Lagi di Jogja? Jangan Lupa Mampir ke Komunitas Parkour JUMPalitan!

Kalau kamu lagi melihat sekumpulan anak muda melompat, lari kencang, mahir melibas beragam rintangan, apapun itu. Mulai dari pohon, pagar, maupun bangunan Ada baiknya kalau kamu lihat dari perspektif positif. Tentu saja mereka bukanlah seorang pencuri yang sedang dikejar massa, tapi mereka adalah sekelompok komunitas parkour Indonesia.

Ya, parkour sendiri adalah suatu kegiatan atau olahraga yang bisa dibilang menantang adrenalin. Mengapa? Karena dalam parkour inilah mereka dituntut untuk memiliki seni gerak berpindah yang sangat cepat dan harus terampil dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Bermodalkan tubuh tanpa menggunakan alat bantu apapun para pelaku parkour ini mampu berpindah sangat gesit dari titik satu ke titik lainnya. Tak heran bila ada juga sejumlah master parkour dunia mampu meloncat dari satu gedung ke gedung pencakar langit lainnya.

Seperti halnya di daerah Yogyakarta ini, olahraga ekstrem ini semakin tahun semakin banyak peminatnya. Oleh karena itu dibentuklah suatu komunitas yang disebut dengan JUMPalitan. Komunitas ini berisi anak-anak muda yang baru dan sudah lama belajar parkour, bahkan mereka pun sudah memiliki susunan agenda tersendiri.

Sentra Jaelani salah satu anggota komunitas menuturkan bahwa nama JUMPalitan tersebut berasal dari teman-temannya yang sekedar iseng saat melayangkan pesan digital untuk berkumpul latihan bersama. Seperti contoh misalnya “Yuk kita jumpalitan nanti sore… ” seiring pesan tersebut dikirim secara berulang-ulang akhirnya mereka pun sepakat menamai komunitas tersebut dengan jumpalitan.

Sentra kembali menerangkan bahwa JUMPalitan pun memiliki makna tersendiri. Seperti “J” mewakili kata Jogjakarta dari mana komunitas tersebut berasal. Lalu huruf “U” yang mewakili dari kata ubiquitous yang bermakna tersebar dimana-mana. Maksudnya adalah para komunitas tersebut bisa berlatih di tempat manapun selagi tidak mengganggu kepentingan orang lain.

Kemudian ada huruf “M” yang mewakili dari kata Multitude, artinya adalah keberagaman. “Bisa dibilang banyak teman dari JUMPalitan ini berasal dari daerah yang berbeda-beda tentunya mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda pula, sementara untuk kata alitan sendiri merupakan lambang untuk menonjolkan atmosfer khas Jawa, “lanjut Sentra.

Jika anda sedang berkunjung ke salah satu tempat wisata di Yogyakarta, tak ada salahnya jika anda mencoba bergabung pada komunitas ini, khususnya jika anda benar-benar tertarik dengan dunia parkour atau anda ingin menjalin silaturahmi dengan komunitas parkour Jogja.

Sekedar informasi komunitas JUMPalitan memiliki agenda latihan rutin yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Biasanya mereka mulai berlatih pada jam 04.00 sore sampai magrib atau matahari terbenam. Markas mereka biasanya ada di Graha Sabha Pramana, tepatnya di kampus Universitas Gadjah Mada. Sementara untuk tempat kumpul setiap hari minggu, dimulai pada mulai jam 08.00 pagi hingga 12.00 siang, Yani di sekitar kampus fakultas teknik industri UI yang beralamat di Jalan Kaliurang KM 14,5.

 

https://travelbos.id/

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *