<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Parkour Indonesia &#187; article</title>
	<atom:link href="http://www.parkourindonesia.web.id/tag/article/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.parkourindonesia.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 02:58:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dilusi</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/dilusi.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/dilusi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[dilusi]]></category>
		<category><![CDATA[early parkour]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[parkour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/articles/dilusi.html</guid>
		<description><![CDATA[Dilusi a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan c. Substance yang hambar Saya sudah lama tidak ngepost artikel untuk waktu yang cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya mau membagikan apa yang ada dipikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fdilusi.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fdilusi.html&amp;style=normal&amp;hashtags=article,Artikel,dilusi,early+parkour,indonesia,parkour&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p><span class="postbody"> Dilusi </span><br />
<span class="postbody"> a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan </span><br />
<span class="postbody"> b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan </span><br />
<span class="postbody"> c. Substance yang hambar </span></p></blockquote>
<p><span class="postbody"><br />
Saya sudah lama tidak ngepost artikel untuk waktu yang cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya mau membagikan apa yang ada dipikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan mungkin memang begitu.</span></p>
<p>Saya bisa hidup dengan dibenci karena menyatakan apa yang benar, tapi saya tidak bisa terus hidup dengan opini ini dan tidak membagikannya ke orang-orang yang saya rasa bisa terbantu. Saya tahu, saya bukan satu-satunya yang punya opini ini, dan saya rasa artikel ini sangatlah bermanfaat untuk diutarakan bila ini bisa merubah cara berpikir seorang dan membantu mereka. Catatan ini juga untuk teman saya yang baru-baru ini berhenti berlatih bersama. Seorang teman yang merasa rendah di latihannya, merasa ketingalan, cemas, merasa bahwa dia tak sehebat orang-orang lainnya. Catatan ini juga ditujukan untuk dia dan orang-orang lain yang merasa kecewa melihat orang-orang disekeliling mereka membuat hal-hal yang mereka tidak bisa lakukan&#8230;dan juga untuk para pendatang-pendatang baru di dunia parkour. <span id="more-23"></span><br />
<span class="postbody"><br />
Kemarin adalah hari ke 1301 saya berlatih parkour, saya tidak percaya dengan merayakan hari aniversary tersebut, tapi di hari itulah semua pikiran pikiran dalam 2 minggu lewat dan datang bersama serta menyatu menjadi benda padat di kepala saya.</span></p>
<p>Saya mulai latihan 1301 hari lalu September 10, 2003, sehari setelah &#8220;Jump London&#8221; ditayangkan untuk pertama kalinya di Channel 4 dan sangatlah menakjubkan untuk berpikir berapa banyak yang telah terjadi dan berapa banyak hidup saya telah berubah semenjak itu.</p>
<p>Saya sangat ingat latihan pertama saya, 185 minggu dan 6 hari lalu, saya bersama teman baik saya waktu itu Tom, kami berdua sangat tidak sabar setelah menonton &#8220;Jump London&#8221; dan kami mau langsung Meloncat dan Memulai!. Saya ingat mencoba beberapa vaults, loncatan kecil melewati ayunan dan saya juga ingat dengan nyata ketakutan saya sewaktu saya loncat dari atap klub gimnas lokal dan berguling di rumput. Saya kira tingginya sekitar 12 feet [3.6576 m]. Saya melakukan hal ini karena saya pikir inilah parkour, meloncat dari tempat tingi dan hidup untuk menceritakan tentang kehebatan kita keesokan harinya. Betapa jauhnya kita semua telah berkembang dari cara berpikir demikian&#8230;atau salahkah saya?</p>
