<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Parkour Indonesia &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.parkourindonesia.web.id/tag/artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.parkourindonesia.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 02:58:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Terjemahan Interview Dan Edwardes (Parkour Generations)</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/terjemahan-interview-dan-edwardes-parkour-generations.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/terjemahan-interview-dan-edwardes-parkour-generations.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 02:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qronoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dan edwardes]]></category>
		<category><![CDATA[parkour generation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Di 2 postingan blog sebelomnya, gw udah posting video interview Dan Edwardes, seorang anggota Parkour Generations. Nah, mumpung hari ini gw nganggur gak ada ujian, gw cobain terjemahin interviewnya, lumayan cape juga yak nerjemahinnya. Sebelomnya mohon maaf kalo terjemahannya gak begitu rapih, gw sebisa mungkin ambil semua interviewnya tapi yang gw gak bisa terjemahin gw [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fterjemahan-interview-dan-edwardes-parkour-generations.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fterjemahan-interview-dan-edwardes-parkour-generations.html&amp;style=normal&amp;hashtags=Artikel,dan+edwardes,parkour+generation&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Di <a href="http://kratzervonqronoz.blogspot.com/2009/02/interview-with-dan-from-parkour.html">2 postingan blog sebelomnya</a>, gw udah posting video interview Dan Edwardes, seorang anggota Parkour Generations. Nah, mumpung hari ini gw nganggur gak ada ujian, gw cobain terjemahin interviewnya, lumayan cape juga yak nerjemahinnya. Sebelomnya mohon maaf kalo terjemahannya gak begitu rapih, gw sebisa mungkin ambil semua interviewnya tapi yang gw gak bisa terjemahin gw ambil poin pentingnya. Semoga bermanfaat yah!</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">1. Bagaimana pendapatmu tentang perkembangan parkour/freerunning di dunia?</span></p>
<p>A: Kemana kami pergi banyak orang berlatih dan ini sangat bagus. Ini yang kami harapkan, begitu juga dengan teman2 pendiri Yamakasi di Perancis dan Lisses. Kami berharap parkour berkembang di jalur yang benar, menyampaikan pesan yang benar pula, memberikan semua orang akses untuk mempelajari parkour dengan benar.</p>
<p>Semua akan baik apabila parkour dikembangkan di jalur yang benar, bukan di jalur yang salah. Dengan perkembangan pesat ini banyak orang yang belajar di jalur yang salah. Kami tidak ingin ini terjadi. Tapi secara umum kami melihat komunitas2 mulai berlatih dengan benar, kami hanya berharap kami dapat terus melakukannya dan terus berada pada jalur yang benar.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">2. Apa yang menginspirasi kamu untuk berjuang dalam menyebarkan true spirit dari Parkour?</span></p>
<p>A: Inspirasi kami adalah passion akan seni ini sendiri, kami telah tersentuh, berubah, dan berkembang melalui Parkour. Banyak hal yang telah kami mengerti dari disiplin ini. Kami ingin membagikan hal ini kepada orang lain, jika mereka mau, agar mereka juga dapat berkembang dan mendapat segala kelebihan seperti yang kami dapatkan di parkour.</p>
<p>Ini semua mengenai mengambil semangat dari original Parkour, menjaga, dan meneruskan api semangat ini ke orang lain seperti generasi muda. Hal ini penting bagi kami dan menjadi motivasi kami.</p>
<p>Banyak hal menyenangkan di dalamnya, kami bepergian, bertemu dengan orang2 dan komunitas2, berlatih dengan mereka. sungguh menyenangkan. Intinya, ini adalah disiplin yang sangat berguna bagi siapapun yang melakukannya, kami serius, dan kami ingin menjaga semangat ini tetap ada.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">3. Sangat jelas bahwa ada waktunya kita memaksa tubuh kita melawan sakit dan lelah adalah suatu hal yang benar, tapi kadang ada waktunya kita harus beristirahat. Bagaimana cara saya tahu mana waktu yang tepat?</span></p>
<p>A: Cara kita tau kapan kita tetap bisa melanjutkan latihan atau harus berhenti adalah dengan cara sering berlatih. Semakin banyak kita berlatih, maka kita semakin dapat mendengarkan tubuh kita dan meresponnya.</p>
<p>Benar sekali, kita masih bisa mendorong tubuh kita secara mental untuk berlatih walaupun ada kelelahan fisik, namun ada waktunya juga saat kita sudah benar2 merasa lelah dan kesulitan, yang akan membuat efek negatif pada fisik kita.</p>
<p>Dan itu artinya kita harus beristirahat dan baru kembali berlatih saat bugar. Ini semua kembali pada pengalaman kita berlatih, ada waktunya dimana tubuh kita akan mengeluh kelelahan atau memberi tanda bahwa apa yang akan kita lakukan akan menimbulkan cedera.</p>
<p>Oleh karena itu, berlatihlah terus, jangan terburu2, dan kita akan mengetahui batas diri kita, mana yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. Semuanya kembali ke pengalaman.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">4. Umur kamu membantu atau menghalangi dalam melakukan Parkour?</span></p>
<p>A: Itu semua relatif. Parkour bukan kemampuan untuk melakukan gerakan stunt atau sejenisnya. Parkour adalah bentuk latihan untuk diri sendiri, jiwa, dan pikiran melalui tubuh kita sendiri. Beberapa pemula merasa sangat kesulitan untuk melakukan precision jump sederhana. Bagi kita sederhana, namun bagi mereka sangat sulit. Jadi ini semua relatif bergantung kepada masing2 individu. Saat kamu berumur 20an kamu dapat melakukan gerakan2 yang lebih dinamis dibanding saat kamu berumur 50an. Tapi keuntungan yang didapat dari latihan parkour akan sama untuk semua umur.</p>
<p>Untuk saya, keuntungan yang saya dapat adalah saya merasa lebih baik. Selama kita berlatih tiap hari, kita akan menjaga tubuh kita tetap fit, selain itu, kita akan dilatih juga untuk bijaksana dalam berlatih, sehingga keduanya akan menjadikan kita lebih baik. Saya merasa lebih baik sekarang dibanding saat saya berumur 20.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">5. Apakah menurut kamu generasi baru Parkour saat ini cenderung ingin mencapai progress lebih cepat dari yang seharusnya?</span></p>
<p>A: Ya, saya rasa ini cukup berbahaya. Saat kami bepergian, kami melihat banyak orang yang tidak memiliki bimbingan dari praktisi yang lebih berpengalaman seperti dari Perancis. Ada kecenderungan mereka mencontoh segala hal dari internet untuk melakukan suatu loncatan besar, trik2 atau stunt yang dianggap keren, tanpa mengetahui latihan2 berat di belakangnya yang merupakan dasar dari semua itu.</p>
<p>Ini alami, dan ini juga terjadi pada kami saat awal kami berlatih. Ini yang harus diluruskan dan ini yang membuat kami sekarang mengajar berdasarkan knowledge yang kami miliki untuk memberitahu mereka ini bukan cara yang benar karena kami pernah melaluinya juga.</p>
<p>Saya rasa cukup bijak bila komunitas di seluruh dunia tidak terburu2 dalam latihannya. Seni ini dibuat untuk dipraktekkan seumur hidup, bukan 5 tahun lalu badan kita berantakan. Untuk itu, kita harus berlatih dengan sabar, progress, dan memiliki fondasi yang kuat. Orang2 yang melakukan itu akan mendapatkan hasil yang terbaik.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">6. Kemana pikiranmu diarahkan saat berlatih?</span></p>
<p>A: Saya rasa itu tergantung masing2 orang. Untuk saya ini bergantung pada tipe latihannya. Untuk latihan movement, saya memusatkan pikiran saya pada movement itu sendiri. Sebenarnya antara 2 hal: movement atau tidak memikirkannya sama sekali.</p>
<p>Saat saya sudah sangat merasa sangat nyaman dengan movement/terrain yang saya hadapi, saya berusaha tidak terlalu memikirkannya. Jika movement itu sulit dan saya sedang mempelajarinya, maka saya akan fokus untuk melakukan yang benar, detail2nya, dan aman.</p>
<p>Jadi ini semua kembali ke pertanyaan mengenai kapan saya harus fokus. Dan kemudian saya menguasainya, lalu saya dapat menyebarkan fokus saya dan bergerak dengan insting, yang untuk saya itulah tujuannya.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">7. Apakah hal yang terpenting menurutmu untuk diketahui dan diingat oleh seorang traceur dalam Parkour?</span></p>
<p>A: Hal2 paling penting bagi seorang traceur dalam melakukan Parkour adalah mengapa mereka melakukannya dan apa yang diberikan Parkour pada diri mereka. Ini adalah disiplin pribadi, bukan untuk alasan2 lain seperti pamer, mendapat hadiah, atau menghasilkan uang. Ini adalah latihan untuk diri kita sendiri dan mengembangkan pikiran, tubuh, dan semangat kita. Meningkatkan kemampuan diri sendiri serta membuat kita sendiri ahli. Hal inilah menurut saya yang paling penting.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">8. Menurutmu apakah perjuangan untuk menjaga image parkour terpisah dari freerunning itu berguna?</span></p>
<p>A: Tidak, mungkin ini yang selalu dijadikan pertanyaan oleh banyak orang di banyak tempat. Tapi kenyataannya Parkour dan Freerunning adalah sama, disiplin ini pertama kali bernama Art Du Deplacement, nama ini yang pertama digunakan oleh praktisi2 yang pertama kali melakukannya.</p>
<p>Kemudian ada seseorang yang kemudian menamakannya Parkour, atau menyatakan apa yang ia lakukan adalah Parkour, jadi pada dasarnya sama. Dan selanjutnya lagi diterjemahkan menjadi Freerunning untuk film dokumenter Jump London yang menggunakan istilah tersebut untuk audiens berbahasa Inggris.</p>
<p>Jadi Art Du Deplacement/Parkour/Freerunning adalah satu disiplin yang sama. Saya rasa ini penting untuk tidak memunculkan perbedaan karena ada individu/kelompok tertentu yang ingin memisahkan ini bukan untuk alasan menjaga disiplin ini tetap ada, namun mereka melakukannya untuk pengembangan komersial atau self-publicity. Tentu ini tidak benar.</p>
<p>Semangat dari Art Du Deplacement sebagai disiplin mula2 sangat penting untuk memisahkan disiplin ini dari disiplin lain. Ini yang membuatnya unik dan harus dijaga keasliannya melalui tidak membeda2kan melalui pernyataan &#8220;ini freerunning&#8221; dan &#8220;itu parkour&#8221;, itu semua omong kosong. Ini semua bukan tentang daftar gerakan, namun mengenai semangat berlatih, semangat meningkatkan diri sendiri melalui gerakan, fisik, dan menghadapi rasa takut dalam diri kita.</p>
<p>Jadi jangan mengatakan dengan melakukan gerakan tertentu maka kita melakukan freerunning. Ini ketidakakuratan yang disebarkan melalui media yang sayangnya ingin memunculkan banyak perbedaan dari keadaan sebenarnya dan akhirnya memunculkan misinterpretasi. Ini semua adalah seni yang sama, seni individu.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">9. Saya baca kamu berlatih bela diri juga, boleh saya tau apa saja itu dan bagaimana mereka mempengaruhi parkour dan latihanmu?</span></p>
<p>A: Saya sempat berlatih beberapa bela diri sejak berumur 9 tahun seperti Karate, Aikido, Boxing, Muaythai dan yang paling terakhir selama 10 tahun ke belakang ini adalah satu bela diri kuno dari Jepang. Yang terpenting adalah apakah semua itu memiliki fungsi atau berguna pada latihan saya. Saya sempat mempelajari beberapa teknik bertarung yang digunakan militer, yang saya rasa ini yang paling berguna.</p>
<p>Apa yang membuat saya tertarik parkour adalah fungsinya dan lingkungannya, saya melihat salah seorang founder menggunakan lingkungannya dengan efektif. Ada beberapa kesamaan dalam mentality dari bela diri dan parkour. Parkour bukanlah suatu bela diri, dua hal yang saya bahas ini memiliki tujuan yang berbeda.</p>
<p>Jadi tidak ada pertukaran secara langsung antar dua hal ini, mungkin terdapat beberapa kesamaan pada konsepnya, namun tidak pada motivasinya. Bela diri mengajarkan untuk melindungi diri anda dan melukai, sedangkan parkour tidak seperti itu, jadi dapat kita lihat perbedaan yang mendasar pada fundamentalnya. Ini pendapat saya setelah 23 tahun berlatih&#8230; bela diri, bukan Parkour. <img src='http://www.parkourindonesia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">10. Suatu hari tanpa Parkour bagi kehidupan Dan Edwardes berarti&#8230;</span></p>
<p>A: Sedikit dan sudah lama sekali, karena kita sibuk berlatih, melatih, membuat proyek, dll. Parkour mempengaruhi banyak kehidupan anda, cara anda bergerak, cara anda berpikir, jadi rasanya tidak ada satu hari tanpa parkour.</p>
<p>Tapi masih ada kadang2 masih ada hari dimana saya tidak benar2 berlatih dan tidak mengerjakan proyek. Berarti masih ada hari bebas Parkour untuk saya dan pada hari2 itu saya melakukan latihan bela diri atau menulis buku baik untuk project ataupun yang lain, atau untuk bersantai. Bertemu teman, nonton bioskop, ke restoran, dan hal2 lain yang orang lain juga lakukan.</p>
<p>Kalau anda sudah benar2 menyatu dengan parkour dan banyak berlatih maka sulit untuk membedakan mana hari anda yang tanpa parkour karena saat anda berjalan2 di kota, anda melihat segala hal dalam sudut pandang parkour, itu selalu akan muncul di kepala anda.</p>
<p>Tapi itu bagus untuk memiliki hari dimana anda tidak berlatih dan beristirahat, bahkan untuk beberapa waktu misalnya seminggu, ini memberikan tubuh anda kesempatan untuk mensimulasikan apa yang telah dipelajari di parkour.</p>
<p><span style="font-size: 85%;"><span style="font-style: italic;">Translated by Daniel Giovanni aka Qronoz</span><br />
<span style="font-style: italic;">*video source: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=hcCZpQTRGzg" target="_blank">Youtube</a><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/terjemahan-interview-dan-edwardes-parkour-generations.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seleksi Alam</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/seleksi-alam.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/seleksi-alam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 14:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bullseye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, saya minta maaf bila dalam menulis note ini, akan banyak sekali jiwa, pikiran serta fisik yang akan &#8220;disiram&#8221; untuk sebuah adiksi dari beberapa pemahaman yang kurang kuat dari seni disiplin yang kita adopsi dari beberapa sosok luar biasa di Lisses, Perancis yang dikenal dengan nama Parkour. Namun saya yakin, bila memahami notes ini dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fseleksi-alam.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fseleksi-alam.html&amp;style=normal&amp;hashtags=Artikel,filosofi&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebelumnya, saya minta maaf bila dalam menulis note ini, akan banyak sekali jiwa, pikiran serta fisik yang akan &#8220;disiram&#8221; untuk sebuah adiksi dari beberapa pemahaman yang kurang kuat dari seni disiplin yang kita adopsi dari beberapa sosok luar biasa di Lisses, Perancis yang dikenal dengan nama Parkour. Namun saya yakin, bila memahami notes ini dengan baik dan berlatih secara bertahap tahun demi tahun, maka anda akan menjadi para traceur yang luar biasa cepat, kuat, smooth dan berguna untuk melindungi diri anda, orang-orang yang anda cintai, serta masyarakat banyak pada umumnya.</p>
<p>Pada 26 Desember 2008, saya telah berlatih parkour selama kurang lebih satu setengah tahun terhitung semenjak Juli 2007. Semua ketertarikan itu bermula dari film Prancis berjudul &#8220;Yamakasi&#8221; yang dulu pernah hadir di Indonesia pada tahun 2003 lalu. Semenjak saat itu, sebagai orang yang tertarik dengan aktifitas unik, saya mencoba mengikuti apa yang saya lihat dari video tersebut untuk pertama kali, namun tanpa arahan yang benar. Mungkin saat itu, saya terlihat seperti cecunguk bodoh yang gampang sekali &#8220;dicucuk&#8221; hidungnya untuk mengikuti semua adegan dari film tersebut. Namun karena tidak mengerti dan minimnya info, latihan &#8220;sembrono&#8221; itu berhenti sampai saat itu.</p>
<p>Tahun 2007 pertengahan, tak sengaja saya berjumpa dengan aktifitas yang akhirnya kukenal dengan nama Parkour, dan bertemu dengan beberapa pemuda yang saat itu mempunyai kesenangan yang sama. Saya masih bisa mengingat sesi latihan pertamaku setelahnya. Saat itu sama segarnya dalam ingatan, pada hari itu saya melakukan beberapa gerakan kasar yang hanya meniru dari video-video parkour, tanpa tahu dasarnya. Itu adalah awal perkenalan saya dengan parkour yang tadinya hanya berlatih bersama dengan segelintir orang.</p>
<p>Saat ini, saya sudah menjalani beberapa latihan selama satu setengah tahun dengan berbagai progress kecil. Bahkan sudah beberapa media yang mencoba &#8220;menjual&#8221; apa yang kami lakukan lewat tulisan, radio bahkan layar kaca. Sampai saat ini, telah lahir beberapa para praktisi baru mulai dari pria, wanita, tua, muda dengan bentuk fisik yang bervariasi. Intinya, parkour sudah mulai membahana dan dikenal masyarakat Indonesia.<span id="more-202"></span></p>
<p>Namun di semua kemajuan itu, ada beberapa kemunduran yang terlihat.</p>
<p>Bila seandainya semua benak dari para original traceur di luar sana dan pesan positif dalam semua artikel parkour yang saya baca tidak saya tuangkan dalam tulisan ini, mungkin parkour akan hanya menjadi trend saja bagi saya. Seperti yang Daniel katakan, &#8220;easy to comes, easy to go&#8221;.</p>
<p>Pemahaman dan kecintaan terhadap parkour terjadi saat saya mulai menjalin dan mendalami parkour lebih dalam lagi, tidak hanya dari gerakan-gerakannya saja, namun dari sebab-akibat kenapa parkour itu lahir ke dunia serta tujuannya untuk kehidupan masing-masing individu.</p>
<p>Sejujurnya, beberapa tahun yang lalu, saya adalah seseorang yang tidak menyukai olahraga. Di sekolah saya memang suka bermain beberapa olahraga yang banyak disukai masyarakat seperti bola, basket dan lain-lainya. Namun saya merasa &#8220;tersisihkan&#8221; dengan semua aktifitas berkeringat itu. Banyak yang menyebut bahwa olah raga yang mereka lakukan adalah olah raga team, tapi ternyata mereka memiliki &#8220;seleksi&#8221; untuk bisa menjadi bagian dari team di olahraga tersebut. Tujuan mereka memenangkan pertarungan, sehingga mereka harus menyisihkan &#8220;orang-orang tidak berguna&#8221; supaya bisa memenangkan pertarungan.</p>
<p>Saya senang bermain bola, tapi saya tidak terampil karena terlalu banyak rule yang harus diikuti dan terlalu banyak cemooh dari mereka-mereka yang lebih terampi saat melihat kemmpuan saya yang miniml. Hanya karena ukuran fisik atau bentuk tubuh, mereka &#8220;menyingkirkan&#8221; atau mencemooh orang-orang yang dianggap tidak terampil. Itukah olah raga team? Selain itu, saya merasa banyak sekali hal-hal lain yang membuat saya tidak menyukai sebuah bentuk olah raga. Terkekang dengan aturan, berusaha berkompetisi untuk menjatuhkan orang lain (walaupun banyak yang mengangap itu adalah sebuah pembelajaran dalam hidup), atau hal-hal lainnya seperti keharusan memiliki peralatan, lokasi, dan beberapa hal hanya untuk melakukan semua kegiatan tersebut. Mungkin yang masih bisa saya terima dalam sebuah olah raga adalah bela diri dikarenakan terinspirasi dari kisah-kisah heroik dimana seseorang harus melindungi dirinya dan orang-orang yang dicintai. Diluar itu, saya lebih memilih beralih ke dunia seni yang dapat menentramkan jiwa seperti bermain alat musik, namun hanya untuk kenikmatan pribadi diri sendiri.</p>
