Terjemahan Interview Dan Edwardes (Parkour Generations)
Written by qronoz on February 6, 2009 – 9:54 am -Di 2 postingan blog sebelomnya, gw udah posting video interview Dan Edwardes, seorang anggota Parkour Generations. Nah, mumpung hari ini gw nganggur gak ada ujian, gw cobain terjemahin interviewnya, lumayan cape juga yak nerjemahinnya. Sebelomnya mohon maaf kalo terjemahannya gak begitu rapih, gw sebisa mungkin ambil semua interviewnya tapi yang gw gak bisa terjemahin gw ambil poin pentingnya. Semoga bermanfaat yah!
1. Bagaimana pendapatmu tentang perkembangan parkour/freerunning di dunia?
A: Kemana kami pergi banyak orang berlatih dan ini sangat bagus. Ini yang kami harapkan, begitu juga dengan teman2 pendiri Yamakasi di Perancis dan Lisses. Kami berharap parkour berkembang di jalur yang benar, menyampaikan pesan yang benar pula, memberikan semua orang akses untuk mempelajari parkour dengan benar.
Semua akan baik apabila parkour dikembangkan di jalur yang benar, bukan di jalur yang salah. Dengan perkembangan pesat ini banyak orang yang belajar di jalur yang salah. Kami tidak ingin ini terjadi. Tapi secara umum kami melihat komunitas2 mulai berlatih dengan benar, kami hanya berharap kami dapat terus melakukannya dan terus berada pada jalur yang benar.
2. Apa yang menginspirasi kamu untuk berjuang dalam menyebarkan true spirit dari Parkour?
A: Inspirasi kami adalah passion akan seni ini sendiri, kami telah tersentuh, berubah, dan berkembang melalui Parkour. Banyak hal yang telah kami mengerti dari disiplin ini. Kami ingin membagikan hal ini kepada orang lain, jika mereka mau, agar mereka juga dapat berkembang dan mendapat segala kelebihan seperti yang kami dapatkan di parkour.
Ini semua mengenai mengambil semangat dari original Parkour, menjaga, dan meneruskan api semangat ini ke orang lain seperti generasi muda. Hal ini penting bagi kami dan menjadi motivasi kami.
Banyak hal menyenangkan di dalamnya, kami bepergian, bertemu dengan orang2 dan komunitas2, berlatih dengan mereka. sungguh menyenangkan. Intinya, ini adalah disiplin yang sangat berguna bagi siapapun yang melakukannya, kami serius, dan kami ingin menjaga semangat ini tetap ada.
3. Sangat jelas bahwa ada waktunya kita memaksa tubuh kita melawan sakit dan lelah adalah suatu hal yang benar, tapi kadang ada waktunya kita harus beristirahat. Bagaimana cara saya tahu mana waktu yang tepat?
A: Cara kita tau kapan kita tetap bisa melanjutkan latihan atau harus berhenti adalah dengan cara sering berlatih. Semakin banyak kita berlatih, maka kita semakin dapat mendengarkan tubuh kita dan meresponnya.
Benar sekali, kita masih bisa mendorong tubuh kita secara mental untuk berlatih walaupun ada kelelahan fisik, namun ada waktunya juga saat kita sudah benar2 merasa lelah dan kesulitan, yang akan membuat efek negatif pada fisik kita.
Dan itu artinya kita harus beristirahat dan baru kembali berlatih saat bugar. Ini semua kembali pada pengalaman kita berlatih, ada waktunya dimana tubuh kita akan mengeluh kelelahan atau memberi tanda bahwa apa yang akan kita lakukan akan menimbulkan cedera.
Oleh karena itu, berlatihlah terus, jangan terburu2, dan kita akan mengetahui batas diri kita, mana yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. Semuanya kembali ke pengalaman.
4. Umur kamu membantu atau menghalangi dalam melakukan Parkour?
A: Itu semua relatif. Parkour bukan kemampuan untuk melakukan gerakan stunt atau sejenisnya. Parkour adalah bentuk latihan untuk diri sendiri, jiwa, dan pikiran melalui tubuh kita sendiri. Beberapa pemula merasa sangat kesulitan untuk melakukan precision jump sederhana. Bagi kita sederhana, namun bagi mereka sangat sulit. Jadi ini semua relatif bergantung kepada masing2 individu. Saat kamu berumur 20an kamu dapat melakukan gerakan2 yang lebih dinamis dibanding saat kamu berumur 50an. Tapi keuntungan yang didapat dari latihan parkour akan sama untuk semua umur.
Untuk saya, keuntungan yang saya dapat adalah saya merasa lebih baik. Selama kita berlatih tiap hari, kita akan menjaga tubuh kita tetap fit, selain itu, kita akan dilatih juga untuk bijaksana dalam berlatih, sehingga keduanya akan menjadikan kita lebih baik. Saya merasa lebih baik sekarang dibanding saat saya berumur 20.
5. Apakah menurut kamu generasi baru Parkour saat ini cenderung ingin mencapai progress lebih cepat dari yang seharusnya?
A: Ya, saya rasa ini cukup berbahaya. Saat kami bepergian, kami melihat banyak orang yang tidak memiliki bimbingan dari praktisi yang lebih berpengalaman seperti dari Perancis. Ada kecenderungan mereka mencontoh segala hal dari internet untuk melakukan suatu loncatan besar, trik2 atau stunt yang dianggap keren, tanpa mengetahui latihan2 berat di belakangnya yang merupakan dasar dari semua itu.
Ini alami, dan ini juga terjadi pada kami saat awal kami berlatih. Ini yang harus diluruskan dan ini yang membuat kami sekarang mengajar berdasarkan knowledge yang kami miliki untuk memberitahu mereka ini bukan cara yang benar karena kami pernah melaluinya juga.
Saya rasa cukup bijak bila komunitas di seluruh dunia tidak terburu2 dalam latihannya. Seni ini dibuat untuk dipraktekkan seumur hidup, bukan 5 tahun lalu badan kita berantakan. Untuk itu, kita harus berlatih dengan sabar, progress, dan memiliki fondasi yang kuat. Orang2 yang melakukan itu akan mendapatkan hasil yang terbaik.
6. Kemana pikiranmu diarahkan saat berlatih?
A: Saya rasa itu tergantung masing2 orang. Untuk saya ini bergantung pada tipe latihannya. Untuk latihan movement, saya memusatkan pikiran saya pada movement itu sendiri. Sebenarnya antara 2 hal: movement atau tidak memikirkannya sama sekali.
Saat saya sudah sangat merasa sangat nyaman dengan movement/terrain yang saya hadapi, saya berusaha tidak terlalu memikirkannya. Jika movement itu sulit dan saya sedang mempelajarinya, maka saya akan fokus untuk melakukan yang benar, detail2nya, dan aman.
Jadi ini semua kembali ke pertanyaan mengenai kapan saya harus fokus. Dan kemudian saya menguasainya, lalu saya dapat menyebarkan fokus saya dan bergerak dengan insting, yang untuk saya itulah tujuannya.
7. Apakah hal yang terpenting menurutmu untuk diketahui dan diingat oleh seorang traceur dalam Parkour?
A: Hal2 paling penting bagi seorang traceur dalam melakukan Parkour adalah mengapa mereka melakukannya dan apa yang diberikan Parkour pada diri mereka. Ini adalah disiplin pribadi, bukan untuk alasan2 lain seperti pamer, mendapat hadiah, atau menghasilkan uang. Ini adalah latihan untuk diri kita sendiri dan mengembangkan pikiran, tubuh, dan semangat kita. Meningkatkan kemampuan diri sendiri serta membuat kita sendiri ahli. Hal inilah menurut saya yang paling penting.
8. Menurutmu apakah perjuangan untuk menjaga image parkour terpisah dari freerunning itu berguna?
A: Tidak, mungkin ini yang selalu dijadikan pertanyaan oleh banyak orang di banyak tempat. Tapi kenyataannya Parkour dan Freerunning adalah sama, disiplin ini pertama kali bernama Art Du Deplacement, nama ini yang pertama digunakan oleh praktisi2 yang pertama kali melakukannya.
Kemudian ada seseorang yang kemudian menamakannya Parkour, atau menyatakan apa yang ia lakukan adalah Parkour, jadi pada dasarnya sama. Dan selanjutnya lagi diterjemahkan menjadi Freerunning untuk film dokumenter Jump London yang menggunakan istilah tersebut untuk audiens berbahasa Inggris.
Jadi Art Du Deplacement/Parkour/Freerunning adalah satu disiplin yang sama. Saya rasa ini penting untuk tidak memunculkan perbedaan karena ada individu/kelompok tertentu yang ingin memisahkan ini bukan untuk alasan menjaga disiplin ini tetap ada, namun mereka melakukannya untuk pengembangan komersial atau self-publicity. Tentu ini tidak benar.
Semangat dari Art Du Deplacement sebagai disiplin mula2 sangat penting untuk memisahkan disiplin ini dari disiplin lain. Ini yang membuatnya unik dan harus dijaga keasliannya melalui tidak membeda2kan melalui pernyataan “ini freerunning” dan “itu parkour”, itu semua omong kosong. Ini semua bukan tentang daftar gerakan, namun mengenai semangat berlatih, semangat meningkatkan diri sendiri melalui gerakan, fisik, dan menghadapi rasa takut dalam diri kita.
Jadi jangan mengatakan dengan melakukan gerakan tertentu maka kita melakukan freerunning. Ini ketidakakuratan yang disebarkan melalui media yang sayangnya ingin memunculkan banyak perbedaan dari keadaan sebenarnya dan akhirnya memunculkan misinterpretasi. Ini semua adalah seni yang sama, seni individu.
9. Saya baca kamu berlatih bela diri juga, boleh saya tau apa saja itu dan bagaimana mereka mempengaruhi parkour dan latihanmu?
A: Saya sempat berlatih beberapa bela diri sejak berumur 9 tahun seperti Karate, Aikido, Boxing, Muaythai dan yang paling terakhir selama 10 tahun ke belakang ini adalah satu bela diri kuno dari Jepang. Yang terpenting adalah apakah semua itu memiliki fungsi atau berguna pada latihan saya. Saya sempat mempelajari beberapa teknik bertarung yang digunakan militer, yang saya rasa ini yang paling berguna.
Apa yang membuat saya tertarik parkour adalah fungsinya dan lingkungannya, saya melihat salah seorang founder menggunakan lingkungannya dengan efektif. Ada beberapa kesamaan dalam mentality dari bela diri dan parkour. Parkour bukanlah suatu bela diri, dua hal yang saya bahas ini memiliki tujuan yang berbeda.
Jadi tidak ada pertukaran secara langsung antar dua hal ini, mungkin terdapat beberapa kesamaan pada konsepnya, namun tidak pada motivasinya. Bela diri mengajarkan untuk melindungi diri anda dan melukai, sedangkan parkour tidak seperti itu, jadi dapat kita lihat perbedaan yang mendasar pada fundamentalnya. Ini pendapat saya setelah 23 tahun berlatih… bela diri, bukan Parkour.
10. Suatu hari tanpa Parkour bagi kehidupan Dan Edwardes berarti…
A: Sedikit dan sudah lama sekali, karena kita sibuk berlatih, melatih, membuat proyek, dll. Parkour mempengaruhi banyak kehidupan anda, cara anda bergerak, cara anda berpikir, jadi rasanya tidak ada satu hari tanpa parkour.
Tapi masih ada kadang2 masih ada hari dimana saya tidak benar2 berlatih dan tidak mengerjakan proyek. Berarti masih ada hari bebas Parkour untuk saya dan pada hari2 itu saya melakukan latihan bela diri atau menulis buku baik untuk project ataupun yang lain, atau untuk bersantai. Bertemu teman, nonton bioskop, ke restoran, dan hal2 lain yang orang lain juga lakukan.
Kalau anda sudah benar2 menyatu dengan parkour dan banyak berlatih maka sulit untuk membedakan mana hari anda yang tanpa parkour karena saat anda berjalan2 di kota, anda melihat segala hal dalam sudut pandang parkour, itu selalu akan muncul di kepala anda.
Tapi itu bagus untuk memiliki hari dimana anda tidak berlatih dan beristirahat, bahkan untuk beberapa waktu misalnya seminggu, ini memberikan tubuh anda kesempatan untuk mensimulasikan apa yang telah dipelajari di parkour.
Translated by Daniel Giovanni aka Qronoz
*video source: Youtube
Seleksi Alam
Written by bullseye on January 3, 2009 – 9:07 pm -Sebelumnya, saya minta maaf bila dalam menulis note ini, akan banyak sekali jiwa, pikiran serta fisik yang akan “disiram” untuk sebuah adiksi dari beberapa pemahaman yang kurang kuat dari seni disiplin yang kita adopsi dari beberapa sosok luar biasa di Lisses, Perancis yang dikenal dengan nama Parkour. Namun saya yakin, bila memahami notes ini dengan baik dan berlatih secara bertahap tahun demi tahun, maka anda akan menjadi para traceur yang luar biasa cepat, kuat, smooth dan berguna untuk melindungi diri anda, orang-orang yang anda cintai, serta masyarakat banyak pada umumnya.
Pada 26 Desember 2008, saya telah berlatih parkour selama kurang lebih satu setengah tahun terhitung semenjak Juli 2007. Semua ketertarikan itu bermula dari film Prancis berjudul “Yamakasi” yang dulu pernah hadir di Indonesia pada tahun 2003 lalu. Semenjak saat itu, sebagai orang yang tertarik dengan aktifitas unik, saya mencoba mengikuti apa yang saya lihat dari video tersebut untuk pertama kali, namun tanpa arahan yang benar. Mungkin saat itu, saya terlihat seperti cecunguk bodoh yang gampang sekali “dicucuk” hidungnya untuk mengikuti semua adegan dari film tersebut. Namun karena tidak mengerti dan minimnya info, latihan “sembrono” itu berhenti sampai saat itu.
Tahun 2007 pertengahan, tak sengaja saya berjumpa dengan aktifitas yang akhirnya kukenal dengan nama Parkour, dan bertemu dengan beberapa pemuda yang saat itu mempunyai kesenangan yang sama. Saya masih bisa mengingat sesi latihan pertamaku setelahnya. Saat itu sama segarnya dalam ingatan, pada hari itu saya melakukan beberapa gerakan kasar yang hanya meniru dari video-video parkour, tanpa tahu dasarnya. Itu adalah awal perkenalan saya dengan parkour yang tadinya hanya berlatih bersama dengan segelintir orang.
Saat ini, saya sudah menjalani beberapa latihan selama satu setengah tahun dengan berbagai progress kecil. Bahkan sudah beberapa media yang mencoba “menjual” apa yang kami lakukan lewat tulisan, radio bahkan layar kaca. Sampai saat ini, telah lahir beberapa para praktisi baru mulai dari pria, wanita, tua, muda dengan bentuk fisik yang bervariasi. Intinya, parkour sudah mulai membahana dan dikenal masyarakat Indonesia. Read more »
Artikel Parkour di Majalah Cita Cinta
Written by qronoz on November 14, 2008 – 7:13 am -
Beberapa hari lalu dapet kabar dari Ika, salah satu traceusse Parkour Indonesia, kalo artikel Parkour udah muncul di majalah cita cinta. Kupasan artikelnya cukup bagus, malah ada screenshot dari website kita tercinta ini juga. Semoga lewat majalah ini bisa semakin banyak traceusse2 baru bermunculan di Parkour Indonesia. Seperti salah satu video dari Parkour Generation: Go Girls! yang bilang “Girls who love shoes, love Parkour”. Hehehe..