<p>Sekarang seperti banyak orang bilang, sehari setelah hari latihan pertama badan terasa seperti di neraka. Siapa yang ingat sensasi ngilu yang tak terbilang hanya untuk naik tangga sehari setelah latihan pertama yang keras?. Saya ingat paha saya terasa seperti dikeroyok oleh berandalan dengan pemukul baseball selama dua minggu.</p>
<p>Di jaman ini, ada kekayaan informasi yang tersedia untuk orang-orang yang baru memulai seni-disiplin (parkour) kita. Informasi yang saya tidak punya di jaman saya memulai latihan saya. Untuk saya, latihan waktu itu hanyalah &#8220;Percobaan dan Error&#8221; dan lebih banyak di errornya. Tapi walaupun dengan kegunaan belajar secara cepat dari pengalaman para traceur veteran, saya berpikir apakah ada akibat dari cara belajar demikian.</p>
<p>Saya sadar berapa sulitnya untuk David Belle dan OT [Original Traceur] lainnya di Lisses sewaktu mereka memasuki kegelapan 15 tahun lalu tanpa mengetahui apa yang mereka sedang lakukan atau kemana mereka akan pergi kedepannya. Mereka perlahan-lahan mengukir sebuah jalan ke sebuah tujuan baru dan menjadi cahaya penerang di jalan itu untuk orang-orang ikuti. Selama bertahun-tahun mereka menciptakan gerakan-gerakan dasar dan menyempurnakannya hingga hampir semua rintangan bisa dilewati dengan mengunakan beberapa tekik dasar, hal ini sebuah prestasi yang luar biasa. Sebuah petualangan singkat yang traceur jaman ini bisa lewati dengan cepat, mereka (orang-orang baru di parkour) belajar 10 teknik baru dalam waktu 2 bulan, yang akan memakan 5 tahunan bagi para Original Traceur di Lisses tahun 90&#8242;an untuk mencapai hal itu.</p>
<p>Jadi dengan kecepatan kita berkembang, membangun dan belajar, pasti tentunya kita bisa mengejar mereka para Original Traceur yang mengukir di depan dan bisa membantu mereka menjadi pelita penerang jalan ini bukan?</p>
<p>Saya rasa tidak.</p>
<p>Saya rasa kita berjalan terlalu cepat dijalan yang sama dengan mereka dan kita akan kehabisan bahan bakar (ebergi) sebelum kita bisa mengejar mereka. Mereka para Original Traceur melihat ke belakang, melihat kita (praktisi parkour) di kejauhan dan mungkin mereka berharap kita bisa mengejar mereka dan membentuk seni-disiplin (parkour) ini bertumbuh, tapi saya rasa, tak akan ada generasi di depan yang bisa mengejar mereka. Saya mau mengutip Sthephane Vigroux [salah satu OT] &#8220;<span style="font-style: italic;">saya rasa untuk kebanyakan orang ini harus lebih personal&#8230;semua orang sedang bergerak&#8230;saya sangat senang untuk mereka&#8230;tapi terlalu terburu-buru, terlalu cepat, terlalu gampang, terlalu banyak pertunjukan&#8230;terlalu banyak&#8221;</span> [video S$F volume 3]</p>
<p>Ada beberapa orang yang telah berlatih parkour kurang dari satu tahun dan bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dan lebih jauh dari orang-orang yang sudah berlatih untuk 4 tahun dan saya rasa ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang tersedia sekarang. Ini bisa terdengar baik, di generasi yang mendatang, orang-orang bisa meloncati proses &#8220;Percobaan dan Error&#8221; dan melekat dengan apa yang terbukti bekerja untuk menggapai level yang baik di parkour. Tapi saya cemas.</p>
<p>Saya rasa proses &#8220;Percobaan dan Error&#8221; telah mengajarkan Orignal Traceur [OT] di Lisses banyak tentang diri mereka dan menyuntikkan gaya kreatifitas dan cinta serta keberanian yang mulai terlupakan di jaman ini, dan terganti oleh latihan yang terlalu mengikuti &#8220;buku petunjuk&#8221;. Bukannya saya percaya bahwa mereka [OT] mempunyai adaptasi fisik dan fisik yang lebih baik dari saya, saya percaya ini akan terdilusi lebih jauh lagi di generasi-generasi mendatang sewaktu traceur-traceur masa depan akan mulai latihan. Orang-orang di jaman sekarang punya daftar gerakan gerakan untuk dipelajari dan di check off serta dengan cepat pindah atau belajar ke sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang lebih menakjubkan.</p>