<p>Sampai akhirnya saya menemukan parkour. Dalam parkour saya telah menemukan sesuatu yang tampak sangat segar dan menggairahkan, Sesuatu yang seutuhnya non-kompetitif, sebuah aktifitas yang sangat sederhana untuk dimulai, karena pada dasarnya semua orang sudah memiliki energi tersebut dalam dirinya masing-masing. Tidak ada peraturan, tidak ada alat-alat khusus, tidak membutuhkan lokasi tertentu, tidak membutuhkan biaya, tidak ada pengotakan kondisi seseorang, murni hanya membutuhkan diri anda dan lingkungan sendiri dimana pun dia berada. Walaupun terkesan individualis, namun parkour sangat bersahabat dan bisa menerima keadaan saya seutuhnya. Saya merasa terbantu oleh beberapa teman saya dan banyak mendapatkan uluran tangan, dukungan, serta motivasi sehingga saya bisa beradaptasi dengan gerakan-gerakan parkour. Tidak ada cemooh, hanya sebuah kepercayaan bahwa saya bisa melakukannya sesuai dengan kondisi dan keadaan fisik tubuh saya. Mereka yang sudah terampil lebih dahulu di parkour tidak bersikap sombong namun semakin rendah hati dan mau kembali ke belakang untuk mendorong saya supaya maju bersama. Inilah konsep membantu orang lain, persahabatan, tanpa pengotakkan yang ditunjukkan oleh parkour dan belum saya temui di aktifitas berkeringat lainnya.</p>
<p>Parkour bagiku menjadi sesuatu yang tidak hanya akan memberiku tantangan tapi memberiku kebebasan yang tidak bisa diberi oleh seni bela diri. Kurasa itulah kualitas-kualitas yang menarik orang-orang ke parkour pada awalnya &#8211; mereka melihat lompatan-lompatan spektakuler, kombinasi-kombinasi halus dan apa yang tampaknya mustahil menjadi tidak hanya mungkin, tetapi sederhana (simple), bagi orang-orang (lelaki dan perempuan) ini yang kelihatannya tidak jauh berbeda dari mereka sendiri. Kalimat dari Adit aka Roar menjadi salah satu modal sehingga saya menjadikan aktifitas yang dianggap olah raga ini menjadi sebuah seni yang harus kucintai &#8220;Parkour adalah sebuah seni untuk dicintai, bukan ilmu yang harus dipelajari&#8221;. Karena siapa pun anda sudah memiliki hal tersebut dalam diri masing-masing</p>
<p>Namun, tampaknya hal yang saya rasakan ini tidak dimiliki oleh beberapa praktisi yang sudah bergelut dan memulai untuk berlatih parkour. Hal itu wajar. Karena semua orang mempunyai motivasi yang berbeda saat ingin mengikuti parkour. Namun, bila beberapa praktisi, khususnya yang baru bergabung tidak memiliki alasan yang kuat untuk berlatih parkour, maka mereka akan menjadi santapan alam dan akan disingkirkan oleh alam.</p>
<p>Saya telah melihat banyak orang datang dan pergi selama bertahun-tahun &#8211; beberapa muncul sekali atau dua kali, lainnya selama satu atau dua bulan, dan beberapa selama dua tahun, sebelum memutuskan mereka tidak ingin melanjutkan latihan mereka. Saya ingat, beberapa teman seangkatan berlatih parkour di Taman Ria Senayan, saat ini mulai tidak tampak dengan berbagai alasan yang jadi kendala mereka berlatih. Banyak yang mundur dan akhirnya memutuskan tidak berlatih sama sekali. Masih teringat, saat Daniel, salah satu moderator parkour Jakarta memulai berlatih untuk pertama kalinya beserta sembilan orang lainnya November 2007 lalu. Namun yang tersisa sampai sekarang hanya Daniel seorang, sedangkan yang lainnya hilang entah kemana. Banyak sekali orang yang hilir mudik di dunia parkour, tapi akhirnya hilang dan hanya bertahan beberapa orang saja.</p>
<p>Melihat itu, saya akhirnya memahami sesuatu. Parkour memang diperuntukkan bagi semua kalangan tanpa ada pengotakkan tertentu. Namun, Parkour hanya diperuntukkan bagi orang-orang dengan tipe tertentu untuk dapat berhasil melewati masa-masa sulit dan keluar dari ujungnya, kemudian bersiap-siap untuk menjalani masa-masa berikutnya.</p>
<p>Awalnya, semua orang menikmati awal-awal latihan dan masa itu berlangsung dalam jangka waktu yang berbeda untuk setiap orang, tapi setelahnya mereka semua dihadapkan dengan pertanyaan pada diri sendiri, &#8220;apakah mereka benar-benar mau mengorbankan sebanyak yang diharuskan untuk mencapai tingkatan yang betul-betul bagus&#8221;. Walaupun saya dulu tertarik pada parkour karena alasan-alasan yang sudah kusebutkan sebelumnya, tetapi itu bukanlah alasan saya melanjutkan berlatih, hari demi hari, minggu demi minggu. Alasan saya sudah semakin hari menjadi lebih berkualitas dari hari kemarin.</p>
<p>Apakah ini juga ada di benak anda? Semua praktisi yang membaca note ini atau bahkan calon praktisi parkour yang baru akan memulai berlatih harus menentukan sikap dari awal untuk memulai berlatih. Tanyakan pada diri anda sendiri. Untuk apa anda berlatih? Apa motivasi dan tujuan anda? Kenapa tertarik dengan parkour?</p>
<p>Tidak akan ada piala, tidak akan ada penghargaan, tidak akan ada uang yang bergelimpangan, tidak akan ada ketenaran ketika anda memutuskan berlatih seni disiplin ini. Banyak pihak yang telah keluar dari konsep yang diajarkan oleh David Belle, Raymond Belle dan Georges Hebert yang menggunakan parkour untuk kepentingan di luar konsep awal parkour diciptakan. Untuk itulah, bagi semua praktisi dan calon praktisi parkour, temukan tujuan yang sesungguhnya dalam berlatih parkour dan pahamilah parkour mulai dari sejarah, filosofi, nilai-nilai moral, termasuk eksekusi gerakan parkour.</p>
<p>Dengan modal pemahaman itu, kalian akan menemukan jawaban dari semua kendala yang ada yang menghalangi anda dalam berlatih parkour. Banyak yang berhenti berlatih parkour dengan kendala yang sebenarnya dari diri mereka masing-masing namun mengkambing hitamkan pekerjaan, kurang waktu, tidak ada biaya, tidak bisa bangun pagi, dilarang orang tua, kondisi fisik, tidak pede, atau segala macam kendala yang sebenarnya punya solusi masing-masing di setiap masalah. Mereka hanya melihat masalahnya, tapi tidak melihat solusinya. Kenapa harus berpikir, &#8220;saya tidak bisa bangun pagi&#8221;. Kenapa mereka tidak mengganti kalimatnya dengan &#8220;bagaimana caranya biar saya bisa bangun pagi&#8221;. Mereka hanya berpikir &#8220;saya tidak punya waktu untuk berlatih parkour&#8221;, yang seharusnya mereka bisa berpikir &#8220;bagaimana caranya biar punya waktu untuk berlatih parkour&#8221;. Padahal Parkour itu bisa dilakukan di berbagai waktu, bahkan waktu non efektif setiap orang dan bisa dilakukan di mana saja.</p>
<p>Pemikiran &#8220;melihat solusi&#8221; tersebut bisa lahir bila kita memahami parkour secara menyeluruh bukan hanya dari lompatan parkour, tapi dari nilai moralnya. Di parkour seseorang dapat mempunyai sikap yang positif. Sikap pemberani. Sikap pejuang yang bangkit dari kegagalan. Sikap menghormati diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Sikap adaptable dengan eksosistem manapun. Sikap moderasi, sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Sikap sabar, disiplin dan tekun. Sikap idealisme yang positif dan beberapa sifat lainnya yang bisa dipelajari di parkour. Tapi kenapa banyak praktisi yang tidak melihat itu? Yang ada dipikirannya hanya sekedar melompat dari 2 meter, beraksi memanjat, berlari dan gerakan-gerakan lainnya. Sehingga akhirnya mereka akan bosan dengan sendirinya karena mereka hanya menikmati parkour dari kaca mata fisik saja.</p>
<p>Saat ini, saya menemukan bahwa dalam parkour saya memahami betapa pentingnya melatih pikiran dan juga melatih tubuh. Saya terharu mendengar salah satu teman saya yang sebelum dia berlatih parkour, dia adalah seorang yang tertutup dan kesulitan dalam berkomunikasi (gagap), karena saking gugupnya. Namun setelah dia berlatih parkour, dia tidak hanya mendapatkan kelincahan, kegesitan dan kekuatan saja, namun dia menjadi pribadi yang lebih terbuka. Sehingga membuat dirinya menjadi lebih percaya diri dan akhirnya lancar berkomunikasi tanpa tergagap lagi. Itu yang membuat diriku tertegun dan terharu. Mungkin saya terlalu berlebihan, tapi ini yang ada dibenak saya dan tidak akan saya tutupi.</p>
<p>Selain itu, parkour membuat pikiran, fisik dan jiwa beberapa orang menjadi lebih &#8220;hidup&#8221; dan bisa berguna. Tanpa pikiran yang kuat dan keinginan untuk melakukan sesuatu serta menggunakan kapasitas/kemampuan fisikmu, maka kita tidak akan berguna. Apa gunanya memiliki tangan besar dan kuat jika kamu terlalu takut untuk memasuki gedung yang terbakar untuk menggotong orang yang kamu cintai ke tempat yang aman? Apa gunaya kita berlatih giat, tapi melihat seorang wanita dijambret di tengah jalan namun kita hanya diam saja? Apa gunyanya kita pintar memanjat, tapi untuk menyelamatkan seorang anak kecil yang terjebak di lantai atas, kita hanya diam saja? Itu satu contoh ekstrem tapi menggarisbawahi kebutuhan untuk melatih pikiranmu bersama dengan tubuhmu.</p>
<p>Satu setengah tahun merupakan sejengkal perjalanan dalam dunia parkour. Masih banyak tahun-tahun lain yang harus saya tempuh. Masih banyak kendala yang harus dilewati dengan efektif dan efisien tanpa menimbulkan banyak masalah. Mungkin saya akan menikah, punya anak, fokus di ibadah dan karir di tahun-tahun mendatang nanti. Tapi latihan disiplin ini akan selalu dilakukan di mana pun, kapan pun dan dalam keadaan bagaimana pun. Mungkin terlihat seperti agama kedua, tapi ini adalah untuk pencapaian fisik dan jiwa. Walaupun banyak yang mencemooh bahwa apa yang saya dan teman-teman lakukan adalah sesuatu aktifitas yang &#8220;aneh&#8221; atau terkesan kurang kerjaan, namun saya menanggapi dengan senyum karena saya memaklumi mereka karena tidak bisa &#8220;melihat&#8221; apa yang saya lihat dari parkour. Sebagian lagi ada yang menganggap bahwa parkour adalah sesuatu yang keren, sesuatu yang bisa dijual, bisa menjadi sebuah langkah menjadi &#8220;famous&#8221; atau lain halnya. Itu sah-sah saja buat mereka yang ingin masuk ke dunia tersebut. Tapi menurut saya, parkour hanya akan menjadi debu yang akan hilang diterpa angin bila yang dipikirkan hanya keinginan tersebut. &#8220;Not playing some fool, not saying I&#8217;m cool, not to break the rules, just an effort to crates some goal&#8221;. Itulah motto diri pribadi. Terkesan idealis? Pasti. Karena itulah yang membuat sebuah peristiwa menjadi lebih berharga.</p>
<p>Sekarang, tanyakan apa motivasimu dalam berlatih parkour? Hanya sekedar trend, ingin famous, ikut-ikutan atau hal lainnya?. Itu adalah pilihan. Tidak akan dibatasi. Tapi sampai mana nanti anda akan berlatih parkour. Apakah akan terseleksi oleh alam dan digantikkan oleh bibit baru yang lebih mampu &#8220;bertahan&#8221;?. . Apakah anda seorang praktisi berikutnya yang terhempas? Atau anda adalah seorang praktisi yang akan mengembangkan diri anda menjadi sesuatu yang lebih berkualitas dari segi fisik, pikiran dan jiwa di tahun-tahun mendatang? Waktu akan menjawabnya. Semua bukti telah terlihat. Anda yang menentukan rute anda dan obstacles anda masing-masing.</p>
<p><span> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span></p>
<div><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Fadly Bullseye. Untuk semua praktisi dan calon praktisi parkour.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/seleksi-alam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel Parkour di Majalah Cita Cinta</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/berita/artikel-parkour-di-majalah-cita-cinta.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/berita/artikel-parkour-di-majalah-cita-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 00:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qronoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu dapet kabar dari Ika, salah satu traceusse Parkour Indonesia, kalo artikel Parkour udah muncul di majalah cita cinta. Kupasan artikelnya cukup bagus, malah ada screenshot dari website kita tercinta ini juga. Semoga lewat majalah ini bisa semakin banyak traceusse2 baru bermunculan di Parkour Indonesia. Seperti salah satu video dari Parkour Generation: Go [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fberita%2Fartikel-parkour-di-majalah-cita-cinta.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fberita%2Fartikel-parkour-di-majalah-cita-cinta.html&amp;style=normal&amp;hashtags=Artikel,cita+cinta,majalah&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://i34.tinypic.com/rlj4ur.jpg"><img class="alignleft" src="http://i33.tinypic.com/ivybmo.jpg" alt="" width="148" height="104" /></a>Beberapa hari lalu dapet kabar dari <a href="http://www.new.facebook.com/profile.php?id=1089220901&amp;ref=ts" target="_blank"><strong>Ika</strong></a>, salah satu traceusse Parkour Indonesia, kalo artikel Parkour udah muncul di majalah cita cinta. Kupasan artikelnya cukup bagus, malah ada screenshot dari website kita tercinta ini juga. Semoga lewat majalah ini bisa semakin banyak traceusse2 baru bermunculan di Parkour Indonesia. Seperti salah satu video dari <a href="http://www.youtube.com/watch?v=s-Mqq0Z7eg0"><strong>Parkour Generation: Go Girls!</strong></a> yang bilang <strong>&#8220;Girls who love shoes, love Parkour&#8221;</strong>. Hehehe..</p>
<p><em>*untuk liat versi gede hasil scanning artikel bersangkutan, silakan klik thumbnail yang ada</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/berita/artikel-parkour-di-majalah-cita-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilusi</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/dilusi.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/dilusi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[dilusi]]></category>
		<category><![CDATA[early parkour]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[parkour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/articles/dilusi.html</guid>
		<description><![CDATA[Dilusi a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan c. Substance yang hambar Saya sudah lama tidak ngepost artikel untuk waktu yang cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya mau membagikan apa yang ada dipikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fdilusi.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fdilusi.html&amp;style=normal&amp;hashtags=article,Artikel,dilusi,early+parkour,indonesia,parkour&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p><span class="postbody"> Dilusi </span><br />
<span class="postbody"> a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan </span><br />
<span class="postbody"> b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan </span><br />
<span class="postbody"> c. Substance yang hambar </span></p></blockquote>
<p><span class="postbody"><br />
Saya sudah lama tidak ngepost artikel untuk waktu yang cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya mau membagikan apa yang ada dipikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan mungkin memang begitu.</span></p>
<p>Saya bisa hidup dengan dibenci karena menyatakan apa yang benar, tapi saya tidak bisa terus hidup dengan opini ini dan tidak membagikannya ke orang-orang yang saya rasa bisa terbantu. Saya tahu, saya bukan satu-satunya yang punya opini ini, dan saya rasa artikel ini sangatlah bermanfaat untuk diutarakan bila ini bisa merubah cara berpikir seorang dan membantu mereka. Catatan ini juga untuk teman saya yang baru-baru ini berhenti berlatih bersama. Seorang teman yang merasa rendah di latihannya, merasa ketingalan, cemas, merasa bahwa dia tak sehebat orang-orang lainnya. Catatan ini juga ditujukan untuk dia dan orang-orang lain yang merasa kecewa melihat orang-orang disekeliling mereka membuat hal-hal yang mereka tidak bisa lakukan&#8230;dan juga untuk para pendatang-pendatang baru di dunia parkour. <span id="more-23"></span><br />
<span class="postbody"><br />
Kemarin adalah hari ke 1301 saya berlatih parkour, saya tidak percaya dengan merayakan hari aniversary tersebut, tapi di hari itulah semua pikiran pikiran dalam 2 minggu lewat dan datang bersama serta menyatu menjadi benda padat di kepala saya.</span></p>
<p>Saya mulai latihan 1301 hari lalu September 10, 2003, sehari setelah &#8220;Jump London&#8221; ditayangkan untuk pertama kalinya di Channel 4 dan sangatlah menakjubkan untuk berpikir berapa banyak yang telah terjadi dan berapa banyak hidup saya telah berubah semenjak itu.</p>
<p>Saya sangat ingat latihan pertama saya, 185 minggu dan 6 hari lalu, saya bersama teman baik saya waktu itu Tom, kami berdua sangat tidak sabar setelah menonton &#8220;Jump London&#8221; dan kami mau langsung Meloncat dan Memulai!. Saya ingat mencoba beberapa vaults, loncatan kecil melewati ayunan dan saya juga ingat dengan nyata ketakutan saya sewaktu saya loncat dari atap klub gimnas lokal dan berguling di rumput. Saya kira tingginya sekitar 12 feet [3.6576 m]. Saya melakukan hal ini karena saya pikir inilah parkour, meloncat dari tempat tingi dan hidup untuk menceritakan tentang kehebatan kita keesokan harinya. Betapa jauhnya kita semua telah berkembang dari cara berpikir demikian&#8230;atau salahkah saya?</p>
<p>Sekarang seperti banyak orang bilang, sehari setelah hari latihan pertama badan terasa seperti di neraka. Siapa yang ingat sensasi ngilu yang tak terbilang hanya untuk naik tangga sehari setelah latihan pertama yang keras?. Saya ingat paha saya terasa seperti dikeroyok oleh berandalan dengan pemukul baseball selama dua minggu.</p>
<p>Di jaman ini, ada kekayaan informasi yang tersedia untuk orang-orang yang baru memulai seni-disiplin (parkour) kita. Informasi yang saya tidak punya di jaman saya memulai latihan saya. Untuk saya, latihan waktu itu hanyalah &#8220;Percobaan dan Error&#8221; dan lebih banyak di errornya. Tapi walaupun dengan kegunaan belajar secara cepat dari pengalaman para traceur veteran, saya berpikir apakah ada akibat dari cara belajar demikian.</p>
<p>Saya sadar berapa sulitnya untuk David Belle dan OT [Original Traceur] lainnya di Lisses sewaktu mereka memasuki kegelapan 15 tahun lalu tanpa mengetahui apa yang mereka sedang lakukan atau kemana mereka akan pergi kedepannya. Mereka perlahan-lahan mengukir sebuah jalan ke sebuah tujuan baru dan menjadi cahaya penerang di jalan itu untuk orang-orang ikuti. Selama bertahun-tahun mereka menciptakan gerakan-gerakan dasar dan menyempurnakannya hingga hampir semua rintangan bisa dilewati dengan mengunakan beberapa tekik dasar, hal ini sebuah prestasi yang luar biasa. Sebuah petualangan singkat yang traceur jaman ini bisa lewati dengan cepat, mereka (orang-orang baru di parkour) belajar 10 teknik baru dalam waktu 2 bulan, yang akan memakan 5 tahunan bagi para Original Traceur di Lisses tahun 90&#8242;an untuk mencapai hal itu.</p>
<p>Jadi dengan kecepatan kita berkembang, membangun dan belajar, pasti tentunya kita bisa mengejar mereka para Original Traceur yang mengukir di depan dan bisa membantu mereka menjadi pelita penerang jalan ini bukan?</p>
<p>Saya rasa tidak.</p>
<p>Saya rasa kita berjalan terlalu cepat dijalan yang sama dengan mereka dan kita akan kehabisan bahan bakar (ebergi) sebelum kita bisa mengejar mereka. Mereka para Original Traceur melihat ke belakang, melihat kita (praktisi parkour) di kejauhan dan mungkin mereka berharap kita bisa mengejar mereka dan membentuk seni-disiplin (parkour) ini bertumbuh, tapi saya rasa, tak akan ada generasi di depan yang bisa mengejar mereka. Saya mau mengutip Sthephane Vigroux [salah satu OT] &#8220;<span style="font-style: italic;">saya rasa untuk kebanyakan orang ini harus lebih personal&#8230;semua orang sedang bergerak&#8230;saya sangat senang untuk mereka&#8230;tapi terlalu terburu-buru, terlalu cepat, terlalu gampang, terlalu banyak pertunjukan&#8230;terlalu banyak&#8221;</span> [video S$F volume 3]</p>
<p>Ada beberapa orang yang telah berlatih parkour kurang dari satu tahun dan bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dan lebih jauh dari orang-orang yang sudah berlatih untuk 4 tahun dan saya rasa ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang tersedia sekarang. Ini bisa terdengar baik, di generasi yang mendatang, orang-orang bisa meloncati proses &#8220;Percobaan dan Error&#8221; dan melekat dengan apa yang terbukti bekerja untuk menggapai level yang baik di parkour. Tapi saya cemas.</p>
<p>Saya rasa proses &#8220;Percobaan dan Error&#8221; telah mengajarkan Orignal Traceur [OT] di Lisses banyak tentang diri mereka dan menyuntikkan gaya kreatifitas dan cinta serta keberanian yang mulai terlupakan di jaman ini, dan terganti oleh latihan yang terlalu mengikuti &#8220;buku petunjuk&#8221;. Bukannya saya percaya bahwa mereka [OT] mempunyai adaptasi fisik dan fisik yang lebih baik dari saya, saya percaya ini akan terdilusi lebih jauh lagi di generasi-generasi mendatang sewaktu traceur-traceur masa depan akan mulai latihan. Orang-orang di jaman sekarang punya daftar gerakan gerakan untuk dipelajari dan di check off serta dengan cepat pindah atau belajar ke sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang lebih menakjubkan.</p>
<p>Terasa seperti cara untuk dihormati di komunitas parkour saat ini adalah untuk membuat sesuatu yang besar dan terbaik dengan jangka waktu latihan yang minimal. Asal anda lakukan, tak peduli berapa tidak rapi gerakannya, berapa lamban untuk memanjatnya, bagaimana tempat pendaratannya, atau berapa kerusakan yang dialami orang itu. Semua orang berkata-kata si &#8220;X&#8221; bisa &#8220;Y&#8221; artinya dia lebih hebat dari &#8220;Z&#8221; karena dia baru latihan untuk &#8220;W&#8221; bulan! Hal ini bisa terus terjadi dan ini saya rasa telah merusak alam asli parkour. Orang-orang melakukan gerakan-gerakan yang hebat supaya dikenal orang lain. Dan ini sangatlah menyedihkan bagi para praktisi parkour lainnya yang bekerja keras untuk meningkat tahap demi tahap untuk melihat hal-hal itu terjadi di sekitar mereka. Mereka terpengaruh [tertekan] untuk mencoba hal-hal yang melebihi level mereka sewaktu mereka melihat hal-hal itu dan ini bukanlah salah mereka.</p>
<p>Untuk saya Parkour adalah petualangan panjang dan bermanfaat, bukanlah hanya sebuah pertarungan jangka pendek.</p>
<p>Saya bukan hanya cemas untuk perkembangan Mental dan Kreatifitas Praktisi baru yang terkorbankan. Saya juga merasa perhatian tentang kemampuan Fisik mereka orang-orang baru yang tak terliput dari cara progressi yang terlalu mengikuti &#8220;Buku cetak&#8221;.</p>
<p>Seperti diri saya, sebagian dari kalian pasti punya kenangan di mana hanya kakek anda yang bisa membuka toples botol di meja makan, walaupun dia sudah tua.&#8221;Kekuatan Kakek&#8221; ini bukanlah mukjizat, tapi ini adalah hasil dari 60 tahun kerja tangan keras dan kekuatan yang terbentuk dari bertahun-tahun penggunaan otot berulang kali.</p>
<p>Saya merasa cemas dengan jalan potong yang ada di jaman ini dari praktisi sekarang yang bisa mencuri pembangunan otot yang tak ternilai yang dipunyai traceur di Lisses. Akar-akar syaraf yang dalam, jumlah pengalaman dan ingatan otot, yang tak ada buku, article, atau pembicaraan bisa memberikan &#8220;kekuatan kakek&#8221;.</p>
<p>Kita semua tahu bagaimana mengkodisikan/workout (latihan fisik) diri kita akan membatu perkembangan teknik anda, tapi saya rasa sebagian orang masih memaksa perkembangannya terlalu terburu-buru dan berkembang terlalu cepat. Saya sering melihat hal-hal yang praktisi baru lakukan yang praktisi dengan pengalaman bertahun-tahun belom pernah lakukan, dan terkadang mereka (praktisi lama) merasa tidak enak.. sering mereka menemukan diri mereka (praktisi lama) bertanya tentang latihan mereka dan bingung kenapa mereka tak sehebat yang lainnya (para praktisi baru). Bingung di mana mereka tertingal dan bingung kenapa semua orang terlihat lebih baik dari mereka.</p>
<p>Orang-orang mendatangi saya depresi tentang latihan mereka dan mencari bimbingan dan bertanya dimana mereka salah, bingung apa yang dipunyai orang-orang baru yang mereka tak punya. Jawaban yang saya berikan hanyalah sederhana. Praktisi baru yang membuat loncatan besar, teknik yang megah, yang besar, yang susah, yang panjang dan lain-lain telah menyalakan sumbu yang akan terbakar habis sebelum mereka inginkan. Ini karena tubuh mereka belum siap dengan apa yang mereka lakukan. Ini bukanlah masalah lutut saja, bagaimana dengan kerusakan yang terjadi di bahu mereka sewaktu mereka melakukan ayunan &#8220;drop&#8221; yang besar dari batang ke batang pohon? Bagaimana dengan sikut mereka?</p>
<p>Apakah effek samping dari hal ini?</p>
<p>Apakah effek samping dari lompatan arm jump [cat leap] sejauh 12 kaki [3.6 m]kalau bahunya belom mengalami 10000 kali loncatan cat leap yang lebih kecil?</p>
<p>Apakah effek samping dari Drop 15 feet [4.5m] ke beton kalau kakinya belom pernah mengalami 10000 drop dari 5 feet [1.5m]?</p>
<p>Waktu yang akan menjawabnya.</p>
<p>Lihatlah Traceur-Traceur terbaik di dunia. Pergi ke Lisses dan perhatikan mereka, bicara dengan mereka, berlatih dengan mereka dan belajar dari mereka. Mereka adalah yang terbaik bukan karena keturunan dari leluhur atau karena mereka gila untuk mencoba segala hal yang baru sewaktu mereka muda serta mereka bukanlah yang terbaik karena mereka berkembang dengan cepat. <strong>Mereka adalah yang terbaik dan terkuat karena mereka berkembang dengan bertahap. Mereka membangun lapisan demi lapisan tameng di tubuh mereka selama bertahun-tahun. Mengulangi gerakan-gerekan beribu-ribu kali dan tak terburu-buru menjalani proses tersebut</strong>. Mereka mempunyai &#8220;kekuatan kakek&#8221; yang terakar dalam dan resilience [kenyal bisa memantulkan] dan kekebalan terhadap injury yang datang dari perkembangan tahap demi tahap.</p>
<p>Berbagai interview dengan David Belle yang telah bertanya tentang icedera yang dialaminya dan David menggeleng kepalanya dan menyatakan bahwa lututnya baik, tangannya baik-baik dan dia tak merasa sakit. Ini setelah 18 tahun berlatih. Sangat berbeda dengan sekarang, kita punya orang-orang yang baru satu tahun berlatih terus keluar berbulan-bulan karena masalah lutut, dislokasi punggung, tondonitis&#8230;operasi untuk memperbaiki badan sebelum umur 20 tahun. Apakah ini hanya kebetulan saja? Atau apakah ini karena kita terlalu mendorong keras, terlalu cepat, berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terlalu banyak membandingkan diri ke orang-orang lain?</p>
<p>Parkour adalah petualangan yang personal penuh dengan kerja keras. Tidak ada jalan potong dan tidak ada yang cepat adanya, kalau anda mau &#8220;untuk jadi dan bartahan lama&#8221; [Philoshopy Original Traceur " etre et durer"], saya menyarankan anda untuk melihat baik-baik kepada bentuk latihan anda dan tanya ke diri anda apakah anda hanya melakukan ini untuk bersenang-senang, hanya untuk beberapa tahun sebelum anda bisa dapat rumah, dapat kerjaan, kawin dan punya anak dan pesiun. Kalau hanya demikian, ya buatlah apa yang anda mau, pergi meloncat loncatan besar itu, buat apa yang anda mau dan jangan lihat kembali ke belakang. Sadar saja bahwa anda memberikan efek kepada orang-orang lainnya, yang melakukan parkour dengan serius dan bekerja keras untuk menjadi kuat, pikirkan dua kali sebelum anda mau berkata kepada mereka &#8220;Gua bisa buat ini, kenapa loe kagak buat juga?&#8221;</p>
<p><strong>Tapi jika anda benar-benar mau mendisiplin diri anda, menjadi kuat dan bertahan lama di parkour, jangan membandingkan diri anda ke orang lain.</strong></p>
<p>Memang sangat menggoda untuk berbuat sesuatu yang melebihi level anda sewaktu anda melihat orang yang pengalamannya lebih sedikit dari anda melakukannya. <strong>Jadilah orang yang bijak dan sadarlah akan kerusakan yang mereka berikan pada diri mereka sendiri dan banggalah untuk mengetahui bahwa anda tidak jatuh ke pengaruh orang</strong>. <strong>Sepuluh tahun ke depan ketika mereka sudah berjalan dengan tongkat, anda akan bisa melakukan loncatan mereka 100 kali tanpa meneteskan sebutir keringat.</strong></p>
<p>Saya tidak terlalu pasti bagaimana kita bisa membantu traceur generasi depan dan masa depan parkour. Dengan memberikan mereka pengalaman kita, kita bisa mempersiapkan mereka, tapi ini tidak bisa menjadi substitusi proses &#8220;percobaan dan error&#8221; atau kita hanya akan menjadi hasil cloning guru kita. Haruslah ada elemen &#8220;percobaan dan error&#8221; dan elemen explorasi. Mereka juga harus diperbolehkan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing tanpa merasa tertekan dengan orang-orang di sekeliling mereka.</p>
<p>Saya akan membuat ini tujuan personal saya untuk membantu orang-orang yang saya lihat terpengaruh untuk melalukan sesuatu yang mereka tak inginkan. Akanlah sangat baik jika anda yang membaca ini juga bisa mengikuti dan membantu saya.</p>
<p>Untuk merangkum 2 hal di artikel ini&#8230;</p>
<ol>
<li><span class="postbody">Jikalau anda adalah pendatang baru di parkour, cari tahu sebanyak-banyaknya dan belajar dari orang-orang yang telah melangkah sebelum anda. Tapi jangan sampai hilang kreatifitas dan kemampuan untuk berfikir buat diri anda sendiri. Cobalah hal-hal baru, jelajahi methode-methode berbeda dan berkembanglah di kecepatan langkah anda sendiri. Dan ingat orang-orang sebelum anda mempunyai pengalaman fisik yang telah dibangun &#8220;kekuatan kakek&#8221; dan tak bisa diajarkan atau diwariskan. Anda bisa terburu-buru dengan teory, tapi tidak bisa mengambil jalan potong di tahap practikal jikalau anda mau untuk bertahan lama di disiplin ini. </span></li>
<li><span class="postbody">Kalau anda adalah orang yang lebih berpengalaman di Parkour dan merasa bahwa pendatang-pendatang baru lebih hebat dari anda, janganlah merasa terpaksa untuk memaksa diri anda untuk melakukan hal-hal yang mereka lakukan. Cobalah untuk memperingati mereka tentang bahayanya untuk mencoba hal-hal yang melebihi kapasitas mereka. Walaupun mereka bisa, bukan berarti harus dilakukan. Mereka mungkin berkembang dengan cepat karena banyaknya informasi yang tersedia, tersaji karena kerja keras dan pengalaman anda.</span></li>
</ol>
<p><span class="postbody">Jika anda peduli dengan masa depan parkour, adalah kewajiban kita untuk berkembang dengan pikiran yang sehat dan peringatkan mereka [yang nafsu dan maksa banget], jika anda rasa mereka terlalu memaksa atau terburu-buru bahwa mereka harus perlahan sedikit. Jika kita tidak melakukan hal ini, parkour akan perlahan-lahan mati dengan praktisi yang menjadi duplikasi [Original Traceur] yang melemah dan semakin melemah karena banyaknya cedera latihan yang terlalu memaksa dan kehancuran sendi.</span></p>
<p>Apakah anda akan membantu mendilusikan parkour dan traceur-traceur mendatang, atau apakah anda akan membantu mengentalkannya dan memperkuat mereka?</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-style: italic;">penulis: Chris &#8220;Blane&#8221; Rowat<br />
<a href="http://blane-parkour.blogspot.com/2007/04/dilution.html" target="_blank">http://blane-parkour.blogspot.com/2007/04/dilution.html</a><br />
<a href="http://parkour.net/Dilution-t34.html" target="_blank">http://parkour.net/Dilution-t34.html</a></span></span></p>
<p>diterjemahkan dengan ijin dari penulis.<br />
Penerjemah : <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=156" target="_blank">Emon </a><br />
Edit Bahasa : <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank">Bullseye</a><a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank"> </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/dilusi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Awal Mula Parkour</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/kenangan-awal-mula-parkour.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/kenangan-awal-mula-parkour.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[awal mula parkour]]></category>
		<category><![CDATA[early parkour]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[memories]]></category>
		<category><![CDATA[parkour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/articles/kenangan-awal-mula-parkour.html</guid>
		<description><![CDATA[Hanya beberapa tahun lalu, parkour hanyalah metode latihan underground kecil-kecilan yang sejumlah kelompok teman berbagi. Di dalam beberapa tahun berikutnya, parkour meledak menjadi fenomena sedunia, berkembang dengan cepat, menarik perhatian segala macam orang dengan tipe motif berbeda. Parkour sekarang ada dimana mana, internet, reklame, TV, majalah bahkan di layar bioskop. Sebagian merek-merek sudah mengeluarkan produk-produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fkenangan-awal-mula-parkour.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fkenangan-awal-mula-parkour.html&amp;style=normal&amp;hashtags=article,Artikel,awal+mula+parkour,early+parkour,indonesia,memories,parkour&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><span class="postbody"> Hanya beberapa tahun lalu, parkour hanyalah metode latihan underground kecil-kecilan yang sejumlah kelompok teman berbagi. Di dalam beberapa tahun berikutnya, parkour meledak menjadi fenomena sedunia, berkembang dengan cepat, menarik perhatian segala macam orang dengan tipe motif berbeda.</span></p>
<p>Parkour sekarang ada dimana mana, internet, reklame, TV, majalah bahkan di layar bioskop. Sebagian merek-merek sudah mengeluarkan produk-produk yang &#8220;diadaptasikan&#8221; untuk parkour. Dan tak lama lagi parkour akan masuk di antara dunia fitness dan toko-toko skateboard, dan toko olahraga lokal anda.</p>
<p>Yang jelas Jaman telah berubah.</p>
<p>Saya merasa sangat beruntung karena menemukan parkour sebelum ledakan besar ini terjadi. Di waktu shooting video latihan merupakan sebuah peristiwa yang besar. Di jaman waktu semua traceur (traceur penganut parkour lelaki, traceuse penganut parkour wanita) saling kenal satu sama lain.</p>
<p>Kontak pertamaku dengan parkour adalah melalui laporan televisi &#8220;Stade 2&#8243; diikuti oleh film Yamakasi. Dulu hanya ada satu website parkour. Punya Tim Pisteur (Tim dari Pisteur Team).</p>
<p>Hanya ada sedikit informasi  yang tersedia (terkadang benar terkadang tidak). Ini membuat parkour terlihat seperti seni yang hilang. Kita [sejumlah orang yang sadar tentang parkour tapi tidak tinggal dikota Lisses), tidak terlalu tahu tentang siapakah atlet-atlet yang hebat itu, kita juga tidak tahu seperti apa sebenarnya kemampuan mereka, apa yang mereka bisa lakukan. Pakour tertutup oleh daya pesona terahasia dan misterius.</p>
<p><span class="postbody">Mimpiku, tentu saja, adalah untuk bertemu dengan orang orang ini dan belajar dari mereka. Saya tahu mereka tinggal di Lisses, tapi informasi itu saja tidak cukup. Setelah beberapa bulan saya berhasil mendapatkan kontak dengan Mike dan Johann (saudaranya Stephane Virgoux ,  salah satu murid pertama David Belle). Saya ingat chatting di MSN dengan Johann dan masuk ke perdebatan bodoh. Ada kesalahpahaman, dia pikir saya mau menantang traceur-traceur di Lisses!</span></p>
<p>Sewaktu saya menjelaskan intensi yang sebenarnya, saya hanya mau ke Lisses untuk belajar dengan penuh kerendahan hati dan hormat (admirasi saya untuk mereka sangatlah besar), lalu Stephane mengambil keyboardnya dari Johann dan bilang "kalau kamu mau datang untuk belajar, kami akan sangat senang menyambut anda."</p>
<p>Waktu itu saya baru 17 tahun. Seumuran itu, untuk pergi sendiri keluar kota untuk beberapa hari, menemui orang-orang yang tidak saya kenal (terlebih ornag-orang yang sangat saya hormati) adalah ide yang agak bikin stress. Saya beli tiket kereta, booking hotel buat tiga malam.  Sekitar September saya pergi ke Lisses. Saya rasa saya adalah orang pertama yang datang dari luar kota ke Lisses untuk berlatih bersama mereka.</p>
<p>Jadi saya tidak tahu apa yang bisa saya harapkan. Dari hal-hal lain, saya berharap untuk bertemu David Belle, itu mungkin karena saya belum sadar betapa hebatnya orang-orang yang lainnya.</p>
<p>Setelah membuat Johann menjemput dan mencari dari stasiun ke stasiun (saya salah turun stasiun), akhirnya saya dapat kehormatan untuk menyalami tangan traceur asli. Kita pergi ke Lisses bersama dengan Mike di mobil murahnya Johann, itu sekitar jam 10.30 pagi. Musik bermain keras dari speaker mobil, saya duduk di belakang terlempar dari satu sisi ke sisi lain (kenanganku tentang cara Johann mengemudi masih membuatku gemetaran sampai sekarang). Botol-botol air kosong menggelinding dekat kakiku. Satu dari tiga hari latihan terbaikku baru saja dimulai.</p>
<p>Pikiranku dipenuhi dengan imaginasi latihan tegang yang gila, saya memang mengantisipasikan hal-hal seperti itu di Lisses. Waktu sampai di lokasi kita bertemu dengan Seb Goudot, kami berempat mulai berlatih bersama. Saya kurang ingat apa yang kita buat, tapi saya ingat betapa terkesannya saya sama mereka, mereka hanya lebih tua sedikit dari saya, tapi mereka sudah berlatih untuk sekitar 2 tahun. Dan kemampuan mereka sangatlah hebat. Ternyata bukan hanya David Belle yang punya reputasi tinggi. Sering kali mereka melompat rintangan yang terasamustahil. Mereka membuktikan cara berpikir saya salah. Mereka mematahkan batasan cara berpikirku. Mengajarkan pelajaran penting di kehidupanku : Lupakan yang namanya "Impossible", hal yang seperti itu tidak ada!. Tak ada apapun yang Impossible kalau kamu percaya diri dan bekerja keras, kamu bisa menggapai apa saja! Sekarang walaupun dihadapkan dengan rintangan yang tak berprikemanusiaan, saya selalu membuka pikiranku,"what if...?"</p>
<p>Dalam 3 hari di Lisses, saya bertemu dengan traceur-traceur lain, tapi paling sering berlatih dengan Johann, Seb dan Mike. Mereka memberikan  waktu dan tenaga mereka tanpa minta imbalan. Di waktu ini, saya hanya orang yang kurang percaya diri, yang saya butuhkan hanyalah seorang untuk mengajar saya.</p>
<p><span style="font-style: italic;">"Tidak apa-apa kalau loe kagak nyampe, kalu loe takut jangan loncat, kagak usah malu, sabar/santai jangan buru buru..." </span></p>
<p>Saya butuh seorang yang bisa percaya sama saya, bahwa saya bisa menggapai sesuatu, kalau saya ini bukan pecundang . Saya butuh seorang untuk menuntun saya. Dan orang-orang inilah yang membantu saya, dan mereka mengubah hidup saya.</p>
<p>Sangatlah hebat untuk berpikir bagaimana sesuatu hal yang kecil untuk seorang bisa berarti segala-galanya untuk orang yang lain. Saya berhutang budi pada mereka, merekalah yang membuka dan mengaktifkan cara berpikir baru, membuat dan merencanakan hal-hal baru yang tak mungkin bisa kulakukan beberapa tahun lalu. Untuk ini mereka mendapatkan kehormatan hutang budi dan syukurku.</p>
<p>Mereka punya cara berelasi yang sempurna. Terkadang baik dan sopan, terkadang jadi bangsat-bangsat yang sok tegas, berteriak untuk terus mendorong saya. Mereka punya teknik untuk terus mendorong saya waktu saya sudah tidak mau loncat lagi.</p>
<p>Mereka akan tanya dengan baik <span style="font-style: italic;">"apakan kamu mau menyerah?" </span>Saya malu banget, saya mengenal orang-orang ini dan apa pendapat mereka tentang menyerah. Dan ini selalu mengembalikanku untuk terus beraksi.</p>
<p>Setelah hari pertama seluruh badanku sudah kecapean, Johann pernah bawa saya ke gedung sekolah di Lisses untuk latihan Fisik. Stephane dan yang lain sudah mulai latihan disitu mengulang beberapa teknik. Saya disuruh untuk bergelantung menyeberang di tepi tembok sekolah. Jaraknya cuma 15 meteran tapi karena saya sudah kecapeaan, ya itu jadi susah banget. Sebelumnya telapak tangan saya sudah di kondisi kacau, berdarah di sana-sini dan otot tangan saya membuat gerakan gerakan kontraksi yang tidak bersahabat.</p>
<p>Setelah menyeberang 1 meter, saya sudah ingin berhenti. Jadi saya naik ke posisi "istirahat." Johannn ada di atas dan terus mendorong saya untuk terus lanjut, dan traceur-traceur yang lain melihat saya dan membuat opini mereka masing-masing. Saya terus lanjut, centimeter demi centimeter saya bergelantung menyeberangi tembok keparat itu, terkadang harus istirahat lama.</p>
<p>Semua traceur-traceur di Lisses telah melalui latihan yang jauh lebih tegang. Ada sesuatu di Lisses yang membuat sebuah rasa untuk berlatih lebih keras. Mereka pintar untuk membuat setiap latihan, setiap loncatan menjadi lebih susah. Kalau kamu tidak latihan sampai mampus, kamu bakal dipangil "pemalas"!. Jika seorang berhasil membuat sebuah loncatan, member-member yang lainnya juga harus bisa, dikombinasikan dengan "rule of three" / "hukum angka 3 " (satu sama dengan kosong, kamu harus bisa melalui sebuah rintangan tiga kali baru bisa dibilang sukses). Ini membuat mereka menjadi Traceur yang hebat. Dengan sifat untuk berusaha menyamai/melebihi yang positif dan baik adalah salah satu kunci untuk berkembang bila anda berlatihan dengan sebuah group.</p>
<p>Mereka bercerita tentang berlatih di bawah hujan dan salju (saya segera mengalami hal yang sama). Mereka membawa saya ke latihan di kota Evry jam 4 pagi (Mike dan Johann melakukan ini sekitar 3 ke 4 kali seminggu di musim panas). Mereka mengajarkan saya "Jangan pernah merasa cukup, selalu dorong dirimu sedikit lebih banyak lagi"</p>
<p>Saya tahu semua latihan yang saya lalui itu tak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan apa yang orang-orang pertama lakukan, terlebih David Belle. Dia punya kegiatan yang diceritakan seperti legenda, karena hanya sedikit prestasi-prestasinya yang terekam di foto atau video:</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1000 loncatan dari bagian kepala martil di Dame du Lac[tembok panjat yang sering terlihat di video-video parkour Perancis].</span></p>
<p><strong>Bergelantung menyeberangi seluruh porsi batu aqueduct tua setiap pagi</strong></p>
<p>Saya mendengarkan sejuta cerita tentang dia. Waktu saya bertemu dengan David Belle, dia baru saja selesai dengan periode latihan gila.  Hormat saya buat dia melebihi segala batasan apapun. Sewaktu kami di Damier, di bawah pohon di sebuah malam, kita lagi pemanasan sambil ngobrol waktu David memberikan saya beberapa kue: &#8220;Habiskan isi kardus ini kalau kamu mau&#8221; kata David. Saya makan satu biji dan sisanya saya simpan&#8230;Kardus itu bertahan di kamar saya sekitar 1 bulan kayak barang antik berharga.</p>
<p>Saya bertemu dengan David Belle beberapa kali dalam 3 hari itu. Dia bersama dengan Stephane, Kazuma, Sebastian Foucan dan yang lainnya, di group &#8220;orang orang besar&#8221;, karena level mereka sangat jauh diatas kalau dibandingkan dengan Mike, Johann dan Seb. Tapi saya harus bisa menunggu sebelum saya bisa berlatih bersama dia, jadi saya berlatih lebih sering sama group &#8220;orang-orang kecil&#8221;, dan karena saya juga malu mau bertanya langsung sama dia. Saya rasa saya bisa menerima latihan dari dia dan yang lainnya, tapi saya tidak mau terlalu memaksa, hal itu akan terjadi apabila waktunya tiba.</p>
<p>Saya balik ke rumahku di kota Tours, 220Km dari Lisses dan mulai latihan sendiri, berusaha berlatih sedekat dekat mungkin dengan methode Lisses. Saya ikuti program latihan yang mereka beri ke saya, dan sesekali, saya pergi ke Lisses untuk belajar hal-hal baru.</p>
<p>Tapi perlahan-lahan, sesuatu berubah di Lisses. Beberapa perdebatan bodoh membagi kelompok mereka, dan lingkungan yang hebat itu berubah menjadi cuaca yang pahit bermasalah. Mungkin itulah sebabnya saya mengambil jarak untuk sesaat, untuk mencari tantangan di daerah lain. Saya rindu sekali dengan lingkungan yang hebat itu&#8230;<br />
Tak ada bullshit [omongkosong], sikap-sikap palsu, tak ada rencana anjing yang melibatkan uang&#8230;</p>
<p>Hanya sekelompok teman, dengan baju berlobang dan tangan yang kotor, berlatih sampai mampus bersama dengan jiwa yang baik. Beberapa orang di Lisses masih punya jiwa ini, tapi tetap saja ada yang tetap berbeda.</p>
<p>Saya merasa jauh dari hal-hal yang terjadi di hari ini: masalah freerunning lah, kompetisi lah, bisnis&#8230;</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Ini sangatlah jauh dari parkour yang seharusnya</span>. Tapi terkadang, saya sangat senang untuk bertemu dengan orang-orang yang masih berbagi jiwa hebat itu, walau pun mereka baru mulai latihan parkour beberapa tahun atau kurang.</p>
<p>Mungkin saya salah waktu memulai article ini. Mungkin, Parkour masihlah latihan underground kecil-kecilan sama seperti dulu, mungkin parkour memang cara berpikir yang bersih yang hanya sedikit orang mengerti, dan yang lainnya hanyalah kotoran yang tertumpuk disekelilingnya.</p>
<p>Jangan salah mengerti, saya tidak mau menentang siapa-siapa. Kalau kamu mau buat parkour jadi sebuah kompetisi, kalau mereka mau membuat gerakan-gerakan skateboard yang gila, kalau mereka mau menjual gadget parkour, ya terserah mereka. Sukses untuk semuanya.</p>
<p>Tapi saya tidak bakal mengambil bagian dari hal-hal demikian. Motif saya sangat berbeda : bukan yang terbaik atau yang terjelek, Motif saya, ya saya yang punya&#8230;motif yang dekat dengan kejiwaan yang saya temukan di Lisses beberapa tahun lalu.</p>
<p><em><span class="postbody">Oleh Thomas Couetdic </span><span class="postbody"><a href="http://thomadventures.blogspot.com/2007/05/memories-of-early-parkour-experiences.html" target="_blank">memories-of-early-parkour-experiences</a></span><br />
<span class="postbody"> <a href="http://thomadventures.blogspot.com/2007/05/memories-of-early-parkour-experiences.html" target="_blank"></a></span>Terjemah oleh <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=156" target="_blank">emon</a> (Edmund) dan Editorial oleh <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank">Bullseye</a> (Fadly)</em></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-style: italic;">Artikel ini ditulis oleh Thomas Couetdic, salah satu didikan kebanggaan David Belle. Thomas pernah melakukan petualangan dengan bersepeda dari Perancis menuju Italia. Dan Thomas akan diajak oleh David Belle dan film terbarunya yg akan ditayangkan akhir tahun ini. </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/kenangan-awal-mula-parkour.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Artikel Baru di Parkour Indonesia</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/berita/3-artikel-baru-di-parkour-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/berita/3-artikel-baru-di-parkour-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 04:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[parkour]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/berita-news/3-artikel-baru-di-parkour-indonesia.html</guid>
		<description><![CDATA[Guys ada 3 artikel baru tentang Parkour disini diantaranya Pengertian dari Parkour, anti kompetisi di parkour dan cara memulai berlatih parkour. Thank&#8217;s to emon a.k.a Edmund untuk translasinya dan juga Bullseye untuk editorialnya. Buat temen2 yang mau menyumbangkan tulisannya bisa dikirimkan ke radd[at]parkourindonesia.web.id. GO PARKOUR! UPDATE: ada yang baru lagi, Definisi Parkour guys and gals!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fberita%2F3-artikel-baru-di-parkour-indonesia.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fberita%2F3-artikel-baru-di-parkour-indonesia.html&amp;style=normal&amp;hashtags=Artikel,parkour,sumbangan,tulisan&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img src="http://www.parkourindonesia.web.id/uploads/community.jpg" alt="komunitas" align="left" height="74" width="96" />Guys ada 3 artikel baru tentang Parkour <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/category/articles">disini</a> diantaranya <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/articles/parkour-pengertian-singkat.html">Pengertian dari Parkour</a>, <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/articles/anti-kompetisi-dalam-parkour.html">anti kompetisi di parkour</a> dan <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/articles/memulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html">cara memulai berlatih parkour</a>. Thank&#8217;s to <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=156">emon a.k.a Edmund</a> untuk translasinya dan juga <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21">Bullseye</a> untuk editorialnya. Buat temen2 yang mau menyumbangkan tulisannya bisa dikirimkan ke radd[at]parkourindonesia.web.id. GO PARKOUR!</p>