*untuk liat versi gede hasil scanning artikel bersangkutan, silakan klik thumbnail yang ada
Dilusi
Written by radd on June 10, 2008 – 11:22 am -Dilusi
a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan
b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan
c. Substance yang hambar
Saya sudah lama tidak ngepost artikel untuk waktu yang cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya mau membagikan apa yang ada dipikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan mungkin memang begitu.
Saya bisa hidup dengan dibenci karena menyatakan apa yang benar, tapi saya tidak bisa terus hidup dengan opini ini dan tidak membagikannya ke orang-orang yang saya rasa bisa terbantu. Saya tahu, saya bukan satu-satunya yang punya opini ini, dan saya rasa artikel ini sangatlah bermanfaat untuk diutarakan bila ini bisa merubah cara berpikir seorang dan membantu mereka. Catatan ini juga untuk teman saya yang baru-baru ini berhenti berlatih bersama. Seorang teman yang merasa rendah di latihannya, merasa ketingalan, cemas, merasa bahwa dia tak sehebat orang-orang lainnya. Catatan ini juga ditujukan untuk dia dan orang-orang lain yang merasa kecewa melihat orang-orang disekeliling mereka membuat hal-hal yang mereka tidak bisa lakukan…dan juga untuk para pendatang-pendatang baru di dunia parkour. Read more »
Kenangan Awal Mula Parkour
Written by radd on June 10, 2008 – 11:10 am -Hanya beberapa tahun lalu, parkour hanyalah metode latihan underground kecil-kecilan yang sejumlah kelompok teman berbagi. Di dalam beberapa tahun berikutnya, parkour meledak menjadi fenomena sedunia, berkembang dengan cepat, menarik perhatian segala macam orang dengan tipe motif berbeda.
Parkour sekarang ada dimana mana, internet, reklame, TV, majalah bahkan di layar bioskop. Sebagian merek-merek sudah mengeluarkan produk-produk yang “diadaptasikan” untuk parkour. Dan tak lama lagi parkour akan masuk di antara dunia fitness dan toko-toko skateboard, dan toko olahraga lokal anda.
Yang jelas Jaman telah berubah.
Saya merasa sangat beruntung karena menemukan parkour sebelum ledakan besar ini terjadi. Di waktu shooting video latihan merupakan sebuah peristiwa yang besar. Di jaman waktu semua traceur (traceur penganut parkour lelaki, traceuse penganut parkour wanita) saling kenal satu sama lain.
Kontak pertamaku dengan parkour adalah melalui laporan televisi “Stade 2″ diikuti oleh film Yamakasi. Dulu hanya ada satu website parkour. Punya Tim Pisteur (Tim dari Pisteur Team).
Hanya ada sedikit informasi yang tersedia (terkadang benar terkadang tidak). Ini membuat parkour terlihat seperti seni yang hilang. Kita [sejumlah orang yang sadar tentang parkour tapi tidak tinggal dikota Lisses), tidak terlalu tahu tentang siapakah atlet-atlet yang hebat itu, kita juga tidak tahu seperti apa sebenarnya kemampuan mereka, apa yang mereka bisa lakukan. Pakour tertutup oleh daya pesona terahasia dan misterius.
Mimpiku, tentu saja, adalah untuk bertemu dengan orang orang ini dan belajar dari mereka. Saya tahu mereka tinggal di Lisses, tapi informasi itu saja tidak cukup. Setelah beberapa bulan saya berhasil mendapatkan kontak dengan Mike dan Johann (saudaranya Stephane Virgoux , salah satu murid pertama David Belle). Saya ingat chatting di MSN dengan Johann dan masuk ke perdebatan bodoh. Ada kesalahpahaman, dia pikir saya mau menantang traceur-traceur di Lisses!
Sewaktu saya menjelaskan intensi yang sebenarnya, saya hanya mau ke Lisses untuk belajar dengan penuh kerendahan hati dan hormat (admirasi saya untuk mereka sangatlah besar), lalu Stephane mengambil keyboardnya dari Johann dan bilang "kalau kamu mau datang untuk belajar, kami akan sangat senang menyambut anda."
Waktu itu saya baru 17 tahun. Seumuran itu, untuk pergi sendiri keluar kota untuk beberapa hari, menemui orang-orang yang tidak saya kenal (terlebih ornag-orang yang sangat saya hormati) adalah ide yang agak bikin stress. Saya beli tiket kereta, booking hotel buat tiga malam. Sekitar September saya pergi ke Lisses. Saya rasa saya adalah orang pertama yang datang dari luar kota ke Lisses untuk berlatih bersama mereka.
Jadi saya tidak tahu apa yang bisa saya harapkan. Dari hal-hal lain, saya berharap untuk bertemu David Belle, itu mungkin karena saya belum sadar betapa hebatnya orang-orang yang lainnya.
Setelah membuat Johann menjemput dan mencari dari stasiun ke stasiun (saya salah turun stasiun), akhirnya saya dapat kehormatan untuk menyalami tangan traceur asli. Kita pergi ke Lisses bersama dengan Mike di mobil murahnya Johann, itu sekitar jam 10.30 pagi. Musik bermain keras dari speaker mobil, saya duduk di belakang terlempar dari satu sisi ke sisi lain (kenanganku tentang cara Johann mengemudi masih membuatku gemetaran sampai sekarang). Botol-botol air kosong menggelinding dekat kakiku. Satu dari tiga hari latihan terbaikku baru saja dimulai.
Pikiranku dipenuhi dengan imaginasi latihan tegang yang gila, saya memang mengantisipasikan hal-hal seperti itu di Lisses. Waktu sampai di lokasi kita bertemu dengan Seb Goudot, kami berempat mulai berlatih bersama. Saya kurang ingat apa yang kita buat, tapi saya ingat betapa terkesannya saya sama mereka, mereka hanya lebih tua sedikit dari saya, tapi mereka sudah berlatih untuk sekitar 2 tahun. Dan kemampuan mereka sangatlah hebat. Ternyata bukan hanya David Belle yang punya reputasi tinggi. Sering kali mereka melompat rintangan yang terasamustahil. Mereka membuktikan cara berpikir saya salah. Mereka mematahkan batasan cara berpikirku. Mengajarkan pelajaran penting di kehidupanku : Lupakan yang namanya "Impossible", hal yang seperti itu tidak ada!. Tak ada apapun yang Impossible kalau kamu percaya diri dan bekerja keras, kamu bisa menggapai apa saja! Sekarang walaupun dihadapkan dengan rintangan yang tak berprikemanusiaan, saya selalu membuka pikiranku,"what if...?"
Dalam 3 hari di Lisses, saya bertemu dengan traceur-traceur lain, tapi paling sering berlatih dengan Johann, Seb dan Mike. Mereka memberikan waktu dan tenaga mereka tanpa minta imbalan. Di waktu ini, saya hanya orang yang kurang percaya diri, yang saya butuhkan hanyalah seorang untuk mengajar saya.
"Tidak apa-apa kalau loe kagak nyampe, kalu loe takut jangan loncat, kagak usah malu, sabar/santai jangan buru buru..."
Saya butuh seorang yang bisa percaya sama saya, bahwa saya bisa menggapai sesuatu, kalau saya ini bukan pecundang . Saya butuh seorang untuk menuntun saya. Dan orang-orang inilah yang membantu saya, dan mereka mengubah hidup saya.
Sangatlah hebat untuk berpikir bagaimana sesuatu hal yang kecil untuk seorang bisa berarti segala-galanya untuk orang yang lain. Saya berhutang budi pada mereka, merekalah yang membuka dan mengaktifkan cara berpikir baru, membuat dan merencanakan hal-hal baru yang tak mungkin bisa kulakukan beberapa tahun lalu. Untuk ini mereka mendapatkan kehormatan hutang budi dan syukurku.
Mereka punya cara berelasi yang sempurna. Terkadang baik dan sopan, terkadang jadi bangsat-bangsat yang sok tegas, berteriak untuk terus mendorong saya. Mereka punya teknik untuk terus mendorong saya waktu saya sudah tidak mau loncat lagi.
Mereka akan tanya dengan baik "apakan kamu mau menyerah?" Saya malu banget, saya mengenal orang-orang ini dan apa pendapat mereka tentang menyerah. Dan ini selalu mengembalikanku untuk terus beraksi.
Setelah hari pertama seluruh badanku sudah kecapean, Johann pernah bawa saya ke gedung sekolah di Lisses untuk latihan Fisik. Stephane dan yang lain sudah mulai latihan disitu mengulang beberapa teknik. Saya disuruh untuk bergelantung menyeberang di tepi tembok sekolah. Jaraknya cuma 15 meteran tapi karena saya sudah kecapeaan, ya itu jadi susah banget. Sebelumnya telapak tangan saya sudah di kondisi kacau, berdarah di sana-sini dan otot tangan saya membuat gerakan gerakan kontraksi yang tidak bersahabat.
Setelah menyeberang 1 meter, saya sudah ingin berhenti. Jadi saya naik ke posisi "istirahat." Johannn ada di atas dan terus mendorong saya untuk terus lanjut, dan traceur-traceur yang lain melihat saya dan membuat opini mereka masing-masing. Saya terus lanjut, centimeter demi centimeter saya bergelantung menyeberangi tembok keparat itu, terkadang harus istirahat lama.
Semua traceur-traceur di Lisses telah melalui latihan yang jauh lebih tegang. Ada sesuatu di Lisses yang membuat sebuah rasa untuk berlatih lebih keras. Mereka pintar untuk membuat setiap latihan, setiap loncatan menjadi lebih susah. Kalau kamu tidak latihan sampai mampus, kamu bakal dipangil "pemalas"!. Jika seorang berhasil membuat sebuah loncatan, member-member yang lainnya juga harus bisa, dikombinasikan dengan "rule of three" / "hukum angka 3 " (satu sama dengan kosong, kamu harus bisa melalui sebuah rintangan tiga kali baru bisa dibilang sukses). Ini membuat mereka menjadi Traceur yang hebat. Dengan sifat untuk berusaha menyamai/melebihi yang positif dan baik adalah salah satu kunci untuk berkembang bila anda berlatihan dengan sebuah group.
Mereka bercerita tentang berlatih di bawah hujan dan salju (saya segera mengalami hal yang sama). Mereka membawa saya ke latihan di kota Evry jam 4 pagi (Mike dan Johann melakukan ini sekitar 3 ke 4 kali seminggu di musim panas). Mereka mengajarkan saya "Jangan pernah merasa cukup, selalu dorong dirimu sedikit lebih banyak lagi"
Saya tahu semua latihan yang saya lalui itu tak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan apa yang orang-orang pertama lakukan, terlebih David Belle. Dia punya kegiatan yang diceritakan seperti legenda, karena hanya sedikit prestasi-prestasinya yang terekam di foto atau video:
1000 loncatan dari bagian kepala martil di Dame du Lac[tembok panjat yang sering terlihat di video-video parkour Perancis].
Bergelantung menyeberangi seluruh porsi batu aqueduct tua setiap pagi
Saya mendengarkan sejuta cerita tentang dia. Waktu saya bertemu dengan David Belle, dia baru saja selesai dengan periode latihan gila. Hormat saya buat dia melebihi segala batasan apapun. Sewaktu kami di Damier, di bawah pohon di sebuah malam, kita lagi pemanasan sambil ngobrol waktu David memberikan saya beberapa kue: “Habiskan isi kardus ini kalau kamu mau” kata David. Saya makan satu biji dan sisanya saya simpan…Kardus itu bertahan di kamar saya sekitar 1 bulan kayak barang antik berharga.