<p>Terasa seperti cara untuk dihormati di komunitas parkour saat ini adalah untuk membuat sesuatu yang besar dan terbaik dengan jangka waktu latihan yang minimal. Asal anda lakukan, tak peduli berapa tidak rapi gerakannya, berapa lamban untuk memanjatnya, bagaimana tempat pendaratannya, atau berapa kerusakan yang dialami orang itu. Semua orang berkata-kata si &#8220;X&#8221; bisa &#8220;Y&#8221; artinya dia lebih hebat dari &#8220;Z&#8221; karena dia baru latihan untuk &#8220;W&#8221; bulan! Hal ini bisa terus terjadi dan ini saya rasa telah merusak alam asli parkour. Orang-orang melakukan gerakan-gerakan yang hebat supaya dikenal orang lain. Dan ini sangatlah menyedihkan bagi para praktisi parkour lainnya yang bekerja keras untuk meningkat tahap demi tahap untuk melihat hal-hal itu terjadi di sekitar mereka. Mereka terpengaruh [tertekan] untuk mencoba hal-hal yang melebihi level mereka sewaktu mereka melihat hal-hal itu dan ini bukanlah salah mereka.</p>
<p>Untuk saya Parkour adalah petualangan panjang dan bermanfaat, bukanlah hanya sebuah pertarungan jangka pendek.</p>
<p>Saya bukan hanya cemas untuk perkembangan Mental dan Kreatifitas Praktisi baru yang terkorbankan. Saya juga merasa perhatian tentang kemampuan Fisik mereka orang-orang baru yang tak terliput dari cara progressi yang terlalu mengikuti &#8220;Buku cetak&#8221;.</p>
<p>Seperti diri saya, sebagian dari kalian pasti punya kenangan di mana hanya kakek anda yang bisa membuka toples botol di meja makan, walaupun dia sudah tua.&#8221;Kekuatan Kakek&#8221; ini bukanlah mukjizat, tapi ini adalah hasil dari 60 tahun kerja tangan keras dan kekuatan yang terbentuk dari bertahun-tahun penggunaan otot berulang kali.</p>
<p>Saya merasa cemas dengan jalan potong yang ada di jaman ini dari praktisi sekarang yang bisa mencuri pembangunan otot yang tak ternilai yang dipunyai traceur di Lisses. Akar-akar syaraf yang dalam, jumlah pengalaman dan ingatan otot, yang tak ada buku, article, atau pembicaraan bisa memberikan &#8220;kekuatan kakek&#8221;.</p>
<p>Kita semua tahu bagaimana mengkodisikan/workout (latihan fisik) diri kita akan membatu perkembangan teknik anda, tapi saya rasa sebagian orang masih memaksa perkembangannya terlalu terburu-buru dan berkembang terlalu cepat. Saya sering melihat hal-hal yang praktisi baru lakukan yang praktisi dengan pengalaman bertahun-tahun belom pernah lakukan, dan terkadang mereka (praktisi lama) merasa tidak enak.. sering mereka menemukan diri mereka (praktisi lama) bertanya tentang latihan mereka dan bingung kenapa mereka tak sehebat yang lainnya (para praktisi baru). Bingung di mana mereka tertingal dan bingung kenapa semua orang terlihat lebih baik dari mereka.</p>
<p>Orang-orang mendatangi saya depresi tentang latihan mereka dan mencari bimbingan dan bertanya dimana mereka salah, bingung apa yang dipunyai orang-orang baru yang mereka tak punya. Jawaban yang saya berikan hanyalah sederhana. Praktisi baru yang membuat loncatan besar, teknik yang megah, yang besar, yang susah, yang panjang dan lain-lain telah menyalakan sumbu yang akan terbakar habis sebelum mereka inginkan. Ini karena tubuh mereka belum siap dengan apa yang mereka lakukan. Ini bukanlah masalah lutut saja, bagaimana dengan kerusakan yang terjadi di bahu mereka sewaktu mereka melakukan ayunan &#8220;drop&#8221; yang besar dari batang ke batang pohon? Bagaimana dengan sikut mereka?</p>
<p>Apakah effek samping dari hal ini?</p>
<p>Apakah effek samping dari lompatan arm jump [cat leap] sejauh 12 kaki [3.6 m]kalau bahunya belom mengalami 10000 kali loncatan cat leap yang lebih kecil?</p>
<p>Apakah effek samping dari Drop 15 feet [4.5m] ke beton kalau kakinya belom pernah mengalami 10000 drop dari 5 feet [1.5m]?</p>
<p>Waktu yang akan menjawabnya.</p>
<p>Lihatlah Traceur-Traceur terbaik di dunia. Pergi ke Lisses dan perhatikan mereka, bicara dengan mereka, berlatih dengan mereka dan belajar dari mereka. Mereka adalah yang terbaik bukan karena keturunan dari leluhur atau karena mereka gila untuk mencoba segala hal yang baru sewaktu mereka muda serta mereka bukanlah yang terbaik karena mereka berkembang dengan cepat. <strong>Mereka adalah yang terbaik dan terkuat karena mereka berkembang dengan bertahap. Mereka membangun lapisan demi lapisan tameng di tubuh mereka selama bertahun-tahun. Mengulangi gerakan-gerekan beribu-ribu kali dan tak terburu-buru menjalani proses tersebut</strong>. Mereka mempunyai &#8220;kekuatan kakek&#8221; yang terakar dalam dan resilience [kenyal bisa memantulkan] dan kekebalan terhadap injury yang datang dari perkembangan tahap demi tahap.</p>
<p>Berbagai interview dengan David Belle yang telah bertanya tentang icedera yang dialaminya dan David menggeleng kepalanya dan menyatakan bahwa lututnya baik, tangannya baik-baik dan dia tak merasa sakit. Ini setelah 18 tahun berlatih. Sangat berbeda dengan sekarang, kita punya orang-orang yang baru satu tahun berlatih terus keluar berbulan-bulan karena masalah lutut, dislokasi punggung, tondonitis&#8230;operasi untuk memperbaiki badan sebelum umur 20 tahun. Apakah ini hanya kebetulan saja? Atau apakah ini karena kita terlalu mendorong keras, terlalu cepat, berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terlalu banyak membandingkan diri ke orang-orang lain?</p>
<p>Parkour adalah petualangan yang personal penuh dengan kerja keras. Tidak ada jalan potong dan tidak ada yang cepat adanya, kalau anda mau &#8220;untuk jadi dan bartahan lama&#8221; [Philoshopy Original Traceur " etre et durer"], saya menyarankan anda untuk melihat baik-baik kepada bentuk latihan anda dan tanya ke diri anda apakah anda hanya melakukan ini untuk bersenang-senang, hanya untuk beberapa tahun sebelum anda bisa dapat rumah, dapat kerjaan, kawin dan punya anak dan pesiun. Kalau hanya demikian, ya buatlah apa yang anda mau, pergi meloncat loncatan besar itu, buat apa yang anda mau dan jangan lihat kembali ke belakang. Sadar saja bahwa anda memberikan efek kepada orang-orang lainnya, yang melakukan parkour dengan serius dan bekerja keras untuk menjadi kuat, pikirkan dua kali sebelum anda mau berkata kepada mereka &#8220;Gua bisa buat ini, kenapa loe kagak buat juga?&#8221;</p>
<p><strong>Tapi jika anda benar-benar mau mendisiplin diri anda, menjadi kuat dan bertahan lama di parkour, jangan membandingkan diri anda ke orang lain.</strong></p>
<p>Memang sangat menggoda untuk berbuat sesuatu yang melebihi level anda sewaktu anda melihat orang yang pengalamannya lebih sedikit dari anda melakukannya. <strong>Jadilah orang yang bijak dan sadarlah akan kerusakan yang mereka berikan pada diri mereka sendiri dan banggalah untuk mengetahui bahwa anda tidak jatuh ke pengaruh orang</strong>. <strong>Sepuluh tahun ke depan ketika mereka sudah berjalan dengan tongkat, anda akan bisa melakukan loncatan mereka 100 kali tanpa meneteskan sebutir keringat.</strong></p>
<p>Saya tidak terlalu pasti bagaimana kita bisa membantu traceur generasi depan dan masa depan parkour. Dengan memberikan mereka pengalaman kita, kita bisa mempersiapkan mereka, tapi ini tidak bisa menjadi substitusi proses &#8220;percobaan dan error&#8221; atau kita hanya akan menjadi hasil cloning guru kita. Haruslah ada elemen &#8220;percobaan dan error&#8221; dan elemen explorasi. Mereka juga harus diperbolehkan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing tanpa merasa tertekan dengan orang-orang di sekeliling mereka.</p>
<p>Saya akan membuat ini tujuan personal saya untuk membantu orang-orang yang saya lihat terpengaruh untuk melalukan sesuatu yang mereka tak inginkan. Akanlah sangat baik jika anda yang membaca ini juga bisa mengikuti dan membantu saya.</p>
<p>Untuk merangkum 2 hal di artikel ini&#8230;</p>
<ol>
<li><span class="postbody">Jikalau anda adalah pendatang baru di parkour, cari tahu sebanyak-banyaknya dan belajar dari orang-orang yang telah melangkah sebelum anda. Tapi jangan sampai hilang kreatifitas dan kemampuan untuk berfikir buat diri anda sendiri. Cobalah hal-hal baru, jelajahi methode-methode berbeda dan berkembanglah di kecepatan langkah anda sendiri. Dan ingat orang-orang sebelum anda mempunyai pengalaman fisik yang telah dibangun &#8220;kekuatan kakek&#8221; dan tak bisa diajarkan atau diwariskan. Anda bisa terburu-buru dengan teory, tapi tidak bisa mengambil jalan potong di tahap practikal jikalau anda mau untuk bertahan lama di disiplin ini. </span></li>