<p>UPDATE: ada yang baru lagi, <a href="http://www.parkourindonesia.web.id/articles/definisi-parkour.html" title="definisi pk">Definisi Parkour</a> guys and gals!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/berita/3-artikel-baru-di-parkour-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Berlatih Parkour Dengan Benar</title>
		<link>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/memulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html</link>
		<comments>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/memulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara berlatih]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[parkour]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.parkourindonesia.web.id/articles/memulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html</guid>
		<description><![CDATA[Memulai berlatih Parkour dengan cara yang benar. Kalau anda ingin mencoba untuk mengikuti latihan parkour, berikut ada beberapa hal yang anda harus pastikan sudah anda pikirkan dan mengerti sebelum anda bisa mulai. 1. Mengerti parkour Parkour adalah metode latihan berguna untuk meningkatkan diri dengan mempelajari cara bergerak yang natural dan melewati rintangan-rintangan. Prinsip-prinsip yang anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fmemulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.parkourindonesia.web.id%2Fartikel%2Fmemulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html&amp;style=normal&amp;hashtags=Artikel,cara+berlatih,how+to,parkour,tips&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>Memulai berlatih Parkour dengan cara yang benar.</strong></p>
<p>Kalau anda ingin mencoba untuk mengikuti latihan parkour, berikut ada beberapa hal yang anda harus pastikan sudah anda pikirkan dan mengerti sebelum anda bisa mulai.<br />
<strong>1. Mengerti parkour</strong></p>
<p>Parkour adalah metode latihan berguna untuk meningkatkan diri dengan mempelajari cara bergerak yang natural dan melewati rintangan-rintangan. Prinsip-prinsip yang anda pelajari di parkour bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Keuntungan jangka pendeknya adalah anda akan memiliki kemampuan untuk bergerak efisien di situasi-situasi rumit. Sedangkan keuntungan jangka panjangnya adalah meningkatnya fitnes level, percaya diri dan pengekangan diri, serta membuat pikiran yang lebih relax dan positif. Kekurangannya adalah, anda akan melakukan latihan yang memakan waktu dan usaha untuk mendapatkan manfaat penuh dari parkour. Namun hasilnya benar-benar luar biasa.</p>
<p>Latihan fisik memang susah dan melelahkan.</p>
<p>Tidak ada solusi magic. &#8220;Apa yang anda tanam, itulah yang akan anda tuai&#8221;.</p>
<p><strong>2. Pilih untuk mencoba parkour</strong></p>
<p>Setelah anda mengerti segala sesuatu yang menyangkut latihan parkour anda bisa membuat pilihan yang pasti. Jika anda memilih mengikuti latihan parkour bukan untuk diri sendiri, ya tidak masalah!. Semoga anda tidak akan menghadapi situasi menantang yang anda sudah punya solusi untuk melaluinya.</p>
<p>Jika anda memilih untuk mencoba parkour, anda butuh belajar cara menjalaninya. Yang anda butuhkan untuk mulai latihan hanyalah keinginan atau tekad untuk memulai. Tidak butuh perlengkapan special, hanya tekad untuk maju.</p>
<p><span id="more-17"></span><br />
<strong>3. Cari grup latihan di sekitarmu</strong></p>
<p>Sewaktu berlatih parkour, adalah sangat penting untuk belajar bagaimana tubuh dan pikiran anda bekerja, dan anda harus bertanya pada diri sendiri bagaimana cara anda untuk memecahkan rintangan. Bagaimanapun itu, terkadang untuk mempunyai seorang teman yang sudah berpengalaman untuk membantu anda akan sangat berguna untuk mempercepat kemajuan. Jika anda bisa berkenalan dengan seseorang yang punya cukup pengertian dan berpengalaman untuk menjadi seorang penunjuk, ini akan jadi bantuan yang besar. Tak ada dua orang yang sama, akan sangat membantu jika anda mendapatkan seseorang yang metodenya pas untuk kemajuan anda. Akan ada baiknya juga jika orang yang membantu anda<br />
mempunyai kualitas dan cara bepikir yang mirip dengan anda.</p>
<p><strong>4. Cari tahu tentang teori-teori latihan  (work-out)</strong></p>
<p>Orang yang paling mengerti untuk mengkritis kondisi anda adalah diri anda sendiri. Anda harus mengakses dan mengerti sensasi and perasaan dari badan anda yang orang lain tak bisa rasakan. Anda harus mengerti <em>principle</em> badan anda dan buat pilihan untuk diri sendiri. Anda mungkin kuat dan fit, tapi anda masih butuh mengerti diri anda [batasan dan kelemahan diri anda], karena tuntutan parkour itu lebih besar dari aktifitas lain, dan sering spesific dan terperinci di parkour.</p>
<p><strong>5. Gunakan seminggu penuh melatih semua bagian tubuh anda dan mendengar tubuh anda untuk mencari tahu kondisi fisik anda.</strong></p>
<p>Sebelum anda bisa meningkatkan kondisi tubuh anda, anda harus mengetahui bagai mana rasanya dulu sebelum meneruskan latihan. Ambil seminggu penuh untuk memaksa tubuh anda sedikit lebih banyak dari latihan yang anda biasa lakukan [push up, pull up, sit up, jogging, squat jumps]. Tapi jangan terlalu dipaksa karena bisa berbahaya. Ini akan memberikan waktu yang cukup untuk mendorong dan melihat apa yang anda bisa lakukan, dan juga memberi waktu yang cukup untuk sembuh dan juga untuk memperhatikan efek-efek dari memaksa kemampuan tubuh anda.</p>
<p><strong>6. Mulai exercise [work out] yang paling cocok untuk diri anda.</strong></p>
<p>Setelah anda mengerti prinsip-prinsip dan apa yang tubuh anda bisa lakukan anda butuh untuk cari tahu bagaimana anda bisa menyetel exercise yang sesuai dengan kemampuan diri anda. Ini akan membutuh sedikit percobaan, setelah itu baru anda bisa meningkatkan dan mengkritis progres latihan anda.</p>
<p><strong>7. Mulai training parkour.</strong></p>
<p>Untuk mulai anda butuh untuk berkonsentrasi pada latihan fisik [work out] sebagai pondasi untuk latihan-latihan seterusnya. Ada dua tipe dari latihan parkour, latihan teknik dan exercise[work out].</p>
<p>Latihan teknik berkonsentrasi pada koordinasi dan ketepatan gerakan anda. Sedangkan exercise[workout] berkonsentrasi pada peningkatan kondisi tubuh anda supaya lebih kuat bertenaga.</p>
<p>Kedua latihan harus dilatih masing-masing untuk membantu progress anda. Ada baiknya dibagi dengan demikian 3:1 atau 4:1 [exercise workout : teknik]. Kalau anda lebih kuat karena latihan exercise workout , latihan teknik akan jadi lebih gampang.</p>
<p>Semua teknik membutuhkan level tenaga yang berbeda untuk bisa di lakukan dengan efisien. Jadi latihan teknik butuh dilalukan perlahan-lahan, biar latihan exercise [workout] bisa berkembang selangkah dengan dengan teknik.</p>
<p>Ingat untuk selalu mendengarkan tubuh anda, kalau ada rasa kurang keyakinan, ya santai aja dan latih perlahan-lahan sampai merasa nyaman. Kalau anda berusaha meningkatkan teknik terlalu cepat, maka anda bisa terluka. Kalau anda terluka sampai celaka yang cukup parah, maka hal itu akan semakin memperlambat kemajuan anda.</p>
<p>Semua situasi bisa dipecahkan dengan cara yang simple; berpikir, experimen, rubah sedikit teknik dan cara anda menghadapi situasi tersebut.</p>
<p>Recap :</p>
<ol type="1">
<li>Mengerti arti Parkour (Sejarah dan Filosofi Parkour)</li>
<li>Ikut berlatih parkour dengan keinginan diri sendiri. Bukan hanya ikut-ikutan teman.</li>
<li>Cari teman buat latihan bareng. Check jadwal jamming di forum atau lihat di home page.</li>
<li>Mencari tahu tentang kelemahan fisik anda.</li>
<li>Eksperimen seminggu dan mencari tahu batas dan kemampuan tubuh anda. (Ini bukan eksperimen parkour loh, melainkan experimen kekuatan anda. Latihan fisiknya diperbanyak)</li>
<li>Setelah mengetahui keterbatasan fisik anda, mulailah melatih fisik anda dan pastikan anda membuat kemajuan tiap bulan.</li>
<li>Kalau anda sudah merasa kuat, baru mulailah melatih teknik gerakan dasar Parkour. Tapi jangan lupa, latihan fisiknya tetap harus jalan.</li>
</ol>
<p>Ingat, anda tidak akan bisa mengitung rumus E = MCÂ² kalu anda tidak bisa menghitung 1 + 1 = 2.</p>
<p>Anda tidak akan bisa memanjat sebuah gedung kalau anda tidak bisa melakukan pull up. Dan anda tidak akan bisa melompat dari balkoni lantai dua rumah anda kalau paha dan kaki anda belum cukup kuat latihan Squad Jump.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Artikel asli ditulis oleh Dave Sedgley (<a href="http://parkour.net/start-t37.html" target="_blank">http://parkour.net/start-t37<wbr></wbr>.html</a>).<br />
Translated and edited to Bahasa Indonesia with the author&#8217;s permission<br />
Penerjemah : <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=156" target="_blank">Emon </a>(Edmund Solaiman)<br />
Edit Bahasa : <a href="http://parkourindonesia.web.id/forum/profile.php?mode=viewprofile&amp;u=21" target="_blank">Bullseye </a>(Fadli)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/memulai-berlatih-parkour-dengan-benar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
