li>mengetahui activitas tersebut bisa dilakukan &#8211;  bahwa Kemampuan kita cukupm dan tidak gelisah atau bosan</li>
<li>Rasa  ketulusan &#8211; tidak takut tentang diri sendiri, perasaan bahwa kita  berkembang melewati basas emosi &#8211; yang menghasilkan perasaan perubahan  ego yang kita kira dulunya tidak mungkin</li>
<li>Ketepatan waktu &#8211;  sepenuhnya terfokus pada apa yang sedang terjadi sekarang, tidak sadar  waktu berlalu</li>
<li>Motivasi hakiki &#8211; siapapun yang menciptakan &#8220;flow&#8221;  akan benjadi kabanggaan sendiri</li>
</ol>
<p><img src="http://austega.com/education/articles/FlowBase.gif" alt="Image" /></p>
<p>penjelasan  tabel 1:<br />
Ditabel pertama bisa dilihat bahwa flow bisa di dapatkan  dengan ketingkatan kemampuan dan ketingakatan tantangan yang serasi, artinya  kalau kemampuan tingi tapi tantangan ringan, orang akan menjadi bosan,  atau kalau tantangan terlalu tinggi dan kemampuan rendah, orang akan  merasa gelisah/cemas.</p>
<p><img src="http://austega.com/education/articles/Flow2.gif" alt="Image" /></p>
<p>Penjelasan :</p>
<ul>
<li> Apathy(ketidak  perdulian/peka):terjadi dengan kemampuan dan tantangan yang rendah</li>
<li> Boredom(bosan):terjadi  sangat besar bila kemampuan menegah tapi tantangan mudah, tapi makin  mengecil kalau tantangan mulai meningkat, dan hilang/berubah menjadi  rangsangan(arousal) bila tantangannya tinggi. Yah kepanjangan kalau  gua harus jelasin semuanya, tapi gua rasa 2 penjelasan diatas sudah  cukup untuk membantu teman2 mengerti cara membaca tabel kedua. Kalau gak  ngerti bahasa englishnya tinggal ke&nbsp;<a href="http://kamus.net" title="http://kamus. " target="_blank">kamus.net</a></li>
</ul>
<p>Moga ini bisa membantu  kita untuk mendapatkan FLOW dalam PK training kita (flow dalam arti  gerakan mengalir dan flow yang berupa posisi mental)</p>
<blockquote><p><strong>Judul Asli:</strong> Flow: A Psychological Term<br />
<strong>Source:</strong>&nbsp;<a href="http://archive.parkour.net/index.php?showtopic=10872&amp;st=0&amp;p=147288&amp;#entry147288" title="http://archive.parkour.net/index.php?showtopic=10872&amp;st=0&amp;p=147288&amp;#entry147288" target="_blank">http://archive.parkour.net/index.php?sho&#8230;</a><br />
<strong>Source:</strong>&nbsp;<a href="http://austega.com/education/articles/flow.htm" title="http://austega.com/education/articles/flow.htm" target="_blank">http://austega.com/education/articles/fl&#8230;</a></p>
<p>translation, fore &amp; after words  by <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/memberlist.php?mode=viewprofile&amp;u=156" target="_blank">émon</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/flow-sebuah-posisi-mental.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Kartini. Perempuan dan Parkour</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/semangat-kartini-perempuan-dan-parkour.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/semangat-kartini-perempuan-dan-parkour.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 01:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan dan parkour menurut saya ada kesamaan, yaitu keindahan. Dalam parkour saya menemukan sebuah keindahan gerakan untuk melewati sebuah rintangan, gerakan yang efisien dan terlihat dinamis. Sama seperti perempuan yang selalu terlihat indah, cantik dan anggun. Tapi banyak sekali yang mengatakan parkour itu ekstrem. Pemikiran seperti inilah yang akhirnya membatasi seorang perempuan yang ingin mengenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fsemangat-kartini-perempuan-dan-parkour.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fsemangat-kartini-perempuan-dan-parkour.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/04/a41.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-652" title="a(41)" src="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/04/a41-1024x982.jpg" alt="" width="503" height="479" /></a></p>
<p>Perempuan dan parkour menurut saya ada kesamaan, yaitu keindahan. Dalam parkour saya menemukan sebuah keindahan gerakan untuk melewati sebuah rintangan, gerakan yang efisien dan terlihat dinamis. Sama seperti perempuan yang selalu terlihat indah, cantik dan anggun. Tapi banyak sekali yang mengatakan parkour itu ekstrem. Pemikiran seperti inilah yang akhirnya membatasi seorang perempuan yang ingin mengenal parkour. Tak kenal maka tak sayang, mungkin cocok banget untuk kita yang belum mengetahui parkour lebih jauh.</p>
<p><a class="flickr-image alignnone" title="Pujiati Sharani (Samarinda) - Balance" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536067751/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4008/4536067751_3a8a6d7f18_m.jpg" alt="Pujiati Sharani (Samarinda) - Balance" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Yukino Almira (Jakarta) - Running" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536722964/"><img class="flickr-medium" src="http://farm3.static.flickr.com/2745/4536722964_8e94583400_m.jpg" alt="Yukino Almira (Jakarta) - Running" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Alin Rosliana (Bandung) - Cat Pass" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536765732/"><img class="flickr-medium" src="http://farm3.static.flickr.com/2785/4536765732_fcdfe0d157_m.jpg" alt="Alin Rosliana (Bandung) - Cat Pass" /></a></p>
<p>Parkour sendiri adalah aktifitas dengan tujuan berpindah tempat dari satu titik ke titik lainnya seefisien dan secepat mungkin. Beberapa gerakan yang sering kita jumpai seperti berlari, melompat, melewati beberapa celah bahkan jungkir balik, adalah gerakan-gerakan yang terlihat sederhana. Tentu aja kita bisa bergerak, dan kenapa tidak sebagai seorang perempuan kita bisa melakukan gerakan seperti itu. Jangan hanya berpikir tingkat kesulitan dari sebuah gerakan, tapi berfikirlah bagaimana cara tubuh kita terbiasa melakukan gerakan tersebut.</p>
<p><a class="flickr-image alignnone" title="Nadia Al Zahro (Malang) - Lazy Vault" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536097831/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4033/4536097831_53dd4dea2f_m.jpg" alt="Nadia Al Zahro (Malang) - Lazy Vault" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Ika Rahmawati (Jakarta) - Drop" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536818728/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4013/4536818728_04420364d2_m.jpg" alt="Ika Rahmawati (Jakarta) - Drop" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Pebri Maryanti (Bandung) - Cat Balance" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536876430/"><img class="flickr-medium" src="http://farm3.static.flickr.com/2775/4536876430_a647ba6e60_m.jpg" alt="Pebri Maryanti (Bandung) - Cat Balance" /></a></p>
<p>Jika kita memiliki tekad untuk berlatih parkour, mulailah dengan niat, tentu saja apapun jenis kegiatannya kita harus mulai dengan niat. Lalu mencoba berlatih bersama. Mungkin hari pertama mengikuti parkour kita akan merasa deg-degan. Yah banyak hal baru yang kita temukan disana. Dan lama kelamaan kita akan menemukan kesenangan dalam berlatih seni disiplin ini. Selain mendapatkan teman baru, mental kita semakin terbentuk.</p>
<p>Keuntungan bagi seorang perempuan yang berlatih parkour banyak sekali. Tubuh kita makin lentur, bisa bergerak dengan luwes, dan semakin lincah. Dan tidak hanya itu, ternyata parkour juga mampu mengubah jalan pemikiran seseorang.</p>
<p><a class="flickr-image alignnone" title="Nova Ardi Astanti (Jakarta) - Vault" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536262711/"><img class="flickr-medium" src="http://farm3.static.flickr.com/2775/4536262711_1aac50606a_m.jpg" alt="Nova Ardi Astanti (Jakarta) - Vault" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Ayudhia (Jakarta) - Vault" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536910828/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4065/4536910828_bb5b46d6e4_m.jpg" alt="Ayudhia (Jakarta) - Vault" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Niki Nadya (Depok) - Drop" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4539609640/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4070/4539609640_a247c68ae3_m.jpg" alt="Niki Nadya (Depok) - Drop" /></a></p>
<p>Dalam parkour kita tidak hanya melatih tubuh kita untuk lebih lincah dan fleksibel, namun ternyata mampu mengubah jalan pemikiran kita juga lebih fleksibel dalam menghadapi beberapa masalah yang terlihat biasa dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kecil saja yang saya alami, saya merasa lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan baru, kebetulan pekerjaan yang saya tekuni saat ini menuntut saya juga untuk beradaptasi cepat dengan lingkungan baru. Dan hal lainnya adalah kita akan lebih mengalir dalam menghadapi masalah tentunya juga menggunakan pemikiran matang. Seperti seorang praktisi parkour yang pernah berpesan kepada saya, perempuan harus bisa fleksibel, dan memang benar apa yang dia katakan. Dengan berfikir lebih fleksibel kita akan mendapatkan beberapa jalan pemikiran untuk melewati rintangan di depan kita.</p>
<p><a class="flickr-image alignnone" title="Rifna Nurrahmawati (Tangerang) - Vault" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536292999/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4056/4536292999_3580740fa6_m.jpg" alt="Rifna Nurrahmawati (Tangerang) - Vault" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Sonya Konvaleswani (Jogjakarta) - Cat Balance" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536944882/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4031/4536944882_b9fdbd6efd_m.jpg" alt="Sonya Konvaleswani (Jogjakarta) - Cat Balance" /></a></p>
<p>Hal lainnya, setiap orang pasti memiliki titik kemampuan berbeda-beda. Saya pun masih banyak kekurangannya. Hal itu wajar. Namun dengan begitu kita nantinya akan bisa mengatasi beberapa ketakutan yang dihadapi dengan cara beradaptasi dengan ketakutan itu dan semangat berlatih mungkin membuat tubuh kita akan menjadi terbiasa dengan hal tersebut. Memang dalam parkour pembentukan mental sangat berperan besar. Mungkin sebagian dari kita awalnya merasa minder karena tidak bisa melakukan sebuah gerakan. Namun lama-kelamaan hal itu akan menjadi terlupakan jika kita mengubah cara berfikir kita dan percaya dengan kemampuan diri kita. Percaya diri hal lainnya yang akan kita temukan dalam berlatih parkour. Berlatihlah dan penuhi panggilan jiwa. Dengan kekuatan diri kita dan pola pikir yang terbentuk, kita pasti bisa melewatinya, perjuangkan itu semua untuk orang yang kita cintai. Jadi ngga ada lagi kan kata ekstrem kalau kita mengetahui keindahan dari parkour.</p>
<p><a class="flickr-image alignnone" title="Alin Rosliana (Bandung) - Speed Vault" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4537108178/"><img class="flickr-medium" src="http://farm5.static.flickr.com/4059/4537108178_651738255a_m.jpg" alt="Alin Rosliana (Bandung) - Speed Vault" /></a><a class="flickr-image alignnone" title="Letsu Vella Sundari (Jogjakarta) - Quadrupedal Movement" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4536391915/"><img class="flickr-medium" src="http://farm3.static.flickr.com/2682/4536391915_9d2011e98a_m.jpg" alt="Letsu Vella Sundari (Jogjakarta) - Quadrupedal Movement" /></a></p>
<p>Apabila kita melihat perjuangan seorang Kartini, beliau adalah sosok perempuan tangguh. Beliau memperjuangkan agar perempuan Indonesia mendapatkan kesetaraan dengan laki-laki. Begitu pula dalam parkour, kita lihat perempuan dianggap memiliki kekuatan yang setara dengan laki-laki. Dengan mengenal parkour kita akan mempelajari kembali bagaimana cara membangkitkan semangat Raden Ayu Kartini. Momen kali ini juga akan menunjukan sebuah titik balik ketangguhan seorang perempuan.</p>
<p>Semoga kita bisa menjadi Kartini-Kartini modern yang tidak mudah menyerah, selalu berusaha dan berjuang dengan semangat baru, dan tidak gampang mengeluh. Semoga dengan berlatih parkour dapat membentuk perempuan-perempuan Indonesia yang tangguh dan siap dalam menghadapi rintangan dalam hidup yang dimana setiap orang memiliki track kehidupan yang berbeda. Dan dengan pemikiran yang matang serta mental yang terbentuk akan menjadikan kita perempuan Indonesia, perempuan yang super. Banyak sekali superhero yang kita idolakan dari luar sana, kenapa tidak kita menciptakan sosok hero itu dari diri kita? Mulailah dengan hal yang kecil, contohnya melindungi orang-orang yang kita cintai disekitar kita. Parkour adalah seni yang indah, cocok untuk perempuan, dan tentu aja Parkour bukan olahraga ekstrem.</p>
<p><a class="flickr-image alignnone" title="Pujiati Sharani (Samarinda) - Cat Pass" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/33474331@N07/4537195816/"><img class="flickr-medium" src="http://farm3.static.flickr.com/2689/4537195816_a69841deb2.jpg" alt="Pujiati Sharani (Samarinda) - Cat Pass" /></a></p>
<p>Salam tangguh untuk perempuan Indonesia.</p>
<p>Pujiati Sharani</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/semangat-kartini-perempuan-dan-parkour.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Nama Satu Akar</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/tiga-nama-satu-akar.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/tiga-nama-satu-akar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 20:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Melihat banyaknya terjadi argumen di sana sini mengenai berbagai disiplin dari seni bergerak asal Perancis yang kami yakini ini, maka saya mencoba untuk ambil bagian dalam argumen tersebut namun melalui pendekatan yang berbeda. Di sini saya akan mengungkapkan tentang tiga nama metode disiplin yang lahir dari hasil kreasi para pendahulu dari masing-masing disiplin tersebut. Apalagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Ftiga-nama-satu-akar.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Ftiga-nama-satu-akar.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Melihat banyaknya terjadi argumen di sana sini mengenai berbagai disiplin dari seni bergerak asal Perancis yang kami yakini ini, maka saya mencoba untuk ambil bagian dalam argumen tersebut namun melalui pendekatan yang berbeda. Di sini saya akan mengungkapkan tentang tiga nama metode disiplin yang lahir dari hasil kreasi para pendahulu dari masing-masing disiplin tersebut. Apalagi setelah saya membaca beberapa pemikiran dari mereka yang merasa lebih bangga dengan masing-masing disiplin yang mereka pelajari.</p>
<p>Yang saya maksud dari tiga nama tersebut adalah Art Du Deplacement, Parkour dan Free Running. Masing-masing disiplin ini menuntut sebuah ketekunan kerja keras serta pemahaman yang baik dari masing-masing individu yang menjalaninya. Untuk itulah, saya menulis note ini untuk membuka sedikit tentang tiga disiplin yang &#8220;serupa namun tak sama&#8221; ini ke dalam sebuah wacana, sehingga semua praktisi mampu mengisi kepada orang lain dan mnyebarkannya kepada orang lain lagi. Okey kita mulai satu per satu.</p>
<p>Art Du Deplacement</p>
<p>Art Du Deplacement ini bisa dikatakan sebagai seni berpindah tempat atau seni bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan obstacles yang berada di lingkungan dengan memanfaatkan fisik dan teknik yang menerapkan semua kemungkinan menjadi suatu rangkaian, yang bertujuan untuk menciptakan gerakan keografi yang cantik dan spektakular di lingkungan urban maupun alami. Art Du Deplacement dikembangkan oleh original member dari Yamakasi yang terdiri dari sembilan orang pada awal permulaannya. Walaupun akhirnya grup ini terpecah, namun beberapa member yang tersisa seperti Laurent Pitermossi, Yann Hnautra, Chau Belle Dinh serta William Belle terus mengembangkan Art Du Placement dengan definisi dan prinsipnya tersendiri di bawah label Majestic Force. Beberapa team lain pun muncul dari seni yang berharga ini antara lain seperti Adrenaline, TCT, Dvinsk Clan, SW crew dan lain-lain.</p>
