Seleksi Alam
Written by bullseye on January 3, 2009 – 9:07 pm -Sebelumnya, saya minta maaf bila dalam menulis note ini, akan banyak sekali jiwa, pikiran serta fisik yang akan “disiram” untuk sebuah adiksi dari beberapa pemahaman yang kurang kuat dari seni disiplin yang kita adopsi dari beberapa sosok luar biasa di Lisses, Perancis yang dikenal dengan nama Parkour. Namun saya yakin, bila memahami notes ini dengan baik dan berlatih secara bertahap tahun demi tahun, maka anda akan menjadi para traceur yang luar biasa cepat, kuat, smooth dan berguna untuk melindungi diri anda, orang-orang yang anda cintai, serta masyarakat banyak pada umumnya.
Pada 26 Desember 2008, saya telah berlatih parkour selama kurang lebih satu setengah tahun terhitung semenjak Juli 2007. Semua ketertarikan itu bermula dari film Prancis berjudul “Yamakasi” yang dulu pernah hadir di Indonesia pada tahun 2003 lalu. Semenjak saat itu, sebagai orang yang tertarik dengan aktifitas unik, saya mencoba mengikuti apa yang saya lihat dari video tersebut untuk pertama kali, namun tanpa arahan yang benar. Mungkin saat itu, saya terlihat seperti cecunguk bodoh yang gampang sekali “dicucuk” hidungnya untuk mengikuti semua adegan dari film tersebut. Namun karena tidak mengerti dan minimnya info, latihan “sembrono” itu berhenti sampai saat itu.
Tahun 2007 pertengahan, tak sengaja saya berjumpa dengan aktifitas yang akhirnya kukenal dengan nama Parkour, dan bertemu dengan beberapa pemuda yang saat itu mempunyai kesenangan yang sama. Saya masih bisa mengingat sesi latihan pertamaku setelahnya. Saat itu sama segarnya dalam ingatan, pada hari itu saya melakukan beberapa gerakan kasar yang hanya meniru dari video-video parkour, tanpa tahu dasarnya. Itu adalah awal perkenalan saya dengan parkour yang tadinya hanya berlatih bersama dengan segelintir orang.
Saat ini, saya sudah menjalani beberapa latihan selama satu setengah tahun dengan berbagai progress kecil. Bahkan sudah beberapa media yang mencoba “menjual” apa yang kami lakukan lewat tulisan, radio bahkan layar kaca. Sampai saat ini, telah lahir beberapa para praktisi baru mulai dari pria, wanita, tua, muda dengan bentuk fisik yang bervariasi. Intinya, parkour sudah mulai membahana dan dikenal masyarakat Indonesia. Read more »
Definisi Parkour
Written by radd on April 30, 2008 – 12:37 pm -Sejarah Parkour
Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.
Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata “Parkour” itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada abad 19 bernama Georges Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert terinspirasi oleh suku di Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik. Ternyata, yang bisa membuat suku tersebut kuat adalah lingkungan sekitarnya yang telah melatih mereka dengan sendirinya selama bertahun-tahun.
Akhirnya, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode naturalle yang terkenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘to be strong, to be useful’.
Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing, dan swimming. Metode itulah yang akhirnya dipakai para tentara Prancis di perang Vietnam. Salah satu yang mendalami latihan itu adalah Raymond Belle, ayah David Belle itu sendiri.
Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.
Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).
Parkour: Anti Kompetisi
Written by radd on April 29, 2008 – 10:27 am -Anti Kompetisi dalam Parkour
Para member dari komunitas Parkour berdiri tegas melawan ide kompetisi parkour yang terorganisir.
Alasan kami:
- Kami tidak percaya akan adanya kelas elit.
Kami tidak percaya akan adanya seleksi special di antara para traceur. - Kami tidak percaya bahwa parkour membutuhkan hirarki atau perbedaan level-level kemampuan setiap traceur.
- Kami percaya bahwa untuk menjadi “yang terbaik atau terkenal” itu tidak ada artinya di Parkour, karena kemenangan atau kekalahan itu tidak berarti apa-apa di dalam filosofi parkour.
- Kami tidak menerima elemen-elemen pendorong seperti demikian di dalam filosofi parkour.
Kami percaya motivasi untuk latihan [parkour] selalu harus datang dari dalam hati seorang.
Kita bekerja keras untuk menjadi lebih kuat untuk diri kita dan orang lain, bukan untuk berkompetisi melawan orang lain, melainkan berlatih bersama dan membantu orang lain.
Karena itu kami menolak dan tidak memperdulikan segala jenis persaingan di antara sesama traceur atau sesame manusia lain. Kami menghargai hormat mutual dan solidaritas untuk terus berkembang sebagai individu dan sebagai komunitas.
Kami percaya bahwa akan tidak sesuai dengan philoshopy parkour untuk berkompetisi dan memenangkan hal-hal yang bukan bagian dari nilai-nilai moral dalam parkour. Hal-hal seperti medali, hadiah-hadiah, ranking, piala, uang, popularitas, penghargaan, atau glory. Termasuk hal seperti cari-cari perhatian orang [hanya untuk menunjukkkan bahwa anda punya kehebatan].
Daripada itu, kami lebih mencari hasil dari apa yang kami lakukan. Hasil yang tak ternilai dan bermanfaat. Kami juga mencari manfaat-manfaat dari Parkour yang bisa kami bagikan.
Kami adalah pemberi bukan penerima [pengambil].

