Sistem Rekam Medis Membantu Penanganan Stunting , Tidak Hanya Fokus Perbaikan Gizi


Kementerian Kesehatan telah merilis Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI yang sudah berjalan. Survei ini juga menunjukkan bahwa penanganan stunting di Indonesia berhasil terlaksana. Prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4 persen menjadi 21,6 persen pada tahun 2022.

SSGI Tolak Ukur Target Penanganan Stunting


Hasil dari SSGI ini menjadi tolak ukur untuk mengukur target penanganan stunting di Indonesia. Sebelumnya, SSGI hanya diukur setiap 3 hingga 5 tahun sekali, tetapi mulai tahun 2021. SSGI dilakukan setiap tahun untuk memperoleh data yang lebih akurat.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat malnutrisi dalam jangka panjang. Kekurangan asupan gizi ini dapat terjadi sejak bayi masih dalam kandungan karena ibu tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama kehamilan. Untuk mendeteksi kondisi ini, pemerintah perlu rekam jejak kesehatan ibu hamil dan bayi.


Penanganan stunting jurnal salah satunya dengan penyelenggaraan layanan kesehatan masyarakat dari Posyandu, Puskesmas, hingga Rumah Sakit. Tujuannya untuk pencatatan data yang runtut dan detail serta pengolahan data yang berkelanjutan.


Pengelolaan data berkaitan dengan beberapa hal, seperti:

  1. Data registrasi pasien
  2. Perkembangan tumbuh kembang anak
  3. Rekam medis pasien
  4. Data farmasi
  5. Keuangan
  6. Laporan eksekutif

Layanan Sistem Informasi Kesehatan sebagai salah satu bagian penyuluhan pencegahan dan penanganan stunting menjadi solusi untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Sehingga, data rekam medis yang terpusat dan terjamin kerahasiaannya.

Manfaat Layanan SSGI

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari layanan ini meliputi penghematan biaya, terintegrasi dan terjamin kerahasiaannya. Juga memberi kemudahan bagi pegawai dan dokter dalam memeriksa status antrian dan status intensif pasien serta memberikan tindakan sesuai SOP.


Selain itu, juga untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja pegawai. Dari segi manajemen, sistem ini dapat mempercepat pengambilan keputusan dan memudahkan penyusunan strategi serta pelaporan secara komprehensif.


Sistem ini juga memberikan dokumentasi yang dapat tersusun dan mempermudah proses pembukuan dan penyusunan laporan keuangan terkait penanganan penyebab stunting. Fitur lainnya adalah mengurangi kebocoran persediaan obat dan alat kesehatan dan mengurangi waktu tunggu pasien.


Dengan adanya sistem komprehensif penanganan stunting, maka pemerintah dapat lebih efektif dalam melakukan deteksi dini. Temukan informasi terkait stunting dengan mengunjungi Pediasure.co.id. Selain itu, untuk menciptakan SDM Indonesia yang unggul bisa dengan konsumsi Pediasure secara teratur.

0 komentar