<p>Parkour</p>
<p>Parkour merupakan sebuah disiplin yang diterapkan oleh David Belle setelah meninggalkan Yamakasi. Ia menerapkan Parkour sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh ayahnya Raymon Belle mengenai pelatihan halang rintang militer untuk bergerak cepat melewati obstacles di semua lingkungan dengan gerakan yang efektif dan efisien. Parkour ditujukan untuk beradaptasi melewati rute dengan memanfaatkan kekuatan fisik dengan gerakan yang cepat tanpa kehilangan banyak energi untuk sampai tujuan. Semua gerakan parkour ditujukan agar seseorang dapat mencapai tujuan atau dapat digunakan dalam keadaan terjepit untuk melarikan diri dari kejadian tidak terduga. Parkour merupakan disiplin yang paling populer, karena prinsip moderasi atau kesederhanaan yang diterapkan oleh David Belle ke setiap sanubari praktisinya di seluruh dunia.</p>
<p>Free Running</p>
<p>Free Running adalah sebuah evolusi dari cara bergerak dan disiplin yang telah ada. Free Running merupakan kebebasan untuk seseorang bergerak dengan gerakan yang indah dan menarik sebagai bentuk kebebasan berekpresi dari setiap praktisinya. Disiplin ini dikembangkan oleh Sebastian Foucan, sahabat kecil dari David Belle sekaligus salah satu pendiri dari Yamakasi. Sebastian memasukkan unsur filosofi yang menarik dari Free Running ini yang bersifat lebih personal dibandingkan dua disiplin lainnya.</p>
<p>Awal Mula</p>
<p><a href="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/03/movnat021.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-586" title="movnat021" src="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/03/movnat021.jpg" alt="" width="520" height="292" /></a><br />
Semuanya bermula dari sebuah konsep Methode Naturalle karya Georges Hebert. Methode Naturalle adalah cikal bakal dari ketiga disiplin tersebut yang diciptakan oleh Georges Hebert sebelum perang dunia pertama. Georges Hebert adalah seorang petugas angkatan laut yang suka berkelana ke seluruh bagian dunia. Saat kunjungannya ke benua Afrika, ia terkesan dengan sebuah suku primitif yang memiliki fisik serta skills yang tinggi. Mereka memiliki tubuh yang kuat, flexible, energik, dan memiliki daya tahan yang tinggi padahal mereka tidak memiliki tutor gymnastic. Akhirnya Hebert menyadari, bahwa yang membuat mereka kuat bukanlah karena mereka latihan gymnastic, melainkan karena lingkungan tempat tinggal mereka itu sendiri.</p>
<p>Terinspirasi dari suku tersebut, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama Methode Naturalle sebagai metode bergerak secara alami di lingkungan sekitar. Methode Naturalle dikenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘menjadi kuat dan berguna’ dengan tujuan mulia untuk membantu diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan kekuatan dari hasil latihannya.</p>
<p>Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, quadrupedal movement, climbing, balancing, throwing, lifting, self-defense, swimming. Konsep inilah yang akhirnya digunakan untuk pelatihan militer tentara Perancis di perang dunia kedua. Sampai saat ini, Methode Naturalle juga dipakai dalam pelatihan militer dan pemadam kebakaran di Perancis.</p>
<p><a href="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/03/444494-544684.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-587" title="444494-544684" src="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/03/444494-544684.jpg" alt="" width="260" height="334" /></a></p>
<p>Salah satu yang mendalaminya adalah Raymond Belle, seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Raymond memperkenalkan pada anaknya (David Belle) tentang methode naturalle dan latihan halang rintang militer. Bersama sahabatnya Sebastian Foucan, mereka berlatih dan bermain bersama di usia 16 tahun. Pada waktu itu, mereka berdua bertemu dengan para remaja seusia mereka yang tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Bersama-sama, mereka berlatih dan mengembangkan fisik dan teknik latihan mereka sehingga menjadi sebuah disiplin yang saat itu dikenal dengan nama &#8220;Art Du Deplacement&#8221;. Mereka terdiri dari David Belle, Sébastien Foucan, Laurent Pitermossi, Yann Hnautra, Charles Perrière, Malik Diouf, Guylain N&#8217;Guba-Boyeke, Châu Belle-Dinh, dan Williams Belle.</p>
<p>Pada tahun 1997, mereka akhirnya melanjutkan Art Du Deplacement yang mereka latih dengan menamakan grup mereka dengan sebutan Yamakasi. Awalnya mereka mencari kata-kata yang baik untuk menamakan grup mereka. Mereka menginginkan kata-kata Strong Man atau Strong Body namun sangat susah dan tidak nyaman bila diucapkan, khususnya dalam bahasa Perancis. Disinilah Guylain (yang menjadi Rocket di film Yamakasi) menyebutkan kata &#8220;Yamakasi&#8221; yang berasal dari bahasa Lingala (salah satu bahasa Congo, Afrika) yang memiliki arti Strong Spirit, Strong Body, Strong Man. Akhirnya mereka memulai menamakan grup mereka dengan sebutan Yamakasi.</p>
<p>Tahun 1998, Yamakasi unjuk gigi dengan menampilkan aksi mereka di film pendek berjudul &#8220;Le Message&#8221; yang menampilkan seni dan olahraga yang mereka lakukan. Namun setelah penampilan mereka di acara musik &#8220;Notre Dame de Paris&#8221;, David dan Sebastian mengundurkan diri dari Yamakasi karena hak pendapatan dan perbedaan pendapat dan definisi dari Art Du Deplacement tersebut. Sehingga saat film &#8220;Yamakasi&#8221; yang muncul pada tahun 2001 terus berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.</p>
<p>David akhirnya menamakan seni disiplin yang dimilikinya dengan nama “Parkour”. Nama tersebut ditemukan oleh David Belle dengan temannya yang bernama Hubert Koundé. Kata Parkour itu sendiri dari kata &#8220;parcours du combattant&#8221; yang berarti pelatihan halang rintang militer yang sempat digagas Georges Hébert. Kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. “Parkour’s philosophy about efficiency” . Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata “tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).</p>
<p>David dan Sebastien terus mengembangkan parkour dengan memunculkan beberapa praktisi lain yang akhirnya menjadi team, seperti Stephane Virgoux, Johann Virgoux, Sebastien Goudot, Jerome Ben Roues, Kazuma, Michael Ramdan, Rudy Cuong dengan nama &#8220;La Releve&#8221;. Team inilah yang mengembangkan parkour yang semula di Lisses yang dikenal sebagai Original Crew atau Original Traceur. Aksi mereka bisa dilihat dalam beberapa video di youtube.</p>
<p>Untuk memudahkan Parkour dalam bahasa yang lebih umum atau bahasa Inggris, maka Parkour juga biasa diartikan dengan sebutan Free Running. Namun di tahun 2001, perbedaan pandangan antara David Belle dan Sebastian Foucan mengenai prinsip yang harus ditanam dari displin Parkour mulai terlihat. Sehingga akhirnya Sebastian dan beberapa Original Traceur memutuskan untuk memisahkan diri mereka dari dunia disiplin Parkour.</p>
<p>Sebastian Foucan akhirnya menamakan disiplin yang ia bawa dengan sebutan “Free Running”. Sebastian menciptakan kosep dan kepercayaan “Follow Your Way” yang mengedepankan kebebasan bergerak dan kebebasan berekspresi. Konsep Free Running kemudian mulai mewabah daerah Inggris dengan muncul video dokumenter “Jump London” yang menampilkan Sebastian Foucan, Johann Virgoux, serta Jerome Ben Roues. Free running mengedepankan “freedom of movement” yang menampilkan gerakan-gerakan yang indah dan menarik dengan konsep kesenangan pribadi.</p>
<p>Free Running mungkin terlihat lebih personal dibandingkan dua disiplin lainnya. Sebastian menanamkan filosofi yang luar biasa di dalam Free Running bagi mereka yang mencintai kebebasan bergerak untuk mengembangkan dan membebaskan intuisi serta kreatifitas mereka. Free Running berdiri tanpa ada team serta leader, berdiri sebagai satu komunitas Free Running. Dengan prinsip seperti itu, maka Sebastian Foucan didaulat menjadi duta dari komunitas Free Running di seluruh dunia.</p>