<li><span class="postbody">Kalau anda adalah orang yang lebih berpengalaman di Parkour dan merasa bahwa pendatang-pendatang baru lebih hebat dari anda, janganlah merasa terpaksa untuk memaksa diri anda untuk melakukan hal-hal yang mereka lakukan. Cobalah untuk memperingati mereka tentang bahayanya untuk mencoba hal-hal yang melebihi kapasitas mereka. Walaupun mereka bisa, bukan berarti harus dilakukan. Mereka mungkin berkembang dengan cepat karena banyaknya informasi yang tersedia, tersaji karena kerja keras dan pengalaman anda.</span></li>
</ol>
<p><span class="postbody">Jika anda peduli dengan masa depan parkour, adalah kewajiban kita untuk berkembang dengan pikiran yang sehat dan peringatkan mereka [yang nafsu dan maksa banget], jika anda rasa mereka terlalu memaksa atau terburu-buru bahwa mereka harus perlahan sedikit. Jika kita tidak melakukan hal ini, parkour akan perlahan-lahan mati dengan praktisi yang menjadi duplikasi [Original Traceur] yang melemah dan semakin melemah karena banyaknya cedera latihan yang terlalu memaksa dan kehancuran sendi.</span></p>
<p>Apakah anda akan membantu mendilusikan parkour dan traceur-traceur mendatang, atau apakah anda akan membantu mengentalkannya dan memperkuat mereka?</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-style: italic;">penulis: Chris &#8220;Blane&#8221; Rowat<br />
<a href="http://blane-parkour.blogspot.com/2007/04/dilution.html" target="_blank">http://blane-parkour.blogspot.com/2007/04/dilution.html</a><br />
<a href="http://parkour.net/Dilution-t34.html" target="_blank">http://parkour.net/Dilution-t34.html</a></span></span></p>
<p>diterjemahkan dengan ijin dari penulis.<br />
Penerjemah : <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=156" target="_blank">Emon </a><br />
Edit Bahasa : <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank">Bullseye</a><a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank"> </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/dilusi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Awal Mula Parkour</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/kenangan-awal-mula-parkour.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/kenangan-awal-mula-parkour.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[awal mula parkour]]></category>
		<category><![CDATA[early parkour]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[memories]]></category>
		<category><![CDATA[parkour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/articles/kenangan-awal-mula-parkour.html</guid>
		<description><![CDATA[Hanya beberapa tahun lalu, parkour hanyalah metode latihan underground kecil-kecilan yang sejumlah kelompok teman berbagi. Di dalam beberapa tahun berikutnya, parkour meledak menjadi fenomena sedunia, berkembang dengan cepat, menarik perhatian segala macam orang dengan tipe motif berbeda. Parkour sekarang ada dimana mana, internet, reklame, TV, majalah bahkan di layar bioskop. Sebagian merek-merek sudah mengeluarkan produk-produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fkenangan-awal-mula-parkour.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fkenangan-awal-mula-parkour.html&amp;style=normal&amp;hashtags=article,Artikel,awal+mula+parkour,early+parkour,indonesia,memories,parkour&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><span class="postbody"> Hanya beberapa tahun lalu, parkour hanyalah metode latihan underground kecil-kecilan yang sejumlah kelompok teman berbagi. Di dalam beberapa tahun berikutnya, parkour meledak menjadi fenomena sedunia, berkembang dengan cepat, menarik perhatian segala macam orang dengan tipe motif berbeda.</span></p>
<p>Parkour sekarang ada dimana mana, internet, reklame, TV, majalah bahkan di layar bioskop. Sebagian merek-merek sudah mengeluarkan produk-produk yang &#8220;diadaptasikan&#8221; untuk parkour. Dan tak lama lagi parkour akan masuk di antara dunia fitness dan toko-toko skateboard, dan toko olahraga lokal anda.</p>
<p>Yang jelas Jaman telah berubah.</p>
<p>Saya merasa sangat beruntung karena menemukan parkour sebelum ledakan besar ini terjadi. Di waktu shooting video latihan merupakan sebuah peristiwa yang besar. Di jaman waktu semua traceur (traceur penganut parkour lelaki, traceuse penganut parkour wanita) saling kenal satu sama lain.</p>
