Amankah Olahraga Parkour Untuk Anak-Anak?

Jika dilihat dari sejarah parkour, tentu saja olahraga yang satu ini sangat aman dilakukan oleh anak. Hanya saja, kebanyakan masyarakat sudah menancapkan stigma olahraga estrim dan berbahaya pada parkour ini sehingga mereka menganggap olahraga ini tidak cocok dilakukan oleh anak-anak.

Anda bisa lihat asal asul olahraga parkour. Adalah David Belle yang bisa dikatakan sebagai orang pertama kali yang memperkenalkan olahraga parkour kepada dunia. Awalnya, ia diajari permainan halang rintang oleh ayahnya. Hanya saja, gerakan yang dilakukan sangat efektif dan efisien, tidak seperti lari seperti biasa.

Dan tahukah Anda berapa usia David pada waktu itu? Usianya baru belasan tahun. Bahkan, ia akhirnya benar-benar fokus mengembangkan teknik parkour ketika ia baru berusia 16 tahun di mana pada waktu itu ia memutuskan untuk keluar dari sekolah.

Tentu saja bukan keluar dari sekolah yang menjadi fokus. Pada intinya, satu hal yang harus ditekankan bawasannya David Belle baru berusia belasan ketika mulai bermain parkour.

Alasan Kuat Kenapa Anak-Anak Sebaiknya Bermain Parkour

Mungkin sejarah parkour belum membuat Anda yakin jika parkour merupakan olahraga yang aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Namun, bagaimana dengan manfaat parkour bagi anak-anak?

Parkour memang olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Bisa dikatakan, jika anak ingin memiliki tubuh yang kuat, olahraga ini tepat untuk dijadikan pilihan.

Akan tetapi, bukan itu saja yang menjadi kelebihan atau manfaat dari melakukan olahraga parkour. Ini merupakan olahraga yang bisa digunakan untuk menyelamatkan diri. Jika anak dalam kondisi yang berbahaya seperti ketika terjadi penodongan atau kejahatan lainnya, anak bisa menerapkan teknik parkour untuk meloloskan diri. Ia sudah dibekali dengan pengetahuan tentang gerakan-gerakan dasar parkour yang bisa digunakan di berbagai medan atau area.

Tentu saja orang tua manapun tidak ingin hal ini terjadi. Namun, tentu saja orang tua tidak bisa mengawasi anak mereka secara penuh. Jadi, bukankah ini cara yang paling tepat jika anak dibekali dengan teknik parkour agar ia bisa lari dan meloloskan diri dalam kondisi yang berbahaya.

Olahraga ini menjadi alternatif selain bela diri seperti halnya karate atau taekwondo. Mungkin orang tua bisa memasukkan anak mereka ke kelas bela diri agar ia bisa membela diri jika ada orang yang berniat jahat kepadanya. Namun, jika anak tidak begitu suka dengan kekerasan dan perkelahian, parkour bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kembali ke pokok permasalahan, apakah parkour aman dilakukan oleh anak-anak? Sangat aman.

Siapapun Bisa Bermain Parkour

Tidak hanya orang dewasa, parkour ini juga sangat aman dilakukan oleh anak-anak dengan beberapa catatan berikut ini.

  • Menguasai Gerakan Dasar Parkour

Meskipun parkour ini disebut juga dengan free-running, bukan berarti Anda bisa bebas berlari. Pada intinya, ini merupakan olahraga lari namun dengan cara yang efektif. Setiap rintangan atau halangan dilewati dengan efektif. Itulah mengapa diperlukan teknik atau gerakan dasar yang harus dikuasai.

 

Ada beberapa gerakan yang harus dikuasi seperti vaulting, cat leap, swing through, dan backflip. Dan bagi pemula, sebaiknya berlatih gerakan tersebut ditemani oleh orang yang sudah tahu dan menguasai teknik gerakan tersebut. Akan lebih baik jika pemula belajar parkour dari instruktur profesional.

 

Dalam hal ini, resiko cedera ketika bermain parkour sangat mungkin terjadi disebabkan ketidakmampuan dalam melakukan gerakan dasar. Hal ini disebabkan mereka tidak menguasai teknik parkour. Mereka hanya mengandalkan tutorial video. Mereka mempratekkan tanpa pengawasan dan petunjuk dari master parkour.

 

Oleh sebab itu, penting sekali untuk belajar teknik gerakan dasar parkour dari seorang instruktur profesional atau orang yang sudah mahir dalam bermain parkour. Setelah itu, silakan melakukan improvisasi sendiri.

 

  • Tidak Bermain Sendirian

Bermain parkour ini layaknya naik sepeda motor. Kenapa anak yang masih sekolah SD atau SMP sebaiknya tidak diperkenankan untuk belajar naik sepeda motor? Karena mereka belum bisa mengontrol diri. Mereka ingin semakin kencang mengendarai motor. Dan akibatnya resiko terjadi kecelakaan sangat tinggi.

 

Begitu juga dengan parkour. Tentu saja bukan berarti parkour ini sama dengan naik sepeda motor. Hanya saja, jika anak dibiarkan bermain sendiri, maka bisa saja terjadi hal yang buruk. Keinginannya yang besar seperti menaiki gedung yang tinggi tanpa menyadari kemampuannya membuat hal buruk bisa terjadi.

 

Lain hal jika anak selalu bermain parkour di temani dengan orang yang dewasa yang lebih mahir bermain parkour. Setidaknya temannya tersebut akan melarang jika anak mau melakukan parkour di area yang tidak mungkin bisa ditaklukkan dengan kemampuannya tersebut.

 

Parkour ini tidak hanya olahraga fisik. Ini juga olahraga yang membuat anak bisa menentukan keputusan yang tepat, apakah ia mampu melewati dan menaklukkan rintangan atau tidak. Dan di sinilah anak akan tumbuh lebih cepat dengan kedewasaan dalam berpikir.

 

  • Pemilihan Area Parkour

Untuk anak-anak, sangat disarankan agar memilih area yang datar di mana rintangan tidak begitu ekstrim. Hindari tempat seperti gedung bertingkat. Anak-anak bisa menggunakan taman atau area terbuka di halaman sekolah untuk bermain parkour. Area seperti itu jauh lebih aman.

 

Takut tidak berkembang? Tentu saja tidak. Gerakan parkour itu sama. Hanya saja, bagaimana gerakan digunakan itu yang menjadi pembeda. Jadi, orang yang lebih jago bermain parkour itu bukan hanya ditentukan medan atau area mana yang lebih berbahaya digunakan. Mereka yang jago parkour adalah mereka yang bisa melakukan gerakan seefektif dan seefisien mungkin dalam melewati rintangan.

Jadi, sudah tidak khawatir lagi jika anak-anak bermain parkour, bukan?

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *