Hi, Selamat datang di website Komunitas Parkour Indonesia ini. Jika ini kunjungan pertama kamu dan ingin selalu update tentang berita, Artikel dan lain-lain seputar Parkour di Indonesia silahkan isi kolom berlangganan disebelah kanan. Atau kamu pingin gabung dan bertanya-tanya apa syarat dan macem-macemnya silahkan kunjungi halaman F A Q.

Press Release: Jamming Nasional Parkour Indonesia 2010

Written by radd on September 23, 2010 – 10:05 pm -

Jamming Nasional Parkour Indonesia 2010

“A Journey Closer To The Root”

“Bandung – Ada sebuah fakta, bahwa eksistensi komunitas ini di Indonesia yang semakin luas memperlihatkan bahwa parkour mulai diterima dengan baik di kalangan masyarakat umum. Menarik memang, jika mengingat bahwa dasar-dasar dalam Parkour, memang diperuntukkan agar manusia dapat lebih baik beradaptasi dengan lingkungannya. Bahkan Parkour melalui filosofinya juga memberikan dampak positif kepada kehidupan masyarakat, khususnya para praktisi Parkour di Indonesia.

Tapi, apakah perjalanan komunitas parkour dalam perkembangannya selalu mulus? Tentu saja, pada perkembangannya, seringkali para praktisi parkour menemukan hambatan dan rintangan, terutama menyangkut satu hal yang menjadi permasalahan umum dalam pendalaman filosofi parkour, yakni: miskonsepsi. Read more »

Terjemahan Interview Stephane Vigroux (Parkour Generations)

Written by qronoz on April 3, 2009 – 11:22 am -


*untuk subtitle Bahasa Indonesia, play video terlebih dahulu, kemudian klik panah di kanan bawah tampilan Youtube, pilih kotak yang kedua, kemudian pilih ‘Indonesian’*

  • Permulaan

Sejarah dari parkour dan art du dispacement dimulai dari sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Yamakasi. Grup Yamakasi beranggotakan David Belle, Sebastian Foucan, Yann Hnautra, Charles Perrière, Malik Diouf, Guylain N’Guba-Boyeke, Châu Belle Dinh, Williams Belle, Laurent Piemontesi. Mereka adalah sekelompok teman yang melakukan suatu seni yang sama.

Kemudian karena adanya perbedaan cara pandang, muncullah beberapa nama untuk seni ini. David memilih parkour, dan Sebastian memilih freerun. Namun pada dasarnya, saya rasa semua setuju, ini semua bermula dari satu disiplin yang sama, nama yang sama, bentuk latihan yang sama. Sekarang itu telah berubah dan muncul nama-nama berbeda, namun pada permulaannya ini adalah latihan yang sama.

Mengenai saya, saya berlatih bersama David, kemudian saya bertemu Yamakasi setelahnya. Ini merupakan sesuatu yang baru, sangat menarik, dan sangat ditekuni dalam banyak hal: secara fisik dan mental. Saya hanya kagum akan bagaimana seseorang dapat mendesak diri mereka masing-masing.

Menjadi kuat adalah awal dari semuanya, apa artinya? Mereka menaruh nilai di balik kata ini – to be strong. Jadi ini dimulai secara fisik, melakukan tantangan-tantangan. Dapatkah kamu mengangkat batu ini? Dapatkah kamu mengangkat mobil ini? Dapatkah kamu mendorong ini? Dapatkah kamu melompat dan meraih tembok ini?

Mereka mulai menaruh angka-angka yang cukup tinggi dalam jumlah repetisi yang mereka lakukan dan melibatkan banyak insting. Pada saat itu belum ada metode yang jelas mengenai latihan seperti saat ini. Ini butuh waktu, bahkan untuk mereka, untuk memahami mengapa mereka melakukannya. Read more »