<p>Kontak pertamaku dengan parkour adalah melalui laporan televisi &#8220;Stade 2&#8243; diikuti oleh film Yamakasi. Dulu hanya ada satu website parkour. Punya Tim Pisteur (Tim dari Pisteur Team).</p>
<p>Hanya ada sedikit informasi  yang tersedia (terkadang benar terkadang tidak). Ini membuat parkour terlihat seperti seni yang hilang. Kita [sejumlah orang yang sadar tentang parkour tapi tidak tinggal dikota Lisses), tidak terlalu tahu tentang siapakah atlet-atlet yang hebat itu, kita juga tidak tahu seperti apa sebenarnya kemampuan mereka, apa yang mereka bisa lakukan. Pakour tertutup oleh daya pesona terahasia dan misterius.</p>
<p><span class="postbody">Mimpiku, tentu saja, adalah untuk bertemu dengan orang orang ini dan belajar dari mereka. Saya tahu mereka tinggal di Lisses, tapi informasi itu saja tidak cukup. Setelah beberapa bulan saya berhasil mendapatkan kontak dengan Mike dan Johann (saudaranya Stephane Virgoux ,  salah satu murid pertama David Belle). Saya ingat chatting di MSN dengan Johann dan masuk ke perdebatan bodoh. Ada kesalahpahaman, dia pikir saya mau menantang traceur-traceur di Lisses!</span></p>
<p>Sewaktu saya menjelaskan intensi yang sebenarnya, saya hanya mau ke Lisses untuk belajar dengan penuh kerendahan hati dan hormat (admirasi saya untuk mereka sangatlah besar), lalu Stephane mengambil keyboardnya dari Johann dan bilang "kalau kamu mau datang untuk belajar, kami akan sangat senang menyambut anda."</p>
<p>Waktu itu saya baru 17 tahun. Seumuran itu, untuk pergi sendiri keluar kota untuk beberapa hari, menemui orang-orang yang tidak saya kenal (terlebih ornag-orang yang sangat saya hormati) adalah ide yang agak bikin stress. Saya beli tiket kereta, booking hotel buat tiga malam.  Sekitar September saya pergi ke Lisses. Saya rasa saya adalah orang pertama yang datang dari luar kota ke Lisses untuk berlatih bersama mereka.</p>
<p>Jadi saya tidak tahu apa yang bisa saya harapkan. Dari hal-hal lain, saya berharap untuk bertemu David Belle, itu mungkin karena saya belum sadar betapa hebatnya orang-orang yang lainnya.</p>
<p>Setelah membuat Johann menjemput dan mencari dari stasiun ke stasiun (saya salah turun stasiun), akhirnya saya dapat kehormatan untuk menyalami tangan traceur asli. Kita pergi ke Lisses bersama dengan Mike di mobil murahnya Johann, itu sekitar jam 10.30 pagi. Musik bermain keras dari speaker mobil, saya duduk di belakang terlempar dari satu sisi ke sisi lain (kenanganku tentang cara Johann mengemudi masih membuatku gemetaran sampai sekarang). Botol-botol air kosong menggelinding dekat kakiku. Satu dari tiga hari latihan terbaikku baru saja dimulai.</p>
<p>Pikiranku dipenuhi dengan imaginasi latihan tegang yang gila, saya memang mengantisipasikan hal-hal seperti itu di Lisses. Waktu sampai di lokasi kita bertemu dengan Seb Goudot, kami berempat mulai berlatih bersama. Saya kurang ingat apa yang kita buat, tapi saya ingat betapa terkesannya saya sama mereka, mereka hanya lebih tua sedikit dari saya, tapi mereka sudah berlatih untuk sekitar 2 tahun. Dan kemampuan mereka sangatlah hebat. Ternyata bukan hanya David Belle yang punya reputasi tinggi. Sering kali mereka melompat rintangan yang terasamustahil. Mereka membuktikan cara berpikir saya salah. Mereka mematahkan batasan cara berpikirku. Mengajarkan pelajaran penting di kehidupanku : Lupakan yang namanya "Impossible", hal yang seperti itu tidak ada!. Tak ada apapun yang Impossible kalau kamu percaya diri dan bekerja keras, kamu bisa menggapai apa saja! Sekarang walaupun dihadapkan dengan rintangan yang tak berprikemanusiaan, saya selalu membuka pikiranku,"what if...?"</p>
<p>Dalam 3 hari di Lisses, saya bertemu dengan traceur-traceur lain, tapi paling sering berlatih dengan Johann, Seb dan Mike. Mereka memberikan  waktu dan tenaga mereka tanpa minta imbalan. Di waktu ini, saya hanya orang yang kurang percaya diri, yang saya butuhkan hanyalah seorang untuk mengajar saya.</p>