Saya bertemu dengan David Belle beberapa kali dalam 3 hari itu. Dia bersama dengan Stephane, Kazuma, Sebastian Foucan dan yang lainnya, di group “orang orang besar”, karena level mereka sangat jauh diatas kalau dibandingkan dengan Mike, Johann dan Seb. Tapi saya harus bisa menunggu sebelum saya bisa berlatih bersama dia, jadi saya berlatih lebih sering sama group “orang-orang kecil”, dan karena saya juga malu mau bertanya langsung sama dia. Saya rasa saya bisa menerima latihan dari dia dan yang lainnya, tapi saya tidak mau terlalu memaksa, hal itu akan terjadi apabila waktunya tiba.
Saya balik ke rumahku di kota Tours, 220Km dari Lisses dan mulai latihan sendiri, berusaha berlatih sedekat dekat mungkin dengan methode Lisses. Saya ikuti program latihan yang mereka beri ke saya, dan sesekali, saya pergi ke Lisses untuk belajar hal-hal baru.
Tapi perlahan-lahan, sesuatu berubah di Lisses. Beberapa perdebatan bodoh membagi kelompok mereka, dan lingkungan yang hebat itu berubah menjadi cuaca yang pahit bermasalah. Mungkin itulah sebabnya saya mengambil jarak untuk sesaat, untuk mencari tantangan di daerah lain. Saya rindu sekali dengan lingkungan yang hebat itu…
Tak ada bullshit [omongkosong], sikap-sikap palsu, tak ada rencana anjing yang melibatkan uang…
Hanya sekelompok teman, dengan baju berlobang dan tangan yang kotor, berlatih sampai mampus bersama dengan jiwa yang baik. Beberapa orang di Lisses masih punya jiwa ini, tapi tetap saja ada yang tetap berbeda.
Saya merasa jauh dari hal-hal yang terjadi di hari ini: masalah freerunning lah, kompetisi lah, bisnis…
Ini sangatlah jauh dari parkour yang seharusnya. Tapi terkadang, saya sangat senang untuk bertemu dengan orang-orang yang masih berbagi jiwa hebat itu, walau pun mereka baru mulai latihan parkour beberapa tahun atau kurang.
Mungkin saya salah waktu memulai article ini. Mungkin, Parkour masihlah latihan underground kecil-kecilan sama seperti dulu, mungkin parkour memang cara berpikir yang bersih yang hanya sedikit orang mengerti, dan yang lainnya hanyalah kotoran yang tertumpuk disekelilingnya.
Jangan salah mengerti, saya tidak mau menentang siapa-siapa. Kalau kamu mau buat parkour jadi sebuah kompetisi, kalau mereka mau membuat gerakan-gerakan skateboard yang gila, kalau mereka mau menjual gadget parkour, ya terserah mereka. Sukses untuk semuanya.
Tapi saya tidak bakal mengambil bagian dari hal-hal demikian. Motif saya sangat berbeda : bukan yang terbaik atau yang terjelek, Motif saya, ya saya yang punya…motif yang dekat dengan kejiwaan yang saya temukan di Lisses beberapa tahun lalu.
Oleh Thomas Couetdic memories-of-early-parkour-experiences
Terjemah oleh emon (Edmund) dan Editorial oleh Bullseye (Fadly)
Artikel ini ditulis oleh Thomas Couetdic, salah satu didikan kebanggaan David Belle. Thomas pernah melakukan petualangan dengan bersepeda dari Perancis menuju Italia. Dan Thomas akan diajak oleh David Belle dan film terbarunya yg akan ditayangkan akhir tahun ini.