<p>Serupa Tapi Tak sama</p>
<p>Ketiga disiplin ini memang terlihat sama, namun memiliki nilai dan tujuan yang berbeda. Seperti yang dikatakan Laurent Pitermossi dari Majestic Force “parkour, l&#8217;art du deplacement, freerunning, the art of movement (seni bergerak)&#8230; semuanya merupakan hal yang sama. Semua itu merupakan gerakan dan berasal dari tempat yang sama, bersumber dari sembilan orang yang sama. Hal yang paling membedakan hanyalah bagaimana cara setiap orang bergerak.” Selain itu, ditambahkan oleh komentar Adit Roar yang sempat mendapatkan sumber dari Laurent yang telah menjelaskan pengembangan dari disiplin tersebut. &#8220;Waktu umur 16 tahun, lahirlah ADD ( L&#8217;art du deplacement). Setelah lebih matang dan mulai beda pemikiran antara art yg mereka kembangkan, barulah mereka memutuskan untuk mengembangkan apa yg mereka percaya dalam diri mereka. Dan untuk membedakannya satu sama lain, mereka berniat menamainya. Disinilah sebuah bagian dimana David memilih Parkour dan Foucan memilih free running. Mereka berdua mengerti satu sama lain, karena mereka mengetahui apa rasanya menjalankan apa yang mereka yakini. Dan itu tidak bisa dirubah&#8221;.</p>
<p>Bila memperhatikan dengan apa yang dimaksudkan oleh Laurent, bahwa &#8220;yang membedakan bagaimana cara setiap orang bergerak&#8221;, maka hal inilah yang akhirnya membedakan beberapa disiplin tersebut. Parkour lebih mengutamakan gerakan yang efisien yang berarti &#8220;tidak buang-buang tenaga&#8221;. Hal tersebut yang ingin dipertahankan oleh David Belle untuk prinsip Parkour. Seperti yang dikatakannya &#8220;parkour merupakan sebuah seni yang dapat menolong kamu melewati berbagai rintangan dari titik A ke titik B hanya dengan menggunakan kemungkinan (kekuatan) tubuh manusia. Pahami bahwa seni ini diciptakan oleh beberapa tentara di Vietnam untuk melarikan diri atau mencapai suatu tujuan: semangat inilah yang saya inginkan tetap berada pada parkour. Kamu harus dapat membedakan antara yang penting dan tidak penting dalam situasi darurat/bahaya. Kemudian kamu akan mengetahui apakah itu parkour atau bukan. Jika kamu melakukan gerakan akrobatik di jalanan tanpa ada tujuan jelas atau hanya sekedar untuk unjuk (pamer) kemampuan, mohon jangan anggap atau katakan bahwa itu adalah parkour. Akrobatik sudah ada jauh sebelum parkour&#8221;. Parkour memiliki filosofi untuk bergerak menuju tujuan dengan melewati rintangan dengan gerakan yang efektif dan efisien sehingga prinsip ini dapat digunakan untuk melewati rintangan di rute kehidupan yang dilalui. Setiap traceur bergerak secara nyaman dan mementingkan efisiensi untuk cepat sampai di tujuan.</p>
<p>Sedangkan Sebastian menerapkan sebuah konsep yang menarik untuk Free Running dan setiap praktisi yang menjalani. &#8220;Freerunning adalah sebuah evolusi. Bergerak seperti binatang. Bergerak mengalir bagaikan air atau menemukan keseimbanganmu sendiri dengan sebuah filosofi yang benar. Ini adalah bagian dari Free runner. Fokuslah dengan apa yang ada di dalam dirimu melebihi yang ada di luar sana&#8221;. Free running lebih bersikap individu yang bergerak untuk menujukkan yang namanya &#8220;Kebebasan Bergerak&#8221;. Sebastian memberikan filosofi yang berbeda dengan parkour. Bila di Parkour memiliki prinsip bergerak secara nyaman dan mementingkan efisiensi untuk cepat sampai di tujuan, maka Sebastian memiliki pemikiran yang berbeda. Baginya, bukan bagaimana cara cepat sampai di tempat tujuan, yang terpenting baginya adalah bagaimana proses mencapai tujuan tersebut. Maka disinilah Freerunning bergerak tanpa ada point a dan point b. Bergerak sesuka hati dengan gerakan yang enak untuk dilihat dan lebih spektakular. &#8220;Untuk apa hanya melompat ke depan kalau bisa melompat dengan cara yang lebih indah dan menarik&#8221;.</p>
<p>Disinilah terlihat apa yang membedakan dari setiap masing-masing nama disiplin tersebut. Semua tertuju pada satu sumber, namun dengan pengembangan pemikiran seiring dengan cara berpikir masing-masing founder.</p>
<p>Sebuah Keputusan dan Kesimpulan</p>
<p>Apa yang bisa saya ambil dari semua ini? Apa yang bisa diambil dan diserap oleh semua prkatisi yang membaca note ini? Argumen berkepanjangan antara masing-masing disiplin justru yang akan membuat otak, hati dan tubuh kita tertahan untuk tidak berlatih. Hal inilah yang dimaksudkan oleh Dan Edwardes dari Parkour Generation. Sibuk memperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah membuat kita tidak mau menghormati sistem latihan kita masing-masing dan menghormati sistem latihan disiplin lainnya. Yang penting adalah, kita semua harus bisa menempatkan diri sesuai yang kita pahami.</p>
<p>Bila anda tertarik dan merasa nyaman dengan Art Du Deplacement dan metodenya, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip dan metode yang diterapkan. Bila anda tertarik dan merasa nyaman dengan Parkour dan metodenya, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip dan metode yang diterapkan. Begitu pula dengan Free Running. Merasa lebih nyaman dengan Free Running, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip, filosofi dan metode yang diterapkan.</p>
<p>Disini saya berbicara sebagai praktisi yang memilih Parkour sebagai disiplin karena saya bergabung dengan &#8220;Forum Parkour Indonesia&#8221;. Maka metode serta filosofi yang saya ambil dan saya latih adalah parkour. Begitu pula dengan anda yang merasa membawa nama parkour di keseharian ada mulai dari bergabung dengan parkour Indonesia serta memakai pernak-pernik parkour, maka berlatihlah parkour dengan baik sesuai dengan metode yang diterapkan dalam sebuah komunitas di mana anda berada. Semua metode latihan di setiap daerah tentunya sangat berbeda, namun mempunyai disiplin yang sama yang sesuai dengan metode latihan yang sesungguhnya.</p>
<p>Namun bila ada yang tertarik dengan dua bentuk latihan lainnya seperti Art Du Deplacement dan Free Running, maka bentuklah kepribadian dirimu sesuai dengan disiplin yang kamu pilih dan terapkan filosofinya dalam kehidupan. Kita akan berlatih bersama dan saling mendukung dan menghormati satu sama lain tanpa melukai masing-masing disiplin. Karena tiga nama yang terlampir disini merupakan memiliki satu akar yang sama dari tempat dan sumber yang sama.</p>
<p>Fadly Bullseye</p>
<p>Sumber ;<br />
Wikipedia<br />
Art Du Depalcement <!-- m --><a href="http://www.majesticforce.com/">http://www.majesticforce.com</a><!-- m --><br />
Sebastian Foucan &#8211; Freerunning Ambassador <!-- m --><a href="http://www.foucan.com/?page_id=65">http://www.foucan.com/?page_id=65</a><!-- m --><br />
David Belle Parkour Official Blog <!-- m --><a href="http://www.sportmediaconcept.com/parkour/">http://www.sportmediaconcept.com/parkour/</a><!-- m --><br />
David Belle and Parkour World Association <!-- m --><a href="http://web.archive.org/web/20050508021450/www.pawa.fr/Welcome/welcome.html">http://web.archive.org/web/200505080214 &#8230; lcome.html</a><!-- m --><br />
<!-- m --><a href="http://www.parkourgeneration.com/">http://www.parkourgeneration.com</a><!-- m --><br />
video-video dokumenter<br />
dan berbagai sumber lainnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/tiga-nama-satu-akar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perspektif dan nasehat seorang wanita tentang parkour</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/perspektif-dan-nasehat-seorang-wanita-tentang-parkour.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/perspektif-dan-nasehat-seorang-wanita-tentang-parkour.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/perspektif-dan-nasehat-seorang-wanita-tentang-parkour.html</guid>
		<description><![CDATA[Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fperspektif-dan-nasehat-seorang-wanita-tentang-parkour.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fperspektif-dan-nasehat-seorang-wanita-tentang-parkour.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.</p>
<p>The art of escape / Seni melarikan diri</p>
<p>Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.</p>
<p>Preparation / Persiapan</p>
<p>Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.</p>
<p>Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi</p>
<p>Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.</p>
<p>Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.</p>
<p>Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita</p>
<p>Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.</p>
<p>Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera</p>
<p>Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.</p>
<p>Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.</p>
<p>Fears / Ketakutan</p>
<p>Setiap orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour. Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya. Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi ketakutan-ketakutan anda.</p>
<p>Progression / Kemajuan</p>
<p>Bukanlah sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah mengaParkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.</p>
<p>The art of escape / Seni melarikan diri</p>
<p>Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.</p>
<p>Preparation / Persiapan</p>
<p>Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.</p>
<p>Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi</p>
<p>Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.</p>
<p>Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.</p>
<p>Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita</p>
<p>Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.</p>
<p>Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera</p>
<p>Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.</p>
<p>Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.</p>
<p>Fears / Ketakutan</p>
<p>Setiap orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour. Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya. Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi ketakutan-ketakutan anda.</p>
<p>Progression / Kemajuan</p>
<p>Bukanlah sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah mengatasi ketakutan-ketakutan anda, tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih cepat.</p>
<p>Artikel ditulis oleh Liv Rowlans aka Flame<br />
Original Posted by Adit Riar at www.parkourindonesia.web.id/forum<br />
Translated by : Ullie Mahardi (Parkour Bandung)<br />
MFoto : Tracey Tiltman. Parkour Generationtasi ketakutan-ketakutan anda, tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih cepat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/perspektif-dan-nasehat-seorang-wanita-tentang-parkour.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Spirit of Altruism (Semangat Dari Altruisme)</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/the-spirit-of-altruism-semangat-dari-altruisme.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/the-spirit-of-altruism-semangat-dari-altruisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 12:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Altuarisme : sifat mementingkan kepentingan orang lain Mengamati perkembangan dunia dan cerita-cerita yang kemudian mewarnai dan menginspirasi banyak orang, saya teringat pada tokoh-tokoh yang menjadi idola saya sewaktu kecil. kisah petualangan Huckleberry finn, keberanian Tom Sawyer, ketabahan Oliver Twist, Old Shaterhand yang enviromentalis, kebiajksanaan dan wibawa Winnetou, Tintin yang pemberani,bahkan serial kartun indonesia pertama yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fthe-spirit-of-altruism-semangat-dari-altruisme.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fthe-spirit-of-altruism-semangat-dari-altruisme.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/01/lg_Spiderman-Amazing-Fantasy-by-chrischaaa2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-577" title="Mission" src="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/01/lg_Spiderman-Amazing-Fantasy-by-chrischaaa2.jpg" alt="" width="499" height="371" /></a></p>
<p>Altuarisme : sifat mementingkan kepentingan orang lain</p>
<p>Mengamati perkembangan dunia dan cerita-cerita yang kemudian mewarnai dan menginspirasi banyak orang, saya teringat pada tokoh-tokoh yang menjadi idola saya sewaktu kecil. kisah petualangan Huckleberry finn, keberanian Tom Sawyer, ketabahan Oliver Twist, Old Shaterhand yang enviromentalis, kebiajksanaan dan wibawa Winnetou, Tintin yang pemberani,bahkan serial kartun indonesia pertama yang dulu sempat menjadi tayangan paling ditunggu2 selepas mandi sore si Huma dan Windy. Kisah-kisah yang bernafas seperti itu yang mungkin tidak pernah didengar lagi oleh anak-anak jaman sekarang. Atau masih ingatkah kita pada film Zorro yang diperankan oleh Douglas Fairbank?</p>
<p>Pada zaman saya kecil, cerita-cerita seperti itu menjadi cerita masa kecil yang fantastis dan secara tanpa sadar masih terbawa sampai sekarang. Ingatan-ingatan petualangan Huckleberry Finn mengeksplorasi alam di sekitarnya, semangat pertemanan dan persahabatan yang diusung dalam cerita-cerita Old Shaterhand dan Winnetou ,kesabaran menghadapi ujian dan kebencian orang lain yang ditunjukan Oliver Twist, keberanian Tintin menantang ketidak adilan, serta semangat tolong-menolong yang dicontohkan si Huma dan sahabatnya si Windy. Saya sadari betapa pada zaman-zaman tersebut begitu banyak tulisan, cerita dan film yang sangat bermutu dan berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa seseorang. Beruntunglah saya termasuk orang yang diperkenalkan pada cerita-cerita itu sewaktu kecil lewat dongeng-dongeng malam sebelum tidur.</p>
<p>Semangat-semangat seperti itu pada dasarnya semangat instingtif sesorang sebagai salah satu bentuk aktualisasi dan eksistensi individu. Jujur saja beberapa dari kita pasti pernah bercita-cita menjadi seperti Robin Hood, Zorro, Spiderman, Batman, Superman, atau beberapa teman kemudian memilih untuk menjadi seorang wartawan seperti halnya Tintin, atau petualang yang hidup di pedalaman bersama suku terasing karena terinspirasi Old Shaterhand. Sebuah kesadaran ingin bermanfaat dan berguna karena adanya sebuah stimulan dari lingkungan yang secara tidak langsung memberikan format karakter seseorang karena bahan asupan yang kemudian menjadi behavior atau sikap.  Dan jujur secara statistik tidak dapat dibuktikan di atas kertas&#8230;bahwa sikap heroik dan kepahlawanan pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.</p>
<p>Altruisme. Sebuah sikap tidak mementingkan diri sendiri sebagai negasi dari sikap egoisme, sebenarnya sebuah nilai dasar yang diusung oleh banyak tradisi dan bahkan juga agama. Sikap altruis ini muncul biasanya karena keterpanggilan atas sebuah tanggung jawab moral, bisa karena sebuah habit ataupun kedudukan atau kemampuan seseorang. Teringat pada kalimat Ben Parker dalam Spiderman 1,&#8221; behind a great power there&#8217;s a great responsibility&#8221;&#8230; secara tidak langsung memberikan sebuah ketegasan tentang efisiensi dan efektifitas dari kapasitas seseorang&#8230; &#8220;apa yang anda miliki, lakukan dan berdampak, memiliki sebuah petanggung jawaban pada saatnya&#8221;</p>
<p>Georges He&#8217;bert (lahir 27 April 1875di Paris – wafat2 August 1957di Tourgéville, Calvados) seorang guru pendidikan jasmani dari Perancis menyadari hal tersebut, sehingga kemudian menjadikan ethos ini menjadi motto pribadi,&#8221;e&#8217;tre fort pour e&#8217;tre utile&#8221;&#8230;&#8221;being strong to be usefull&#8221;, menjadi lebih kuat (lebih baik) untuk dapat menjadi berguna. Motto yang kemudian sampai sekarang menjadi motto kolektif bagi para praktisi disiplin yang menerapkan pola He&#8217;rbetian dengan diperkenalkannya &#8220;Parkour&#8221; oleh David Belle..</p>