<p><span style="font-style: italic;">"Tidak apa-apa kalau loe kagak nyampe, kalu loe takut jangan loncat, kagak usah malu, sabar/santai jangan buru buru..." </span></p>
<p>Saya butuh seorang yang bisa percaya sama saya, bahwa saya bisa menggapai sesuatu, kalau saya ini bukan pecundang . Saya butuh seorang untuk menuntun saya. Dan orang-orang inilah yang membantu saya, dan mereka mengubah hidup saya.</p>
<p>Sangatlah hebat untuk berpikir bagaimana sesuatu hal yang kecil untuk seorang bisa berarti segala-galanya untuk orang yang lain. Saya berhutang budi pada mereka, merekalah yang membuka dan mengaktifkan cara berpikir baru, membuat dan merencanakan hal-hal baru yang tak mungkin bisa kulakukan beberapa tahun lalu. Untuk ini mereka mendapatkan kehormatan hutang budi dan syukurku.</p>
<p>Mereka punya cara berelasi yang sempurna. Terkadang baik dan sopan, terkadang jadi bangsat-bangsat yang sok tegas, berteriak untuk terus mendorong saya. Mereka punya teknik untuk terus mendorong saya waktu saya sudah tidak mau loncat lagi.</p>
<p>Mereka akan tanya dengan baik <span style="font-style: italic;">"apakan kamu mau menyerah?" </span>Saya malu banget, saya mengenal orang-orang ini dan apa pendapat mereka tentang menyerah. Dan ini selalu mengembalikanku untuk terus beraksi.</p>
<p>Setelah hari pertama seluruh badanku sudah kecapean, Johann pernah bawa saya ke gedung sekolah di Lisses untuk latihan Fisik. Stephane dan yang lain sudah mulai latihan disitu mengulang beberapa teknik. Saya disuruh untuk bergelantung menyeberang di tepi tembok sekolah. Jaraknya cuma 15 meteran tapi karena saya sudah kecapeaan, ya itu jadi susah banget. Sebelumnya telapak tangan saya sudah di kondisi kacau, berdarah di sana-sini dan otot tangan saya membuat gerakan gerakan kontraksi yang tidak bersahabat.</p>
<p>Setelah menyeberang 1 meter, saya sudah ingin berhenti. Jadi saya naik ke posisi "istirahat." Johannn ada di atas dan terus mendorong saya untuk terus lanjut, dan traceur-traceur yang lain melihat saya dan membuat opini mereka masing-masing. Saya terus lanjut, centimeter demi centimeter saya bergelantung menyeberangi tembok keparat itu, terkadang harus istirahat lama.</p>
<p>Semua traceur-traceur di Lisses telah melalui latihan yang jauh lebih tegang. Ada sesuatu di Lisses yang membuat sebuah rasa untuk berlatih lebih keras. Mereka pintar untuk membuat setiap latihan, setiap loncatan menjadi lebih susah. Kalau kamu tidak latihan sampai mampus, kamu bakal dipangil "pemalas"!. Jika seorang berhasil membuat sebuah loncatan, member-member yang lainnya juga harus bisa, dikombinasikan dengan "rule of three" / "hukum angka 3 " (satu sama dengan kosong, kamu harus bisa melalui sebuah rintangan tiga kali baru bisa dibilang sukses). Ini membuat mereka menjadi Traceur yang hebat. Dengan sifat untuk berusaha menyamai/melebihi yang positif dan baik adalah salah satu kunci untuk berkembang bila anda berlatihan dengan sebuah group.</p>
<p>Mereka bercerita tentang berlatih di bawah hujan dan salju (saya segera mengalami hal yang sama). Mereka membawa saya ke latihan di kota Evry jam 4 pagi (Mike dan Johann melakukan ini sekitar 3 ke 4 kali seminggu di musim panas). Mereka mengajarkan saya "Jangan pernah merasa cukup, selalu dorong dirimu sedikit lebih banyak lagi"</p>
<p>Saya tahu semua latihan yang saya lalui itu tak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan apa yang orang-orang pertama lakukan, terlebih David Belle. Dia punya kegiatan yang diceritakan seperti legenda, karena hanya sedikit prestasi-prestasinya yang terekam di foto atau video:</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1000 loncatan dari bagian kepala martil di Dame du Lac[tembok panjat yang sering terlihat di video-video parkour Perancis].</span></p>
<p><strong>Bergelantung menyeberangi seluruh porsi batu aqueduct tua setiap pagi</strong></p>
<p>Saya mendengarkan sejuta cerita tentang dia. Waktu saya bertemu dengan David Belle, dia baru saja selesai dengan periode latihan gila.  Hormat saya buat dia melebihi segala batasan apapun. Sewaktu kami di Damier, di bawah pohon di sebuah malam, kita lagi pemanasan sambil ngobrol waktu David memberikan saya beberapa kue: &#8220;Habiskan isi kardus ini kalau kamu mau&#8221; kata David. Saya makan satu biji dan sisanya saya simpan&#8230;Kardus itu bertahan di kamar saya sekitar 1 bulan kayak barang antik berharga.</p>
