Dilusi
Written by radd on June 10, 2008 – 11:22 am -Dilusi
a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan
b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan
c. Substance yang hambar
Saya sudah lama tidak ngepost untuk cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya rasa mau membagikan hasil dari pikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan mungkin memang begitu.
Saya bisa hidup dengan dibenci karena menyatakan apa yang benar, tapi saya tidak bisa terus hidup dengan opini ini dan tidak membagikannya ke orang-orang yang saya rasa bisa terbantu. Saya tahu, saya bukan satu-satunya yang punya opini ini, dan saya rasa ini sangatlah bermanfaat untuk mengatakannya bila ini bisa merubah cara berpikir seorang dan membantu mereka. Catatan ini juga untuk teman saya yang baru-baru ini berhenti berlatih bersama. Seorang teman yang merasa rendah di latihannya, merasa ketingalan, cemas, merasa bahwa dia tak sehebat orang-orang lainnya. Catatan ini juga ditujukan untuk dia dan orang-orang lain yang merasa kecewa melihat orang-orang disekeliling mereka membuat hal-hal yang mereka tidak bisa lakukan…dan juga untuk para pendatang-pendatang baru di dunia parkour. Read more »
Kenangan Awal Mula Parkour
Written by radd on June 10, 2008 – 11:10 am -Hanya beberapa tahun lalu, parkour hanyalah methode latihan underground kecil-kecilan yang sejumlah kelompok teman berbagi. Di dalam beberapa tahun lewat, parkour meledak menjadi fenomena sedunia, berkembang dengan cepat, menarik perhatian segala macam orang dengan tipe motif berbeda.
Parkour sekarang ada dimana mana, internet, reklame, TV, majalah bahkan di layar bioskop. Sebagian merek-merek sudah mengeluarkan produk-produk yang “diadaptasikan” untuk parkour. Dan tak lama lagi parkour akan masuk di antara dunia fitness dan toko-toko skateboard, dan toko olahraga lokal anda.
Yang jelas Jaman telah berubah.
Saya merasa sangat beruntung untuk menemukan parkour sebelum ledakan besar ini terjadi. Di waktu pas shooting video latihan merupakan sebuah peristiwa yang besar. Di jaman waktu semua traceur[traceur penganut parkour lelaki, traceuse penganut parkour wanita] saling kenal satu sama lain.
Kontak pertamaku dengan parkour adalah melalui laporan televisi “Stade 2″ diikuti oleh film Yamakasi. Dulu hanya ada satu website parkour. Si Tim punya [Rim dari Pisteur Team].
Hanya ada sedikit informasi yang tersedia [terkadang benar terkadang tidak]. Ini membuat parkour terlihat seperti seni yang hilang. Kita [sejumlah orang yang sadar tentang parkour tapi tidak tinggal di
kota Lisses, tidak terlalu tahu tentang siapakah atlet-atlet yang hebat itu, kita juga tidak tahu seperti apa sebenarnya kemampuan mereka, apa yang mereka bisa lakukan… Pakour tertutup oleh daya pesona terahasia dan misterius. Read more »