<p>Dari sekian cerita-cerita yang mengisi masa kecil saya, ada satu cerita lagi yang kemudian mengisi masa dewasa saya dengan fantasi yang lebih realistik dari pada masa kecil yang mengangankan menjadi Superman, Batman, Spiderman, Zoro, Robin Hood, Tintin, Old Shaterhand, atau pun lain sebagainya. Kita yang mulai dewasa sudah faham mana yang mungkin dan mana yang tidak mungkin dilakukan. Jika anda termasuk orang yang pernah mengalami benjol, patah tulang atau rontok gigi sewaktu kecil karena pernah mencoba terbang seperti superman atau batman pasti pada akhirnya faham bahwa impian menjadi pahlawan hanya ada dalam komik atau film saja, sehingga kompensasinya adalah minimal menjadi pahlawan buat orang-orang terdekat saja semisal, adik, kekasih, istri, anak, keluarga, teman dan orang2 yag masih bisa anda tolong dalam bentuk yang lain. Menjadi pahlawan sesungguhnya dalam bentuk yang konkkrit, kondisi dan situasi yang realistis adalah sebuah bentuk realisasi pemahaman dari semangat altruisme. Etos ini pada dasarnya dimiliki setiap orang, bahkan yang menurut orang bilang ,penjahat atau sekelas bajingan pun. Masalahnya adalah kesadaran dan pembiasaan. Cerita Samurai era Modern &#8220;Yamakasi&#8221; memberikan saya sebuah fantasi yang realistik tentang menjadi seorang pahlawan dan kebermanfaatan dari kemampuan yang dimiliki seseorang.</p>
<p>Cerita yang disutradai Ariel Zeiton ini memberika sebuah gambaran tentang tanggung jawab atas dampak dari apa yang setiap orang lakukan. Parkour yang diperkenalkan disini memberikan sebuah pemahaman bahwa menjadi pahlawan membutuhkan proses panjang. Bahkan tanggung jawab moralnya adalah apa yang kita lakukan pun memiliki dampak buat orang lain, tidak hanya positifnya saja tapi juga negatifnya. Tanpa kehati-hatian dan kebijaksanaan kemampuan sebesar apapun membahayakan, tidak hanya diri sendiri bahkan orang lain. Dalam cerita tersebut diceritakan seorang anak penggemar grup Yamakasi kemudian mencontoh apa yang dilakukan sehingga terjatuh dan mengalami kegagalan jantung. Hal ini menyadarkan semua anggota Yamakasi bahwa apa yang mereka lakukan sebagai sebuah sebuah kesenangan dan pencapaian pribadi tetap memiliki sebuah tanggung jawab moral bagi orang lain.  Memberikan sebuah penyadaran pada orang lain bahwa pencapaian sesorang tidak bisa diukur dari hasil tapi dari proses.</p>
<p>Sebuah fenomena yang kemudian berkembang ketika parkour menjadi sebuah urban trend, banyak orang cedera karena ingin mencoba menjadi seseorang yang dia lihat di video-video yang dia lihat tanpa melihat proses panjang untuk mencapai kesana&#8230;padahal apa yang diusung dan diajarkan oleh Parkour adalah menjadi diri sendiri, menjadi pahlawan dengan cara anda sendiri. David Belle tidak menjadikan orang2 yang berlatih bersamanya untuk menjadi seperti dirinya atau mengikuti gayanya, tapi memberikan sebuah gambaran tentang prosesnya. Pada setiap latihannya, Stephane Vigroux selalu mengatakan, &#8220;you may follow my route, but you don&#8217;t have to move exactly like i do, just move as your own way&#8230;&#8221;</p>
<p>Mampu meakukan gerakan2 vaulting atau lain sebagainya bukan sebuah ciri yang merepresentasikan anda seorang traceur/traceuse&#8230;karena mampu melakukan vaulting apalagi flip bukanlah parkour itu sendiri, tetapi sikap dan keseharian anda yang menunjukan apakah anda seorang traceur/traceuse atau bukan&#8230;</p>
<p>Altruisme adalah akar semangat munculnya motto &#8220;e&#8217;tre fort pour e&#8217;tre utile&#8221;, BEING STRONG TO BE USEFULL. Rosul Muhammad SAW mengatakan,&#8221;manusia selamat yang paling sejati kekuatannya setara 20 orang biasa dan muslim sejati adalah yang bermanfaat untuk seluruh alam&#8221;&#8230;</p>
<p>Menjadi Pahlawan adalah sebuah proses panjang, pahlawan sejati tak mengenal umur. Semangat mereka tak pernah mati,&#8221; pour e&#8217;tre durer&#8230;&#8221;. Wahai para calon Pahlawan&#8230;.berlatihlah terus&#8230;.<br />
&#8220;PRACTICES FOR YOURSELF AND BE STRONG FOR OTHERS&#8230;&#8221;</p>
<p>(inspired by: The Great Inoman).</p>
<p>By : Alex Atmadikara. Parkour Sukabumi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/the-spirit-of-altruism-semangat-dari-altruisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Metamorfosis</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/sebuah-metamorfosis.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/sebuah-metamorfosis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 03:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=565</guid>
		<description><![CDATA[Mengutip kalimat Sam Parham dalam videonya &#8220;Poetry in Motion&#8221;, saya diingatkan bahwa betapa hidup dibentangkan untuk kita seperti karpet merah sebagai sebuah penghormatan atas segala pilihan yang kita tetapkan. Ini yang kemudian menjadi motivasi besar untuk saya kembali membenahi dan menata kesiapan diri atas kesempatan-kesempatan besar yang mungkin akan muncul, penghormatan gelar karpet merah atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fsebuah-metamorfosis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fsebuah-metamorfosis.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-566" title="Jump" src="http://www.parkourindonesia.web.id/wp-content/uploads/2010/01/13441_1193130482544_1656884541_480449_3246591_n.jpg" alt="Jump" width="475" height="351" /></p>
<p>Mengutip kalimat Sam Parham dalam videonya &#8220;Poetry in Motion&#8221;, saya diingatkan bahwa betapa hidup dibentangkan untuk kita seperti karpet merah sebagai sebuah penghormatan atas segala pilihan yang kita tetapkan. Ini yang kemudian menjadi motivasi besar untuk saya kembali membenahi dan menata kesiapan diri atas kesempatan-kesempatan besar yang mungkin akan muncul, penghormatan gelar karpet merah atas waktu dan karya terbaik kita.</p>
<p>Begitu banyak kesempatan dan hal terbaik dalam hidup saya yang kemudian teringatkan kembali: Tuhan, Kepercayaan, keluarga, sahabat, teman, pekerjaan, hobby, bahkan masalah dan kesulitan-kesulitan yang pernah dilewati pun baik yang besar dan yang kecil, kemudian menjadi hal terbaik dalam hidup saya sekarang. Itulah karpet merah yang kemudian terbentang setelah tuntas sekuen demi sekuen dalam kehidupan, suka duka, tangis tawa, sedih gembira&#8230;dan semuanya bermuara pada sebuah pencapaian diri yang hanya diri kita sendiri yang mampu memaknai dan menerjemahkannya sebagai sebuah bentuk karya terbaik dalam kehidupan.</p>
<p>Mengenal Parkour adalah salah satu kesempatan terbesar saya berikutnya yang kemudian semakin menguatkan kesadaran saya atas ikatan pada hal-hal terbaik dalam hidup. Seperti banyak pengalaman lain yang mengajarkan banyak hal pula dalam hidup saya. Banyak usaha yang dicoba, bermacam langkah untuk bermacam tujuan, banyak pula bermacam kegagalan, bermacam pengulangan, dan banyak juga keberhasilan yang memberikan rasa bangga yang individual dan mungkin tidak dapat dirasakan oleh orang lain.</p>
<p>Lima tahun bekerja sebagai seorang pendidik di sebuah Boarding School dan pengalaman bekerja sebagai instruktur untuk kegiatan outdoor training, mengajarkan saya untuk terus berkembang dan mengembangkan keterampilan pribadi secara soft skill, hard skill dan satu lagi keterampilan yang hanya dapat diperoleh dari jam terbang dan percepatan refleksi untuk berbagai macam situasi dan kondisi yang menuntut berpikir dan bertindak kritis, yaitu &#8220;metaskill&#8221;.</p>
<p>Sebagai agen perubahan, menyitir kalimat Mahatma Gandi,&#8221; you must be the changes you wish to see in the world&#8230;&#8221;, saya banyak merenungi kalimat tersebut dalam-dalam. Jika ingin memberi perubahan yang berarti pada dunia, bukan hanya dengan kata-kata dan kritik pedas pada dunia dengan cacian kekesalan pada sesuatu yang tidak tepat. Karena kemudian semuanya akan berpulang pada diri kita sendiri. Sejauh manakah kontribusi kita pada perubahan dunia?</p>
<p>Mulailah saya melakukan metamorfosis saya sendiri dengan merancang dan menata ulang semua mindsetting saya, ke arah yang lebih baik dan positif tentunya. Contoh kecil, saya memulai membuang sampah secara terpisah dan manjadikan saku celana saya sebagai tempat sampah sementara sejak duduk di bangku kuliah, minimal sekarang istri saya sudah mengikutinya, malah dia yang jadi cerewet soal urusan sampah, memulai merencakan segala sesuatu dengan diagram dan mapping (saya termasuk orang yang impulsif sehingga kadang-kadang cara berpikir saya random dan kurang sistematis, senior saya yang merupakan instruktur ahli di outdoor training selalu mengingatkan tentang hal tersebut).</p>
<p>Sebelum ini saya tak pernah benar-benar punya target dalam hidup&#8230; salah kaprah menerapkan istilah &#8220;mengalir seperti air&#8221;. Sampai kemudian saya diingatkan oleh prinsip konyol yang dicetuskan seorang teman yang kebetulan pernah menjadi murid saya di SMA tempat saya mengajar, &#8220;hidup itu mending mengalir sepertii e&#8217;e&#8217; (maaf:tinja)&#8221;. Karena tinja yang mengalir yang mengikuti aliran air tidak akan hancur. Saya sempat terbahak mendengarnya. Tapi kemudian terhenyak, jika kemudian kesalahkaprahan saya menerjemahkan istilah &#8220;mengalir seperti air&#8221; dengan tidak punya target dalam hidup telah membuat saya terbelakang dan terbutakan dengan cara pikir yang santai dan cenderung mandeg. Karena kemudian air tidak pernah benar-benar mandeg ketika ia menemukan hambatan di depannya. Ia selalu mencari celah lain atau merembes hanya untuk meneruskan targetannya kembali ke bumi dan mengalir ke sungai terus&#8230;terus&#8230; dan terusss&#8230;ke muara.. ke laut.</p>
<p>Kemudian salah seorang murid saya mengenalkan saya pada &#8216;parkour&#8217; lebih dalam pada tahun 2007 awal. Sebelumnya saya hanya tahu film yamakasi dan film itu pula yang pernah menginspirasi saya melakukan banyak kekonyolan,bersama beberapa alumni yang sudah lulus pernah berlatih bersama tanpa tahu apa itu namanya (2006) . Tugas makalah yang saya berikan padanya kemudian menguatkan ketertarikan saya pada disiplin ini. Mulailah saya meluncur ke dunia maya yang menjadi referensi makalah tersebut. Menenggelamkan saya pada rentetan artikel dan ratusan video-video spektakuler dari para praktisi profesional. Saya masih ingat tanggalnya ketika saya mencoba melakukan rangkaian gerakan tersebut pada beberapa spot terbatas, percobaan yang membuat saya merasa sangat-sangat greenhorn.Berbekal pengalaman serta disiplin olahraga yang dulu dilakukan saja tidak cukup karena ternyata ini berbeda, satu perkataan David Belle yang selalu terngiang sampai sekarang, &#8220;Kita melakukan lompatan sejauh itu tidak seperti atlit gymnastik yang hanya mengandalkan ototnya, tapi kita melompat menggunakan pikiran&#8221;.</p>
<p>Ternyata semuanya tidak instant, kita bukan manusia copycat seperti di film seri heroes yang hanya dengan melihat semua video itu kemudian langsung hebat. Dan saya kembali ke internet, menemukan makin banyak referensi dan kemudian menyadari kekonyolan-kekonyolan tersebut.</p>
<p>Kembali pada kuadrant kedua perkembangan manusia bahwa saya kemudian sadar ternyata saya tidak tahu apa-apa. Saya mulai belajar memberikan target pada tubuh saya, yang saya rasakan kemudian sangat nyambung dengan pernyataan David Belle di atas, saya juga mulai memberi target pada pikiran saya. Kadang-kadan saya latihan sendiri dan mencoba mengalahkan semua rasa malas, sering di tengah latihan pikiran saya berkata,&#8221; cukup jangan terlalu keras&#8230;buat kamu sudah oke,kamu tak perlu seperti latihan traceur pro..&#8221; tapi saya tahu bahwa tubuh saya masih mampu. Sering juga frustasi ketika mencoba beberpa teknik yang kelihatannya gampang dan bisa dilkukan ketika latihan dengan media yang biasa, ketika dicoba pada media yang lain ternyata gagal total. Pada saat itulah kemudian pengalaman-pengalaman lama muncul dan memberikan semacam kekuatan yang inspiratif. Bahwa inilah metamorfosis saya. Sebuah media pembelajaran tentang kehidupan dalam format yang lain.</p>
<p>Memulai latihan yang monoton, mendulang repetisi, set, variasi dan jenis pengayaan yang sifatnya pengulangan terus menerus mungkin akan menjadi sebuah dikotomi bagi orang2 yang punya banyak kesibukan dan pekerjaan yang pada akhirnya menjadi alasan untuk melepaskan diri dan tidak melakukan hal tersebut. Tapi itulah obstacle yang sesungguhnya, hambatan-hambatan waktu, kesempatan, pekerjaan, waktu luang dan sebagainya pada dasarnya saya rasakan sebagai obstacle yang muncul dalam pikir untuk kita lewati, saya menemukan bahwa selalu ada waktu untuk melakukannya jika kita mau dan meluangkannya.</p>
<p>Hal ini kemudian memberikan sebuah pemahaman tentang mentalitas yang aplikatif dalam bentuk yang lain, kembali pada bahwa hidup dibentangkan bagi kita seperti karpet merah atas segala pilihan dan hal-hal terbaik yang bisa kita raih. Tidak ada istilah waktu yang terlalu singkat, ruang yang terlalu sempit, menikmati hidup adalah hak yang selayaknya kita raih dalam perjalanan yang pendek ini.saya menemukan betapa pentingnya memanfaatkan waktu berharga tersebut untuk diisi dengan hal-hal yang memberikan pengayaan secara fisik,pikir dan jiwa. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga teman, sahabat, istri, anak, keluarga serta orang-orang tercinta.</p>
<p>Mengalirlah, terus&#8230; menuju muara.. ke samudera. &#8220;Keep flow&#8230;keep fluid&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;pour e&#8217;tre durer&#8221;</p>
<p>Sukabumi, 31 Desember 2009</p>
<p>Alex Atmadikara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/sebuah-metamorfosis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Intelliparkour</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/intelliparkour.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/intelliparkour.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 02:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman jangan bingung dengan judul diatas, karena tujuan saya selain buat nangkap perhatian teman sekalian adalah untuk melakukan sebuah test. Test apa yang kira-kira saya terapin? Akan saya bongkar nanti, janji. Sekarang yuk kita lanjutin aja dulu. Apa yang pertama kali terciprat di pikirkan saat teman-teman mendengar kata… “Intelliparkour” Keren ya. Kalau salah satunya&#8230; Intelligence [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fintelliparkour.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fintelliparkour.html&amp;style=normal&amp;hashtags=PKID&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Teman-teman jangan bingung dengan judul diatas, karena tujuan saya selain buat nangkap perhatian teman sekalian adalah untuk melakukan sebuah test. Test apa yang kira-kira saya terapin? Akan saya bongkar nanti, janji. Sekarang yuk kita lanjutin aja dulu.</p>
<p>Apa yang pertama kali terciprat di pikirkan saat teman-teman mendengar kata… <strong><em>“Intelliparkour”</em></strong> Keren ya. Kalau salah satunya&#8230; <em>Intelligence in parkour</em> berarti saya dan teman-teman sudah sepaham. Kalau ada yang mikir lebih dari ini berarti teman-teman memang jauh lebih smart dari saya. <strong></strong> Yang pasti maksud saya bukan “mata-mata yang bisa parkour.”</p>
<p>Sekarang, tanpa mengabaikan aspek filosofi maupun teknis dari aktivitas luar biasa ini ayo kita liat proses yang terjadi di balik kesadaran kita waktu kita melakukan lompatan presisi itu. Kebetulan saya nggak bisa memasukkan <em>intelligence</em> ini ke salah satu kategori diatas (filosofi maupun teknik) dan memang saya nggak nyaranin, karena tujuan saya semata-mata hanya untuk menanamkan kesadaran berpikir atau yang disebut para ahli… <em>AWARENESS.</em> Hmm, mungkin psikologi kali ya… <em>never mind!</em></p>
<p><strong><big>Mulai merasa dipersulit? Stop!</big></strong></p>
<p>Mulai dari batas ini saya akan membawa teman-teman sekalian ke tingkat pemikiran yang lebih tinggi. Saya belum menemukan konsep yang lebih sederhana dari ini. Kalau teman-teman merasa tergugah menyederhanakan, ditunggu <em>note</em>-nya. Tapi kalau teman-teman ingin berhenti disini, PIKIRKAN berapa banyak waktu yang udah diluangkan untuk membaca dari awal tadi? Alangkah baiknya teman sekalian lanjutkan baca, karena saya telah berpikir sekeras mungkin untuk membuat ini tetap menarik.</p>
<p><em><strong>Seberapa Hebat Sih Anda Bisa Mikir?</strong></em></p>
<p><em>Intelligence</em> menyangkut kemampuan kita untuk mikir. Yup! Kecerdasan, yang bahasa gaulnya <span style="text-decoration: underline;">kehebatan mikir</span><span> kita. Test istilah yang tadi di awal saya lakukan pun menyangkut kecerdasan teman-teman dalam: berbahasa/verbal/linguisti</span>k (ingat istilah ini). Susah atau gampangkah mencerna istilah <strong>intelligence in parkour</strong>? Jawab ke diri sendiri aja ya.</p>
<div>
Sekarang, kehebatan mikir bukan hanya masalah logika: “jika-maka,” perhitungan, dan berargumen. Orang yang jenius bukan diukur dari kemampuan berlogika saja. Bahkan untuk berargumen pun butuh kecerdasan berbahasa, nggak cuma logika!</div>
<div></div>
<div><em><strong>Terus, apa hubungannya dengan PARKOUR ?</strong> </em></p>
<p>Biarpun yang keliatan itu parkour adalah aktivitas yang dinamis dan penuh dengan pergerakan, tapi yang sebenarnya dilakukan oleh seorang TRACEUR atau PRAKTISI PARKOUR waktu latihan bukan hanya BERGERAK: lari, lompat, manjat, berguling tapi juga BERPIKIR dan BERSOSIAL! Dan orang yang punya pemahaman yang dalam saya yakin pasti paham, sedangkan yang baru mulai pasti SEKARANG tiba-tiba sadar.</p>
<p><strong>Tahukah kamu, untuk melakukan parkour butuh paling nggak 5 kecerdasan?</strong></p>
<p>Dan semua kecerdasan itu yang paling dilatih adalah <em>bodily-kinesthetic intelligence (body smart)</em> atau kecerdasan tubuh.</p>
<p><strong><em>“Wow, apaan itu? memangnya ada ya?”</em> </strong></p>
<p>Teori <em>multiple intelligence</em> ini sengaja dicetuskan oleh sahabat jauh saya Bapak <strong>Howard E. Gardner</strong> supaya saya bisa membantu pemahaman teman-teman sekalian tentang proses berpikir. <em>By the way</em>, saya bukan guru psikologi jadi tanpa mengurangi niat saya untuk menggantikan posisi teman-teman saya yang di jurusan psikologi&#8230; saya lanjutkan. <img src='http://www.parkourindonesia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa aja sih kecerdasan yang kepake kalau kita parkour?</p>
<ol>
<li><strong>Kecerdasan Tubuh</strong> (Bodily-Kinesthetic Intelligence/Bodily Smart)<br />
Satu hal yang kita harus tau, bahwa tubuh kita atau lebih spesifiknya otot kita punya daya ingat! Itulah kenapa perlu melakukan gerakan berulang-ulang atau REPETISI. ( otot nggak benar-benar bisa mengingat, sebenarnya semua repetisi ini terekam di pikiran bawah sadar, yang sebenarnya kita lakukan adalah melatih pikiran bawah sadar ini. Okey, simpelnya sebut saja tubuh yang mengingat). Proses repetisi ini sama halnya dengan menghafal pelajaran sebelum ujian semakin sering kita melakukannya semakin kuat kemampuan kita. Bosan kata teman-teman? Ya, saya juga. Tapi saya dorong diri saya dengan mencari cara untuk menjadikannya menyenangkan. Telan bulat-bulat, proses ini mutlak! Semua proses belajar adalah seperti ini, di sekolah, kuliah, termasuk profesi selain atlet, yaitu ahli bedah, penari, pengrajin. Semua wajib memiliki ketajaman kecerdasan ini. Kelebihan yang diperoleh dari kecerdasan ini: presisi, gesit, refleks, kecepatan.</li>
<li><strong>Kecerdasan Membayangkan</strong> (Spatial Intelligence/Picture Smart)<br />
Perhatikan semua perkataan para “veteran” parkour (David Belle, Chau Belle Dinh, Daniel Ilabaca): semua menyangkut imajinasi, visualisasi, membayangkan. Termasuk saat teman-teman sedang berdiri di ujung sebuah spot akan melakukan lompatan presisi. Atau akan melakuan tic-tac langsung memanjat. Bahkan untuk menulis ini pun saya membuat gambaran di kepala saya. Kemampuan ini vital kalau teman-teman ingin menjadi orang yang kreatif. Dibantu dengan kecerdasan tubuh yang terasah dalam parkour, kita bisa merealisasikan gerakan yang tadi dibayangkan dalam sekejab!</li>
<li><strong>Kecerdasan Pemahaman Diri</strong> (Intrapersonal/Self Smart)<br />
Dengan nada bicara yang sangat filosofis saya ingin bilang… <em>“Nggak ada kebahagiaan berlatih dengan pikiran yang kacau dan perasaan desperado.”</em> Ini adalah kecerdasan kita dalam berfilosofi, yaitu pandangan dan kepercayaan kita terhadap parkour. Termasuk didalamnya pengenalan dan evaluasi diri. Dari mana teman-teman memahami kalau teman-teman seharusnya melatih fisik sebelum mental dan teknik, atau mental sebelum fisik dan teknik? Yup, melalui EVALUASI DIRI dan mencari PEMAHAMAN UNTUK DIRI SENDIRI. Orang yang memandang parkour sebagai olahraga lompat-lompat gedung kita bisa sebut kurang interpersonalnya spesifik untuk parkour. Jadi, milikilah pikiran yang kuat dengan mempelajari filosofi yang benar.</li>
<li><strong>Kecerdasan Bersosial</strong> (Interpersonal/People Smart)<br />
Terakhir kali, dengan nada bicara yang sangat filosofis lagi saya ingin bilang… <em>“Saya pikir nggak ada manusia yang bahagia hidup dalam kesendirian..”</em> Kecuali teman-teman adalah orang yang sangat tertutup, pemurung, dan mellow atau latihan di tempat sunyi tanpa manusia, kalau latihan kita pasti banyak berinteraksi. Latihan parkour bukan aktivitas yang dilakukan diam-diaman. Justru butuh sangat-sangat banyak komunikasi saat latihan. Paling nggak… pasti ada yang nanya, komentar, tertawa, teriak, mengekspresikan diri. <em>“C’mon, we’re friends here! Let’s communicate and get motivated.”</em></li>
<li><strong>Kecerdasan Berbahasa</strong> (Verbal/Linguistic/Word Smart)<br />
Teman-teman tau, bagaimana menggambarkan suatu gerakan parkour hanya dengan kata-kata? Kalimat apa dan kata apa yang digunakan pelatih supaya teman-teman yang diajarin bisa paham cara melakukan gerakan sederhana seperti mendarat? Istilah atau kata apa yang teman-teman pakai kalau mengajari teman yang lain? Terakhir, apa yang teman-teman ucapkan ke diri sendiri untuk tetap termotivasi?<br />
Sederhana memang, tapi coba sadari pentingnya kemampuan ini: apa perkataanmu susah dimengerti? Atau mungkin sulit memahami ucapan orang lain? Harus diulang ngucapin sampai dua kali? Tiga kali?</li>
</ol>
<p>Kelima kecerdasan inilah yang baiknya dimiliki oleh seorang traceur, dan INILAH PROSES YANG TERJADI DIBALIK LATIHAN ITU. Sesuai prioritas tentunya. Ini adalah kecerdasan ganda, bukan berarti teman-teman harus ahli dalam semua bidang… wow jenius! Itulah kenapa ada prioritas. Paling nggak, teman-teman melatih kemampuan ini untuk mencapai kesempurnaan diri. UNTUNGNYA, dalam parkour kita bisa melakukannya.</p>
<p>FYI, selain kelima kecerdasan diatas ada 3 kecerdasan lain yang mungkin relevan:</p>
<ol>
<li><strong>Kecerdasan Alam</strong> (Naturalist Intelligence/Nature Smart)</li>
<li><strong>Kecerdasan Musik</strong> (Musical Intelligence/Musical Smart)</li>
<li><strong>Kecerdasan Logika</strong> (Number/Reasoning Smart)</li>
</ol>
<p>Latihlah kemampuan fisikmu dengan repetisi dan gunakan kreatifitas supaya nggak bosan. Gunakan imajinasimu dan latihlah ia untuk menjadikanmu kreatif. Pahami dirimu dan dengarkan apa kata tubuhmu. Pahami filosofi parkour, ini lebih besar dari yang kau pikirkan. Cari, belajarlah dari, dan ajarilah sebanyak-banyaknya teman.</p>
<p><strong>Josua “Grenseal” Leonard</strong><br />
<em>Surabaya; 02:28AM;<br />
Saturday, 29 November 2009</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/intelliparkour.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