<p>Saya bertemu dengan David Belle beberapa kali dalam 3 hari itu. Dia bersama dengan Stephane, Kazuma, Sebastian Foucan dan yang lainnya, di group &#8220;orang orang besar&#8221;, karena level mereka sangat jauh diatas kalau dibandingkan dengan Mike, Johann dan Seb. Tapi saya harus bisa menunggu sebelum saya bisa berlatih bersama dia, jadi saya berlatih lebih sering sama group &#8220;orang-orang kecil&#8221;, dan karena saya juga malu mau bertanya langsung sama dia. Saya rasa saya bisa menerima latihan dari dia dan yang lainnya, tapi saya tidak mau terlalu memaksa, hal itu akan terjadi apabila waktunya tiba.</p>
<p>Saya balik ke rumahku di kota Tours, 220Km dari Lisses dan mulai latihan sendiri, berusaha berlatih sedekat dekat mungkin dengan methode Lisses. Saya ikuti program latihan yang mereka beri ke saya, dan sesekali, saya pergi ke Lisses untuk belajar hal-hal baru.</p>
<p>Tapi perlahan-lahan, sesuatu berubah di Lisses. Beberapa perdebatan bodoh membagi kelompok mereka, dan lingkungan yang hebat itu berubah menjadi cuaca yang pahit bermasalah. Mungkin itulah sebabnya saya mengambil jarak untuk sesaat, untuk mencari tantangan di daerah lain. Saya rindu sekali dengan lingkungan yang hebat itu&#8230;<br />
Tak ada bullshit [omongkosong], sikap-sikap palsu, tak ada rencana anjing yang melibatkan uang&#8230;</p>
<p>Hanya sekelompok teman, dengan baju berlobang dan tangan yang kotor, berlatih sampai mampus bersama dengan jiwa yang baik. Beberapa orang di Lisses masih punya jiwa ini, tapi tetap saja ada yang tetap berbeda.</p>
<p>Saya merasa jauh dari hal-hal yang terjadi di hari ini: masalah freerunning lah, kompetisi lah, bisnis&#8230;</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Ini sangatlah jauh dari parkour yang seharusnya</span>. Tapi terkadang, saya sangat senang untuk bertemu dengan orang-orang yang masih berbagi jiwa hebat itu, walau pun mereka baru mulai latihan parkour beberapa tahun atau kurang.</p>
<p>Mungkin saya salah waktu memulai article ini. Mungkin, Parkour masihlah latihan underground kecil-kecilan sama seperti dulu, mungkin parkour memang cara berpikir yang bersih yang hanya sedikit orang mengerti, dan yang lainnya hanyalah kotoran yang tertumpuk disekelilingnya.</p>
<p>Jangan salah mengerti, saya tidak mau menentang siapa-siapa. Kalau kamu mau buat parkour jadi sebuah kompetisi, kalau mereka mau membuat gerakan-gerakan skateboard yang gila, kalau mereka mau menjual gadget parkour, ya terserah mereka. Sukses untuk semuanya.</p>
<p>Tapi saya tidak bakal mengambil bagian dari hal-hal demikian. Motif saya sangat berbeda : bukan yang terbaik atau yang terjelek, Motif saya, ya saya yang punya&#8230;motif yang dekat dengan kejiwaan yang saya temukan di Lisses beberapa tahun lalu.</p>
<p><em><span class="postbody">Oleh Thomas Couetdic </span><span class="postbody"><a href="http://thomadventures.blogspot.com/2007/05/memories-of-early-parkour-experiences.html" target="_blank">memories-of-early-parkour-experiences</a></span><br />
<span class="postbody"> <a href="http://thomadventures.blogspot.com/2007/05/memories-of-early-parkour-experiences.html" target="_blank"></a></span>Terjemah oleh <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=156" target="_blank">emon</a> (Edmund) dan Editorial oleh <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank">Bullseye</a> (Fadly)</em></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-style: italic;">Artikel ini ditulis oleh Thomas Couetdic, salah satu didikan kebanggaan David Belle. Thomas pernah melakukan petualangan dengan bersepeda dari Perancis menuju Italia. Dan Thomas akan diajak oleh David Belle dan film terbarunya yg akan ditayangkan akhir tahun ini. </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/kenangan-awal-mula-parkour.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
